Categories
Alergi Imunitas

Inilah Cara Kerja Sistem Imun Tubuh yang Perlu Dipahami

Cara kerja sistem imun di dalam tubuh memang tidak dapat Anda rasakan selama aktivitasnya berjalan dengan baik. Namun, sistem kekebalan tubuh yang melemah dapat menyebabkan Anda mudah mengalami sakit. Nah, kira-kira seperti apa sih cara kerja benteng pertahanan tubuh Anda ini? Yuk, langsung simak di sini!

Tugas sistem imun

Tahukah Anda? Tanpa sistem kekebalan, Anda tidak akan memiliki cara untuk melawan hal-hal asing dan berbahaya yang masuk ke dalam tubuh. Oleh sebab itu, tugas utama sistem imunitas tubuh adalah [1]:

  • Melawan kuman penyebab penyakit (patogen), seperti virus, bakteri, parasit, atau jamur, dan mengeluarkannya dari tubuh Anda.
  • Mengenali dan menetralisir zat berbahaya yang masuk dari lingkungan.
  • Melawan perubahan penyebab penyakit di dalam tubuh, seperti sel kanker.

Bagian-bagian sistem imun

inilah-cara-kerja-sistem-imun-tubuh-yang-perlu-dipahami-lingzhi-japan-anatomi
Sumber: Geeky Medics

Sel darah putih (leukosit) adalah sel yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh. Leukosit beredar di dalam tubuh melalui pembuluh darah dan pembuluh limfatik, sejajar dengan vena dan arteri.

Sel darah putih terus berpatroli dan mencari patogen. Ketika sel ini menemukan targetnya, mereka mulai berkembang biak dan mengirim sinyal ke jenis sel lainnya untuk melakukan hal yang sama.

Tubuh Anda menyimpan sel darah putih di bagian yang berbeda di dalam tubuh, yang disebut sebagai organ limfoid, meliputi [2]:

  • Kelenjar timus (di antara paru-paru dan tepat di bawah leher).
  • Kelenjar limpa (di kiri atas perut).
  • Sumsum tulang (di tengah tulang).
  • Kelenjar getah bening (di seluruh tubuh yang dihubungkan oleh pembuluh limfatik).

Ada dua jenis leukosit yang utama di dalam tubuh, yaitu [2]:

1. Fagosit

Fagosit mengelilingi dan menyerap patogen, kemudian memecahnya dan memakannya. Beberapa jenis sel fagosit di dalam tubuh, antara lain:

  • Neutrofil: paling umum dan cenderung menyerang bakteri.
  • Monosit: jenis terbesar dan memiliki beberapa peran.
  • Makrofag: berpatroli untuk patogen, serta menghilangkan sel-sel mati dan sekarat.
  • Sel mast: memiliki banyak peranan, termasuk membantu melawan patogen dan menyembuhkan luka.

2. Limfosit

Sel limfosit bertugas membantu tubuh untuk mengingat penyerbu sebelumnya dan mengenali mereka jika suatu saat menyerang lagi.

Limfosit memulai hidupnya di sumsum tulang. Beberapa tinggal di sana dan berkembang menjadi limfosit B (sel B). Beberapa ada yang menuju kelenjar timus dan berkembang menjadi limfosit T (sel T).

Kedua jenis sel ini memiliki peran yang berbeda, yaitu:

  • Limfosit B: menghasilkan antibodi dan membantu mengingatkan limfosit T.
  • Limfosit T: menghancurkan sel-sel yang terganggu di dalam tubuh dan membantu mengingatkan leukosit lainnya.

Cara kerja sistem imun tubuh

Sistem imun pertama kali diaktifkan oleh berbagai zat ‘asing’ yang tidak dikenali oleh tubuh sebagai ‘miliknya’.

Semua partikel atau zat yang memicu respons imun disebut juga dengan antigen. Misalnya bakteri, jamur, virus, toksin, atau benda asing.

Ketika antigen tersebut menempel pada reseptor khusus di sel-sel imun, seluruh rangkaian proses perlawanan dalam tubuh Anda pun dimulai. Berbagai jenis sel bekerja sama untuk mengenali antigen sebagai penyerbu.

Berikut cara kerja sistem imun di dalam tubuh [3, 4, 5]:

1. Limfosit B

Ini adalah bagian dari sel darah putih yang bertugas untuk menghasilkan antibodi setelah menemukan antigen.

Antibodi adalah protein khusus yang mengunci antigen spesifik. Setiap sel B Anda akan membuat satu antibodi spesifik.

Misalnya, Anda mungkin membuat antibodi terhadap bakteri yang menyebabkan pneumonia, sementara yang lain mungkin mengenali virus flu biasa.

Berbagai antibodi yang memainkan banyak peran dalam respons imun, yaitu:

  • Immunoglobulin G (IgG): menandai mikroba, sehingga sel lain dapat mengenali dan membunuhnya.
  • IgM: membunuh bakteri.
  • IgA: berkumpul dalam cairan, seperti air mata dan air liur, untuk melindungi pintu gerbang tubuh Anda.
  • IgE: melindungi dari parasit dan juga bertanggung jawab atas reaksi alergi.
  • IgD: terikat pada limfosit B yang membantu mereka untuk memulai respons imun.

Antibodi ini akan mengunci antigen, tetapi tidak membunuhnya. Jadi, hanya menandainya untuk dimatikan. Sementara yang bertugas untuk membunuhnya adalah sel lain, seperti fagosit.

2. Limfosit T

Ada beberapa jenis limfosit T yang perlu diketahui, yaitu:

Sel T pembantu (helper T cells)

Sel ini bertugas mengoordinasikan respons imun Anda. Beberapa ada yang berkomunikasi dengan sel lain, dan beberapa merangsang limfosit B untuk menghasilkan lebih banyak antibodi. Ada pula yang menarik lebih banyak limfosit T atau fagosit pemakan sel.

Sel T pembunuh (killer T cells)

Seperti namanya, jenis limfosit T ini bertugas menyerang sel lain, alias memerangi virus. Sel-sel ini bekerja dengan cara mengenali bagian-bagian kecil dari virus di luar sel yang terinfeksi dan menghancurkan sel yang terinfeksi.

Limfosit B diibaratkan sebagai sistem intelijen militer tubuh, yang bertugas menemukan targetnya dan mengirim pertahanan untuk mengunci mereka. Sementara limfosit T diibaratkan sebagai tentara, yang bertugas menghancurkan penjajah yang telah ditemukan oleh sistem intelijen [4].

Sel-sel tubuh Anda pun sebenarnya juga memiliki protein di permukaannya. Namun, protein ini biasanya tidak memicu sistem kekebalan untuk melawan sel tersebut.

Dalam beberapa kasus, sistem kekebalan tubuh secara keliru mengira bahwa sel-sel tubuhnya adalah asing. Akhirnya, menyerang sel-sel yang sehat dan tidak berbahaya tersebut. Inilah yang akhirnya dikenal sebagai gangguan autoimun.

Kesimpulan

Inilah cara kerja sistem imun di dalam tubuh yang perlu Anda pahami. Sel-selnya saling bekerja sama untuk melindungi tubuh Anda dari berbagai zat berbahaya. Oleh sebab itu, Anda harus menjaga dan meningkatkan kekebalan tubuh Anda, agar tidak mudah terserang penyakit.

Original featured image by tirachardz – www.freepik.com

Categories
Alergi Gaya Hidup

Inilah 5 Cara Mengatasi Biduran (Urtikaria) Secara Alami dan Efektif

Apakah Anda pernah atau sedang mengalami biduran? Ini menyebabkan ruam dan gatal-gatal di bagian tubuh yang terkena. Meskipun sering dikaitkan dengan alergi, biduran juga dapat dipicu oleh stres, obat-obatan tertentu, sengatan atau gigitan serangga, sinar matahari, suhu dingin, infeksi, atau kondisi lainnya. Penting bagi Anda untuk mengidentifikasi apa yang memicu ruam dan gatal yang terjadi, sehingga Anda bisa lebih berhati-hati terhadap faktor pemicu biduran Anda. Nah, berikut ini ada beberapa cara mengatasi biduran atau urtikaria yang muncul secara alami dan juga efektif. Apa saja itu?

5 Cara mengatasi biduran secara alami dan efektif

Umumnya, biduran akan hilang dalam waktu 24 jam dan tidak perlu pengobatan khusus. Akan tetapi, Anda harus segera mendapatkan pengobatan jika mengalami salah satu dari gejala berikut:

  • Kepala pusing.
  • Bengkak di tenggorokan atau wajah.
  • Sulit bernapas.

Anda jangan khawatir, ada beberapa cara mengatasi biduran yang sifatnya lebih ringan dan bisa diredakan dengan perawatan rumahan, yaitu [1, 2]:

1. Kompres dingin

Cara mengatasi biduran yang pertama adalah mengompres area yang terkena dengan kantong es. Menerapkan sesuatu yang dingin ke kulit Anda bisa membantu meredakan iritasi. Bila tidak ada es, Anda bisa menggunakan sesuatu yang dingin, seperti sekantong sayuran beku yang dibungkus dengan handuk. Kemudian, kompres ke area kulit yang terkena biduran selama 10 menit. Anda bisa mengulanginya lagi sesuai kebutuhan sepanjang hari.

2. Mandi dengan larutan antigatal

Mandi dengan menggunakan larutan antigatal juga bisa menjadi solusi efektif untuk meredakan rasa gatal akibat biduran. Contoh beberapa produk yang bisa Anda tambahkan ke dalam bak mandi untuk menghilangkan rasa gatal, seperti oatmeal koloid dan soda kue. Jika Anda memutuskan menggunakan oatmeal koloid, maka cobalah dulu dengan 1/2 cangkir (4 ons) oatmeal koloid, lalu tambahkan hingga 1 1/2 cangkir (12 ons).

Oh iya, mandi oatmeal mungkin akan membuat tubuh Anda terasa berlendir. Nah, untuk mengatasi efeknya ini, tambahkan minyak esensial lavender yang beraroma manis satu atau dua tetes ke bak mandi [3]. Ingat ya, jangan mengoleskan langsung minyak esensial ke kulit, karena dapat menimbulkan iritasi. Penambahan minyak esensial ini dapat menenangkan kondisi kulit, mengurangi tekanan darah dan detak jantung, serta meredakan stres – salah satu pemicu biduran [4].

3. Hindari produk yang dapat mengiritasi kulit

Agar biduran Anda tidak semakin parah dan sering kambuh, menghindari penggunaan produk yang dapat mengiritasi kulit bisa menjadi solusi yang efektif. Contohnya, sabun tertentu yang dapat membuat kulit kering dan menyebabkan gatal bertambah parah. Pastikan Anda menggunakan sabun untuk kulit sensitif. Selain sabun, pelembab atau losion tertentu juga ada yang bisa mengiritasi kulit. Pilihlah pelembab atau losion yang diformulasikan untuk kulit sensitif. Mengaplikasikan pelembab segera setelah mandi juga dapat membantu meredakan gatal.

4. Jaga suhu ruang tetap sejuk dan nyaman

Suhu yang terlalu dingin atau panas bisa memperparah rasa gatal Anda. Upayakan untuk mengenakan pakaian yang tipis dan ringan pada saat cuaca panas dan jaga suhu di rumah Anda tetap sejuk dan nyaman. Oh iya, pastikan juga Anda tidak duduk di bawah sinar matahari terik, ya.

5. Menggunakan pengobatan alami

Jika cara mengatasi biduran dengan pengobatan rumahan masih belum mempan untuk meredakan ruam dan rasa gatal Anda, mungkin beberapa solusi alami ini bisa menjadi pilihan alternatif. Perlu diingat bahwa pengobatan alami tidak diatur oleh Food and Drug Administration AS, jadi gunakan secara bijak dan hati-hati, ya.

Witch hazel

witch-hazel-membantu-meredakan-reaksi-biduran
Gambar oleh Manfred Richter dari Pixabay

Tanin alami yang terkandung di dalamnya bisa membantu meredakan iritasi kulit. Untuk membuat ramuan dari tanaman ini caranya adalah [5]:

  • Tambahkan 5 – 10 gram kulit kayu witch hazel ke dalam 1 cangkir air.
  • Hancurkan kulit kayu tersebut, lalu tuang adonan ke dalam panci.
  • Didihkan adonan, angkat, dan saring campurannya.
  • Biarkan campuran mendingin sebelum digunakan.
  • Anda bisa mengaplikasikan adonan witch hazel ke kulit Anda sebagai masker beberapa kali dalam sehari.
  • Oleskan dan diamkan di area kulit yang terkena sekitar 20 menit, lalu bilas dengan air bersih.

Aloe vera (lidah buaya)

cara-mengatasi-biduran-secara-alami-dengan-gel-lidah-buaya
Photo by @Racool_studio – www.freepik.com

Siapa yang tidak kenal dengan lidah buaya? Gel lidah buaya sudah dikenal sejak lama karena khasiat penyembuhannya, termasuk meredakan gatal dan peradangan [6]. Meski begitu, para ahli tetap menyarankan Anda untuk melakukan uji tempel (patch test) ke area kulit sedikit sebelum Anda mengaplikasikannya secara menyeluruh. Jika Anda tidak mengalami iritasi apa pun dalam waktu 24 jam, maka Anda bisa menggunakannya untuk mengatasi biduran apa pun.

Reishi mushroom

Gambar sampul oleh phạm Lộc dari Pixabay

Reishi mengandung senyawa antiinflamasi, seperti triterpenoid dan steroid, yang dapat menghambat peradangan dan aktivitas histamin yang bertanggung jawab terhadap gejala alergi seperti pilek, gatal-gatal, mata berair, dan penyempitan bronkial. Jamur obat tradisional ini merupakan salah satu dari tiga tumbuhan di ASHMI (Antiasthma Simplified Herbal Medicine Intervention) yang memiliki efek penghambatan produksi TNF-α (sitokin pro-inflamasi yang terlibat dalam kejadian asma) [7].

Bahkan, para peneliti menemukan bahwa ekstrak jamur Reishi lebih aman dan efektif daripada Prednisone®. Ini adalah obat antiinflamasi nonsteroid dengan potensi efek samping yang cukup serius dibandingkan Reishi yang sedikit – jika memang ada – efek samping [8]. Jamur Reishi juga memiliki efek antipruritik yang efektif melawan pruritus, alias gatal-gatal yang disertai ruam [9]. Tentunya, hal tersebut menunjukkan bahwa jamur Reishi efektif meredakan reaksi ruam dan gatal-gatal akibat biduran.

Inilah 5 cara mengatasi biduran secara alami dan efektif yang bisa menjadi pilihan terbaik Anda. Jika gejala biduran tak kunjung membaik atau justru semakin parah, segera temui dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Mungkin saja, biduran yang Anda alami sifatnya tidak ringan dan hanya bisa ditolong dengan pengobatan medis dari dokter.

Jika Anda ingin meminimalisir kekambuhan biduran atau pun mengatasi biduran ringan Anda dengan Nissan Reishi – suplemen makanan dari esktrak jamur Reishi – silahkan klik link berikut ini.