Categories
Diabetes Gaya Hidup Kardiovaskuler Kelelahan Lemak Berlebih

7 Manfaat Olahraga Sepeda Statis untuk Kesehatan

Olahraga sepeda tidak harus ke luar rumah, loh! Anda juga bisa melakukannya di dalam rumah dengan menggunakan sepeda statis. Eits, tenang saja, aktivitas fisik ini tidak akan mengurangi manfaat olahraga sepeda seperti pada umumnya. Justru, memiliki beberapa kelebihan yang mungkin tidak Anda peroleh saat bersepeda di luar rumah. Apa saja ya manfaat olahraga sepeda statis yang bisa Anda dapatkan? Let’s check more here!

7 Manfaat olahraga sepeda statis untuk kesehatan

Mengendarai sepeda statis termasuk cara yang efisien dan efektif untuk membakar kalori dan lemak, sekaligus memperkuat jantung, paru-paru, dan otot tubuh Anda. Menurut Cronkleton yang dilansir dari Healthline, ada 7 manfaat olahraga sepeda statis yang bisa Anda peroleh, antara lain:

1. Menguatkan otot jantung

Bersepeda adalah salah satu cara terbaik untuk memompa jantung Anda, sehingga sering dilakukan sebagai bagian dari olahraga kardio atau aerobik. Olahraga ini dapat meningkatkan aliran darah dan oksigen ke seluruh tubuh, hingga akhirnya bermanfaat untuk kesehatan Anda dengan cara:

  • Meningkatkan fungsi memori dan kesehatan otak.
  • Mengontrol tekanan darah.
  • Meningkatkan kualitas tidur.
  • Mengontrol kadar gula darah.
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Meningkatkan mood atau suasana hati.
  • Mengurangi stres.
  • Meningkatkan tingkat energi tubuh.

2. Membantu menurunkan berat badan

Yaps, olahraga sepeda statis juga dapat membantu penurunan berat badan Anda yang sehat. Bergantung pada intensitas latihan dan berat badan Anda, Anda dapat membakar lebih dari 600 Kalori dalam satu jam dengan mengendarai sepeda statis.

Selain itu, Anda tidak perlu persiapan khusus layaknya ketika bersepeda ke luar rumah. Olahraga dengan sepeda statis adalah pilihan yang sangat baik untuk membakar kalori dengan cepat.

3. Membakar lemak tubuh

Selain kalori, manfaat olahraga sepeda statis juga dapat membantu membakar lemak tubuh dan membangun kekuatan otot.

Sebuah studi tahun 2010 menemukan bahwa bersepeda dalam ruangan yang dikombinasikan dengan diet rendah kalori efektif mengurangi berat badan dan lemak tubuh. Selain itu, juga efektif menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida.

Dalam penelitian tersebut, para peserta melakukan aktivitas bersepeda selama 45 menit 3 kali dalam seminggu, serta mengonsumsi 1.200 Kalori dalam sehari selama 12 minggu. Wah, menarik bukan?

4. Memberikan latihan berdampak rendah

Olahraga sepeda statis adalah bentuk latihan dengan risiko cedera yang rendah, karena menggunakan gerakan halus untuk memperkuat tulang dan sendi tanpa memberi banyak tekanan.

Oleh sebab itu, bersepeda statis adalah pilihan latihan yang baik untuk orang-orang yang punya masalah sendi atau cedera.

Perlu dicatat bahwa olahraga yang tidak tepat dapat membuat pergelangan kaki, lutut, pinggul, dan persendian Anda yang lainnya mengalami cedera. Jadi, pastikan Anda melakukan olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda, ya!

5. Memperkuat kaki dan otot tubuh bagian bawah

Manfaat olahraga sepeda statis juga dapat membantu menguatkan otot kaki dan tubuh bagian bawah. Tindakan mengayuh misalnya, dapat membantu memperkuat betis, paha belakang, dan paha depan Anda. Selain itu, olahraga ini dapat melatih otot-otot inti, punggung, dan glutes Anda.

Menariknya lagi, jika Anda menggunakan sepeda statis dengan pegangan, Anda juga dapat melatih otot tubuh bagian atas sekaligus, termasuk bisep, trisep, dan bahu.

6. Memungkinkan untuk latihan interval

Dengan menggunakan sepeda statis, memungkinkan Anda untuk melakukan latihan interval. Jenis latihan ini dapat membantu Anda membakar kalori lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat. Selain itu, juga meningkatkan kebugaran kardio Anda.

Sepeda statis memungkinkan tingkat resistensi yang bervariasi, sehingga Anda bisa berolahraga dengan intensitas rendah, sedang, ataupun tinggi. Inilah yang membuatnya ideal sebagai latihan interval.

7. Lebih aman daripada bersepeda di jalan raya

Terakhir yang juga tidak kalah penting adalah keamanannya. Bersepeda di luar ruangan memang bagus, tetapi cenderung lebih berisiko. Misalnya, permukaan jalan tidak rata atau licin, pengemudi yang lalai, dan jarak pandang yang buruk.

Selain itu, sulit untuk mengumpulkan motivasi untuk berolahraga, karena dipengaruhi oleh cuaca seperti panas atau hujan. Bahkan, berolahraga di saat cuaca sedang tidak kondusif akan terasa tidak aman.

Tips berolahraga sepeda statis dengan aman

Meski bersepeda statis lebih aman daripada bersepeda di jalanan, tetap ada risiko cedera yang perlu Anda pertimbangkan, seperti:

  • Mengalami kelelahan otot atau cedera dari gerakan yang berulang atau bentuk sepeda yang tidak tepat.
  • Terjatuh dari sepeda dan melukai diri sendiri jika keseimbangan Anda terganggu.

Nah, agar Anda tetap aman dan maksimal memperoleh manfaat olahraga sepeda statis, cobalah untuk menerapkan beberapa tips berikut:

  • Selalu posisikan tubuh Anda dengan benar dan gunakan bentuk sepeda yang tepat.
  • Beristirahat agar ada waktu bagi tubuh Anda untuk pulih, terutama jika Anda mengalami sakit atau nyeri otot.
  • Jangan memaksakan diri, apalagi berpacu dengan anggota kelompok yang lain. Hal ini sangat berbahaya, terutama jika Anda adalah seorang pemula.

Inilah 7 manfaat olahraga sepeda statis untuk kesehatan yang dapat Anda peroleh. Dengan bersepeda dalam ruangan, Anda tidak perlu khawatir lagi dengan lalu lintas, kondisi jalan, atau hal buruk lainnya. Anda bisa berolahraga dengan aman pada suhu yang nyaman setiap kali ingin berolahraga.

Cover photo by freepik – www.freepik.com

Categories
Diabetes Gaya Hidup Kardiovaskuler Lemak Berlebih

Yuk, Terapkan 10 Langkah Berikut untuk Cegah Penyakit Jantung!

Ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Faktor risiko ini ada yang bisa dikendalikan seperti gaya hidup, dan ada pula yang tidak seperti genetika, usia, dan jenis kelamin [1, 2]. Center for Disease Control and Prevention (CDC) menerangkan bahwa dengan menjalani gaya hidup sehat, Anda dapat mengontrol tekanan darah, kolesterol, dan gula darah tetap normal [3].

Jika semua ini terkendali dengan baik, maka Anda satu langkah lebih maju dalam mencegah penyakit jantung.

10 Langkah sehat bantu cegah penyakit jantung

Kabar baiknya, ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk memelihara kesehatan jantung. Berikut 10 langkah penting yang dapat membantu mencegah berbagai masalah jantung [1, 2, 3, 4, 5]:

1. Kontrol tekanan darah

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tekanan darah tinggi adalah salah satu faktor risiko utama penyakit jantung. Anda perlu memeriksakan tekanan darah Anda secara teratur, terutama jika Anda punya riwayat hipertensi.

Jika dokter meresepkan Anda obat, minumlah sesuai dengan petunjuk dokter. Menerapkan gaya hidup sehat seperti diet, olahraga, kelola stres, dan istirahat yang cukup juga dapat mencegah atau mengontrol tekanan darah tinggi Anda.

2. Jaga kadar kolesterol tetap normal

Kadar kolesterol yang tinggi dapat menyumbat pembuh darah arteri di jantung. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit arteri koroner dan serangan jantung. Oleh sebab itu, penting sekali melakukan perubahan gaya hidup dan mengonsumsi obat-obatan jika diperlukan untuk menurunkan kadar kolesterol Anda.

3. Pertahankan berat badan sehat

Kelebihan berat badan (overweight) atau obesitas juga dapat membahayakan kesehatan jantung Anda. Ini berkaitan dengan faktor risiko penyakit jantung lainnya, seperti kadar kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan diabetes. Maka dari itu, mempertahankan berat badan normal dan sehat dapat membantu Anda mencegah penyakit jantung.

4. Makan makanan sehat

Makanan sehat yang seperti apa? Cobalah mulai sekarang batasi makanan yang tinggi lemak jenuh, natrium, dan gula tambahan. Perbanyak asupan buah segar, sayuran, dan biji-bijian. Diet DASH adalah contoh pola makan yang dapat membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol, sehingga Anda bisa terhindar dari masalah jantung.

5. Olahraga teratur

Olahraga secara teratur memberikan banyak manfaat untuk tubuh, termasuk memperkuat otot jantung dan meningkatkan sirkulasi darah. Selain itu, olahraga juga dapat membantu mempertahankan berat badan sehat, serta menurunkan kolesterol dan tekanan darah. Semua ini tentunya dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

6. Batasi alkohol

Terlalu banyak konsumsi minuman beralkohol dapat meningkatkan tekanan darah dan berat badan. Sementara ini adalah dua hal yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Jadi, sebaiknya batasi bahkan hindari saja minuman yang mengandung alkohol.

7. Jangan merokok

Tidak hanya alkohol, Anda pun juga sangat disarankan untuk tidak merokok, karena dapat meningkatkan tekanan darah dan membuat Anda berisiko lebih tinggi terkena serangan jantung dan stroke.

Beruntunglah jika Anda memang tidak merokok dan jangan pernah memulainya. Namun, jika Anda merokok, mulailah berhenti merokok sekarang juga untuk menurunkan risiko penyakit jantung.

8. Kelola stres

Stres juga telah dikaitkan dengan penyakit jantung. Bahkan, stres yang ekstrim bisa menjadi “pemicu” serangan jantung. Inilah alasan Anda tidak boleh stres berkepanjangan.

Selain itu, banyak orang yang berusaha mengatasi stresnya dengan makan berlebihan, minum-minum, dan merokok. Hal ini justru berdampak buruk bagi jantung Anda.

Cobalah kurangi stres dengan melakukan olahraga, mendengarkan musik, menjalani hobi, pergi berlibur, dan bermeditasi. Langkah ini jauh lebih baik untuk kesehatan jantung Anda.

9. Kelola diabetes

Orang dengan penyakit diabetes berisiko lebih tinggi mengalami masalah jantung. Hal ini karena gula darah yang tinggi akibat diabetes dapat merusak pembuluh darah dan saraf yang mengontrol sistem kardiovaskuler seiring berjalannya waktu. Jadi, penting sekali bagi Anda melakukan pemeriksaan diabetes dan mengelola penyakit ini sebaik mungkin jika Anda mengidapnya.

10. Cukup tidur

Kurang tidur dapat meningkatkan risiko hipertensi, obesitas, dan diabetes – ketiganya adalah faktor risiko utama penyakit jantung. Inilah pentingnya Anda memiliki kebiasaan tidur yang sehat setiap hari.

Nah, berapa lama tidur dikatakan cukup? Kebanyakan orang dewasa perlu tidur selama 7-9 jam setiap malam. Jika Anda memiliki masalah tidur seperti insomnia atau apnea tidur, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk membantu mengatasi gangguan tidur yang Anda alami.

Ingatlah bahwa dengan menerapkan pola hidup sehat adalah cara terbaik untuk menunda atau menghindari berbagai penyakit jantung. Anda juga dapat melindungi kesehatan jantung dengan mengonsumsi suplemen kesehatan Nissan Reishi.

Suplemen kesehatan dari ekstrak jamur Reishi ini mampu mengontrol kadar kolesterol, tekanan darah, dan gula darah Anda tetap stabil. Hal ini akan membantu Anda mencegah ataupun mengelola kelebihan berat badan, hipertensi, dan diabetes dengan baik.

Yuk, langsung klik di sini untuk mendapatkan informasi Nissan Reishi lebih lanjut!

Cover photo by drobotdean – www.freepik.com

Categories
Diabetes Hati Imunitas Kardiovaskuler Kelelahan

Dikenal Banyak Khasiatnya, Amankah Jamur Lingzhi Dikonsumsi?

Lingzhi atau Reishi adalah sejenis jamur obat tradisional yang telah dikenal karena khasiatnya yang besar untuk kesehatan. Bahkan, masyarakat Tiongkok menyebutnya sebagai “jamur keajaiban” atau “magical mushroom“. Namun, apakah jamur ini aman dikonsumsi? Let’s check it out!

Kandungan gizi jamur Lingzhi

Sebuah studi review tahun 1999 mengungkapkan bahwa sebagian besar kandungan jamur adalah air – hampir 90 persen – sisanya karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral [1].

Lalu, dalam jurnal Food Research International menyebutkan bahwa jumlah zat gizi makro dari jamur Lingzhi (Ganoderma lucidum) adalah karbohidrat (26-28 persen), lemak (3-5 persen), dan protein (7-8 persen) [2].

Menariknya, banyak manfaat dari jamur Lingzhi telah dikaitkan dengan kandungan senyawa bioaktifnya, di antaranya [3, 4]:

  • Polisakarida
  • Terpenoid
  • Steroid
  • Fenol
  • Nukleotida dan turunannya
  • Glikoprotein

Manfaat jamur Lingzhi untuk kesehatan

Dahulu, kemujaraban jamur Lingzhi dikenal melalui bukti anekdot, adat istiadat, dan penggunaannya secara tradisional [5]. Seiring waktu, penelitian ilmiah pun sudah banyak dilakukan – meski sebagian besar terbatas pada tabung reaksi atau uji coba hewan atau manusia dalam skala kecil.

Dengan komponen aktif yang ada di dalamnya, Ganoderma lucidum diyakini mampu mengatasi kelelahan, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, serta peradangan dengan memperkuat sistem kekebalan tubuh [6].

Tidak hanya itu, jamur ini juga dapat membantu mengontrol gula darah, masalah hati, masalah imun, kanker, dan sebagai antibiotik [7]. Baru-baru ini, studi menemukan manfaat Reishi sebagai agen prebiotik yang layak untuk dipertimbangkan [8].

Apakah ada efek sampingnya?

Konsumsi jamur Lingzhi umumnya dapat ditoleransi dengan baik dengan sedikit efek samping yang signifikan. Namun, Reishi juga mengandung zat yang dapat bertindak seperti pengencer darah, berpotensi memicu tinja berdarah, mimisan, dan mudah memar [9].

Oleh sebab itu, konsumsi jamur ini tidak disarankan jika Anda dalam kondisi [9, 10]:

  • Mengonsumsi antikoagulan seperti warfarin
  • Dijadwalkan akan menjalani operasi
  • Mengonsumsi obat antihipertensi
  • Hamil
  • Menyusui
  • Anak-anak

Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan Anda terlebih dahulu sebelum mengonsumsi suplemen Reishi dalam bentuk apapun. Hal ini untuk memastikan tidak ada efek samping berbahaya yang terjadi setelah mengonsumsinya.

Dosis aman konsumsi jamur Lingzhi

Pada dasarnya, tidak ada pedoman yang mengatur penggunaan Reishi secara tepat. Meski begitu, dalam jurnal Cochrane Database of Systematic Reviews, kebanyakan suplemen jamur Lingzhi/Reishi tersedia dalam bentuk kapsul dan dianggap aman bila dikonsumsi dalam rentang 1,5 – 9 g ekstrak kering per hari [11].

Perlu diketahui bahwa proses penanaman jamur Lingzhi membutuhkan lingkungan yang steril dan rentan terhadap kontaminasi udara. Terlebih lagi, obat herbal tidak harus menjalani pengujian ketat seperti halnya obat farmasi, sehingga tidak menutup kemungkinan beberapa produk “Reishi” mungkin tidak mengandung Ganoderma lucidum sama sekali atau dicampur dengan berbagai bahan tidak aktif [10].

Jadi, pastikan Anda selalu memilih produk jamur Lingzhi yang bersertifikat organik dan keamanannya diakui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), guna mengurangi risiko paparan pestisida dan racun lainnya,serta memastikan kualitas dan keamanan produk, terutama dalam menggunakan pengobatan herbal impor.

Nissan Reishi, suplemen kesehatan yang bersertifikasi

suplemen-nutrisi-nissan-reishi

Dari sekian banyak produk Reishi yang ada di pasaran, Nissan Reishi adalah satu-satunya yang dikembangkan langsung oleh perusahaan Nissan Chemical, salah satu perusahaan tertua di Jepang yang sudah berusia 138 tahun.

Produsen memberikan upaya terbaiknya dalam memformulasikan Lingzhi ke dalam sajian tablet. Hingga diperoleh dalam 1 tablet Nissan Reishi setara dengan 12 kapsul bubuk jamur Lingzhi biasa. Ini menunjukkan potensi manfaatnya 12 kali lipat lebih besar dari produk Lingzhi biasa.

Hal yang lebih menakjubkan lagi, Nissan Reishi dijamin kualitas dan keamanan bahan bakunya oleh Nippon Reishi Association (asosiasi Reishi terbesar di Jepang) dan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Jadi, Anda tidak perlu ragu lagi dengan khasiat, kualitas, dan keamanan dari Nissan Reishi.

Yuk, langsung klik di sini untuk mendapatkan informasi Nissan Reishi lebih lanjut!

Categories
Diabetes Gaya Hidup

Apa Saja Sih Makanan Penurun Gula Darah yang Cocok untuk Diabetesi?

Menderita diabetes membuat tubuh Anda tidak menghasilkan hormon insulin yang cukup (diabetes melitus tipe 1) atau tidak mampu menggunakan insulin dengan benar (diabetes melitus tipe 2). Akibatnya, terjadi peningkatan glukosa di dalam darah. Nah, kadar gula darah yang tinggi dapat menimbulkan berbagai gejala, mulai dari kelelahan hingga penyakit jantung. Salah satu cara untuk mengontrol gula darah adalah dengan mengonsumsi makanan yang sehat. Apa saja sih makanan penurun gula darah yang cocok untuk diabetesi?

10 Makanan penurun gula darah yang aman bagi diabetesi

Meskipun ada berbagai faktor seperti berat badan, aktivitas, tingkat stres, dan genetika yang berperan dalam mengontrol gula darah, menerapkan diet sehat jugalah penting. Berikut ini beberapa makanan penurun gula darah sekaligus menjaga gula darah Anda tetap stabil:

1. Brokoli

Makanan penurun gula darah pertama yang mungkin sudah sering Anda temukan adalah brokoli. Sayuran berwarna hijau tua segar ini menghasilkan senyawa yang memiliki sifat penurun gula darah, yaitu sulforaphane [1, 2]. Bahan kimia tumbuhan ini diproduksi ketika brokoli dicincang atau dikunyah, karena terjadi reaksi antara glukoraphanin dan enzim myrosinase – yang keduanya terkonsentrasi di dalam brokoli [3].

Perlu diingat, untuk meningkatkan kandungan sulforaphane dalam brokoli, masaklah dengan cara dikukus ringan atau menambahkan sumber aktif myrosinase seperti bubuk biji mustard ke brokoli matang [4].

2. Okra

Okra adalah buah yang biasa diolah seperti sayuran. Buah ini kaya dengan senyawa penurun gula darah seperti polisakarida dan flavonoid. Senyawa polisakarida utama dalam okra – rhamnogalacturonan – telah diidentifikasi sebagai senyawa antidiabetes yang kuat [5, 6]. Terlebih lagi, aktivitas antioksidan dari senyawa flavonoidnya, isoquercitrin dan quercetin 3-O-gentiobioside, yang dapat membantu menurunkan gula darah dengan cara menghambat kerja enzim tertentu [7].

3. Labu

Khas dengan warnanya yang cerah, serta dikemas dengan serat dan antioksidan, labu adalah salah satu makanan penurun gula darah yang tepat untuk penderita diabetes. Faktanya, labu kuning sudah sejak lama digunakan sebagai obat diabetes tradisional di berbagai negara, termasuk Meksiko dan Iran [8]. Meski begitu, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menentukan bagaimana proses pengolahan labu, seperti dipanggang atau dikukus, dapat bermanfaat bagi gula darah.

4. Seafood

Makanan laut, termasuk ikan dan kerang, menawarkan Anda sumber protein, lemak sehat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang sangat membantu mengatur kadar gula darah. Kandungan tinggi protein dalam seafood membantu memperlambat proses pencernaan, mencegah lonjakan gula darah setelah makan, dan meningkatkan kehilangan lemak tubuh yang berlebih [9]. Hal ini sangat bermanfaat untuk mengendalikan gejala diabetes.

5. Biji chia

Biji chia dapat membantu mengontrol gula darah dengan cara meningkatkan sensitivitas insulin dan berpotensi mengurangi risiko penyakit, termasuk diabetes [10]. Sebuah penelitian yang dilakukan pada 15 orang dewasa sehat menunjukkan bahwa orang yang menerima 1 ons (25 gram) biji chia bubuk bersama 2 ons (50 gram) larutan gula mengalami penurunan kadar gula darah sebesar 39% daripada orang yang hanya mengonsumsi larutan gula [11].

6. Kangkung

Kangkung adalah salah satu sayuran yang sangat populer di dunia. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi kangkung segar efektif menurunkan kadar gula darah. Sayuran berdaun hijau ini mengandung senyawa bioaktif berupa triterpen, steroid, glikosida, fenolik, flavonoid, alkaloid, dan saponin yang mungkin berkontribusi sebagai efek antidiabetik dan hipoglikemik [12, 13, 14].

7. Beri-berian

Sejumlah penelitian telah mengaitkan beri-berian dengan efek kontrol gula darah. Ini karena kandungan serat, vitamin, mineral, dan antioksidannya tinggi, sehingga menjadi bagian dari makanan penurun gula darah yang baik bagi diabetesi. Beberapa contoh buah beri-berian adalah raspberry, stroberi, blueberry, dan blackberry [15, 16, 17, 18].

8. Alpukat

Siapa yang tidak kenal dengan buah satu ini? Selain lembut dan lezat, alpukat juga menawarkan banyak manfaat kesehatan, terutama dalam pengaturan gula darah. Alpukat kaya akan lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral. Sejumlah penelitian menemukan bahwa alpukat dapat membantu menurunkan glukosa dan melindungi Anda dari sindrom metabolik [19, 20].

9. Apel

Apel mengandung serat larut dan senyawa kimia tumbuhan, termasuk quercetin, asam klorogenat, dan asam galat, yang dapat membantu menurunkan gula darah dan melindungi Anda dari diabetes [21]. Penelitian yang dilakukan pada 18 wanita menemukan bahwa makan apel 30 menit sebelum makan nasi secara signifikan mengurangi gula darah setelah makan daripada kelompok yang hanya makan nasi [22].

10. Reishi mushroom

jamur-reishi-memiliki-efek-hipoglikemik

Makanan penurun gula darah yang terakhir adalah jamur Reishi atau sering disebut sebagai Lingzhi. Jamur obat tradisional ini sudah dikenal khasiatnya sejak beribu-ribu tahun lalu. Reishi (Ganoderma lucidum) mengandung polisakarida, triterpenoid, proteoglikan, protein Ling Zhi-8 (LZ-8), serta ganoderan B dan C. Komponen aktif ini memiliki sifat hipoglikemik bagi tubuh, sehingga dapat menstabilkan kadar gula darah Anda dengan baik [23242526].

Jika Anda tertarik untuk mengonsumsi suplemen ekstrak jamur Reishi “Nissan Reishi”, silahkan klik di sini, ya!

Cover photo by freepik – www.freepik.com

Categories
Diabetes Gaya Hidup

6 Tips Puasa Sehat bagi Penderita Diabetes

Banyak penderita diabetes memilih untuk berpuasa. Namun, karena mereka memiliki kelainan metabolik, sehingga berisiko menimbulkan komplikasi tertentu ketika melakukan perubahan nyata dalam asupan makan dan minumnya [1]. Lalu, apa tips puasa sehat bagi penderita diabetes? Ini dia jawabannya!

Risiko puasa dengan diabetes

Penderita diabetes mungkin berisiko tinggi mengalami komplikasi ketika berpuasa selama bulan Ramadan, seperti [2, 3, 4]:

  • Jika Anda memiliki komplikasi diabetes, seperti penglihatan buruk, penyakit jantung, atau ginjal, kondisi kesehatan Anda bisa semakin menurun dan Anda harus mempertimbangkan untuk tidak berpuasa secara serius.
  • Hipoglikemia, karena asupan makanan berkurang. Jika Anda merasakan gejala hipoglikemia, Anda harus segera berbuka puasa dengan minum cairan manis serta makan makanan bertepung. Jika tidak, dapat membahayakan tubuh Anda, bahkan mungkin perlu bantuan medis.
  • Hiperglikemia, yang dapat menyebabkan ketoasidosis diabetik (DKA), serta diuresis osmotik, yang dapat mengurangi volume cairan dan elektrolit dalam tubuh Anda.
  • Hipotensi ortostatik (terutama jika Anda memiliki riwayat penyakit neuropati otonom) akibat dehidrasi. Selain itu, Anda juga bisa mengalami pingsan, jatuh, cedera, dan patah tulang.
  • Trombosis dan stroke, karena viskositas darah meningkat akibat dehidrasi.

6 Tips aman berpuasa bagi penderita diabetes

Sebelum Anda memilih untuk berpuasa selama Ramadan, maka lakukanlah beberapa hal berikut ini [3, 4, 5]:

  1. Mendapatkan edukasi dari dokter tentang penyebab, pengenalan dini, serta manajemen darurat dari hipoglikemia, hiperglikemia, dehidrasi, kolik ginjal, dan ketoasidosis diabetik yang dapat terjadi. Ini juga meliputi:
    • Swa-monitor glukosa darah di rumah, terutama bagi penderita diabetes yang memakai insulin.
    • Tes urine untuk mendeteksi keton.
    • Penghitungan denyut nadi, suhu, dan laju pernapasan.
    • Perencanaan menu makan sehat, seperti diet seimbang dengan makanan indeks glikemik rendah, rendah lemak, dan tinggi serat.
    • Pemberdayaan penderita diabetes untuk meningkatkan partisipasi dan motivasi, sehingga tidak hanya patuh selama bulan puasa, tetapi juga sepanjang tahun.
  2. Menjalani asesmen medis, biasanya dilakukan 1 – 2 bulan sebelum Ramadan.
    • Status fisik, berat badan, tekanan darah, glukosa dan lipid, kondisi mata, jantung, ginjal, dan sistem saraf.
    • Stratifikasi risiko untuk mengidentifikasi apakah Anda aman atau tidak berpuasa.
  3. Selalu ikuti saran dari dokter dan ahli diet Anda tentang makanan, minuman, dan olahraga yang dapat Anda lakukan selama berpuasa.
    • Disarankan mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks (dicerna lebih lambat) pada saat sahur.
    • Meningkatkan asupan cairan di waktu Anda tidak puasa, yaitu malam hari.
    • Menjaga tingkat aktivitas fisik yang normal, termasuk solat malam (seperti tarawih dan witir), yang melibatkan siklus berulang kali bangkit, berlutut, dan membungkuk.
  4. Sesuaikan dosis obat Anda selama bulan Ramadan sesuai dengan anjuran dari dokter.
  5. Rutin memantau gula darah dengan cermat. Segera hentikan puasa jika Anda mengalami tanda-tanda gula darah rendah atau tinggi.
  6. Melakukan kontrol dan pengobatan penyakit periodontal kronis, karena sangat penting untuk mencapai kontrol glikemik jangka panjang.

Penderita diabetes dikatakan aman berpuasa apabila

Mayo Clinic megungkapkan bahwa mungkin Anda yang mengalami diabetes akan aman berpuasa apabila [4]:

  • Mengidap diabetes tipe 2 yang dikelola dengan baik.
  • Mengelola diabetes dengan konsumsi obat-obatan atau terapi pola hidup sehat.
  • Anda memahami risiko berpuasa dengan kondisi diabetes, mengelola diabetes, dan cermat mengikuti saran dari dokter Anda.

Nissan Reishi, bantu penderita diabetes kendalikan gula darah saat puasa

Menjaga dan meningkatkan kesehatan Anda selama berpuasa di bulan suci Ramadan adalah hal terpenting yang harus dilakukan. Terlebih lagi, jika Anda memiliki riwayat kesehatan tertentu, seperti diabetes mellitus. Nissan Reishi baik dikonsumsi untuk menunjang kelancaran ibadah puasa Anda, karena khasiatnya yang tidak perlu diragukan lagi. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan Anda sebelum mengonsumsi tambahan nutrisi dalam bentuk apapun.

Adapun manfaat Nissan Reishi bagi penderita diabetes yang menjalani ibadah puasa adalah [5, 6]:

  • Mencegah tubuh cepat lelah akibat dehidrasi dan hipoglikemia.
  • Membantu menjaga kadar gula darah normal.
  • Mengurangi peradangan yang berlebihan.
  • Membuat tubuh lebih tahan terhadap stres.
  • Mendukung penurunan berat badan yang sehat selama berpuasa.

Info lebih lanjut tentang Nissan Reishi bisa Anda akses di sini.

Cover photo by master1305 – www.freepik.com

Categories
Diabetes Gaya Hidup

Inilah 4 Kelompok Makanan Penyebab Diabetes yang Harus Dibatasi!

Anda tentu tidak ingin terkena diabetes, bukan? Diabetes melitus adalah kondisi di mana kadar gula darah tinggi yang dapat menyebabkan komplikasi serius. Penderita diabetes kebanyakan sudah menganggap penyakit ini sebagai “teman hidup” yang harus dikelola sebaik mungkin. Nah, jika Anda tidak ingin mengalami diabetes, sebaiknya berhati-hati dengan 4 jenis makanan penyebab diabetes ini. Kira-kira, apa sajakah itu?

4 Kelompok makanan penyebab diabetes

“Diet adalah hal yang terpenting jika Anda ingin mengurangi risiko diabetes tipe 2, bersama dengan olahraga dan manajemen stres,” kata Dr. Isaac Eliaz, direktur medis dari Amitabha Medical Clinic di California, yang dilansir dari laman Healthline.

Untuk mencegah diabetes, Anda bisa memulainya dengan mengonsumsi makanan sehat. Berhati-hatilah dengan empat kelompok makanan berikut, karena dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2! [1]

1. Makanan tinggi karbohidrat olahan

Karbohidrat yang diproses secara berat, seperti olahan tepung putih, gula putih, dan nasi putih, pada dasarnya bahan tersebut adalah makanan utuh yang tidak mengandung dedak, serat, vitamin, dan mineral yang menyehatkan. Ini adalah definisi makanan kalori tanpa nutrisi, di mana kandungan gulanya tinggi, sehingga termasuk dalam bagian makanan penyebab diabetes yang harus dibatasi.

Mengapa? Karena makanan ini sangat mudah dicerna, sehingga menyebabkan lonjakan gula darah dan kadar insulin. Lama-kelamaan, hal ini dapat menyebabkan diabetes tipe 2.

Sebuah studi tahun 2007 dalam Archives of Internal Medicine, diet tinggi karbohidrat yang diproses secara berlebihan dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 21% pada wanita China daripada kelompok yang mengonsumsi makanan utuh [2].

Tips:
Untuk mengurangi risiko diabetes tipe 2, batasi asupan makanan yang dibuat dengan karbohidrat olahan, seperti roti, muffin, kue, kerupuk, pasta, dan sejenisnya.

2. Minuman dengan pemanis “gula”

Menurut Jill Weisenberger, penulis buku Diabetes Weight Loss: Week by Week yang dilansir dari laman Healthline, minuman manis seperti soda, teh manis, dan sejenisnya, telah dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2. Hal ini diduga karena kelebihan kalori yang menyebabkan penambahan berat badan, sehingga meningkatkan risiko diabetes. Selain itu, beban gula dalam minuman manis dapat meningkatkan kejadian resistensi insulin yang mengakibatkan lonjakan kadar gula darah (glukosa).

Studi dalam Diabetes Care mengungkapkan bahwa minum 1 – 2 minuman manis dalam sehari dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 26% daripada kelompok yang minum minuman manis kurang dari satu porsi dalam sebulan [3].

Tips:
Salah satu cara terbaik untuk mengurangi asupan gula harian adalah dengan membatasi minuman yang dimaniskan dengan gula, termasuk kopi, teh, atau jus buah dengan gula dan krim. Perbanyak minum air agar tubuh terhidrasi dengan baik setiap hari.

3. Makanan tinggi lemak jenuh dan trans

Lemak dalam makanan ada 2 jenis, yaitu lemak sehat dan tidak sehat. Lemak jenuh dan lemak trans masuk dalam kelompok lemak tidak sehat, sedangkan lemak sehat adalah lemak tidak jenuh, seperti omega 3 dan omega 6. Dikatakan tidak sehat karena lemak jenuh dan trans dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Kadar kolesterol tinggi adalah salah satu faktor risiko diabetes tipe 2.

Beberapa contoh makanan yang mengandung lemak trans adalah makanan yang dipanggang dalam kemasan dan makanan yang digoreng di restoran. Sementara itu, lemak jenuh banyak ditemukan dalam daging berlemak, mentega, keju, dan susu full cream.

Tips:
Cobalah beralih memasak dengan menggunakan minyak zaitun atau minyak kanola daripada minyak kelapa atau kelapa sawit. Selain itu, pilih camilan kacang-kacangan, serta daging tanpa lemak dan unggas tanpa kulit, karena rendah lemak jenuh dan tinggi lemak tak jenuh.

4. Daging merah dan olahannya

Makanan penyebab diabetes selanjutnya ada daging merah dan olahannya, seperti bacon, hot dog, dan daging deli. Mengonsumsi daging merah olahan secara berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan, karena tinggi kadar natrium dan nitritnya.

Sebuah studi tahun 2011 dalam The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa mengonsumsi satu porsi (3 ons) daging merah dalam sehari dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 19%. Sementara itu, konsumsi daging merah olahan dalam jumlah yang lebih kecil dapat meningkatkan risiko diabetes sebesar 51% [4].

Tips:
Cobalah kombinasikan menu harian Anda dengan sumber protein lain, seperti ikan salmon, tuna, sarden, telur, dan sesekali cobalah daging sapi yang diberi makan rumput (organik). Jangan lupa, tambahkan menu makan harian dengan sayuran dan buah-buahan.

Cegah dan lawan diabetes tipe 2 bersama dengan jamur Reishi

komponen-aktif-jamur-reishi-atau-lingzhi

Menambahkan asupan jamur Reishi ke dalam diet tampaknya telah menjadi langkah pencegahan diabetes yang tepat. Pasalnya, khasiat jamur Reishi telah dikenal sejak ribuan tahun lalu secara tradisional, terutama oleh masyarakat Jepang dan Tionghoa. Berbagai studi ilmiah terkait manfaat kesehatan jamur Reishi pun telah banyak dipublikasikan, salah satunya mencegah dan mengelola diabetes.

Jamur Reishi memiliki efek hipoglikemik, yaitu menurunkan kadar gula darah berlebih di dalam tubuh. Beberapa studi menemukan kandungan dalam jamur Reishi/Lingzhi (Ganoderma lucidum) yang bertindak sebagai hipoglikemik, di antaranya polisakarida, proteoglikan, triterpenoid, protein Ling Zhi-8 (LZ-8), serta ganoderan B dan C [5, 6, 7, 8].

Sementara itu, Food Chemistry menerbitkan sebuah penelitian secara in vivo yang menemukan kandungan Ganoderma lucidum polisakarida (GLPS) pada jamur Reishi dapat meningkatkan aktivitas antioksidan, kadar insulin serum, serta menurunkan peroksidasi lipid dan kadar gula darah pada tikus diabetes [9]. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jamur Reishi berpotensi sebagai antioksidan yang dapat membantu mencegah maupun mengelola diabetes.

Inilah 4 kelompok makanan penyebab diabetes yang harus dibatasi konsumsinya. Anda juga dapat mencegah atau mengelola diabetes dengan meningkatkan asupan nutrisi dari suplemen makanan jamur Reishi yang telah terbukti secara ilmiah efek hipoglikemiknya.

Info tentang Nissan Reishi lebih lanjut bisa Anda akses di sini.

Photo by wayhomestudio – www.freepik.com

Categories
Diabetes Gaya Hidup

10 Kebiasaan yang Bisa Memicu Gejala Diabetes, Tak Hanya Makan yang Manis-Manis!

Tanda atau gejala diabetes yang paling utama adalah kadar gula darah berada di atas normal (lebih dari 200 mg/dL setelah makan). Jangan heran, jika selama ini orang-orang beranggapan penyebab diabetes adalah sering makan yang manis-manis, alias tinggi kandungan gulanya. Faktanya, penyakit diabetes tak hanya disebabkan oleh ini saja, melainkan kebiasaan buruk lainnya yang membuat Anda semakin berisiko dan memperparah gejala diabetes Anda.

Kebiasaan buruk yang memicu dan memperparah gejala diabetes

Created by brgfx – www.freepik.com

Diabetes melitus adalah penyakit gula darah atau dikenal sebagai kencing manis yang disebabkan oleh terganggungnya sekresi hormon insulin, resistensi insulin, atau kombinasi keduanya. Beberapa kebiasaan buruk di bawah ini dapat memicu bahkan memperparah gejala diabetes Anda, yaitu [1, 2, 3]:

1. Sering minum minuman manis

Rasanya yang manis dan menyegarkan kerap kali memicu Anda untuk meminum minuman manis seperti es teh manis, soda, minuman berenergi, dan minuman kemasan lainnya. Jenis minuman seperti ini hanyalah “gula” tanpa nilai gizi dan tidak memberikan Anda rasa kenyang. Alih-alih Anda memilih minuman manis ini, lebih baik minumlah air putih untuk melepas dahaga, seperti yang disarankan oleh Shannon Knapp, pendidik diabetes bersertifikat di Cleveland Clinic Diabetes Center. Selain itu, Anda juga bisa memilih susu rendah lemak atau jus buah 100% sebagai minuman yang lebih menyehatkan.

2. Melewati sarapan

Sesibuk atau seburu-buru apapun Anda akan bekerja, usahakan untuk tidak melewati sarapan pagi. Jika Anda skip sarapan, Anda cenderung mudah lapar di pagi hari sampai tiba waktunya makan siang. Saat Anda makan siang, Anda jadi lebih “mengamuk” saat makan karena kelaparan. Akibatnya, memicu reaksi berantai yang mengganggu kadar hormon insulin dan gula darah. Oleh sebab itu, penting sekali untuk sarapan, misalnya dengan telur, buah segar, yogurt, susu rendah lemak, dan roti gandum.

3. Jarang makan sayur dan buah

jarang-makan-sayur-dan-buah-dapat-memicu-diabetes
Photo by jcomp – www.freepik.com

Tidak sedikit orang yang jarang makan sayur dan buah, bahkan ada yang sama sekali tidak menyukai hasil bumi ini. Padahal, memperbanyak asupan buah dan sayuran dapat membantu mengontrol gula darah dan penurunan berat badan, karena unggul dalam kandungan serat dan antioksidannya. Apalagi jika Anda mengonsumsi sayuran yang tidak mengandung zat tepung, seperti bayam, brokoli, tomat, dan labu. Jadi, cobalah untuk mengonsumsi buah dan sayuran dalam setiap makan utama maupun sebagai camilan, seperti dijadikan salad.

4. Tidak mau makan ikan

Dari sekian banyaknya jenis ikan, yakin tidak ada satu pun ikan yang Anda sukai? Inilah saatnya Anda untuk mencoba sumber protein tanpa lemak lainnya, seperti ikan salmon, tuna, mackerel, dan sarden. Ikan-ikan ini kaya akan asam lemak omega-3 yang dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler, menjaga pembuluh darah arteri, dan mencegah diabetes. Jadi, tunggu apalagi? Cobalah makan ikan dua porsi setiap minggunya dan rasakan manfaatnya untuk kesehatan Anda.

5. Sering mengonsumsi karbohidrat bertepung

Terlalu banyak makan pasta, kentang, dan roti putih dapat menyebabkan gula darah Anda melonjak dan menambah berat badan. Kebiasaan ini justru akan meningkatkan risiko bahkan memperparah gejala diabetes tipe 2. American Diabetes Association menyarankan untuk membatasi asupan karbohidrat bertepung dalam makanan hingga seperempat dari piring Anda. Jadi, cobalah untuk beralih dari roti putih ke roti gandum, sehingga kadar gula darah Anda bisa terkontrol dengan baik.

6. Makan tengah malam

makan-tengah-malam-bisa-memperparah-gejala-diabetes
Photo by tirachardz – www.freepik.com

Hati-hati! Suka makan tengah malam dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan mengganggu sekresi insulin. Ini adalah pola makan yang buruk jika ingin mencegah diabetes tipe 2. Biasakanlah untuk makan secara teratur dan seimbang setiap hari – 3 kali makan utama dan 2 kali selingan. Ini dapat membantu Anda menahan keinginan untuk makan di malam hari dan mengontrol kadar gula darah dengan lebih baik.

7. Mentega

Mentega dan lemak jenuh lainnya telah dikaitkan dengan resistensi insulin, salah satu faktor risiko diabetes tipe 2. Lebih disarankan untuk menggunakan minyak nabati yang mengandung lemak tak jenuh tunggal atau tak jenuh ganda, karena memang lebih sehat untuk tubuh. Minyak zaitun, misalnya, dapat menyehatkan jantung dan mengelola diabetes.

8. Belanja tanpa membuat daftar belanjaan

Terlihat sepele, tetapi kebiasaan ini bisa menghancurkan pengelolaan diabetes Anda. Belanja tanpa daftar membuat Anda jadi tergiur untuk membeli makanan atau minuman yang dapat memperparah gejala diabetes. Tak hanya itu, ini juga bisa menggagalkan program penurunan berat badan yang Anda inginkan. Jadi, jangan lupa selalu buat list belanjaan sebelum ke supermarket, ya!

9. Tidak mengelola stres

mengelola-stres-penting-dalam-pencegahan-diabetes
Photo by jcomp – www.freepik.com

Stres memang sudah menjadi bagian dari hidup. Namun, jika Anda tidak tahu cara mengelola stres, maka bisa meningkatkan risiko terkena diabetes dan memperparah gejala diabetes Anda saat ini. Stres kerap kali memengaruhi emosi, seperti Anda mungkin jadi makan makanan yang tidak sehat, termasuk makanan penyebab diabetes. Selain itu, tubuh akan melepaskan banyak hormon stres yang dapat mengubah kadar gula darah Anda. Jadi, sangat penting untuk mengelola stres dengan baik, misalnya dengan mendengarkan musik, menjalani hobi, atau sekedar me-time seharian di kamar.

10. Kebanyakan duduk daripada bergerak aktif

Anda mungkin sudah berolahraga 20 menit dalam sehari. Namun, jika kemudian Anda lebih banyak menghabiskan waktu duduk di tempat kerja, masih berpotensi buruk bagi kesehatan Anda, terutama jika Anda mengidap diabetes. American Diabetes Association merekomendasikan untuk latihan harian setidaknya 60 – 75 menit untuk mengontrol gula darah pada penderita diabetes. Namun, jika Anda tidak mampu, setidaknya lakukan peregangan atau berjalan santai sebentar selama 3 menit dari tempat duduk Anda setiap 30 menit. Bagaimanapun juga, upayakan untuk melakukan aktivitas fisik sepanjang hari. Mengurangi duduk terlalu banyak mampu mencegah dan mengurangi gejala diabetes.

Inilah 10 kebiasaan buruk yang bisa memicu dan memperparah gejala diabetes Anda. Melakukan perbaikan gaya hidup adalah kunci untuk menstabilkan gula darah dan mengelola diabetes dengan baik.

suplemen-nutrisi-nissan-reishi

Bila perlu, Anda dapat menjaga kadar gula darah normal dengan mengonsumsi suplemen nutrisi Nissan Reishi. Ini terbuat dari ekstrak jamur Reishi pilihan terbaik, berkualitas, dan telah terbukti memiliki efek hipoglikemik, dengan meningkatkan produksi insulin dan menurunkan glukosa Anda [3, 4]. Alhasil, Nissan Reishi dapat menjadi teman yang dapat diandalkan untuk memerangi dan mengelola gejala diabetes Anda sebaik mungkin.

Info pemesanan Nissan Reishi lebih lanjut bisa Anda akses di sini.

Photo by wayhomestudio – www.freepik.com