Categories
Gaya Hidup Imunitas Kanker Kardiovaskuler

5 Akibat Stres yang Berkepanjangan, Jangan Sepelekan!

Stres akut maupun kronis keduanya mampu menurunkan kualitas kesehatan Anda secara keseluruhan. Nah, apa saja sih akibat stres bagi kesehatan tubuh?

Akibat stres sering kali disepelekan. Ini karena stres dianggap sebagai kondisi yang “lumrah” terjadi, padahal bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Jika Anda tidak mampu mengelola stres dengan baik, maka siap-siap kesehatan Anda bisa menurun.

Ketika Anda stres, cemas, panik, atau lainnya, maka otak Anda akan memberi perintah kelenjar hipotalamus untuk mengirimkan hormon stres.

Dalam kadar yang normal, sekresi hormon stres untuk melindungi tubuh Anda dari keadaan darurat, sehingga Anda bisa bereaksi dengan cepat.

Namun, jika stres Anda terus berlanjut dan hormon stres terus meningkat, lama-kelamaan ini bisa membahayakan kesehatan Anda [1].

Simak terus artikel ini untuk tahu apa saja akibat stres yang berkepanjangan dan tidak di-manage dengan baik!

5 Akibat stres bagi kesehatan

Berikut 5 akibat stres yang berkepanjangan bagi kesehatan tubuh Anda [1, 2, 3]:

1. Sistem saraf

Efek stres pada sistem saraf telah diselidiki selama 50 tahun. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stres berdampak pada sistem saraf dan dapat menyebabkan perubahan struktural di bagian otak.

Perubahan struktural ini akan memengaruhi respons Anda terhadap stres, kognisi, dan memori dalam jangka panjang. Jumlah dan intensitas perubahannya tergantung pada tingkat dan lama stres yang Anda alami.

2. Sistem imunitas

Salah satu akibat stres adalah memengaruhi kekebalan tubuh Anda, sehingga Anda mudah terserang penyakit. Faktanya, stres memodifikasi sekresi hormon yang berperan penting dalam fungsi sistem kekebalan tubuh.

Katekolamin dan opioid yang dilepaskan setelah stres memiliki sifat penekan kekebalan. Stres berat juga dapat menurunkan aktivitas limfosit T sitotoksik dan sel pembunuh alami.

Dampak paling buruk dari stres yang berkepanjangan adalah pertumbuhan sel ganas, ketidakstabilan genetik, dan ekspansi tumor.

3. Sistem kardiovaskular

Studi ilmiah membuktikan bahwa stres, baik akut atau kronis, dapat merusak fungsi sistem kardiovaskular. Hal ini karena stres mengaktifkan sistem saraf otonom yang secara tidak langsung memengaruhi fungsi kardiovaskular Anda.

Jika yang aktif sistem saraf simpatik, maka dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung, kontraksi otot, penyempitan pembuluh darah, dan penurunan ekskresi natrium oleh ginjal.

Jika mengarah pada stimulasi sistem limbik, dapat menyebabkan penurunan bahkan penghentian total detak jantung, kontraktilitas, impuls, vasodilatasi perifer, dan tekanan darah.

Efek yang mungkin jelas Anda rasakan adalah perubahan pada detak jantung dan tekanan darah, baik itu meningkat atau menurun.

4. Sistem pencernaan

Akibat stres terhadap sistem pencernaan dapat terjadi melalui dua mekanisme, yaitu:

  1. Memengaruhi nafsu makan.
  2. Memengaruhi fungsi normal saluran pencernaan, seperti proses penyerapan zat gizi, permeabilitas usus, sekresi lendir dan asam lambung, fungsi saluran ion, dan peradangan.

Kondisi ini bisa meningkatkan risiko penyakit inflamasi, seperti penyakit Crohn, sindrom iritasi usus, dan sejenisnya.

Stres juga dapat memengaruhi pergerakan makanan di tubuh Anda, yang berdampak pada diare atau sembelit. Anda pun mungkin mengalami gejala pencernaan, seperti mual, muntah, atau sakit perut.

5. Sistem endokrin

5-akibat-stres-yang-berkepanjangan-lingzhi-japan-mabuk
Gambar oleh Michal Jarmoluk dari Pixabay

Sebenarnya, hubungan antara stres dan sistem endokrin luas dan timbal balik. Di satu sisi, stres memiliki banyak efek kompleks terhadap sistem endokrin. Sementara di sisi lain, sistem endokrin pun memiliki banyak efek terhadap stres.

Jika Anda stres, sistem endokrin akan aktif, terutama hipotalamus, kelenjar pituitari dan adrenal, sistem adrenergik, gonad, tiroid, dan pankreas. Faktanya, respons terhadap stres tidak mungkin dapat dipisahkan dari fungsi sistem endokrin.

Ketika rasa takut Anda hilang, hipotalamus pun harus memberitahu semua sistem untuk kembali normal. Jika sistem tubuh ini gagal untuk kembali normal, atau jika stresor tidak hilang, maka respons akan berlanjut.

Dalam jangka panjang, hal ini dapat memengaruhi perilaku Anda, seperti makan berlebihan atau makan sedikit, kecanduan alkohol atau obat-obatan, dan mengisolasi diri dari pergaulan.

Kesimpulan

Inilah 5 akibat stres yang tidak boleh Anda sepelekan. Stres akut maupun kronis keduanya mampu menurunkan kualitas kesehatan Anda secara keseluruhan. Jadi, sangat penting untuk Anda mengelola stres dan menghindari stres, apalagi membiarkan stres berlarut-larut.

Cover photo by pressfoto – www.freepik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *