Categories
Aging Gaya Hidup Imunitas Kanker Kardiovaskuler

5 Manfaat Berjemur di bawah Sinar Matahari dan Waktu Terbaiknya

Berjemur di bawah sinar matahari dapat memberikan dampak besar untuk kesehatan Anda. Namun ingat, Anda perlu memerhatikan kapan waktu berjemur yang disarankan oleh para ahli. Alih-alih menyehatkan, berjemur di waktu yang salah justru berdampak buruk untuk kesehatan, terutama kulit Anda.

Nah, berikut ini 5 manfaat berjemur di bawah sinar matahari dan waktu yang paling ideal untuk melakukannya!

5 Manfaat berjemur di bawah sinar matahari

Manfaat paling utama dari berjemur di bawah sinar matahari adalah membantu tubuh membuat vitamin D secara alami.

“Vitamin D dalam tubuh perlu diaktifkan. Sinar matahari dapat membantu mengubah kadar Vitamin D yang tidak aktif tersebut menjadi aktif,” jelas Dr. Roizen, seorang Chief Wellness Officer di Klinik Cleveland, Ohio [1].

Vitamin larut lemak ini sangat penting untuk tubuh, tetapi sering kali orang-orang tidak cukup mendapatkannya dari makanan.

Terlebih lagi, vitamin D juga telah menjadi salah satu zat gizi yang difokuskan asupannya bagi penderita COVID-19 [2].

Oleh sebab itu, manfaat berjemur di bawah sinar matahari juga melibatkan peranan vitamin D di dalam tubuh, di antaranya:

1. Meningkatkan suasana hati

Menurut para ilmuwan di Brigham Young University (BYU), sinar matahari dapat berdampak besar untuk kesehatan mental dan kesejahteraan Anda secara keseluruhan [3].

Hal ini karena sinar matahari dapat meningkatkan hormon serotonin, yang dapat meningkatkan suasana hati dan perasaan tenang.

Selain itu, mendapatkan sinar matahari juga membantu mencegah Seasonal Affective Disorder (SAD). Ini adalah jenis depresi yang dipengaruhi oleh perubahan musim yang lebih sedikit paparan sinar mataharinya, seperti musim dingin [1].

Sekalipun Anda tidak depresi, berjemur di bawah sinar matahari dapat meningkatkan mood Anda.

2. Memperbaiki kualitas tidur

Tubuh Anda menciptakan hormon melatonin yang sangat penting untuk membantu tidur cepat dan nyenyak di malam hari.

Karena tubuh Anda mulai memproduksi hormon ini ketika hari sudah gelap, Anda pun biasanya mulai merasa mengantuk dua jam setelah matahari terbenam.

Dengan berjemur di bawah sinar matahari, akan membantu Anda mendapatkan tidur yang lebih nyenyak di malam hari [4].

Ini karena sinar matahari dapat mengatur ritme sirkadian Anda dengan memberi tahu tubuh Anda kapan harus meningkatkan dan menurunkan kadar melatonin Anda [5].

Jadi, ketika Anda terpapar oleh sinar matahari, produksi melatonin pun dapat terjadi lebih cepat, sehingga membuat Anda lebih mudah tidur di malam hari.

Tentunya, ini sangat bagus untuk membantu mengatasi insomnia.

3. Membuat tulang lebih kuat

Salah satu manfaat penting vitamin D di dalam tubuh adalah membuat tulang dan gigi Anda jadi lebih kuat.

Vitamin D membantu proses penyerapan kalsium, yang mana mineral ini sangat diperlukan untuk tulang yang lebih kuat dan dapat membantu mencegah osteoporosis dan radang sendi [6].

4. Menurunkan tekanan darah

Ketika sinar matahari mengenai kulit, tubuh pun melepaskan sesuatu yang disebut oksida nitrat ke dalam darah.

Senyawa ini dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesehatan jantung. Tentunya, ini sangat bermanfaat untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke [7].

Di sisi lain, perasaan tenang dan bahagia yang Anda rasakan saat berjemur juga dapat menurunkan tekanan darah secara alami.

Hal ini juga dibuktikan oleh sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas Edinburgh, bahwa paparan sinar UV matahari yang moderat dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara signifikan [8].

5. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Karena paparan sinar matahari secara teratur adalah salah satu cara paling kuat untuk meningkatkan kadar Vitamin D aktif di dalam tubuh, sehingga ini dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan juga.

Vitamin D membantu tubuh melawan penyakit, termasuk penyakit jantung, flu, sklerosis otot, penyakit autoimun, dan kanker tertentu [9, 10, 11, 12].

Menurut Dr. Roizen, kadar vitamin D yang tidak memadai telah dikaitkan dengan peningkatan risiko infeksi, kanker, dan tingkat kematian setelah operasi [1].

Dalam jurnal Enviromental Health Perspectives juga disebutkan bahwa paparan sinar matahari dapat memiliki efek imunosupresif langsung yang dapat membantu mencegah penyakit autoimun [4].

Kapan waktu terbaik berjemur di bawah sinar matahari?

Kulit menghasilkan lebih banyak vitamin D saat berada di bawah sinar matahari pada tengah hari. Sebab, pada waktu ini, matahari berada pada titik tertingginya, dan sinar UVB-nya paling intens [13].

Pastikan saat Anda menghabiskan waktu lama di bawah terik matahari, Anda menggunakan tabir surya dan tetap terhidrasi [14].

Waktu tengah hari juga dianggap lebih aman daripada berjemur di sore hari. Satu studi menemukan bahwa paparan sinar matahari sore dapat meningkatkan risiko kanker kulit yang berbahaya [15].

Durasi berjemur di bawah sinar matahari yang disarankan

Beberapa ahli kulit meyakini bahwa selama Anda tidak mengalami komplikasi dengan paparan sinar matahari biasa, Anda bisa berjemur tanpa tabir surya hingga 20 menit setiap hari [4].

Namun, untuk mengurangi risiko terbakar sinar matahari, mungkin yang terbaik adalah bertahan selama 5-10 menit.

World Health Organization (WHO) juga menyarankan untuk berjemur di bawah sinar matahari sekitar 5-15 menit, terutama di bagian lengan, tangan, dan wajah Anda, untuk mendapatkan manfaat penambah vitamin D aktif [16].

Ini akan bervariasi bergantung seberapa dekat Anda tinggal dengan garis khatulistiwa, respons normal kulit terhadap matahari, dan kualitas udara. Kualitas udara yang buruk dapat menghalangi sebagian sinar UV.

Pahami risikonya!

Berjemur terlalu lama dapat menyebabkan ruam matahari (heat rash), yang ditandai dengan kulit merah dan gatal.

Selain itu, juga dapat menyebabkan kulit terbakar (sunburn), terasa menyakitkan, terik, dan bisa mempengaruhi semua bagian tubuh, bahkan bibir Anda.

Adapula kondisi polymorphic light eruption (PMLE), atau dikenal sebagai keracunan matahari, yang juga dapat terjadi akibat terlalu banyak menghabiskan waktu di bawah sinar matahari.

Umumnya, gejala yang muncul adalah benjolan gatal dan merah di dada, kaki, dan lengan Anda [5].

Jadi, selalu perhatikan waktu ideal tubuh Anda untuk bisa berjemur di bawah sinar matahari tanpa menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.

Original featured image by cookie_studio – www.freepik.com

Categories
Gaya Hidup Imunitas Kanker Lemak Berlebih

Ini Bedanya Probiotik dan Prebioktik, Jangan Keliru!

Probiotik dan prebiotik tampaknya telah menjadi topik kesehatan yang ramai diperbincangkan saat ini. Sama halnya dengan zat gizi makro maupun mikro dalam makanan, kehadiran probiotik dan prebiotik juga sangat berarti untuk kesehatan Anda.

Probiotik adalah bakteri yang menguntungkan untuk kesehatan, sedangkan prebiotik adalah makanan untuk si bakteri tersebut. Untuk lebih jelasnya, yuk, simak terus artikel berikut!

Apa itu probiotik?

Probiotik adalah organisme hidup – biasanya jenis bakteri tertentu – yang ada di dalam makanan atau suplemen tertentu. Probiotik menawarkan banyak manfaat untuk kesehatan, karena secara langsung menambah populasi mikroba sehat di usus Anda.

Manfaat probiotik

Kehadiran bakteri baik di saluran pencernaan Anda dapat membantu melindungi Anda dari serangan bakteri dan jamur berbahaya.

Hal ini dibuktikan oleh sebuah studi tahun 2013 yang mengungkapkan bahwa berbagai jenis bakteri baik di usus dapat membantu fungsi sistem kekebalan tubuh, memperbaiki gejala depresi, membantu mengatasi obesitas, dan beragam manfaat lainnya [1].

Beberapa bakteri baik di usus Anda juga membentuk vitamin K dan asam lemak rantai pendek. Ini merupakan sumber zat gizi utama bagi sel-sel yang melapisi usus besar Anda [1].

Probiotik dapat membuat penghalang usus yang kuat, sehingga membantu Anda terhindar dari zat berbahaya, virus, dan bakteri. Probiotik juga membantu mengurangi peradangan dalam tubuh dan risiko kanker kolon [2].

Ini hanyalah beberapa cara utama bakteri baik di usus berinteraksi dengan sistem tubuh Anda. Masih banyak lagi cara tidak langsung bakteri di usus memengaruhi tubuh dan kesehatan Anda secara keseluruhan [3].

Ragam makanan yang mengandung probiotik

Yogurt adalah makanan yang terkenal dengan kandungan probiotiknya. Ada juga beberapa makanan fermentasi lainnya yang kaya dengan probiotik, seperti:

  • Teh kombucha.
  • Kefir (susu dan non-dairy).
  • Kimchi.
  • Sayuran acar yang tidak dipasteurisasi.

Perlu diingat bahwa jika Anda makan makanan fermentasi untuk mengambil manfaat probiotiknya, maka pastikan makanan tersebut tidak dipasteurisasi. Ini karena proses tersebut dapat membunuh bakteri.

Beberapa dari makanan tersebut juga dapat dianggap sebagai sinbiotik, karena mengandung bakteri menguntungkan sekaligus sumber serat prebiotik untuk dimakan oleh bakteri. Misalnya, keju, kefir, dan asinan kubis [4].

Apa itu prebiotik?

Tidak hanya probiotik saja yang bermanfaat untuk kesehatan, ada prebiotik juga yang tidak kalah hebat untuk mendukung kesehatan Anda secara optimal.

Prebiotik adalah zat yang berasal dari jenis karbohidrat (sebagian besar serat) yang tidak dapat dicerna oleh manusia. Alhasil, bakteri baik di usus Anda yang memakan serat ini.

Prebiotik bertindak seperti pupuk yang merangsang pertumbuhan bakteri baik di usus untuk mendukung pencernaan yang sehat dan kekebalan tubuh yang kuat.

Salah satu hal yang dilakukan oleh bakteri baik di usus Anda terhadap serat prebiotik adalah mengubahnya menjadi asam lemak rantai pendek, atau disebut sebagai butirat.

Sebuah studi menemukan bahwa produksi butirat di usus besar tidak dapat dipertahankan tanpa adanya asupan serat prebiotik yang memadai [5].

Ragam makanan yang mengandung prebiotik

Umumnya, prebiotik banyak ditemukan dalam buah dan sayuran, terutama yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti serat dan pati resisten.

Karbohidrat ini tidak dapat dicerna oleh tubuh, sehingga hanya melewati sistem pencernaan sebagai makanan bagi bakteri dan mikroba lainnya di usus Anda.

Berikut makanan yang kaya akan serat prebiotik:

  • Buncis.
  • Kacang polong.
  • Gandum.
  • Pisang.
  • Buah beri-berian.
  • Asparagus.
  • Bawang putih.
  • Daun bawang.
  • Bawang merah.
  • Jamur Reishi/Lingzhi.

Mengenal prebioktik dari jamur Lingzhi

Belum lama ini, jamur Lingzhi ditemukan dapat berperan sebagai agen prebiotik di usus Anda.

Hal ini merujuk pada hasil temuan Chang dan timnya pada tahun 2015 yang meneliti peranan jamur Lingzhi (Ganoderma lucidum) dalam mengurangi obesitas [6].

Dalam hasil penelitian tersebut, Chan dan tim menemukan bahwa jamur Lingzhi dapat mengurangi berat badan, peradangan, dan memperbaiki resistensi insulin dengan cara mengembalikan keseimbangan mikrobiota di usus, membuat penghalang usus yang kuat, dan mengurangi endotoksemia metabolik.

Meskipun hasil penelitian ini masih terbatas pada hewan dan masih perlu banyak penelitian lagi untuk memperkuat kesimpulannya, tetapi layak untuk dipertimbangkan.

Ini karena Chang dan timnya berhasil mendukung konsep prebiotik pada jamur Lingzhi, terutama dalam mengatasi obesitas dan gangguan metabolisme terkait.

Kesimpulan

Inilah perbedaan probiotik dan prebiotik yang harus Anda ketahui. Selain probiotik, penting juga mengonsumsi makanan kaya prebiotik, yang secara tidak langsung turut mendukung fungsi sistem tubuh Anda secara menyeluruh.

Sudahkah Anda mengonsumsi makanan kaya probiotik dan prebiotik hari ini?

Gambar cover oleh Alicia Harper dari Pixabay

Categories
Gaya Hidup Imunitas Kanker Kardiovaskuler

5 Akibat Stres yang Berkepanjangan, Jangan Sepelekan!

Akibat stres sering kali disepelekan. Ini karena stres dianggap sebagai kondisi yang “lumrah” terjadi, padahal bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Jika Anda tidak mampu mengelola stres dengan baik, maka siap-siap kesehatan Anda bisa menurun.

Ketika Anda stres, cemas, panik, atau lainnya, maka otak Anda akan memberi perintah kelenjar hipotalamus untuk mengirimkan hormon stres.

Dalam kadar yang normal, sekresi hormon stres untuk melindungi tubuh Anda dari keadaan darurat, sehingga Anda bisa bereaksi dengan cepat.

Namun, jika stres Anda terus berlanjut dan hormon stres terus meningkat, lama-kelamaan ini bisa membahayakan kesehatan Anda [1].

Simak terus artikel ini untuk tahu apa saja akibat stres yang berkepanjangan dan tidak di-manage dengan baik!

5 Akibat stres bagi kesehatan

Berikut 5 akibat stres yang berkepanjangan bagi kesehatan tubuh Anda [1, 2, 3]:

1. Sistem saraf

Efek stres pada sistem saraf telah diselidiki selama 50 tahun. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stres berdampak pada sistem saraf dan dapat menyebabkan perubahan struktural di bagian otak.

Perubahan struktural ini akan memengaruhi respons Anda terhadap stres, kognisi, dan memori dalam jangka panjang. Jumlah dan intensitas perubahannya tergantung pada tingkat dan lama stres yang Anda alami.

2. Sistem imunitas

Salah satu akibat stres adalah memengaruhi kekebalan tubuh Anda, sehingga Anda mudah terserang penyakit. Faktanya, stres memodifikasi sekresi hormon yang berperan penting dalam fungsi sistem kekebalan tubuh.

Katekolamin dan opioid yang dilepaskan setelah stres memiliki sifat penekan kekebalan. Stres berat juga dapat menurunkan aktivitas limfosit T sitotoksik dan sel pembunuh alami.

Dampak paling buruk dari stres yang berkepanjangan adalah pertumbuhan sel ganas, ketidakstabilan genetik, dan ekspansi tumor.

3. Sistem kardiovaskular

Studi ilmiah membuktikan bahwa stres, baik akut atau kronis, dapat merusak fungsi sistem kardiovaskular. Hal ini karena stres mengaktifkan sistem saraf otonom yang secara tidak langsung memengaruhi fungsi kardiovaskular Anda.

Jika yang aktif sistem saraf simpatik, maka dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung, kontraksi otot, penyempitan pembuluh darah, dan penurunan ekskresi natrium oleh ginjal.

Jika mengarah pada stimulasi sistem limbik, dapat menyebabkan penurunan bahkan penghentian total detak jantung, kontraktilitas, impuls, vasodilatasi perifer, dan tekanan darah.

Efek yang mungkin jelas Anda rasakan adalah perubahan pada detak jantung dan tekanan darah, baik itu meningkat atau menurun.

4. Sistem pencernaan

Akibat stres terhadap sistem pencernaan dapat terjadi melalui dua mekanisme, yaitu:

  1. Memengaruhi nafsu makan.
  2. Memengaruhi fungsi normal saluran pencernaan, seperti proses penyerapan zat gizi, permeabilitas usus, sekresi lendir dan asam lambung, fungsi saluran ion, dan peradangan.

Kondisi ini bisa meningkatkan risiko penyakit inflamasi, seperti penyakit Crohn, sindrom iritasi usus, dan sejenisnya.

