Categories
Diabetes Gaya Hidup

Apa Saja Sih Makanan Penurun Gula Darah yang Cocok untuk Diabetesi?

Menderita diabetes membuat tubuh Anda tidak menghasilkan hormon insulin yang cukup (diabetes melitus tipe 1) atau tidak mampu menggunakan insulin dengan benar (diabetes melitus tipe 2). Akibatnya, terjadi peningkatan glukosa di dalam darah. Nah, kadar gula darah yang tinggi dapat menimbulkan berbagai gejala, mulai dari kelelahan hingga penyakit jantung. Salah satu cara untuk mengontrol gula darah adalah dengan mengonsumsi makanan yang sehat. Apa saja sih makanan penurun gula darah yang cocok untuk diabetesi?

10 Makanan penurun gula darah yang aman bagi diabetesi

Meskipun ada berbagai faktor seperti berat badan, aktivitas, tingkat stres, dan genetika yang berperan dalam mengontrol gula darah, menerapkan diet sehat jugalah penting. Berikut ini beberapa makanan penurun gula darah sekaligus menjaga gula darah Anda tetap stabil:

1. Brokoli

Makanan penurun gula darah pertama yang mungkin sudah sering Anda temukan adalah brokoli. Sayuran berwarna hijau tua segar ini menghasilkan senyawa yang memiliki sifat penurun gula darah, yaitu sulforaphane [1, 2]. Bahan kimia tumbuhan ini diproduksi ketika brokoli dicincang atau dikunyah, karena terjadi reaksi antara glukoraphanin dan enzim myrosinase – yang keduanya terkonsentrasi di dalam brokoli [3].

Perlu diingat, untuk meningkatkan kandungan sulforaphane dalam brokoli, masaklah dengan cara dikukus ringan atau menambahkan sumber aktif myrosinase seperti bubuk biji mustard ke brokoli matang [4].

2. Okra

Okra adalah buah yang biasa diolah seperti sayuran. Buah ini kaya dengan senyawa penurun gula darah seperti polisakarida dan flavonoid. Senyawa polisakarida utama dalam okra – rhamnogalacturonan – telah diidentifikasi sebagai senyawa antidiabetes yang kuat [5, 6]. Terlebih lagi, aktivitas antioksidan dari senyawa flavonoidnya, isoquercitrin dan quercetin 3-O-gentiobioside, yang dapat membantu menurunkan gula darah dengan cara menghambat kerja enzim tertentu [7].

3. Labu

Khas dengan warnanya yang cerah, serta dikemas dengan serat dan antioksidan, labu adalah salah satu makanan penurun gula darah yang tepat untuk penderita diabetes. Faktanya, labu kuning sudah sejak lama digunakan sebagai obat diabetes tradisional di berbagai negara, termasuk Meksiko dan Iran [8]. Meski begitu, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menentukan bagaimana proses pengolahan labu, seperti dipanggang atau dikukus, dapat bermanfaat bagi gula darah.

4. Seafood

Makanan laut, termasuk ikan dan kerang, menawarkan Anda sumber protein, lemak sehat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang sangat membantu mengatur kadar gula darah. Kandungan tinggi protein dalam seafood membantu memperlambat proses pencernaan, mencegah lonjakan gula darah setelah makan, dan meningkatkan kehilangan lemak tubuh yang berlebih [9]. Hal ini sangat bermanfaat untuk mengendalikan gejala diabetes.

5. Biji chia

Biji chia dapat membantu mengontrol gula darah dengan cara meningkatkan sensitivitas insulin dan berpotensi mengurangi risiko penyakit, termasuk diabetes [10]. Sebuah penelitian yang dilakukan pada 15 orang dewasa sehat menunjukkan bahwa orang yang menerima 1 ons (25 gram) biji chia bubuk bersama 2 ons (50 gram) larutan gula mengalami penurunan kadar gula darah sebesar 39% daripada orang yang hanya mengonsumsi larutan gula [11].

6. Kangkung

Kangkung adalah salah satu sayuran yang sangat populer di dunia. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi kangkung segar efektif menurunkan kadar gula darah. Sayuran berdaun hijau ini mengandung senyawa bioaktif berupa triterpen, steroid, glikosida, fenolik, flavonoid, alkaloid, dan saponin yang mungkin berkontribusi sebagai efek antidiabetik dan hipoglikemik [12, 13, 14].

7. Beri-berian

Sejumlah penelitian telah mengaitkan beri-berian dengan efek kontrol gula darah. Ini karena kandungan serat, vitamin, mineral, dan antioksidannya tinggi, sehingga menjadi bagian dari makanan penurun gula darah yang baik bagi diabetesi. Beberapa contoh buah beri-berian adalah raspberry, stroberi, blueberry, dan blackberry [15, 16, 17, 18].

8. Alpukat

Siapa yang tidak kenal dengan buah satu ini? Selain lembut dan lezat, alpukat juga menawarkan banyak manfaat kesehatan, terutama dalam pengaturan gula darah. Alpukat kaya akan lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral. Sejumlah penelitian menemukan bahwa alpukat dapat membantu menurunkan glukosa dan melindungi Anda dari sindrom metabolik [19, 20].

9. Apel

Apel mengandung serat larut dan senyawa kimia tumbuhan, termasuk quercetin, asam klorogenat, dan asam galat, yang dapat membantu menurunkan gula darah dan melindungi Anda dari diabetes [21]. Penelitian yang dilakukan pada 18 wanita menemukan bahwa makan apel 30 menit sebelum makan nasi secara signifikan mengurangi gula darah setelah makan daripada kelompok yang hanya makan nasi [22].

10. Reishi mushroom

jamur-reishi-memiliki-efek-hipoglikemik

Makanan penurun gula darah yang terakhir adalah jamur Reishi atau sering disebut sebagai Lingzhi. Jamur obat tradisional ini sudah dikenal khasiatnya sejak beribu-ribu tahun lalu. Reishi (Ganoderma lucidum) mengandung polisakarida, triterpenoid, proteoglikan, protein Ling Zhi-8 (LZ-8), serta ganoderan B dan C. Komponen aktif ini memiliki sifat hipoglikemik bagi tubuh, sehingga dapat menstabilkan kadar gula darah Anda dengan baik [23242526].

Jika Anda tertarik untuk mengonsumsi suplemen ekstrak jamur Reishi “Nissan Reishi”, silahkan klik di sini, ya!

Cover photo by freepik – www.freepik.com

Categories
Gaya Hidup Kelelahan

Ketahui 10 Cara Mengatasi Kelelahan Fisik Saat Puasa

Berbeda dengan hari-hari biasa, rasa lelah ketika berpuasa adalah hal yang wajar dirasakan. Mengingat tidak ada asupan makanan atau minuman yang masuk ke dalam tubuh dari pagi hingga petang – sementara aktivitas tetap dilakukan seperti biasanya. Kabar baiknya, hal ini bisa dicegah dan diatasi selama Anda memenuhi kebutuhan nutrisi, hidrasi, olahraga dan aktivitas fisik, serta istirahat dengan cukup. Nah, bagaimana sih cara mengatasi kelelahan fisik saat puasa? Yuk, cari tahu jawabannya di sini!

10 Cara mengatasi kelelahan fisik ketika berpuasa

Berikut beberapa cara mengatasi kelelahan fisik selama Anda menjalani ibadah puasa [1]:

1. Berdiri dan mulai bergerak

Sering kali orang hanya menganggap bahwa tidak makan dan minum adalah penyebab tubuh cepat lelah saat berpuasa. Faktanya, ini juga disebabkan oleh kurangnya pergerakan tubuh. Orang yang tidak banyak bergerak – misalnya duduk lama di depan layar komputer atau di sofa – lebih cepat lelah karena tidak terjadi pembakaran kalori untuk digunakan tubuh sebagai energi. Jadi, agar Anda mulai merasa berenergi lagi, cobalah berdiri dan mulai bergerak, seperti dengan jalan-jalan atau sekadar melakukan peregangan di tempat.

2. Bersosialisasi

Cara mengatasi kelelahan fisik saat puasa bisa dilakukan dengan bersosialisasi. Ini dapat mengalihkan pikiran Anda dari efek melelahkan yang disebabkan oleh stres secara fisik maupun mental. Cobalah ambil waktu sebentar untuk ngobrol santai dengan teman, sahabat, atau keluarga dan rasakan perubahannya pada tubuh Anda. Selain mengurangi stres, cara ini juga meningkatkan kekuatan otak dan mencegah kelelahan. Dengan catatan, Anda tidak bersosialisasi dengan orang yang justru menyebabkan Anda stres.

3. Minum banyak air

Dehidrasi – sekalipun itu ringan – dapat menyebabkan kelelahan, serta memengaruhi tingkat konsentrasi dan kognisi. Tubuh Anda pun akan berjuang untuk melakukan fungsi normalnya, seperti berkeringat, mengalirkan nutrisi, dan membuat tubuh merasa lebih baik. Jadi, pastikan Anda memenuhi kebutuhan cairan di malam hari dengan baik selama Ramadan. Terlebih lagi, saat sahur dan berbuka puasa untuk mengembalikan keseimbangan cairan dan elektrolit yang hilang di siang hari.

4. Batasi kafein

Jika Anda penggemar minuman berkafein, seperti teh dan kopi, maka cobalah untuk membatasinya selama Ramadan. Minum terlalu banyak kafein justru menyebabkan kontraproduktif, terutama jika hal ini sudah mengganggu rutinitas tidur Anda di malam hari. Selain itu, kafein bersifat diuretik yang menyebabkan Anda jadi lebih sering buang air kecil. Jadi, membatasi asupan kafein selama Ramadan adalah salah satu cara mengatasi kelelahan fisik yang efektif saat puasa.

5. Menghirup aromaterapi

Menghirup aromaterapi dapat memengaruhi produktivitas, aktivitas otak, dan tingkat energi secara positif. Anda dapat menghirup wewangian seperti lavender, citrus, rosemary, dan peppermint. Menambahkan beberapa tetes aromaterapi ini ke diffuser dapat mengaktifkan kelenjar hipotalamus, sehingga menyegarkan tubuh dan pikiran Anda sepanjang hari.

6. Bermain games

Bermain games dapat meminimalisir stres dan meningkatkan energi Anda. Ini dapat menjadi cara mengatasi kelelahan fisik yang mujarab saat Anda sedang puasa. Dengan bermain games, pikiran Anda tidak berhenti bekerja dan tetap aktif, tetapi masih dalam tingkat yang menyenangkan dan tidak membuat stres layaknya ketika Anda melakukan pekerjaan yang menantang atau justru sedentary lifestyle, seperti menonton televisi. Namun ingat, tetapkan berapa lama Anda akan menghabiskan waktu untuk bermain games sebelum kembali ke rutinitas Anda, ya!

7. Mendengarkan musik

Musik juga dapat meredakan stres dan rasa lelah Anda. Musik klasik misalnya, dapat memberi Anda dorongan energi tanpa terlalu mengganggu pekerjaan yang sedang Anda lakukan.

8. Lebih banyak tertawa dan tersenyum

Tahukah Anda? Rata-rata, anak tertawa lebih dari 300 kali dalam sehari. Bagaimana dengan orang dewasa? Ternyata hanya lima kali! Padahal, tertawa dapat membuat Anda merasa lebih baik dengan cara merangsang energi. Anda bisa mendengar atau membaca cerita lucu atau berinteraksi dengan pasangan untuk membuat Anda tertawa dan tersenyum bahagia. Penelitian juga menunjukkan bahwa dengan tertawa dapat meningkatkan mood, hormon endorfin, dan kekebalan tubuh.

9. Cukup tidur di malam hari

Tidur cukup dan nyenyak di malam hari dapat meningkatkan energi dan mencegah tubuh mudah lelah keesokan harinya. Cobalah buat rutinitas tidur yang teratur setiap malam, hindari kafein dan alkohol sebelum tidur, matikan gadget, matikan lampu, dan pastikan suhu kamar tidur Anda sejuk dan nyaman. Ini akan membantu Anda cepat tidur dengan nyenyak di malam hari.

10. Jangan lupa, konsumsi Nissan Reishi selama Ramadan, ya!

suplemen-nutrisi-nissan-reishi

Cara mengatasi kelelahan fisik yang juga tidak kalah penting adalah mengonsumsi Nissan Reishi saat sahur dan iftar. Ini efektif mengatasi dan mencegah tubuh Anda cepat lelah selama menjalani ibadah puasa. Komponen aktif di dalamnya – polisakarida – dapat mengurangi rasa lelah dan membuat tubuh Anda lebih fit [2, 3, 4]. Terlebih lagi, jamur Reishi dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap normal, sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Yuk, cari tahu lebih banyak tentang Nissan Reishi di sini!

Cover photo by senivpetro – www.freepik.com

Categories
Gaya Hidup Kelelahan

5 Buah Kaya Air Cocok untuk Menu Berbuka Puasa

Banyak pilihan makanan dan minuman yang dapat dijadikan sebagai menu berbuka puasa, tetapi asal pilih menu bisa berisiko untuk kesehatan Anda. Misalnya, sering berbuka dengan aneka gorengan kaki lima, minuman kemasan, atau soft drinks dapat memicu kenaikan kadar kolesterol dan gula darah Anda.

Daripada minum minuman seperti ini, alangkah lebih baik jika Anda merehidrasi tubuh Anda dengan buah-buahan yang kaya kandungan airnya.

5 Buah kaya air untuk berbuka puasa

Selain kaya air, buah-buahan ini juga kaya akan vitamin, mineral, dan serat yang sangat menyehatkan untuk pencernaan Anda. Apa saja sih buah-buahan kaya air yang cocok dijadikan sebagai bagian dari menu berbuka puasa?

1. Semangka

Semangka adalah buah favorit bagi hampir setiap orang. Tampaknya, buah ini juga telah menjadi menu andalan saat berbuka puasa. Selain dapat dimakan langsung, semangka dapat disajikan dalam bentuk minuman, salad buah, ataupun puding.

Semangka mengandung hampir 92% air [1], sehingga cocok untuk mengembalikan hidrasi tubuh setelah seharian berpuasa. Selain itu, buah berwarna merah ini juga bisa memuaskan rasa manis di mulut Anda dengan gula alami. Kandungan antioksidan dalam buah semangka juga dapat membantu menghilangkan molekul radikal bebas – senyawa reaktif yang dapat merusak sel-sel sehat tubuh Anda [2].

2. Ketimun

Mungkin sebagian besar orang mengira ketimun adalah sayur, padahal ini adalah buah. Ketimun adalah buah yang kaya nutrisi, tetapi rendah kalori, lemak, kolesterol, dan natrium [3]. Sama seperti semangka, ketimun dapat Anda konsumsi langsung atau diolah menjadi minuman, salad, dan acar. Bahkan, ada pula yang mengolahnya menjadi tumis sayur dengan rasa yang gurih.

Selain rasanya yang ringan dan menyegarkan, banyak orang mengonsumsi ketimun karena mengandung banyak air, bahkan mencapai 96% kandungan airnya [4]. Oleh karena itu, mengonsumsi buah ini dapat membantu meredakan dehidrasi Anda, sehingga pilihan yang tepat sebagai menu berbuka puasa.

3. Melon

Melon adalah buah yang termasuk dalam spesies cucumis melo (muskmelon). Di Indonesia, buah ini juga banyak dijual di pasaran. Daging buahnya berwarna hijau muda hingga kuning dan memiliki rasa yang manis, sedangkan kulitnya berwarna putih hingga kuning.

Melon juga termasuk ke dalam buah yang kaya air dan elektrolit. Melansir dari Nutrition Data, melon mengandung sekitar 90% air dan kaya akan mineral elektrolit, seperti kalium, magnesium, natrium, dan kalsium [5]. Jangan heran, kalau banyak orang yang berbuka puasa dengan salah satu buah yang manis dan menyegarkan ini. Anda dapat memakannya langsung atau diolah menjadi dessert, salad, makanan ringan, dan sup buah.

4. Anggur

Anggur juga termasuk ke dalam buah-buahan yang tinggi kadar airnya. Medical News Today menjelaskan dalam satu cangkir anggur dapat menyediakan air lebih dari 121 gram untuk Anda. Buah berukuran kecil ini memiliki warna dan bentuk yang bervariasi. Ada anggur merah, hijau, dan ungu, ada pula anggur tanpa biji, selai anggur, jus anggur, dan kismis.

Selain kaya kandungan airnya, anggur juga mengandung banyak nutrisi yang menawarkan sejumlah manfaat untuk kesehatan Anda, seperti melindungi kesehatan mata, serta mencegah kanker, penyakit jantung, hipertensi, dan sembelit [6].

5. Air kelapa

Air kelapa bukanlah air yang ditambah dengan perasa kelapa, melainkan cairan bening di dalam buah kelapa. Eits, juga jangan tertukar dengan santan, ya! Karena santan adalah emulsi dari air dan kelapa parut segar. Air kelapa masih menjadi salah satu minuman favorit sepanjang masa, karena rasa manisnya alami, menyegarkan, dan kaya nutrisi.

Menambahkan air kelapa dalam menu berbuka puasa adalah pilihan yang sangat tepat, karena kandungan airnya sekitar 94%. Apalagi minuman ini rendah kalori, lemak, dan kolesterol jika Anda tidak menambahkan gula lagi ke dalamnya. Selain itu, minum air kelapa dapat mengembalikan keseimbangan elektrolit tubuh Anda, karena merupakan sumber magnesium, potasium, dan juga mangan [7].

Pulihkan stamina setelah berpuasa dengan Nissan Reishi

suplemen-nutrisi-nissan-reishi

Selain buah-buahan kaya air untuk mengembalikan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh Anda, menambahkan asupan nutrisi dari jamur Reishi juga dapat memulihkan stamina Anda setelah seharian berpuasa. Ini akan membuat Anda tetap fit dan siap untuk menjalani puasa esok harinya.

Jamur Reishi terkenal dengan efek anti-fatigue yang berasal dari komponen aktif di dalamnya (polisakarida, peptida, nukleosida, senyawa fenolik, dan triterpenoid), sehingga mampu meningkatkan stamina dan mencegah tubuh Anda dari cepat lelah [8, 9].

Nissan Reishi – suplemen kesehatan dari ekstrak jamur Reishi – dapat menjadi solusi tepat bagi Anda yang sering merasa lelah dan pegal-pegal hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Bila perlu, konsumsi Nissan Reishi secara teratur pada saat berbuka dan sahur untuk melancarkan ibadah puasa Anda di bulan suci Ramadan.

Info lebih lanjut terkait Nissan Reishi dapat Anda akses di sini.

Cover photo by aleksandarlittlewolf – www.freepik.com

Categories
Diabetes Gaya Hidup

6 Tips Puasa Sehat bagi Penderita Diabetes

Banyak penderita diabetes memilih untuk berpuasa. Namun, karena mereka memiliki kelainan metabolik, sehingga berisiko menimbulkan komplikasi tertentu ketika melakukan perubahan nyata dalam asupan makan dan minumnya [1]. Lalu, apa tips puasa sehat bagi penderita diabetes? Ini dia jawabannya!

Risiko puasa dengan diabetes

Penderita diabetes mungkin berisiko tinggi mengalami komplikasi ketika berpuasa selama bulan Ramadan, seperti [2, 3, 4]:

  • Jika Anda memiliki komplikasi diabetes, seperti penglihatan buruk, penyakit jantung, atau ginjal, kondisi kesehatan Anda bisa semakin menurun dan Anda harus mempertimbangkan untuk tidak berpuasa secara serius.
  • Hipoglikemia, karena asupan makanan berkurang. Jika Anda merasakan gejala hipoglikemia, Anda harus segera berbuka puasa dengan minum cairan manis serta makan makanan bertepung. Jika tidak, dapat membahayakan tubuh Anda, bahkan mungkin perlu bantuan medis.
  • Hiperglikemia, yang dapat menyebabkan ketoasidosis diabetik (DKA), serta diuresis osmotik, yang dapat mengurangi volume cairan dan elektrolit dalam tubuh Anda.
  • Hipotensi ortostatik (terutama jika Anda memiliki riwayat penyakit neuropati otonom) akibat dehidrasi. Selain itu, Anda juga bisa mengalami pingsan, jatuh, cedera, dan patah tulang.
  • Trombosis dan stroke, karena viskositas darah meningkat akibat dehidrasi.

6 Tips aman berpuasa bagi penderita diabetes

Sebelum Anda memilih untuk berpuasa selama Ramadan, maka lakukanlah beberapa hal berikut ini [3, 4, 5]:

  1. Mendapatkan edukasi dari dokter tentang penyebab, pengenalan dini, serta manajemen darurat dari hipoglikemia, hiperglikemia, dehidrasi, kolik ginjal, dan ketoasidosis diabetik yang dapat terjadi. Ini juga meliputi:
    • Swa-monitor glukosa darah di rumah, terutama bagi penderita diabetes yang memakai insulin.
    • Tes urine untuk mendeteksi keton.
    • Penghitungan denyut nadi, suhu, dan laju pernapasan.
    • Perencanaan menu makan sehat, seperti diet seimbang dengan makanan indeks glikemik rendah, rendah lemak, dan tinggi serat.
    • Pemberdayaan penderita diabetes untuk meningkatkan partisipasi dan motivasi, sehingga tidak hanya patuh selama bulan puasa, tetapi juga sepanjang tahun.
  2. Menjalani asesmen medis, biasanya dilakukan 1 – 2 bulan sebelum Ramadan.
    • Status fisik, berat badan, tekanan darah, glukosa dan lipid, kondisi mata, jantung, ginjal, dan sistem saraf.
    • Stratifikasi risiko untuk mengidentifikasi apakah Anda aman atau tidak berpuasa.
  3. Selalu ikuti saran dari dokter dan ahli diet Anda tentang makanan, minuman, dan olahraga yang dapat Anda lakukan selama berpuasa.
    • Disarankan mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks (dicerna lebih lambat) pada saat sahur.
    • Meningkatkan asupan cairan di waktu Anda tidak puasa, yaitu malam hari.
    • Menjaga tingkat aktivitas fisik yang normal, termasuk solat malam (seperti tarawih dan witir), yang melibatkan siklus berulang kali bangkit, berlutut, dan membungkuk.
  4. Sesuaikan dosis obat Anda selama bulan Ramadan sesuai dengan anjuran dari dokter.
  5. Rutin memantau gula darah dengan cermat. Segera hentikan puasa jika Anda mengalami tanda-tanda gula darah rendah atau tinggi.
  6. Melakukan kontrol dan pengobatan penyakit periodontal kronis, karena sangat penting untuk mencapai kontrol glikemik jangka panjang.

Penderita diabetes dikatakan aman berpuasa apabila

Mayo Clinic megungkapkan bahwa mungkin Anda yang mengalami diabetes akan aman berpuasa apabila [4]:

  • Mengidap diabetes tipe 2 yang dikelola dengan baik.
  • Mengelola diabetes dengan konsumsi obat-obatan atau terapi pola hidup sehat.
  • Anda memahami risiko berpuasa dengan kondisi diabetes, mengelola diabetes, dan cermat mengikuti saran dari dokter Anda.

Nissan Reishi, bantu penderita diabetes kendalikan gula darah saat puasa

Menjaga dan meningkatkan kesehatan Anda selama berpuasa di bulan suci Ramadan adalah hal terpenting yang harus dilakukan. Terlebih lagi, jika Anda memiliki riwayat kesehatan tertentu, seperti diabetes mellitus. Nissan Reishi baik dikonsumsi untuk menunjang kelancaran ibadah puasa Anda, karena khasiatnya yang tidak perlu diragukan lagi. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan Anda sebelum mengonsumsi tambahan nutrisi dalam bentuk apapun.

Adapun manfaat Nissan Reishi bagi penderita diabetes yang menjalani ibadah puasa adalah [5, 6]:

  • Mencegah tubuh cepat lelah akibat dehidrasi dan hipoglikemia.
  • Membantu menjaga kadar gula darah normal.
  • Mengurangi peradangan yang berlebihan.
  • Membuat tubuh lebih tahan terhadap stres.
  • Mendukung penurunan berat badan yang sehat selama berpuasa.

Info lebih lanjut tentang Nissan Reishi bisa Anda akses di sini.

Cover photo by master1305 – www.freepik.com

Categories
Aging Gaya Hidup

10 Cara Memiliki Umur Panjang dan Bahagia

Ketika Anda merasa lesu saat bangun di pagi hari atau harus minum minuman berkafein untuk bisa beraktivitas setiap hari, mungkin sudah saatnya Anda untuk segera melakukan perbaikan pola hidup menjadi lebih sehat. Ya, karena inilah dasar Anda untuk meningkatkan peluang berumur panjang dan bahagia. Semakin cepat Anda berubah, semakin banyak Anda menuai manfaat dari gaya hidup yang lebih bahagia, lebih sehat, dan lebih produktif.

10 Tips berumur panjang dan bahagia

Berikut 10 cara sehat yang dapat membantu Anda memiliki umur panjang dan bahagia selalu, yaitu:

1. Makan makanan sehat

Jika Anda teliti lagi, banyak orang yang hidupnya lebih lama, alias berumur panjang, cenderung makan lebih sehat, dan ini adalah cara termudah untuk memiliki umur panjang dan bahagia. Mulailah dengan menerapkan dua tips praktis berikut ini:

  • Pastikan 80 persen atau lebih dari makanan yang Anda makan berasal langsung dari alam, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, daging, susu, produk susu tanpa lemak, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
  • Batasi bahkan hindari mengonsumsi makanan olahan atau makanan cepat saji, karena ini awal dari banyak penyakit yang memperpendek harapan hidup Anda.

2. Tidur cukup

Tidur sangat amat berperan penting dalam menyehatkan tubuh Anda. Jika Anda ingin sukses dalam hidup, janganlah remehkan pentingnya tidur nyenyak di malam hari. Tidur selama 5 jam atau kurang setiap malamnya dapat menurunkan harapan hidup Anda sebanyak 15 persen [1]. Jadi, cobalah usahakan untuk tidur 7 – 8 jam setiap malam.

3. Berhenti merokok mulai sekarang

Meski merokok mendatangkan banyak bahaya kesehatan, masih banyak orang yang tidak mau berhenti merokok. Faktanya, jika Anda seorang perokok, harapan hidup Anda dapat berkurang 7 tahun lebih cepat dari orang pada umumnya yang tidak merokok [2]. Jadi, semakin cepat Anda berhenti merokok, semakin tinggi peluang Anda untuk memiliki umur panjang dan bahagia.

4. Tetap aktif secara fisik

Jangan berharap bisa memiliki umur panjang dan bahagia jika Anda meninggalkan pola hidup sehat satu ini. Faktanya, olahraga bisa membantu Anda untuk hidup lebih lama dan tetap lebih bahagia. Bahkan, hanya dengan menyisihkan waktu 15 – 20 menit setiap hari untuk berolahraga sudah cukup untuk kesehatan Anda yang optimal.

5. Bersosialisasi

Menjaga hubungan baik dengan orang-orang di sekitar Anda adalah bagian penting dari hidup panjang, sehat, dan bahagia – sekalipun Anda adalah seorang introvert. Jadi, upayakan untuk tetap bersosialisasi meskipun kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk bertatapan secara langsung. Anda bisa bercengkerama melalui voice atau video call. Jaga selalu hubungan Anda agar tidak kehilangan kontak dengan orang-orang tersayang.

6. Batasi asupan alkohol, bila perlu hindari

Orang yang dalam hidupnya tidak merokok, rajin berolahraga, makan 5 porsi buah dan sayuran setiap hari, dan membatasi asupan alkohol dalam jumlah sedang, memiliki harapan hidup rata-rata 14 tahun lebih lama daripada mereka yang tidak melakukannya. Jadi, penting juga untuk aware dengan kebiasaan mengonsumsi alkohol.

Menurut sebagian besar para ahli kesehatan, maksimal mengonsumsi 2 minuman beralkohol saja setiap hari. Minum alkohol secukupnya sudah dapat melindungi Anda dari penyakit kardiovaskular [3], apalagi jika Anda tidak meminumnya sama sekali.

7. Dream big

Pernahkah Anda mendengar motivasi orang yang sukses setidaknya pernah bermimpi besar dalam hidupnya? Ya, seorang pemimpi akan mengarahkan pandangannya tinggi dan tidak takut gagal. Anda akan lebih mampu menerima kegagalan, karena Anda tahu ini adalah bagian penting dari proses pertumbuhan dan peningkatan hidup Anda. Jadi, jangan takut bermimpi besar, ya!

8. Tetap haus pengetahuan

Orang yang memiliki umur panjang dan bahagia selalu memenuhi kehidupannya dengan belajar sebanyak mungkin yang ia bisa. Pendidikan Anda tidak berakhir di sekolah saja. Banyak hal di luar sana yang bisa Anda jadikan sebagai pembelajaran hidup baru setiap hari. Misalnya, membaca berbagai jenis buku baru, meneliti berbagai topik yang menarik minat Anda, serta berdiskusi dengan teman yang tahu banyak tentang sesuatu yang tidak Anda ketahui.

9. Luangkan waktu untuk keluarga dan teman

Sebagian besar dari Anda tentu setuju bahwa hal terpenting dalam hidup adalah keluarga dan teman. Masalahnya adalah, manusia mudah terjebak dalam momen-momen sepele di kehidupan sehari-hari dan kehilangan jejak atas apa yang penting bagi hidupnya. Jadi, meskipun Anda sangat sibuk, luangkanlah waktu untuk dihabiskan bersama keluarga dan teman. Ini adalah hal yang membuat hidup Anda layak dijalani lebih lama dan lebih bahagia.

10. Bersyukur, bersyukur, dan bersyukur

Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia adalah makhluk dengan jutaan keinginan. Sampai-sampai, terlalu banyak dari Anda yang fokus pada apa yang tidak Anda miliki, alih-alih melihat semua hal hebat yang ada pada diri sendiri. Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang secara sadar berfokus pada rasa syukur, jauh hidupnya lebih bahagia, lebih optimis, bahkan tidur lebih nyenyak daripada orang yang tidak bersyukur [4]. Jadi, mari bersyukur atas apa yang telah Anda miliki hingga saat ini.

Inilah 10 tips untuk Anda yang ingin memiliki umur panjang dan bahagia. Selalu praktikkan pola hidup sehat, kebaikan, serta ucapkan “terima kasih” kepada orang-orang yang telah memberikan pengaruh positif pada Anda. Itulah rahasia nyata untuk menjalani hidup yang lebih panjang, bahagia, dan memuaskan.

Cover photo by jcomp – www.freepik.com