Categories
Gaya Hidup Imunitas

Bingung Cari Vitamin yang Bagus untuk Daya Tahan Tubuh? Ini Dia!

Salah satu cara melawan penyakit COVID-19 adalah dengan memenuhi asupan vitamin untuk daya tahan tubuh, baik dari makanan maupun suplemen.

Wajar kalau saat ini banyak yang mencari vitamin yang bagus untuk daya tahan tubuh. Melonjaknya kasus COVID-19 telah membuat masyarakat semakin menyadari betapa pentingnya menjaga sistem imun tubuh.

Salah satu caranya dengan memenuhi asupan vitamin untuk daya tahan tubuh, baik dari makanan maupun suplemen.

Sayangnya, tidak sedikit yang masih kebingungan kira-kira apa saja vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Dalam artikel ini, Anda akan segera mengetahui 3 vitamin terbaik untuk mendukung kekebalan tubuh Anda, terutama untuk melawan COVID-19.

Vitamin untuk daya tahan tubuh yang optimal

Berikut ini 3 vitamin untuk daya tahan tubuh yang direkomendasikan oleh para ahli, yaitu [1, 2]:

1. Vitamin A

Vitamin A adalah salah satu vitamin terbaik untuk daya tahan tubuh. Faktanya, salah satu tanda awal tubuh kekurangan vitamin A ringan adalah penurunan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi, termasuk infeksi pernapasan yang disebabkan oleh COVID-19.

Selain itu, vitamin A juga mendukung dan memperkuat penglihatan, reproduksi, pertumbuhan tulang, dan sistem kekebalan tubuh.

Karena vitamin A adalah vitamin esensial, sehingga tubuh Anda tidak dapat memproduksinya sendiri. Jadi, sangat penting untuk memenuhi asupan vitamin A, terutama dari makanan.

Suplementasi vitamin A sangat rentan menyebabkan keracunan. Bila asupannya berlebihan, justru dapat melemahkan daya tahan tubuh Anda [3].

Ada dua jenis sumber vitamin A dalam makanan, yaitu karotenoid (dalam makanan nabati) dan retinoid (dalam makanan hewani).

Contoh sumber retinoid:

  • Hati sapi.
  • Ikan haring.
  • Ikan salmon.
  • Udang.
  • Telur.
  • Susu sapi (diperkaya dengan vitamin A).

Sementara sumber karotenoid adalah:

  • Ubi jalar.
  • Sayuran, seperti wortel, bayam, kubis, sawi, lobak, bit hijau, dan masih banyak lagi.
  • Labu.

2. Vitamin D

Vitamin D paling dikenal manfaatnya untuk kesehatan tulang, tetapi vitamin ini juga memainkan peran penting dalam memperkuat respons imun bawaan dan adaptif Anda.

Di dalam tubuh, vitamin D akan memberi sinyal ke otak untuk membuat senyawa peningkat daya tahan tubuh, seperti protein antimikroba yang bertanggung jawab untuk membentengi tubuh Anda dari infeksi.

Saat ini, banyak penelitian yang telah mengaitkan potensi vitamin D dengan risiko COVID-19.

Meski perlu lebih banyak studi lagi terkait ini, ada penelitian yang menunjukkan bahwa vitamin D dapat mengurangi keparahan COVID-19 dengan menekan badai sitokin pada pasien COVID-19 [4].

Berikut beberapa makanan sumber vitamin D:

  • Minyak hati ikan kod.
  • Ikan salmon, sarden, dan kembung.
  • Susu yang diperkaya vitamin D, yogurt, dan susu non-dairy.
  • Hati sapi.
  • Kuning telur.
  • Jamur dengan fortifikasi UV.

Umumnya, orang sering kekurangan vitamin D dari makanan. Nah, untuk membantu memenuhi asupan ini, sangat dianjurkan untuk berjemur di bawah sinar matahari 5-15 menit 3-4 hari per minggu.

Paparan sinar matahari di pagi atau sore hari adalah sumber vitamin D yang baik dan tidak terlalu merusak kulit.

Namun, jika Anda berisiko lebih tinggi kekurangan vitamin D atau telah didiagnosis kekurangan oleh dokter, Anda disarankan mengonsumsi suplemen.

Kebanyakan orang dewasa perlu 15 mcg atau 600 IU vitamin D setiap hari, meskipun beberapa ahli merekomendasikan lebih dari itu [5].

3. Vitamin C

Satu di antara vitamin terbaik untuk meningkatkan daya tahan tubuh adalah vitamin C. Vitamin esensial ini dapat meningkatkan aktivitas antioksidan dalam tubuh dan juga membantu penyerapan zat gizi lain, seperti zat besi.

Penelitian menunjukkan bahwa asupan vitamin C yang tinggi dapat menurunkan risiko penyakit kronis, termasuk penyakit kardiovaskular, kanker, dan masalah neurologis tertentu [6].

Kemampuan vitamin C dalam melawan infeksi telah dikaitkan dengan sifat antioksidannya. Artinya, vitamin C juga dapat membantu regenerasi antioksidan lainnya, seperti vitamin E di dalam tubuh.

Pada akhirnya, ini bisa mengurangi jumlah radikal bebas berbahaya dalam tubuh yang dapat meningkatkan risiko infeksi.

Berikut beberapa sumber makanan vitamin C terbaik:

  • Jeruk.
  • Paprika.
  • Stroberi.
  • Blewah.
  • Kubis.
  • Brokoli.
  • Tomat.

Ternyata, tidak hanya vitamin saja, loh!

Yaps, mungkin saat ini Anda hanya fokus memenuhi asupan vitamin untuk memaksimalkan daya tahan tubuh. Faktanya, mengonsumsi makanan dengan kandungan senyawa bioaktif yang tinggi juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh Anda.

Salah satu senyawa bioaktif yang terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan daya tahan tubuh adalah polisakarida. Komponen aktif ini memainkan peran penting dalam menstimulasi sel-sel imun, sehingga tubuh lebih kuat untuk melawan infeksi [7, 8, 9, 10].

Jamur Reishi (Ganoderma lucidum) dengan kandungan polisakaridanya yang tinggi telah diteliti oleh para ahli mampu meningkatkan imunitas adaptif dan bawaan Anda [11].

Menariknya lagi, senyawa polisakarida Ganoderma lucidum juga mampu menekan pertumbuhan sel tumor sekaligus meningkatkan respons imun sel inang [12]. Inilah yang membuat jamur Reishi sangat baik dikonsumsi oleh penderita kanker.

Jika Anda tertarik untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan jamur Reishi, Anda bisa langsung klik di sini untuk mendapatkan info lebih lanjut.

Cover photo by diana.grytsku – www.freepik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *