Categories
Gaya Hidup Imunitas

10 Makanan yang Dapat Melemahkan Sistem Imun Tubuh, Batasi Konsumsinya!

Selain makanan untuk meningkatkan kekebalan, ada pula jenis makanan tertentu yang dapat melemahkan sistem imun tubuh. Apa sajakah itu?

Tahukah Anda? Selain makanan untuk meningkatkan kekebalan, ada pula jenis makanan yang dapat melemahkan sistem imun tubuh. Bahkan, makanan ini dapat memengaruhi perasaan Anda dan seberapa baik tubuh Anda menjalankan fungsinya.

Menurut studi, konsumsi makanan yang rendah zat gizi dan telah melalui proses pengolahan yang tinggi dapat olahan merusak fungsi kekebalan tubuh.

Melalui artikel ini, Anda akan tahu apa saja jenis makanan yang dapat melemahkan sistem kekebalan Anda.

10 Jenis makanan yang dapat melemahkan sistem imun tubuh

Berikut 10 jenis makanan yang dapat melemahkan sistem imun tubuh dan harus Anda batasi konsumsinya:

1. Gula tambahan.

Makanan yang mengandung gula tambahan dapat meningkatkan gula darah, serta produksi protein inflamasi, seperti TNF-α, CRP, dan IL-6. Ini semua dapat menurunkan fungsi kekebalan tubuh Anda.

Terlebih lagi bagi penderita diabetes yang dapat mengalami peningkatan kadar gula darah lebih cepat dan lama daripada orang yang non-diabetes.

Kadar gula darah tinggi juga dapat menghambat respons neutrofil dan fagosit. Keduanya adalah jenis sel kekebalan yang membantu melindungi tubuh Anda dari infeksi.

Tak hanya itu, gula darah tinggi juga dapat merusak fungsi penghalang usus dan mendorong ketidakseimbangan bakteri di usus Anda. Akibatnya, kondisi ini dapat mengubah respons kekebalan yang membuat tubuh Anda lebih rentan terhadap infeksi.

Oleh sebab itu, Anda perlu membatasi asupan makanan dan minuman yang mengandung tinggi gula tambahan, misalnya es krim, kue, permen, dan minuman manis, untuk meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan kesehatan Anda secara keseluruhan.

2. Makanan asin.

Selain manis, makanan asin seperti keripik, frozen food, dan fast food dapat merusak respons kekebalan tubuh Anda.

Ini karena diet tinggi garam dapat menghambat fungsi kekebalan normal, menekan respons anti-inflamasi, mengganggu keseimbangan bakteri di usus, dan memicu penyakit autoimun.

Bahkan, studi menemukan bahwa makan terlalu banyak garam dapat memperburuk penyakit autoimun yang dialami seseorang, seperti lupus, kolitis ulserativa, rheumatoid arthritis, dan penyakit Crohn.

Jadi, mengurangi asupan garam meja dan makanan tinggi garam dapat menjaga kesehatan dan fungsi kekebalan tubuh Anda.

3. Makanan tinggi lemak omega-6.

Pada dasarnya, tubuh memerlukan lemak omega-6 dan omega-3 untuk menjalankan fungsinya dengan baik.

Namun, kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak omega-6 dapat melemahkan sistem imun tubuh Anda.

Radzikowska et al. (2019) menemukan bahwa diet tinggi lemak omega-6 dapat meningkatkan aktivitas protein pro-inflamasi yang dapat melemahkan respons imun.

Sementara itu, diet tinggi lemak omega-3 dapat mengurangi produksi protein tersebut dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh Anda.

Hanya saja, para ahli masih memerlukan lebih banyak penelitian pada manusia terkait hubungan antara lemak omega-6 dan respons imun.

Terlepas dari itu, para peneliti merekomendasikan agar Anda menjaga keseimbangan asupan lemak omega-6 dan omega-3 untuk mendukung kesehatan secara keseluruhan.

Cobalah untuk mengonsumsi lebih banyak makanan kaya omega-3, seperti salmon, mackerel, sarden, kenari, dan biji chia, serta membatasi makanan tinggi omega-6, seperti minyak jagung, minyak kanola, dan minyak kedelai.

4. Makanan yang digoreng.

Setiap orang hampir tidak pernah tidak mengonsumsi makanan yang digoreng. Faktanya, makanan yang digoreng tinggi kandungan AGEs, yaitu produk akhir glikasi lanjutan (AGEs).

AGEs terbentuk ketika gula dalam makanan bereaksi dengan protein atau lemak selama dimasak pada suhu tinggi, seperti menggoreng. Jika kadarnya terlalu tinggi di dalam tubuh, dapat berkontribusi pada peradangan dan kerusakan sel.

Molekul ini dianggap melemahkan sistem imun tubuh dalam beberapa cara, termasuk dengan meningkatkan peradangan, menguras mekanisme antioksidan tubuh, memicu gangguan seluler, dan mengganggu keseimbangan bakteri usus.

Maka dari itu, Anda perlu mengurangi makanan yang digoreng, seperti keripik kentang, kentang goreng, ayam goreng, daging (steak) goreng, dan ikan goreng.

5. Daging olahan.

Seperti makanan yang digoreng, daging olahan juga mengandung AGEs yang tinggi. Contohnya bacon goreng, hot dog panggang, paha ayam dengan kulit panggang, dan steak panggang.

Daging olahan juga tinggi lemak jenuh yang dapat menyebabkan peradangan sistemik dan membahayakan fungsi kekebalan tubuh Anda.

Bahkan, studi menemukan bahwa asupan tinggi daging olahan telah dikaitkan dengan berbagai penyakit, termasuk kanker usus besar.

6. Makanan cepat saji.

Kebiasaan mengonsumsi fast food dan makanan olahan dapat memicu peradangan, meningkatkan permeabilitas usus, dan menyebabkan ketidakseimbangan bakteri di usus, yang semuanya dapat berdampak buruk pada sistem kekebalan tubuh.

Makanan cepat saji mengandung bahan kimia bis(2-ethylhexyl) phthalate (DEHP) dan diisononyl phthalate (DiNP) – yang merupakan dua jenis phthalates.

Phthalates adalah senyawa racun yang dapat larut ke dalam makanan cepat saji melalui kemasan atau sarung tangan plastik yang digunakan saat menyiapkan makanan.

Senyawa ini diketahui dapat meningkatkan resistensi insulin dan produksi protein inflamasi yang dapat menyebabkan disregulasi kekebalan.

Selain itu, phthalates dapat mengurangi keragaman bakteri usus, yang berdampak buruk untuk sistem kekebalan tubuh.

Jadi, jagalah agar asupan makanan cepat saji Anda seminimal mungkin.

7. Makanan yang mengandung zat aditif.

Sebagian besar makanan, terutama makanan ultra-olahan, mengandung aditif untuk meningkatkan tekstur, rasa, dan masa simpannya.

Sayangnya, beberapa dapat berdampak buruk pada kekebalan tubuh Anda.

Misalnya, beberapa pengemulsi, seperti Carboxymethylcellulose (CMC) dan polysorbate-80 (P80), yang digunakan untuk meningkatkan tekstur dan umur simpan makanan olahan, dapat mengubah bakteri usus, merusak lapisan usus, dan menyebabkan peradangan.

Selain itu, karagenan yang umum digunakan dapat menyebabkan peradangan usus dan menghambat respons imun.

Beberapa kelompok makanan yang mengandung aditif lainnya adalah sirup jagung, garam, pemanis buatan, dan sitrat, juga dapat melemahkan sistem imun tubuh Anda.

8. Karbohidrat sederhana.

Mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat sederhana, seperti roti putih dan makanan manis yang dipanggang, terlalu sering dapat membahayakan sistem kekebalan tubuh Anda.

Ini karena indeks glikemiknya yang tinggi, sehingga menyebabkan lonjakan kadar gula darah dan insulin, yang berpotensi meningkatkan produksi radikal bebas dan protein inflamasi, seperti CRP.

Ditambah lagi diet kaya karbohidrat olahan dapat mengubah keseimbangan bakteri usus, yang dapat melemahkan sistem imun tubuh Anda.

Jadi, cobalah untuk mengonsumsi sumber karbohidrat berserat tinggi, seperti sayuran bertepung, gandum, buah, dan kacang-kacangan, daripada karbohidrat olahan untuk mendukung imunitas tubuh.

9. Makanan tinggi lemak jenuh.

Diet tinggi lemak jenuh dan rendah lemak tak jenuh dapat menyebabkan disfungsi kekebalan tubuh.

Ini karena asupan lemak jenuh yang tinggi dapat mengaktifkan jalur sinyal tertentu yang menyebabkan peradangan, sehingga menghambat fungsi kekebalan tubuh.

Selain itu, dapat menekan sistem kekebalan dan fungsi sel darah putih yang membuat Anda rentan terhadap penyakit. Bahkan, makanan tinggi lemak jenuh juga dapat mengganggu keseimbangan bakteri di usus.

Oleh sebab itu, para ahli menyarankan agar Anda mengonsumsi makanan seimbang yang tinggi serat dan sumber lemak sehat untuk mendukung kesehatan kekebalan tubuh.

10. Makanan dan minuman dengan pemanis buatan.

Saat ini, sudah semakin banyak studi yang membuktikan bahwa kebiasaan konsumsi makanan dengan pemanis buatan, termasuk sukralosa dan sakarin, dapat menyebabkan ketidakseimbangan bakteri usus dan melemahkan sistem imun tubuh.

Selain itu, beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa asupan pemanis buatan yang tinggi dapat berkontribusi pada perkembangan penyakit autoimun. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

Meski demikian, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa asupan pemanis buatan harian dalam jumlah moderat tidak menyebabkan perubahan pada bakteri usus ataupun melemahkan sistem imun tubuh.

Kesimpulan

Dengan membatasi asupan makanan dan minuman di atas, Anda dapat memelihara fungsi kekebalan dan kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Original featured image by master1305 – www.freepik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *