Categories
Diabetes Gaya Hidup

10 Kebiasaan yang Bisa Memicu Gejala Diabetes, Tak Hanya Makan yang Manis-Manis!

Tanpa disadari, kebiasaan buruk yang Anda lakukan dapat memicu bahkan memperparah gejala diabetes Anda. Sebelum ini semakin parah, yuk, cari tahu di sini apa saja kebiasaan buruk tersebut, sehingga Anda dapat melakukan pencegahan diabetes melitus sebaik mungkin.

Tanda atau gejala diabetes yang paling utama adalah kadar gula darah berada di atas normal (lebih dari 200 mg/dL setelah makan). Jangan heran, jika selama ini orang-orang beranggapan penyebab diabetes adalah sering makan yang manis-manis, alias tinggi kandungan gulanya. Faktanya, penyakit diabetes tak hanya disebabkan oleh ini saja, melainkan kebiasaan buruk lainnya yang membuat Anda semakin berisiko dan memperparah gejala diabetes Anda.

Kebiasaan buruk yang memicu dan memperparah gejala diabetes

Created by brgfx – www.freepik.com

Diabetes melitus adalah penyakit gula darah atau dikenal sebagai kencing manis yang disebabkan oleh terganggungnya sekresi hormon insulin, resistensi insulin, atau kombinasi keduanya. Beberapa kebiasaan buruk di bawah ini dapat memicu bahkan memperparah gejala diabetes Anda, yaitu [1, 2, 3]:

1. Sering minum minuman manis

Rasanya yang manis dan menyegarkan kerap kali memicu Anda untuk meminum minuman manis seperti es teh manis, soda, minuman berenergi, dan minuman kemasan lainnya. Jenis minuman seperti ini hanyalah “gula” tanpa nilai gizi dan tidak memberikan Anda rasa kenyang. Alih-alih Anda memilih minuman manis ini, lebih baik minumlah air putih untuk melepas dahaga, seperti yang disarankan oleh Shannon Knapp, pendidik diabetes bersertifikat di Cleveland Clinic Diabetes Center. Selain itu, Anda juga bisa memilih susu rendah lemak atau jus buah 100% sebagai minuman yang lebih menyehatkan.

2. Melewati sarapan

Sesibuk atau seburu-buru apapun Anda akan bekerja, usahakan untuk tidak melewati sarapan pagi. Jika Anda skip sarapan, Anda cenderung mudah lapar di pagi hari sampai tiba waktunya makan siang. Saat Anda makan siang, Anda jadi lebih “mengamuk” saat makan karena kelaparan. Akibatnya, memicu reaksi berantai yang mengganggu kadar hormon insulin dan gula darah. Oleh sebab itu, penting sekali untuk sarapan, misalnya dengan telur, buah segar, yogurt, susu rendah lemak, dan roti gandum.

3. Jarang makan sayur dan buah

jarang-makan-sayur-dan-buah-dapat-memicu-diabetes
Photo by jcomp – www.freepik.com

Tidak sedikit orang yang jarang makan sayur dan buah, bahkan ada yang sama sekali tidak menyukai hasil bumi ini. Padahal, memperbanyak asupan buah dan sayuran dapat membantu mengontrol gula darah dan penurunan berat badan, karena unggul dalam kandungan serat dan antioksidannya. Apalagi jika Anda mengonsumsi sayuran yang tidak mengandung zat tepung, seperti bayam, brokoli, tomat, dan labu. Jadi, cobalah untuk mengonsumsi buah dan sayuran dalam setiap makan utama maupun sebagai camilan, seperti dijadikan salad.

4. Tidak mau makan ikan

Dari sekian banyaknya jenis ikan, yakin tidak ada satu pun ikan yang Anda sukai? Inilah saatnya Anda untuk mencoba sumber protein tanpa lemak lainnya, seperti ikan salmon, tuna, mackerel, dan sarden. Ikan-ikan ini kaya akan asam lemak omega-3 yang dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler, menjaga pembuluh darah arteri, dan mencegah diabetes. Jadi, tunggu apalagi? Cobalah makan ikan dua porsi setiap minggunya dan rasakan manfaatnya untuk kesehatan Anda.

5. Sering mengonsumsi karbohidrat bertepung

Terlalu banyak makan pasta, kentang, dan roti putih dapat menyebabkan gula darah Anda melonjak dan menambah berat badan. Kebiasaan ini justru akan meningkatkan risiko bahkan memperparah gejala diabetes tipe 2. American Diabetes Association menyarankan untuk membatasi asupan karbohidrat bertepung dalam makanan hingga seperempat dari piring Anda. Jadi, cobalah untuk beralih dari roti putih ke roti gandum, sehingga kadar gula darah Anda bisa terkontrol dengan baik.

6. Makan tengah malam

makan-tengah-malam-bisa-memperparah-gejala-diabetes
Photo by tirachardz – www.freepik.com

Hati-hati! Suka makan tengah malam dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan mengganggu sekresi insulin. Ini adalah pola makan yang buruk jika ingin mencegah diabetes tipe 2. Biasakanlah untuk makan secara teratur dan seimbang setiap hari – 3 kali makan utama dan 2 kali selingan. Ini dapat membantu Anda menahan keinginan untuk makan di malam hari dan mengontrol kadar gula darah dengan lebih baik.

7. Mentega

Mentega dan lemak jenuh lainnya telah dikaitkan dengan resistensi insulin, salah satu faktor risiko diabetes tipe 2. Lebih disarankan untuk menggunakan minyak nabati yang mengandung lemak tak jenuh tunggal atau tak jenuh ganda, karena memang lebih sehat untuk tubuh. Minyak zaitun, misalnya, dapat menyehatkan jantung dan mengelola diabetes.

8. Belanja tanpa membuat daftar belanjaan

Terlihat sepele, tetapi kebiasaan ini bisa menghancurkan pengelolaan diabetes Anda. Belanja tanpa daftar membuat Anda jadi tergiur untuk membeli makanan atau minuman yang dapat memperparah gejala diabetes. Tak hanya itu, ini juga bisa menggagalkan program penurunan berat badan yang Anda inginkan. Jadi, jangan lupa selalu buat list belanjaan sebelum ke supermarket, ya!

9. Tidak mengelola stres

mengelola-stres-penting-dalam-pencegahan-diabetes
Photo by jcomp – www.freepik.com

Stres memang sudah menjadi bagian dari hidup. Namun, jika Anda tidak tahu cara mengelola stres, maka bisa meningkatkan risiko terkena diabetes dan memperparah gejala diabetes Anda saat ini. Stres kerap kali memengaruhi emosi, seperti Anda mungkin jadi makan makanan yang tidak sehat, termasuk makanan penyebab diabetes. Selain itu, tubuh akan melepaskan banyak hormon stres yang dapat mengubah kadar gula darah Anda. Jadi, sangat penting untuk mengelola stres dengan baik, misalnya dengan mendengarkan musik, menjalani hobi, atau sekedar me-time seharian di kamar.

10. Kebanyakan duduk daripada bergerak aktif

Anda mungkin sudah berolahraga 20 menit dalam sehari. Namun, jika kemudian Anda lebih banyak menghabiskan waktu duduk di tempat kerja, masih berpotensi buruk bagi kesehatan Anda, terutama jika Anda mengidap diabetes. American Diabetes Association merekomendasikan untuk latihan harian setidaknya 60 – 75 menit untuk mengontrol gula darah pada penderita diabetes. Namun, jika Anda tidak mampu, setidaknya lakukan peregangan atau berjalan santai sebentar selama 3 menit dari tempat duduk Anda setiap 30 menit. Bagaimanapun juga, upayakan untuk melakukan aktivitas fisik sepanjang hari. Mengurangi duduk terlalu banyak mampu mencegah dan mengurangi gejala diabetes.

Inilah 10 kebiasaan buruk yang bisa memicu dan memperparah gejala diabetes Anda. Melakukan perbaikan gaya hidup adalah kunci untuk menstabilkan gula darah dan mengelola diabetes dengan baik.

suplemen-nutrisi-nissan-reishi

Bila perlu, Anda dapat menjaga kadar gula darah normal dengan mengonsumsi suplemen nutrisi Nissan Reishi. Ini terbuat dari ekstrak jamur Reishi pilihan terbaik, berkualitas, dan telah terbukti memiliki efek hipoglikemik, dengan meningkatkan produksi insulin dan menurunkan glukosa Anda [3, 4]. Alhasil, Nissan Reishi dapat menjadi teman yang dapat diandalkan untuk memerangi dan mengelola gejala diabetes Anda sebaik mungkin.

Info pemesanan Nissan Reishi lebih lanjut bisa Anda akses di sini.

Photo by wayhomestudio – www.freepik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *