Categories
Gaya Hidup Imunitas Kanker Lemak Berlebih

Ini Bedanya Probiotik dan Prebioktik, Jangan Keliru!

Probiotik dan prebiotik tampaknya telah menjadi topik kesehatan yang ramai diperbincangkan saat ini. Sama halnya dengan zat gizi makro maupun mikro dalam makanan, kehadiran probiotik dan prebiotik juga sangat berarti untuk kesehatan Anda.

Probiotik adalah bakteri yang menguntungkan untuk kesehatan, sedangkan prebiotik adalah makanan untuk si bakteri tersebut. Untuk lebih jelasnya, yuk, simak terus artikel berikut!

Apa itu probiotik?

Probiotik adalah organisme hidup – biasanya jenis bakteri tertentu – yang ada di dalam makanan atau suplemen tertentu. Probiotik menawarkan banyak manfaat untuk kesehatan, karena secara langsung menambah populasi mikroba sehat di usus Anda.

Manfaat probiotik

Kehadiran bakteri baik di saluran pencernaan Anda dapat membantu melindungi Anda dari serangan bakteri dan jamur berbahaya.

Hal ini dibuktikan oleh sebuah studi tahun 2013 yang mengungkapkan bahwa berbagai jenis bakteri baik di usus dapat membantu fungsi sistem kekebalan tubuh, memperbaiki gejala depresi, membantu mengatasi obesitas, dan beragam manfaat lainnya [1].

Beberapa bakteri baik di usus Anda juga membentuk vitamin K dan asam lemak rantai pendek. Ini merupakan sumber zat gizi utama bagi sel-sel yang melapisi usus besar Anda [1].

Probiotik dapat membuat penghalang usus yang kuat, sehingga membantu Anda terhindar dari zat berbahaya, virus, dan bakteri. Probiotik juga membantu mengurangi peradangan dalam tubuh dan risiko kanker kolon [2].

Ini hanyalah beberapa cara utama bakteri baik di usus berinteraksi dengan sistem tubuh Anda. Masih banyak lagi cara tidak langsung bakteri di usus memengaruhi tubuh dan kesehatan Anda secara keseluruhan [3].

Ragam makanan yang mengandung probiotik

Yogurt adalah makanan yang terkenal dengan kandungan probiotiknya. Ada juga beberapa makanan fermentasi lainnya yang kaya dengan probiotik, seperti:

  • Teh kombucha.
  • Kefir (susu dan non-dairy).
  • Kimchi.
  • Sayuran acar yang tidak dipasteurisasi.

Perlu diingat bahwa jika Anda makan makanan fermentasi untuk mengambil manfaat probiotiknya, maka pastikan makanan tersebut tidak dipasteurisasi. Ini karena proses tersebut dapat membunuh bakteri.

Beberapa dari makanan tersebut juga dapat dianggap sebagai sinbiotik, karena mengandung bakteri menguntungkan sekaligus sumber serat prebiotik untuk dimakan oleh bakteri. Misalnya, keju, kefir, dan asinan kubis [4].

Apa itu prebiotik?

Tidak hanya probiotik saja yang bermanfaat untuk kesehatan, ada prebiotik juga yang tidak kalah hebat untuk mendukung kesehatan Anda secara optimal.

Prebiotik adalah zat yang berasal dari jenis karbohidrat (sebagian besar serat) yang tidak dapat dicerna oleh manusia. Alhasil, bakteri baik di usus Anda yang memakan serat ini.

Prebiotik bertindak seperti pupuk yang merangsang pertumbuhan bakteri baik di usus untuk mendukung pencernaan yang sehat dan kekebalan tubuh yang kuat.

Salah satu hal yang dilakukan oleh bakteri baik di usus Anda terhadap serat prebiotik adalah mengubahnya menjadi asam lemak rantai pendek, atau disebut sebagai butirat.

Sebuah studi menemukan bahwa produksi butirat di usus besar tidak dapat dipertahankan tanpa adanya asupan serat prebiotik yang memadai [5].

Ragam makanan yang mengandung prebiotik

Umumnya, prebiotik banyak ditemukan dalam buah dan sayuran, terutama yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti serat dan pati resisten.

Karbohidrat ini tidak dapat dicerna oleh tubuh, sehingga hanya melewati sistem pencernaan sebagai makanan bagi bakteri dan mikroba lainnya di usus Anda.

Berikut makanan yang kaya akan serat prebiotik:

  • Buncis.
  • Kacang polong.
  • Gandum.
  • Pisang.
  • Buah beri-berian.
  • Asparagus.
  • Bawang putih.
  • Daun bawang.
  • Bawang merah.
  • Jamur Reishi/Lingzhi.

Mengenal prebioktik dari jamur Lingzhi

Belum lama ini, jamur Lingzhi ditemukan dapat berperan sebagai agen prebiotik di usus Anda.

Hal ini merujuk pada hasil temuan Chang dan timnya pada tahun 2015 yang meneliti peranan jamur Lingzhi (Ganoderma lucidum) dalam mengurangi obesitas [6].

Dalam hasil penelitian tersebut, Chan dan tim menemukan bahwa jamur Lingzhi dapat mengurangi berat badan, peradangan, dan memperbaiki resistensi insulin dengan cara mengembalikan keseimbangan mikrobiota di usus, membuat penghalang usus yang kuat, dan mengurangi endotoksemia metabolik.

Meskipun hasil penelitian ini masih terbatas pada hewan dan masih perlu banyak penelitian lagi untuk memperkuat kesimpulannya, tetapi layak untuk dipertimbangkan.

Ini karena Chang dan timnya berhasil mendukung konsep prebiotik pada jamur Lingzhi, terutama dalam mengatasi obesitas dan gangguan metabolisme terkait.

Kesimpulan

Inilah perbedaan probiotik dan prebiotik yang harus Anda ketahui. Selain probiotik, penting juga mengonsumsi makanan kaya prebiotik, yang secara tidak langsung turut mendukung fungsi sistem tubuh Anda secara menyeluruh.

Sudahkah Anda mengonsumsi makanan kaya probiotik dan prebiotik hari ini?

Gambar cover oleh Alicia Harper dari Pixabay

Categories
Gaya Hidup Imunitas

Bingung Cari Vitamin yang Bagus untuk Daya Tahan Tubuh? Ini Dia!

Wajar kalau saat ini banyak yang mencari vitamin yang bagus untuk daya tahan tubuh. Melonjaknya kasus COVID-19 telah membuat masyarakat semakin menyadari betapa pentingnya menjaga sistem imun tubuh.

Salah satu caranya dengan memenuhi asupan vitamin untuk daya tahan tubuh, baik dari makanan maupun suplemen.

Sayangnya, tidak sedikit yang masih kebingungan kira-kira apa saja vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Dalam artikel ini, Anda akan segera mengetahui 3 vitamin terbaik untuk mendukung kekebalan tubuh Anda, terutama untuk melawan COVID-19.

Vitamin untuk daya tahan tubuh yang optimal

Berikut ini 3 vitamin untuk daya tahan tubuh yang direkomendasikan oleh para ahli, yaitu [1, 2]:

1. Vitamin A

Vitamin A adalah salah satu vitamin terbaik untuk daya tahan tubuh. Faktanya, salah satu tanda awal tubuh kekurangan vitamin A ringan adalah penurunan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi, termasuk infeksi pernapasan yang disebabkan oleh COVID-19.

Selain itu, vitamin A juga mendukung dan memperkuat penglihatan, reproduksi, pertumbuhan tulang, dan sistem kekebalan tubuh.

Karena vitamin A adalah vitamin esensial, sehingga tubuh Anda tidak dapat memproduksinya sendiri. Jadi, sangat penting untuk memenuhi asupan vitamin A, terutama dari makanan.

Suplementasi vitamin A sangat rentan menyebabkan keracunan. Bila asupannya berlebihan, justru dapat melemahkan daya tahan tubuh Anda [3].

Ada dua jenis sumber vitamin A dalam makanan, yaitu karotenoid (dalam makanan nabati) dan retinoid (dalam makanan hewani).

Contoh sumber retinoid:

  • Hati sapi.
  • Ikan haring.
  • Ikan salmon.
  • Udang.
  • Telur.
  • Susu sapi (diperkaya dengan vitamin A).

Sementara sumber karotenoid adalah:

  • Ubi jalar.
  • Sayuran, seperti wortel, bayam, kubis, sawi, lobak, bit hijau, dan masih banyak lagi.
  • Labu.

2. Vitamin D

Vitamin D paling dikenal manfaatnya untuk kesehatan tulang, tetapi vitamin ini juga memainkan peran penting dalam memperkuat respons imun bawaan dan adaptif Anda.

Di dalam tubuh, vitamin D akan memberi sinyal ke otak untuk membuat senyawa peningkat daya tahan tubuh, seperti protein antimikroba yang bertanggung jawab untuk membentengi tubuh Anda dari infeksi.

Saat ini, banyak penelitian yang telah mengaitkan potensi vitamin D dengan risiko COVID-19.

Meski perlu lebih banyak studi lagi terkait ini, ada penelitian yang menunjukkan bahwa vitamin D dapat mengurangi keparahan COVID-19 dengan menekan badai sitokin pada pasien COVID-19 [4].

Berikut beberapa makanan sumber vitamin D:

  • Minyak hati ikan kod.
  • Ikan salmon, sarden, dan kembung.
  • Susu yang diperkaya vitamin D, yogurt, dan susu non-dairy.
  • Hati sapi.
  • Kuning telur.
  • Jamur dengan fortifikasi UV.

Umumnya, orang sering kekurangan vitamin D dari makanan. Nah, untuk membantu memenuhi asupan ini, sangat dianjurkan untuk berjemur di bawah sinar matahari 5-15 menit 3-4 hari per minggu.

Paparan sinar matahari di pagi atau sore hari adalah sumber vitamin D yang baik dan tidak terlalu merusak kulit.

Namun, jika Anda berisiko lebih tinggi kekurangan vitamin D atau telah didiagnosis kekurangan oleh dokter, Anda disarankan mengonsumsi suplemen.

Kebanyakan orang dewasa perlu 15 mcg atau 600 IU vitamin D setiap hari, meskipun beberapa ahli merekomendasikan lebih dari itu [5].

3. Vitamin C

Satu di antara vitamin terbaik untuk meningkatkan daya tahan tubuh adalah vitamin C. Vitamin esensial ini dapat meningkatkan aktivitas antioksidan dalam tubuh dan juga membantu penyerapan zat gizi lain, seperti zat besi.

Penelitian menunjukkan bahwa asupan vitamin C yang tinggi dapat menurunkan risiko penyakit kronis, termasuk penyakit kardiovaskular, kanker, dan masalah neurologis tertentu [6].

Kemampuan vitamin C dalam melawan infeksi telah dikaitkan dengan sifat antioksidannya. Artinya, vitamin C juga dapat membantu regenerasi antioksidan lainnya, seperti vitamin E di dalam tubuh.

Pada akhirnya, ini bisa mengurangi jumlah radikal bebas berbahaya dalam tubuh yang dapat meningkatkan risiko infeksi.

Berikut beberapa sumber makanan vitamin C terbaik:

  • Jeruk.
  • Paprika.
  • Stroberi.
  • Blewah.
  • Kubis.
  • Brokoli.
  • Tomat.

Ternyata, tidak hanya vitamin saja, loh!

Yaps, mungkin saat ini Anda hanya fokus memenuhi asupan vitamin untuk memaksimalkan daya tahan tubuh. Faktanya, mengonsumsi makanan dengan kandungan senyawa bioaktif yang tinggi juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh Anda.

Salah satu senyawa bioaktif yang terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan daya tahan tubuh adalah polisakarida. Komponen aktif ini memainkan peran penting dalam menstimulasi sel-sel imun, sehingga tubuh lebih kuat untuk melawan infeksi [7, 8, 9, 10].

Jamur Reishi (Ganoderma lucidum) dengan kandungan polisakaridanya yang tinggi telah diteliti oleh para ahli mampu meningkatkan imunitas adaptif dan bawaan Anda [11].

Menariknya lagi, senyawa polisakarida Ganoderma lucidum juga mampu menekan pertumbuhan sel tumor sekaligus meningkatkan respons imun sel inang [12]. Inilah yang membuat jamur Reishi sangat baik dikonsumsi oleh penderita kanker.

Jika Anda tertarik untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan jamur Reishi, Anda bisa langsung klik di sini untuk mendapatkan info lebih lanjut.

Cover photo by diana.grytsku – www.freepik.com

Categories
Gaya Hidup Imunitas Kanker Kardiovaskuler

5 Akibat Stres yang Berkepanjangan, Jangan Sepelekan!

Akibat stres sering kali disepelekan. Ini karena stres dianggap sebagai kondisi yang “lumrah” terjadi, padahal bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Jika Anda tidak mampu mengelola stres dengan baik, maka siap-siap kesehatan Anda bisa menurun.

Ketika Anda stres, cemas, panik, atau lainnya, maka otak Anda akan memberi perintah kelenjar hipotalamus untuk mengirimkan hormon stres.

Dalam kadar yang normal, sekresi hormon stres untuk melindungi tubuh Anda dari keadaan darurat, sehingga Anda bisa bereaksi dengan cepat.

Namun, jika stres Anda terus berlanjut dan hormon stres terus meningkat, lama-kelamaan ini bisa membahayakan kesehatan Anda [1].

Simak terus artikel ini untuk tahu apa saja akibat stres yang berkepanjangan dan tidak di-manage dengan baik!

5 Akibat stres bagi kesehatan

Berikut 5 akibat stres yang berkepanjangan bagi kesehatan tubuh Anda [1, 2, 3]:

1. Sistem saraf

Efek stres pada sistem saraf telah diselidiki selama 50 tahun. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stres berdampak pada sistem saraf dan dapat menyebabkan perubahan struktural di bagian otak.

Perubahan struktural ini akan memengaruhi respons Anda terhadap stres, kognisi, dan memori dalam jangka panjang. Jumlah dan intensitas perubahannya tergantung pada tingkat dan lama stres yang Anda alami.

2. Sistem imunitas

Salah satu akibat stres adalah memengaruhi kekebalan tubuh Anda, sehingga Anda mudah terserang penyakit. Faktanya, stres memodifikasi sekresi hormon yang berperan penting dalam fungsi sistem kekebalan tubuh.

Katekolamin dan opioid yang dilepaskan setelah stres memiliki sifat penekan kekebalan. Stres berat juga dapat menurunkan aktivitas limfosit T sitotoksik dan sel pembunuh alami.

Dampak paling buruk dari stres yang berkepanjangan adalah pertumbuhan sel ganas, ketidakstabilan genetik, dan ekspansi tumor.

3. Sistem kardiovaskular

Studi ilmiah membuktikan bahwa stres, baik akut atau kronis, dapat merusak fungsi sistem kardiovaskular. Hal ini karena stres mengaktifkan sistem saraf otonom yang secara tidak langsung memengaruhi fungsi kardiovaskular Anda.

Jika yang aktif sistem saraf simpatik, maka dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung, kontraksi otot, penyempitan pembuluh darah, dan penurunan ekskresi natrium oleh ginjal.

Jika mengarah pada stimulasi sistem limbik, dapat menyebabkan penurunan bahkan penghentian total detak jantung, kontraktilitas, impuls, vasodilatasi perifer, dan tekanan darah.

Efek yang mungkin jelas Anda rasakan adalah perubahan pada detak jantung dan tekanan darah, baik itu meningkat atau menurun.

4. Sistem pencernaan

Akibat stres terhadap sistem pencernaan dapat terjadi melalui dua mekanisme, yaitu:

  1. Memengaruhi nafsu makan.
  2. Memengaruhi fungsi normal saluran pencernaan, seperti proses penyerapan zat gizi, permeabilitas usus, sekresi lendir dan asam lambung, fungsi saluran ion, dan peradangan.

Kondisi ini bisa meningkatkan risiko penyakit inflamasi, seperti penyakit Crohn, sindrom iritasi usus, dan sejenisnya.

Stres juga dapat memengaruhi pergerakan makanan di tubuh Anda, yang berdampak pada diare atau sembelit. Anda pun mungkin mengalami gejala pencernaan, seperti mual, muntah, atau sakit perut.

5. Sistem endokrin

5-akibat-stres-yang-berkepanjangan-lingzhi-japan-mabuk
Gambar oleh Michal Jarmoluk dari Pixabay

Sebenarnya, hubungan antara stres dan sistem endokrin luas dan timbal balik. Di satu sisi, stres memiliki banyak efek kompleks terhadap sistem endokrin. Sementara di sisi lain, sistem endokrin pun memiliki banyak efek terhadap stres.

Jika Anda stres, sistem endokrin akan aktif, terutama hipotalamus, kelenjar pituitari dan adrenal, sistem adrenergik, gonad, tiroid, dan pankreas. Faktanya, respons terhadap stres tidak mungkin dapat dipisahkan dari fungsi sistem endokrin.

Ketika rasa takut Anda hilang, hipotalamus pun harus memberitahu semua sistem untuk kembali normal. Jika sistem tubuh ini gagal untuk kembali normal, atau jika stresor tidak hilang, maka respons akan berlanjut.

Dalam jangka panjang, hal ini dapat memengaruhi perilaku Anda, seperti makan berlebihan atau makan sedikit, kecanduan alkohol atau obat-obatan, dan mengisolasi diri dari pergaulan.

Kesimpulan

Inilah 5 akibat stres yang tidak boleh Anda sepelekan. Stres akut maupun kronis keduanya mampu menurunkan kualitas kesehatan Anda secara keseluruhan. Jadi, sangat penting untuk Anda mengelola stres dan menghindari stres, apalagi membiarkan stres berlarut-larut.

Cover photo by pressfoto – www.freepik.com

Categories
Gaya Hidup Kanker

Hati-Hati dengan 6 Makanan Pemicu Kanker Berikut!

Sadarkah Anda bahwa ada beberapa makanan pemicu kanker yang sering dijumpai di sekitar Anda? Yaps, makanan sehari-hari yang Anda konsumsi mungkin saja dapat meningkatkan risiko kanker.

Seperti yang Anda ketahui, kanker adalah penyakit kompleks dengan berbagai jenis dan juga penyebab potensial. Meski penyebab pastinya tidak diketahui secara pasti, ada kemungkinan bahwa makanan menjadi salah satu faktor pemicunya.

Kanker memang telah dikaitkan dengan riwayat keluarga, alias susunan genetik. Namun, faktor eksternal – faktor yang dapat dikendalikan – berdampak lebih besar. Bahkan suatu penelitian menemukan bahwa 80-90% kejadian tumor ganas berkaitan erat dengan faktor eksternal [1]. Nah, salah satu faktor eksternal ini adalah makanan yang mengandung karsinogen – zat pemicu sel kanker.

6 Makanan pemicu kanker yang harus diwaspadai

Sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa beberapa makanan berkaitan erat dengan peningkatan risiko kanker tertentu, seperti [2, 3, 4]:

1. Daging olahan

Daging yang telah melalui proses pengasapan, pengasinan, pengawetan, atau pengalengan disebut sebagai daging olahan. Ini dianggap sebagai makanan pemicu kanker karena dapat menghasilkan karsinogen selama pemrosesannya.

Dalam artikel yang terbit tahun 2018 ditemukan bahwa mengawetkan daging dengan nitrit dapat membentuk karsinogen yang disebut sebagai senyawa “N-nitroso” [5]. Studi lainnya juga menemukan bahwa konsumsi daging olahan dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal dan payudara [6, 7].

Sebagian besar daging olahan adalah daging merah, seperti:

  • Hot dog
  • Salami
  • Sosis
  • Daging babi (ham)
  • Daging kornet
  • Dendeng sapi

2. Makanan yang digoreng

Ketika makanan bertepung dimasak pada suhu tinggi (seperti digoreng atau dipanggang), akan terbentuk senyawa akrilamida. Contoh makanannya adalah gorengan kaki lima, kentang goreng, keripik kentang, dan masih banyak lagi.

Sebuah tinjauan 2018 menjelaskan bahwa akrilamida dapat bersifat karsinogenik. Meski dalam penelitian ini dilakukan pada tikus, tetapi Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) menganggapnya berpotensi karsinogenik bagi manusia [8, 9].

Ini karena senyawa akrilamida dapat merusak sel DNA dan menginduksi apoptosis atau kematian sel. Di sisi lain, tingginya konsumsi makanan yang digoreng dapat memicu diabetes tipe 2 dan obesitas [10]. Kondisi ini dapat meningkatkan stres oksidatif dan peradangan, yang pada akhirnya juga dapat meningkatkan risiko kanker.

3. Makanan yang terlalu matang

Makanan pemicu kanker selanjutnya adalah makanan yang overcooked, alias dimasak terlalu matang, karena dapat menghasilkan karsinogen. Satu studi tahun 2020 menemukan bahwa memasak daging dengan panas tinggi dapat meningkatkan risiko kanker dengan mengubah sel DNA Anda [11].

Food and Drug Administration (FDA) juga menyatakan bahwa memasak makanan bertepung terlalu lama, seperti kentang, dapat meningkatkan pembentukan akrilamida – senyawa yang dapat memicu sel kanker [12].

4. Susu

Mungkin Anda terkejut dengan makanan pemicu kanker yang satu ini. Yaps, susu adalah minuman populer di kalangan masyarakat. Sayangnya, memang ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa susu dan produk olahannya, seperti keju dan yogurt, dapat meningkatkan risiko kanker prostat.

Misalnya, sebuah studi tahun 2014 menemukan bahwa minum susu dapat meningkatkan kadar faktor pertumbuhan seperti insulin-like growth factor I (IGF-1). Hal ini berkaitan dengan peningkatan risiko kanker prostat melalui peningkatan proliferasi atau produksi sel kanker prostat [13].

5. Gula dan karbohidrat olahan

6-makanan-pemicu-kanker-yang-perlu-diketahui-lingzhi-japan-roti-panggang
Gambar oleh Frank Oschatz dari Pixabay

Apakah Anda penikmat makanan manis dan karbohidrat olahan? Hati-hati loh, karena makanan ini dapat meningkatkan risiko kanker secara tidak langsung. Makan makanan bergula dan bertepung dalam jumlah yang banyak dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan obesitas.

Menurut studi, kedua kondisi tersebut dapat meningkatkan peradangan dan stres oksidatif di tubuh Anda. Hingga akhirnya, hal ini dapat memicu jenis kanker tertentu, seperti kanker ovarium, payudara, endometrium (rahim), dan kolorektal [14, 15, 16].

Beberapa contoh makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan:

  • Minuman manis
  • Makanan yang dipanggang
  • Pasta putih
  • Roti putih
  • Nasi putih
  • Sereal manis

Untuk menekan efek negatifnya, cobalah untuk mengganti makanan ini dengan alternatif yang lebih sehat, seperti:

  • Roti gandum utuh
  • Pasta gandum utuh
  • Beras merah
  • Gandum

6. Alkohol

Makanan pemicu kanker selanjutnya adalah alkohol. Kebiasaan minum minuman beralkohol memang telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker.

Saat Anda mengonsumsi alkohol, hati Anda memecah alkohol menjadi asetaldehida, dan ini termasuk kategori senyawa karsinogenik.

Sebuah ulasan tahun 2017 menjelaskan bahwa asetaldehida dapat meningkatkan kerusakan sel DNA dan stres oksidatif. Selain itu, juga dapat mengganggu sistem kekebalan, sehingga tubuh Anda sulit untuk menargetkan sel pra-kanker dan kanker [17].

Di sisi lain, alkohol dapat meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh wanita, yang mana ini berkaitan dengan peningkatan risiko kanker payudara [18].

Saran dari Lingzhi

Inilah 6 makanan pemicu kanker yang mungkin sering Anda konsumsi sehari-hari. Makanan tersebut diduga memicu sel kanker karena mungkin mengandung karsinogen atau senyawa yang memicu pertumbuhan sel kanker.

Jadi, penting untuk membatasi konsumsi makanan tersebut dan fokus menjalani pola hidup sehat, termasuk perbanyak konsumsi makanan yang dapat menurunkan risiko kanker, berolahraga secara teratur, dan mengelola stres dengan baik.

Cover photo by kroshka__nastya – www.freepik.com

Categories
Diabetes Gaya Hidup Kardiovaskuler Kelelahan Lemak Berlebih

7 Manfaat Olahraga Sepeda Statis untuk Kesehatan

Olahraga sepeda tidak harus ke luar rumah, loh! Anda juga bisa melakukannya di dalam rumah dengan menggunakan sepeda statis. Eits, tenang saja, aktivitas fisik ini tidak akan mengurangi manfaat olahraga sepeda seperti pada umumnya. Justru, memiliki beberapa kelebihan yang mungkin tidak Anda peroleh saat bersepeda di luar rumah. Apa saja ya manfaat olahraga sepeda statis yang bisa Anda dapatkan? Let’s check more here!

7 Manfaat olahraga sepeda statis untuk kesehatan

Mengendarai sepeda statis termasuk cara yang efisien dan efektif untuk membakar kalori dan lemak, sekaligus memperkuat jantung, paru-paru, dan otot tubuh Anda. Menurut Cronkleton yang dilansir dari Healthline, ada 7 manfaat olahraga sepeda statis yang bisa Anda peroleh, antara lain:

1. Menguatkan otot jantung

Bersepeda adalah salah satu cara terbaik untuk memompa jantung Anda, sehingga sering dilakukan sebagai bagian dari olahraga kardio atau aerobik. Olahraga ini dapat meningkatkan aliran darah dan oksigen ke seluruh tubuh, hingga akhirnya bermanfaat untuk kesehatan Anda dengan cara:

  • Meningkatkan fungsi memori dan kesehatan otak.
  • Mengontrol tekanan darah.
  • Meningkatkan kualitas tidur.
  • Mengontrol kadar gula darah.
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Meningkatkan mood atau suasana hati.
  • Mengurangi stres.
  • Meningkatkan tingkat energi tubuh.

2. Membantu menurunkan berat badan

Yaps, olahraga sepeda statis juga dapat membantu penurunan berat badan Anda yang sehat. Bergantung pada intensitas latihan dan berat badan Anda, Anda dapat membakar lebih dari 600 Kalori dalam satu jam dengan mengendarai sepeda statis.

Selain itu, Anda tidak perlu persiapan khusus layaknya ketika bersepeda ke luar rumah. Olahraga dengan sepeda statis adalah pilihan yang sangat baik untuk membakar kalori dengan cepat.

3. Membakar lemak tubuh

Selain kalori, manfaat olahraga sepeda statis juga dapat membantu membakar lemak tubuh dan membangun kekuatan otot.

Sebuah studi tahun 2010 menemukan bahwa bersepeda dalam ruangan yang dikombinasikan dengan diet rendah kalori efektif mengurangi berat badan dan lemak tubuh. Selain itu, juga efektif menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida.

Dalam penelitian tersebut, para peserta melakukan aktivitas bersepeda selama 45 menit 3 kali dalam seminggu, serta mengonsumsi 1.200 Kalori dalam sehari selama 12 minggu. Wah, menarik bukan?

4. Memberikan latihan berdampak rendah

Olahraga sepeda statis adalah bentuk latihan dengan risiko cedera yang rendah, karena menggunakan gerakan halus untuk memperkuat tulang dan sendi tanpa memberi banyak tekanan.

Oleh sebab itu, bersepeda statis adalah pilihan latihan yang baik untuk orang-orang yang punya masalah sendi atau cedera.

Perlu dicatat bahwa olahraga yang tidak tepat dapat membuat pergelangan kaki, lutut, pinggul, dan persendian Anda yang lainnya mengalami cedera. Jadi, pastikan Anda melakukan olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda, ya!

5. Memperkuat kaki dan otot tubuh bagian bawah

Manfaat olahraga sepeda statis juga dapat membantu menguatkan otot kaki dan tubuh bagian bawah. Tindakan mengayuh misalnya, dapat membantu memperkuat betis, paha belakang, dan paha depan Anda. Selain itu, olahraga ini dapat melatih otot-otot inti, punggung, dan glutes Anda.

Menariknya lagi, jika Anda menggunakan sepeda statis dengan pegangan, Anda juga dapat melatih otot tubuh bagian atas sekaligus, termasuk bisep, trisep, dan bahu.

6. Memungkinkan untuk latihan interval

Dengan menggunakan sepeda statis, memungkinkan Anda untuk melakukan latihan interval. Jenis latihan ini dapat membantu Anda membakar kalori lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat. Selain itu, juga meningkatkan kebugaran kardio Anda.

Sepeda statis memungkinkan tingkat resistensi yang bervariasi, sehingga Anda bisa berolahraga dengan intensitas rendah, sedang, ataupun tinggi. Inilah yang membuatnya ideal sebagai latihan interval.

7. Lebih aman daripada bersepeda di jalan raya

Terakhir yang juga tidak kalah penting adalah keamanannya. Bersepeda di luar ruangan memang bagus, tetapi cenderung lebih berisiko. Misalnya, permukaan jalan tidak rata atau licin, pengemudi yang lalai, dan jarak pandang yang buruk.

Selain itu, sulit untuk mengumpulkan motivasi untuk berolahraga, karena dipengaruhi oleh cuaca seperti panas atau hujan. Bahkan, berolahraga di saat cuaca sedang tidak kondusif akan terasa tidak aman.

Tips berolahraga sepeda statis dengan aman

Meski bersepeda statis lebih aman daripada bersepeda di jalanan, tetap ada risiko cedera yang perlu Anda pertimbangkan, seperti:

  • Mengalami kelelahan otot atau cedera dari gerakan yang berulang atau bentuk sepeda yang tidak tepat.
  • Terjatuh dari sepeda dan melukai diri sendiri jika keseimbangan Anda terganggu.

Nah, agar Anda tetap aman dan maksimal memperoleh manfaat olahraga sepeda statis, cobalah untuk menerapkan beberapa tips berikut:

  • Selalu posisikan tubuh Anda dengan benar dan gunakan bentuk sepeda yang tepat.
  • Beristirahat agar ada waktu bagi tubuh Anda untuk pulih, terutama jika Anda mengalami sakit atau nyeri otot.
  • Jangan memaksakan diri, apalagi berpacu dengan anggota kelompok yang lain. Hal ini sangat berbahaya, terutama jika Anda adalah seorang pemula.

Inilah 7 manfaat olahraga sepeda statis untuk kesehatan yang dapat Anda peroleh. Dengan bersepeda dalam ruangan, Anda tidak perlu khawatir lagi dengan lalu lintas, kondisi jalan, atau hal buruk lainnya. Anda bisa berolahraga dengan aman pada suhu yang nyaman setiap kali ingin berolahraga.

Cover photo by freepik – www.freepik.com