Categories
Diabetes Gaya Hidup

Inilah 4 Kelompok Makanan Penyebab Diabetes yang Harus Dibatasi!

Anda tentu tidak ingin terkena diabetes, bukan? Diabetes melitus adalah kondisi di mana kadar gula darah tinggi yang dapat menyebabkan komplikasi serius. Penderita diabetes kebanyakan sudah menganggap penyakit ini sebagai “teman hidup” yang harus dikelola sebaik mungkin. Nah, jika Anda tidak ingin mengalami diabetes, sebaiknya berhati-hati dengan 4 jenis makanan penyebab diabetes ini. Kira-kira, apa sajakah itu?

4 Kelompok makanan penyebab diabetes

“Diet adalah hal yang terpenting jika Anda ingin mengurangi risiko diabetes tipe 2, bersama dengan olahraga dan manajemen stres,” kata Dr. Isaac Eliaz, direktur medis dari Amitabha Medical Clinic di California, yang dilansir dari laman Healthline.

Untuk mencegah diabetes, Anda bisa memulainya dengan mengonsumsi makanan sehat. Berhati-hatilah dengan empat kelompok makanan berikut, karena dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2! [1]

1. Makanan tinggi karbohidrat olahan

Karbohidrat yang diproses secara berat, seperti olahan tepung putih, gula putih, dan nasi putih, pada dasarnya bahan tersebut adalah makanan utuh yang tidak mengandung dedak, serat, vitamin, dan mineral yang menyehatkan. Ini adalah definisi makanan kalori tanpa nutrisi, di mana kandungan gulanya tinggi, sehingga termasuk dalam bagian makanan penyebab diabetes yang harus dibatasi.

Mengapa? Karena makanan ini sangat mudah dicerna, sehingga menyebabkan lonjakan gula darah dan kadar insulin. Lama-kelamaan, hal ini dapat menyebabkan diabetes tipe 2.

Sebuah studi tahun 2007 dalam Archives of Internal Medicine, diet tinggi karbohidrat yang diproses secara berlebihan dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 21% pada wanita China daripada kelompok yang mengonsumsi makanan utuh [2].

Tips:
Untuk mengurangi risiko diabetes tipe 2, batasi asupan makanan yang dibuat dengan karbohidrat olahan, seperti roti, muffin, kue, kerupuk, pasta, dan sejenisnya.

2. Minuman dengan pemanis “gula”

Menurut Jill Weisenberger, penulis buku Diabetes Weight Loss: Week by Week yang dilansir dari laman Healthline, minuman manis seperti soda, teh manis, dan sejenisnya, telah dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2. Hal ini diduga karena kelebihan kalori yang menyebabkan penambahan berat badan, sehingga meningkatkan risiko diabetes. Selain itu, beban gula dalam minuman manis dapat meningkatkan kejadian resistensi insulin yang mengakibatkan lonjakan kadar gula darah (glukosa).

Studi dalam Diabetes Care mengungkapkan bahwa minum 1 – 2 minuman manis dalam sehari dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 26% daripada kelompok yang minum minuman manis kurang dari satu porsi dalam sebulan [3].

Tips:
Salah satu cara terbaik untuk mengurangi asupan gula harian adalah dengan membatasi minuman yang dimaniskan dengan gula, termasuk kopi, teh, atau jus buah dengan gula dan krim. Perbanyak minum air agar tubuh terhidrasi dengan baik setiap hari.

3. Makanan tinggi lemak jenuh dan trans

Lemak dalam makanan ada 2 jenis, yaitu lemak sehat dan tidak sehat. Lemak jenuh dan lemak trans masuk dalam kelompok lemak tidak sehat, sedangkan lemak sehat adalah lemak tidak jenuh, seperti omega 3 dan omega 6. Dikatakan tidak sehat karena lemak jenuh dan trans dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Kadar kolesterol tinggi adalah salah satu faktor risiko diabetes tipe 2.

Beberapa contoh makanan yang mengandung lemak trans adalah makanan yang dipanggang dalam kemasan dan makanan yang digoreng di restoran. Sementara itu, lemak jenuh banyak ditemukan dalam daging berlemak, mentega, keju, dan susu full cream.

Tips:
Cobalah beralih memasak dengan menggunakan minyak zaitun atau minyak kanola daripada minyak kelapa atau kelapa sawit. Selain itu, pilih camilan kacang-kacangan, serta daging tanpa lemak dan unggas tanpa kulit, karena rendah lemak jenuh dan tinggi lemak tak jenuh.

4. Daging merah dan olahannya

Makanan penyebab diabetes selanjutnya ada daging merah dan olahannya, seperti bacon, hot dog, dan daging deli. Mengonsumsi daging merah olahan secara berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan, karena tinggi kadar natrium dan nitritnya.

Sebuah studi tahun 2011 dalam The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa mengonsumsi satu porsi (3 ons) daging merah dalam sehari dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 19%. Sementara itu, konsumsi daging merah olahan dalam jumlah yang lebih kecil dapat meningkatkan risiko diabetes sebesar 51% [4].

Tips:
Cobalah kombinasikan menu harian Anda dengan sumber protein lain, seperti ikan salmon, tuna, sarden, telur, dan sesekali cobalah daging sapi yang diberi makan rumput (organik). Jangan lupa, tambahkan menu makan harian dengan sayuran dan buah-buahan.

Cegah dan lawan diabetes tipe 2 bersama dengan jamur Reishi

komponen-aktif-jamur-reishi-atau-lingzhi

Menambahkan asupan jamur Reishi ke dalam diet tampaknya telah menjadi langkah pencegahan diabetes yang tepat. Pasalnya, khasiat jamur Reishi telah dikenal sejak ribuan tahun lalu secara tradisional, terutama oleh masyarakat Jepang dan Tionghoa. Berbagai studi ilmiah terkait manfaat kesehatan jamur Reishi pun telah banyak dipublikasikan, salah satunya mencegah dan mengelola diabetes.

Jamur Reishi memiliki efek hipoglikemik, yaitu menurunkan kadar gula darah berlebih di dalam tubuh. Beberapa studi menemukan kandungan dalam jamur Reishi/Lingzhi (Ganoderma lucidum) yang bertindak sebagai hipoglikemik, di antaranya polisakarida, proteoglikan, triterpenoid, protein Ling Zhi-8 (LZ-8), serta ganoderan B dan C [5, 6, 7, 8].

Sementara itu, Food Chemistry menerbitkan sebuah penelitian secara in vivo yang menemukan kandungan Ganoderma lucidum polisakarida (GLPS) pada jamur Reishi dapat meningkatkan aktivitas antioksidan, kadar insulin serum, serta menurunkan peroksidasi lipid dan kadar gula darah pada tikus diabetes [9]. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jamur Reishi berpotensi sebagai antioksidan yang dapat membantu mencegah maupun mengelola diabetes.

Inilah 4 kelompok makanan penyebab diabetes yang harus dibatasi konsumsinya. Anda juga dapat mencegah atau mengelola diabetes dengan meningkatkan asupan nutrisi dari suplemen makanan jamur Reishi yang telah terbukti secara ilmiah efek hipoglikemiknya.

Info tentang Nissan Reishi lebih lanjut bisa Anda akses di sini.

Photo by wayhomestudio – www.freepik.com

Categories
Aging Gaya Hidup

10 Cara Alami Mengatasi Wajah Keriput Sebelum Waktunya

Wajah keriput sebelum waktunya? Hati-hati loh, bisa jadi Anda mengalami penuaan dini. Kulit wajah keriput (rhytides) adalah lipatan-lipatan halus di kulit yang terjadi karena kulit menghasilkan lebih sedikit kolagen dan elastin seiring bertambahnya usia. Akibatnya, kulit jadi lebih tipis, kurang tahan terhadap kerusakan (seperti paparan lingkungan, dehidrasi, dan racun), dan jadi keriput. Lantas, bagaimana cara mengatasi wajah keriput sebelum waktunya?

10 Cara mengatasi wajah keriput sebelum waktunya

Anda jangan khawatir, ada beberapa cara mengatasi wajah keriput sebelum waktunya secara alami dan dijamin efektif, yaitu:

1. Selalu pakai tabir surya

Tampaknya, penggunaan sunscreen sudah menjadi populer belakangan ini dalam dunia kecantikan. Studi tahun 2013 mengungkapkan bahwa orang yang memakai sunscreen dengan sun protection factor (SPF) lebih dari 30 dapat membantu mencegah penuaan dini. Dalam studi lain juga membuktikan kemanjuran tabir surya dalam mencegah kanker kulit akibat paparan sinar UV matahari yang merusak sel-sel kulit. Inilah mengapa mengoleskan tabir surya ke kulit secara rutin setiap hari dapat meminimalisir munculnya kerutan atau keriput di kulit wajah, bahkan melindungi Anda dari penyakit kanker kulit [1, 2].

2. Batasi asupan gula

Hubungan antara asupan gula yang tinggi dengan tanda-tanda premature aging masih terus diteliti oleh para ahli kesehatan. Sejauh ini, ada dugaan bahwa gula di dalam tubuh memicu glikasi, yang menghasilkan advanced glycation end products (AGEs). Dalam sebuah studi, ditemukan bahwa AGEs dapat memecah kolagen di tubuh dan seiring waktu, dapat membuat seseorang terlihat lebih tua dengan cepat. AGEs juga dihasilkan lebih banyak pada makanan yang dipanggang atau digoreng daripada makanan yang dikukus atau direbus. Jadi, membatasi asupan gula dan perbanyak konsumsi makanan yang diolah dengan cara direbus atau dikukus dapat membantu Anda mempertahankan awet muda [3].

3. Berhenti merokok

Merokok telah dibuktikan oleh banyak penelitian berdampak buruk bagi kesehatan, tetapi banyak orang masih melakukannya. Padahal, merokok juga telah menjadi sumber penyebab penuaan dini pada wajah. Sebuah studi menarik membandingkan wajah dari 79 pasangan kembar identik, yang satu memiliki kebiasaan merokok dan yang lainnya tidak. Hasilnya, terlihat perbedaan usia subjek yang mencolok. Hal ini semakin memperjelas bahwa merokok memang memengaruhi kondisi kulit wajah seseorang. Bahkan, perokok pasif sekalipun dapat meningkatkan risiko dari bahaya merokok [4].

4. Gunakan minyak kelapa

Melansir dari Healthline, cara mengatasi wajah keriput bisa dengan minyak kelapa, karena minyak ini adalah pelembab alami. Ketika Anda mengoleskannya ke kulit, minyak kelapa akan mengisi celah di bagian epidermis kulit dan membuat kulit terasa halus. Tak hanya itu, minyak kelapa juga terbukti dapat membantu mempertahankan kelembapan kulit, sehingga tidak kering dan tampak lebih berisi [5].

5. Tingkatkan beta-karoten

Beta-karoten dan retinol (vitamin A) sudah banyak dijadikan sebagai bahan dalam pembuatan krim anti-aging yang tersedia di pasaran. Sebenarnya, Anda tidak perlu membeli produk tersebut untuk mendapatkan beta-karoten. Anda cukup mengonsumsi suplemen beta-karoten setidaknya 30 miligram per hari secara oral. Sebuah studi tahun 2010 juga telah membuktikan pemberian beta-karoten dengan dosis tersebut dapat mencegah dan memperbaiki masalah photoaging atau wajah keriput [6].

6. Teh daun lemon balm

Salah satu strategi holistik yang muncul baru-baru ini untuk mengatasi wajah keriput adalah teh daun lemon balm. Sebuah studi membandingkan sampel kecil orang yang minum teh daun lemon balm dengan kelompok yang minum plasebo teh daun barley. Hasilnya sunggu di luar dugaan! Teh daun lemon balm membuat kulit lebih elastis dan efektif memperbaiki kerusakan jaringan kulit. Ini karena daun lemon balm mengandung asam rosmarinic (RA), senyawa polifenol dengan aktivitas penghambatan pembentukan pentosidin (produk akhir glikasi lanjutan yang memicu penuaan dini) lebih kuat daripada agen anti-glikasi, aminoguanidine [7].

7. Ubah posisi tidur

Cara mengatasi wajah keriput selanjutnya adalah dengan mengubah posisi tidur. Dalam beberapa kasus, kerutan di wajah sebenarnya juga bisa disebabkan oleh posisi Anda saat tidur, yang disebut dengan ‘kompresi’. Hal ini disebabkan oleh wajah Anda yang menekan bantal dengan cara yang sama setiap malam. Lama-kelamaan, kompresi ini membuat kulit di bagian tertentu lebih lemah daripada bagian lain dan terbentuklah kerutan. Oleh sebab itu, untuk mencegah atau memperlambat kerutan akibat kompresi, ubah posisi tidur Anda dengan tidur telentang [8].

8. Cuci muka secara teratur

Photo created by jcomp – www.freepik.com

Jangan malas cuci muka kalau Anda ingin awet muda! Yaps, ini betul sekali, karena setiap hari Anda akan terpapar dengan berbagai polusi, kuman, bakteri, dan toksin lainnya yang dapat menyebabkan berbagai masalah kulit. Belum lagi, Anda menggunakan riasan make-up yang sebagian besar mengandung bahan kimia keras dan dapat menyerap ke dalam kulit jika tidak dibersihkan. Pada akhirnya, ini berkontribusi pada penuaan dini dan menyebabkan wajah keriput sebelum waktunya. Inilah mengapa Anda harus rajin mencuci muka setiap hari, minimal pagi dan malam hari.

9. Hindari sinar UV matahari

Seperti yang telah Anda ketahui, sinar ultraviolet adalah penyebab utama sebagian besar wajah keriput. Meskipun sinar ultraviolet dari matahari tidak dapat sepenuhnya dihindari, setidaknya Anda bisa mengurangi tingkat keterpaparannya dengan menggunakan tabir surya, serta memakai topi lebar, celana, dan kemeja lengan panjang untuk melindungi wajah dari sinar matahari selama berada di luar ruangan. Langkah-langkah ini mungkin masih akan menyerap sedikit sinar matahari, tetapi tidak cukup berkontribusi pada terjadinya kerutan di kulit wajah Anda.

10. Tingkatkan asupan antioksidan

Kulit adalah bagian tubuh yang terkena lebih banyak stres oksidatif daripada organ tubuh lainnya. Artinya, kulit Anda bisa rusak hanya dengan menjalani rutinitas harian. Oleh sebab itu, Anda perlu meningkatkan suplai antioksidan untuk membantu melawan kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas pada sel-sel Anda. Meskipun mungkin Anda sudah menggunakan tabir surya atau krim anti-aging yang diperkaya dengan antioksidan, Anda tetap perlu mengonsumsi makanan yang kaya antioksidan, seperti blueberry, anggur, kacang merah, kangkung, bayam, dan jamur Reishi. Ini akan membantu Anda mendapatkan kulit yang sehat, baik dari dalam pun dari luar, dan bisa meminimalkan tanda-tanda penuaan dini [9].

Jamur Reishi, dapat membantu mengatasi wajah keriput sebelum waktunya

jamur-reishi-membantu-mengatasi-wajah-keriput-karena-tinggi-antioksidan
Picture by John Naphat from Pixabay

Seperti penjelasan sebelumnya, salah satu cara mengatasi wajah keriput adalah meningkatkan asupan antioksidan. Nah, salah makanan yang kaya antioksidan adalah jamur Reishi. Antioksidannya ini mampu menetralisir radikal bebas (produk sampingan dari beberapa proses metabolisme) yang bisa sangat merusak sel melalui proses oksidasi. Akibatnya, radikal bebas dalam jangka panjang dapat mempercepat penuaan dan berbagai penyakit terkait usia.

Penelitian secara in vitro tahun 2019 menunjukkan nilai effective concentration (EC50) dari jamur Reishi rendah. Menurut para ahli, semakin rendah nilai EC50, semakin tinggi aktivitas antiradikal, alias antioksidan. Inilah alasan jamur Reishi (G. lucidum) merupakan salah satu makanan tinggi antioksidan yang dapat mengatasi wajah keriput dan penuaan dini [10]. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan ekstrak G. lucidum mampu meningkatkan aktivitas enzim superoksida dismutase dan katalase yang terlibat dalam menghilangkan radikal bebas di dalam tubuh [11].

Studi tahun 2017 dalam Aging and Disease menjelaskan bahwa Ganoderma lucidum (jamur Reishi/Lingzhi) memiliki sifat anti-penuaan dengan cara menghambat proses oksidasi dan neurodegenerasi, serta merangsang imunomodulasi. Sifat anti-aging ini berasal dari komponen senyawa aktif di dalam jamur Reishi, berupa polisakarida, triterpene, dan asam ganoderic. Oleh sebab itu, mengonsumsi jamur Reishi sebagai bagian dari diet sehat Anda bisa membantu mengatasi wajah keriput sebelum waktunya [12].

Jika Anda tertarik ingin menua dengan cara yang sehat bersama Nissan Reishi (suplemen makanan dari esktrak jamur Reishi), Anda bisa mendapatkan informasi lebih lanjutnya di sini.

Cover photo by user18526052 – www.freepik.com

Categories
Alergi Gaya Hidup

Inilah 5 Cara Mengatasi Biduran (Urtikaria) Secara Alami dan Efektif

Apakah Anda pernah atau sedang mengalami biduran? Ini menyebabkan ruam dan gatal-gatal di bagian tubuh yang terkena. Meskipun sering dikaitkan dengan alergi, biduran juga dapat dipicu oleh stres, obat-obatan tertentu, sengatan atau gigitan serangga, sinar matahari, suhu dingin, infeksi, atau kondisi lainnya. Penting bagi Anda untuk mengidentifikasi apa yang memicu ruam dan gatal yang terjadi, sehingga Anda bisa lebih berhati-hati terhadap faktor pemicu biduran Anda. Nah, berikut ini ada beberapa cara mengatasi biduran atau urtikaria yang muncul secara alami dan juga efektif. Apa saja itu?

5 Cara mengatasi biduran secara alami dan efektif

Umumnya, biduran akan hilang dalam waktu 24 jam dan tidak perlu pengobatan khusus. Akan tetapi, Anda harus segera mendapatkan pengobatan jika mengalami salah satu dari gejala berikut:

  • Kepala pusing.
  • Bengkak di tenggorokan atau wajah.
  • Sulit bernapas.

Anda jangan khawatir, ada beberapa cara mengatasi biduran yang sifatnya lebih ringan dan bisa diredakan dengan perawatan rumahan, yaitu [1, 2]:

1. Kompres dingin

Cara mengatasi biduran yang pertama adalah mengompres area yang terkena dengan kantong es. Menerapkan sesuatu yang dingin ke kulit Anda bisa membantu meredakan iritasi. Bila tidak ada es, Anda bisa menggunakan sesuatu yang dingin, seperti sekantong sayuran beku yang dibungkus dengan handuk. Kemudian, kompres ke area kulit yang terkena biduran selama 10 menit. Anda bisa mengulanginya lagi sesuai kebutuhan sepanjang hari.

2. Mandi dengan larutan antigatal

Mandi dengan menggunakan larutan antigatal juga bisa menjadi solusi efektif untuk meredakan rasa gatal akibat biduran. Contoh beberapa produk yang bisa Anda tambahkan ke dalam bak mandi untuk menghilangkan rasa gatal, seperti oatmeal koloid dan soda kue. Jika Anda memutuskan menggunakan oatmeal koloid, maka cobalah dulu dengan 1/2 cangkir (4 ons) oatmeal koloid, lalu tambahkan hingga 1 1/2 cangkir (12 ons).

Oh iya, mandi oatmeal mungkin akan membuat tubuh Anda terasa berlendir. Nah, untuk mengatasi efeknya ini, tambahkan minyak esensial lavender yang beraroma manis satu atau dua tetes ke bak mandi [3]. Ingat ya, jangan mengoleskan langsung minyak esensial ke kulit, karena dapat menimbulkan iritasi. Penambahan minyak esensial ini dapat menenangkan kondisi kulit, mengurangi tekanan darah dan detak jantung, serta meredakan stres – salah satu pemicu biduran [4].

3. Hindari produk yang dapat mengiritasi kulit

Agar biduran Anda tidak semakin parah dan sering kambuh, menghindari penggunaan produk yang dapat mengiritasi kulit bisa menjadi solusi yang efektif. Contohnya, sabun tertentu yang dapat membuat kulit kering dan menyebabkan gatal bertambah parah. Pastikan Anda menggunakan sabun untuk kulit sensitif. Selain sabun, pelembab atau losion tertentu juga ada yang bisa mengiritasi kulit. Pilihlah pelembab atau losion yang diformulasikan untuk kulit sensitif. Mengaplikasikan pelembab segera setelah mandi juga dapat membantu meredakan gatal.

4. Jaga suhu ruang tetap sejuk dan nyaman

Suhu yang terlalu dingin atau panas bisa memperparah rasa gatal Anda. Upayakan untuk mengenakan pakaian yang tipis dan ringan pada saat cuaca panas dan jaga suhu di rumah Anda tetap sejuk dan nyaman. Oh iya, pastikan juga Anda tidak duduk di bawah sinar matahari terik, ya.

5. Menggunakan pengobatan alami

Jika cara mengatasi biduran dengan pengobatan rumahan masih belum mempan untuk meredakan ruam dan rasa gatal Anda, mungkin beberapa solusi alami ini bisa menjadi pilihan alternatif. Perlu diingat bahwa pengobatan alami tidak diatur oleh Food and Drug Administration AS, jadi gunakan secara bijak dan hati-hati, ya.

Witch hazel

witch-hazel-membantu-meredakan-reaksi-biduran
Gambar oleh Manfred Richter dari Pixabay

Tanin alami yang terkandung di dalamnya bisa membantu meredakan iritasi kulit. Untuk membuat ramuan dari tanaman ini caranya adalah [5]:

  • Tambahkan 5 – 10 gram kulit kayu witch hazel ke dalam 1 cangkir air.
  • Hancurkan kulit kayu tersebut, lalu tuang adonan ke dalam panci.
  • Didihkan adonan, angkat, dan saring campurannya.
  • Biarkan campuran mendingin sebelum digunakan.
  • Anda bisa mengaplikasikan adonan witch hazel ke kulit Anda sebagai masker beberapa kali dalam sehari.
  • Oleskan dan diamkan di area kulit yang terkena sekitar 20 menit, lalu bilas dengan air bersih.

Aloe vera (lidah buaya)

cara-mengatasi-biduran-secara-alami-dengan-gel-lidah-buaya
Photo by @Racool_studio – www.freepik.com

Siapa yang tidak kenal dengan lidah buaya? Gel lidah buaya sudah dikenal sejak lama karena khasiat penyembuhannya, termasuk meredakan gatal dan peradangan [6]. Meski begitu, para ahli tetap menyarankan Anda untuk melakukan uji tempel (patch test) ke area kulit sedikit sebelum Anda mengaplikasikannya secara menyeluruh. Jika Anda tidak mengalami iritasi apa pun dalam waktu 24 jam, maka Anda bisa menggunakannya untuk mengatasi biduran apa pun.

Reishi mushroom

Gambar sampul oleh phạm Lộc dari Pixabay

Reishi mengandung senyawa antiinflamasi, seperti triterpenoid dan steroid, yang dapat menghambat peradangan dan aktivitas histamin yang bertanggung jawab terhadap gejala alergi seperti pilek, gatal-gatal, mata berair, dan penyempitan bronkial. Jamur obat tradisional ini merupakan salah satu dari tiga tumbuhan di ASHMI (Antiasthma Simplified Herbal Medicine Intervention) yang memiliki efek penghambatan produksi TNF-α (sitokin pro-inflamasi yang terlibat dalam kejadian asma) [7].

Bahkan, para peneliti menemukan bahwa ekstrak jamur Reishi lebih aman dan efektif daripada Prednisone®. Ini adalah obat antiinflamasi nonsteroid dengan potensi efek samping yang cukup serius dibandingkan Reishi yang sedikit – jika memang ada – efek samping [8]. Jamur Reishi juga memiliki efek antipruritik yang efektif melawan pruritus, alias gatal-gatal yang disertai ruam [9]. Tentunya, hal tersebut menunjukkan bahwa jamur Reishi efektif meredakan reaksi ruam dan gatal-gatal akibat biduran.

Inilah 5 cara mengatasi biduran secara alami dan efektif yang bisa menjadi pilihan terbaik Anda. Jika gejala biduran tak kunjung membaik atau justru semakin parah, segera temui dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Mungkin saja, biduran yang Anda alami sifatnya tidak ringan dan hanya bisa ditolong dengan pengobatan medis dari dokter.

Jika Anda ingin meminimalisir kekambuhan biduran atau pun mengatasi biduran ringan Anda dengan Nissan Reishi – suplemen makanan dari esktrak jamur Reishi – silahkan klik link berikut ini.

Categories
Imunitas Kelelahan

Ketahui Penyebab dan Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh yang Lemah

Apabila daya tahan tubuh Anda menurun, maka Anda berisiko terkena penyakit infeksi lebih sering daripada orang yang daya tahan tubuhnya kuat. Bahkan, penyakit infeksi yang Anda alami bisa jadi lebih parah atau sulit untuk diobati. Anda juga lebih rentan terhadap pneumonia, COVID-19, dan lainnya yang dapat berdampak buruk pada kesehatan Anda. Eits, jangan khawatir, karena ada beberapa cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh yang bisa menjadi solusi efektif Anda. Let’s check!

Tanda dan gejala daya tahan tubuh melemah

Anda mungkin tidak menyadari kekebalan tubuh Anda sedang melemah sampai Anda merasa sering sakit yang tidak dialami oleh orang yang (sistem kekebalannya) lebih kuat. Umumnya, penyakit infeksi yang sering dialami saat daya tahan tubuh melemah adalah [1]:

  • Radang paru-paru.
  • Meningitis.
  • Bronkitis.
  • Infeksi kulit.

Kekambuhan penyakit infeksi ini juga bisa meningkat apabila Anda mengidap [2]:

  • Gangguan autoimun.
  • Peradangan pada bagian organ dalam.
  • Gangguan atau kelainan darah, seperti anemia.
  • Masalah pencernaan, termasuk tidak ada nafsu makan, diare, dan kram perut.
  • Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan, terutama pada bayi dan anak-anak.

Biasanya, dokter akan melakukan tes darah untuk mengidentifikasi apakah Anda memiliki gangguan pada sistem imun. Tes ini juga akan menunjukkan apakah antibodi Anda berada dalam kisaran normal atau tidak.

Penyebab dan cara meningkatkan daya tahan tubuh yang lemah

Melansir dari Healthcare Associates of Texas, ada 6 hal yang tidak diduga dapat menyebabkan daya tahan tubuh melemah, yaitu [2]:

1. Kebanyakan duduk

terlalu-banyak-duduk-dapat-melemahkan-daya-tahan-tubuh
Sumber: freepik.com

Terlalu sering duduk dapat membuat Anda sedikit beraktivitas fisik atau berolahraga. Jika Anda duduk dalam waktu yang lama, setiap 30 menit selingi dengan berdiri, peregangan, dan/atau berjalan santai untuk meningkatkan aktivitas fisik Anda. Alhasil, kekebalan tubuh Anda bisa tetap optimal.

2. Olahraga berlebihan

piknik-untuk-recovery-sekaligus-refreshing
Sumber: freepik.com

Berolahraga terlalu banyak tanpa pemulihan yang cukup juga dapat membuat daya tahan tubuh Anda melemah. Hal ini pun dikaitkan dengan kurang tidur, depresi, penurunan kinerja atletik, dan menstruasi tidak teratur pada wanita. Jadi, cobalah untuk mengurangi intensitas olahraga Anda atau ambil satu hari libur ekstra untuk pemulihan tubuh, misalnya dengan piknik. Hitung-hitung refreshing juga, kan?

3. Stres

meditasi-cara-efektif-mengelola-stres
Sumber: freepik.com

Tidak mengelola stres dengan baik dapat melemahkan sistem imunitas tubuh dan membuat Anda rentan terhadap penyakit. Ini karena stres meningkatkan produksi hormon stres di tubuh Anda, yaitu kortisol. Tingginya kadar hormon ini dapat merusak fungsi sel yang melawan infeksi. Jadi, penting bagi Anda mengelola stres dengan baik, sehingga kadar kortisol tidak melonjak dan daya tahan tubuh tetap kuat. Anda bisa menghilangkan stres dengan cara meditasi, pernapasan dalam, atau olahraga dengan intensitas sedang secara teratur.

4. Minum alkohol

minum-alkohol-terlalu-banyak-dapat-melemahkan-imun
Sumber: freepik.com

Minum minuman beralkohol secara berlebihan juga dapat memengaruhi kerja organ yang mengatur kekebalan tubuh, seperti hati. Salah satu fungsi hati adalah membuat protein antibakteri untuk menangkal penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Jadi, batasilah asupan alkohol Anda, tidak lebih dari 14 minuman dalam seminggu jika Anda seorang pria dan 7 minuman jika Anda seorang wanita. Lebih baik lagi jika Anda berhenti mengonsumsinya.

5. Merasa kesepian

berinteraksi-dengan-orang-lain-dapat-meningkatkan-kekebalan-tubuh
Sumber: freepik.com

Feeling alone alias kesepian ternyata juga berdampak pada daya tahan tubuh, loh! Kenapa? Karena kondisi ini bisa mengubah kerja sel imun Anda dengan cara memicu peradangan yang dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi – jika tidak ditangani segera. Jika Anda merasa kesepian, cobalah berinteraksi dengan seseorang terdekat atau terlibat dalam suatu komunitas. Memelihara hewan peliharaan, seperti anjing atau kucing, juga dapat mengusir rasa sepi Anda. Ini akan membuat Anda merasa jauh lebih bahagia yang akhirnya, berpengaruh pada daya tahan tubuh Anda.

6. Tidak cukup tidur dan beristirahat

kurang-tidur-menyebabkan-daya-tahan-tubuh-menurun
Sumber: freepik.com

Kurang tidur dan beristirahat dapat merusak fungsi dari sel dan protein yang bertugas melawan infeksi dan penyakit. Kondisi ini juga dapat meningkatkan produksi penanda inflamasi yang berkontribusi pada penyakit flu. Jadi, upayakanlah agar Anda cukup tidur (sekitar 7 – 8 jam setiap hari), sehingga sistem imun bisa bekerja secara optimal.

Jamur Reishi/Lingzhi juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh, loh!

makan-sehat-cara-efektif-meningkatkan-daya-tahan-tubuh
Sumber: freepik.com

Ada satu cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh yang tidak boleh Anda lewatkan, yaitu mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang. Baik itu zat gizi makro dan mikro dari makanan, keduanya sangat berperan penting dalam menjaga dan meningkatkan kekebalan tubuh. Khususnya, zat gizi protein, vitamin, mineral, dan berbagai senyawa antioksidan. Salah satu asupan makanan yang sehat dan bisa menjadi solusi efektif Anda untuk meningkatkan daya tahan tubuh adalah jamur Reishi/Lingzhi.

Fakta jamur Reishi/Lingzhi

jamur-reishi-lingzhi-untuk-meningkatkan-daya-tahan-tubuh

Studi tahun 2014 menyatakan bahwa jamur Reishi (Ganoderma lucidum) adalah salah satu dari lima jamur (Agaricus blazei, Cordyceps sinensis, Grifola frondosa, dan Trametes versicolor) yang memiliki efek imunomodulator, karena mengandung senyawa bioaktif golongan terpenoid triterpenoid (ganoderic acid, danoderiol, danderenic acid, lucidenic acid) dan polisakarida (GLPS atau Ganoderma lucidum polysaccharide) [3].

Lebih lanjut, kandungan dalam ekstrak jamur Reishi ini mampu meningkatkan sistem imun bawaan tubuh Anda. Ini dapat dilihat dengan adanya peningkatan kadar IL-1, IL-1β, IL-2, IL-4, IL-6, IL-8, IFN-γ, TNF-α, dan NF-κB (indikator sistem imun bawaan) tubuh setelah Anda mengonsumsinya sesuai dengan anjuran [4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12].

Oleh karena jamur Reishi terbukti mampu meningkatkan sistem imun bawaan tubuh (efek imunomodulator), menambahkan asupan suplemen kesehatan Nissan Reishi ke dalam diet harian adalah salah satu solusi yang sehat dan efektif untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh Anda setiap hari.

Info pemesanan Nissan Reishi (suplemen nutrisi dari ekstrak jamur Lingzhi) lebih lanjut bisa Anda dapatkan di sini.

Cover photo by jcomp – www.freepik.com

Categories
Gaya Hidup Ginjal

Kenali Ciri-Ciri Ginjal Bermasalah, Cepat Atasi Sebelum Muncul Komplikasi!

Ginjal adalah salah satu organ vital di dalam tubuh. Bayangkan saja, jika ginjal Anda bermasalah atau rusak parah, maka Anda harus menjalani proses dialisis. Bahkan mungkin, harus transplantasi ginjal agar tubuh Anda tetap bisa berfungsi dengan baik. Tentunya, ini memerlukan biaya yang tidak sedikit. Maka dari itu, penting sekali bagi Anda mengetahui ciri-ciri ginjal bermasalah. Jika ada sesuatu yang tidak beres, segeralah periksakan ke dokter sebelum menimbulkan komplikasi yang lebih buruk lagi.

Pentingnya mengenali ciri-ciri ginjal bermasalah

“Ada tanda-tanda fisik dari penyakit ginjal yang dapat terjadi, tetapi terkadang tandanya ini sering dikaitkan juga dengan kondisi lain. Selain itu, orang dengan penyakit ginjal cenderung tidak merasakan atau mengalami gejala sampai berada di tahap akhir dari penyakit ginjal. Biasanya, didapati ginjal gagal berfungsi atau ada sejumlah protein di dalam urine. Inilah salah satu alasan hanya 10% orang dengan penyakit gagal ginjal kronis tahu bahwa dirinya mengidap penyakit ini.” jelas Dr. Joseph Vassalotti, Kepala Petugas Medis di National Kidney Foundation [1].

Terlebih lagi, jika Anda mengidap penyakit lain seperti diabetes atau hipertensi, riwayat keluarga dengan gagal ginjal, atau berusia 60 tahun ke atas. Anda akan lebih berisiko terkena penyakit ginjal daripada orang lain. Jadi, penting melakukan pemeriksaan penyakit ginjal setiap tahun untuk memastikan gejala apa pun yang Anda alami kepada ahli kesehatan Anda.

Ciri-ciri ginjal bermasalah yang harus diwaspadai

Sebenarnya, cara terbaik untuk mengetahui dengan pasti apakah Anda menderita penyakit ginjal adalah dengan melakukan tes ke dokter. Meski begitu, Dr. Vassalotti menjelaskan ada 10 kemungkinan ciri-ciri ginjal bermasalah yang dapat menjadi “alarm” Anda [1].

1. Tubuh mudah lelah, kurang berenergi, atau sulit berkonsentrasi

Salah satu ciri ginjal bermasalah yang sering terjadi adalah tubuh Anda mudah lelah hingga sulit rasanya untuk bisa fokus. Meski ini gejala yang sangat umum, tetapi bisa jadi menandakan kalau ginjal Anda sedang bermasalah. Mengapa? Karena penurunan fungsi ginjal lama-kelamaan dapat menyebabkan penumpukan racun dan kotoran di dalam darah, yang akhirnya menyebabkan Anda mudah lelah dan sulit berkonsentrasi. Gejala ini juga menjadi ciri khas dari anemia yang dapat terjadi akibat penurunan fungsi ginjal Anda.

2. Sulit tidur

ciri-ciri-ginjal-bermasalah-adalah-susah-tidur-atau-insomnia
Photo by tirachardz – www.freepik.com

Sulit tidur atau insomnia juga dapat menandakan adanya masalah pada ginjal. Ketika ginjal Anda tidak mampu menyaring dengan baik, lebih banyak racun di dalam darah daripada yang keluar dari tubuh melalui urine. Akibatnya, bisa membuat Anda sulit tidur. Gejala ini juga ada kaitannya antara obesitas dan penyakit gagal ginjal kronis. Selain itu, apnea tidur lebih sering terjadi pada orang yang menderita penyakit gagal ginjal kronis daripada populasi umum.

3. Kulit kering dan gatal

Wah, apa kaitannya kesehatan ginjal dengan kulit? Tentu ada. Ginjal yang sehat banyak melakukan tugas penting, di antaranya menghilangkan limbah dan kelebihan cairan dari tubuh, membantu produksi sel darah merah, serta menjaga tulang tetap kuat dan keseimbangan mineral di dalam darah Anda. Salah satu penyebab kulit kering dan gatal adalah terganggunya keseimbangan mineral dan zat gizi penting yang dibutuhkan oleh kulit Anda. Jadi, kalau kulit kering dan sering gatal bisa jadi ginjal Anda tidak mampu lagi menjaga keseimbangan mineral dan zat gizi di dalam darah.

4. Frekuensi buang air kecil jadi meningkat

ciri-ciri-ginjal-bermasalah-adalah-sering-buang-air-kecil
Photo by jcomp – www.freepik.com

Jika Anda merasa jadi ingin buang air kecil terus, terutama di malam hari, bisa jadi ini ciri-ciri ginjal Anda sedang bermasalah. Ketika bagian filter ginjal Anda rusak, dapat menyebabkan peningkatan keinginan untuk buang air kecil. Terkadang, ini juga bisa menjadi tanda dari penyakit infeksi saluran kemih (ISK) atau pembesaran prostat pada pria.

5. Ada darah dalam urine

Ginjal yang sehat akan menjaga sel-sel darah di dalam tubuh saat menyaring limbah dari darah untuk dikeluarkan melalui urine. Namun, ketika filter ginjal rusak, sel-sel darah ini bisa “bocor” atau “lolos” masuk ke urine. Selain menandakan penyakit ginjal, adanya darah dalam urine bisa menjadi indikasi dari tumor, batu ginjal, atau infeksi.

6. Urine berbusa

Adanya gelembung yang berlebihan (seperti berbusa) dalam urine menunjukkan adanya protein dalam urine. Apalagi sampai membuat Anda harus menyiramnya berkali-kali agar hilang. Busa ini mungkin terlihat seperti busa saat Anda mengocok telur, karena albumin – protein umum yang ditemukan dalam urine – adalah protein yang sama dengan yang ada pada telur.

7. Mata mengalami pembengkakan secara terus-menerus

Kehadiran protein dalam urine adalah tanda awal bahwa filter ginjal Anda telah rusak. Akibatnya, protein bocor atau lolos masuk ke dalam urine. Karena banyaknya protein yang lolos bersama urine daripada yang disimpan oleh tubuh, mata atau bagian di sekitar mata Anda mengalami pembengkakan.

8. Kaki dan pergelangan kaki bengkak

Ciri-ciri ginjal bermasalah lainnya yang juga jelas terlihat adalah kaki dan pergelangan kaki Anda bengkak. Hal ini terjadi karena fungsi ginjal yang menurun dapat menyebabkan retensi natrium. Akibatnya, kaki dan pergelangan kaki Anda bengkak. Pembengkakan pada bagian ekstremitas bawah ini juga bisa menjadi tanda dari penyakit jantung, hati, dan masalah pembuluh darah kaki kronis.

9. Nafsu makan memburuk

ciri-ciri-ginjal-bermasalah-adalah-nafsu-makan-menurun
Photo by katemangostar – www.freepik.com

Meski penurunan nafsu makan adalah gejala yang sangat umum, tetapi penumpukan racun akibat fungsi ginjal Anda menurun bisa menjadi salah satu penyebabnya.

10. Otot kram

Otot kram juga dapat menandakan ginjal bermasalah. Mengapa? Ini karena ketidakseimbangan mineral atau elektrolit yang terjadi akibat gangguan fungsi ginjal. Misalnya, kadar kalsium yang rendah dan fosfor yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kram otot.

Jaga kesehatan ginjal bersama Reishi/Lingzhi

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Pepatah ini selalu menjadi pengingat terbaik agar Anda selalu semangat menjaga kesehatan tubuh, termasuk ginjal. Jamur Reishi – yang dikenal oleh masyarakat Jepang sebagai Lingzhi – adalah jamur obat tradisional yang punya sejumlah manfaat untuk kesehatan, salah satunya melindungi kesehatan ginjal Anda dengan baik.

Jamur Reishi/Lingzhi punya kekuatan antioksidan yang mampu menetralisir radikal bebas, sehingga senyawa tidak stabil ini tidak mampu lagi merusak sel-sel tubuh, termasuk sel ginjal. Menurut studi, senyawa lingzhiol dan ganoderma lucidum polysaccharide peptide (GLPP) dalam jamur Reishi (G. lucidum) yang memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat [2, 3].

suplemen-nutrisi-nissan-reishi
Suplemen Nutrisi Nissan Reishi

Tak hanya itu, jamur yang dijuluki sebagai jamur ajaib dan jamur keabadian ini juga memiliki efek proteoglikan – disebut FYGL. Adanya efek ini dalam jamur Reishi mampu menurunkan kadar gula darah, kreatinin serum, urea nitrogen, asam urea, dan albuminuria [4]. Seperti penjelasan sebelumnya, salah satu ciri ginjal bermasalah adalah adanya protein dalam urine. Oleh sebab itu, jamur Reishi/Lingzhi dapat menjadi salah satu cara untuk melindungi kesehatan ginjal maupun menunjang perawatan ginjal Anda yang bermasalah.

Saran dari Lingzhi

Inilah ciri-ciri ginjal bermasalah yang bisa Anda jadikan alarm pertama untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Tingkatkan kesehatan dan perawatan ginjal Anda dengan suplemen Nissan Reishi. Suplemen kesehatan ini terbuat dari ekstrak jamur Lingzhi pilihan dan berkulitas. Bila perlu, konsultasikan dengan dokter untuk memastikan asupan jamur Reishi ini aman dan sesuai dengan kondisi kesehatan ginjal Anda saat ini.

Info pemesanan Nissan Reishi (suplemen nutrisi dari ekstrak jamur Lingzhi) lebih lanjut bisa Anda akses di sini.

Cover photo by gpointstudio – www.freepik.com