Stres juga dapat memengaruhi pergerakan makanan di tubuh Anda, yang berdampak pada diare atau sembelit. Anda pun mungkin mengalami gejala pencernaan, seperti mual, muntah, atau sakit perut.

5. Sistem endokrin

5-akibat-stres-yang-berkepanjangan-lingzhi-japan-mabuk
Gambar oleh Michal Jarmoluk dari Pixabay

Sebenarnya, hubungan antara stres dan sistem endokrin luas dan timbal balik. Di satu sisi, stres memiliki banyak efek kompleks terhadap sistem endokrin. Sementara di sisi lain, sistem endokrin pun memiliki banyak efek terhadap stres.

Jika Anda stres, sistem endokrin akan aktif, terutama hipotalamus, kelenjar pituitari dan adrenal, sistem adrenergik, gonad, tiroid, dan pankreas. Faktanya, respons terhadap stres tidak mungkin dapat dipisahkan dari fungsi sistem endokrin.

Ketika rasa takut Anda hilang, hipotalamus pun harus memberitahu semua sistem untuk kembali normal. Jika sistem tubuh ini gagal untuk kembali normal, atau jika stresor tidak hilang, maka respons akan berlanjut.

Dalam jangka panjang, hal ini dapat memengaruhi perilaku Anda, seperti makan berlebihan atau makan sedikit, kecanduan alkohol atau obat-obatan, dan mengisolasi diri dari pergaulan.

Kesimpulan

Inilah 5 akibat stres yang tidak boleh Anda sepelekan. Stres akut maupun kronis keduanya mampu menurunkan kualitas kesehatan Anda secara keseluruhan. Jadi, sangat penting untuk Anda mengelola stres dan menghindari stres, apalagi membiarkan stres berlarut-larut.

Cover photo by pressfoto – www.freepik.com

Categories
Gaya Hidup Kanker

Hati-Hati dengan 6 Makanan Pemicu Kanker Berikut!

Sadarkah Anda bahwa ada beberapa makanan pemicu kanker yang sering dijumpai di sekitar Anda? Yaps, makanan sehari-hari yang Anda konsumsi mungkin saja dapat meningkatkan risiko kanker.

Seperti yang Anda ketahui, kanker adalah penyakit kompleks dengan berbagai jenis dan juga penyebab potensial. Meski penyebab pastinya tidak diketahui secara pasti, ada kemungkinan bahwa makanan menjadi salah satu faktor pemicunya.

Kanker memang telah dikaitkan dengan riwayat keluarga, alias susunan genetik. Namun, faktor eksternal – faktor yang dapat dikendalikan – berdampak lebih besar. Bahkan suatu penelitian menemukan bahwa 80-90% kejadian tumor ganas berkaitan erat dengan faktor eksternal [1]. Nah, salah satu faktor eksternal ini adalah makanan yang mengandung karsinogen – zat pemicu sel kanker.

6 Makanan pemicu kanker yang harus diwaspadai

Sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa beberapa makanan berkaitan erat dengan peningkatan risiko kanker tertentu, seperti [2, 3, 4]:

1. Daging olahan

Daging yang telah melalui proses pengasapan, pengasinan, pengawetan, atau pengalengan disebut sebagai daging olahan. Ini dianggap sebagai makanan pemicu kanker karena dapat menghasilkan karsinogen selama pemrosesannya.

Dalam artikel yang terbit tahun 2018 ditemukan bahwa mengawetkan daging dengan nitrit dapat membentuk karsinogen yang disebut sebagai senyawa “N-nitroso” [5]. Studi lainnya juga menemukan bahwa konsumsi daging olahan dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal dan payudara [6, 7].

Sebagian besar daging olahan adalah daging merah, seperti:

  • Hot dog
  • Salami
  • Sosis
  • Daging babi (ham)
  • Daging kornet
  • Dendeng sapi

2. Makanan yang digoreng

Ketika makanan bertepung dimasak pada suhu tinggi (seperti digoreng atau dipanggang), akan terbentuk senyawa akrilamida. Contoh makanannya adalah gorengan kaki lima, kentang goreng, keripik kentang, dan masih banyak lagi.

Sebuah tinjauan 2018 menjelaskan bahwa akrilamida dapat bersifat karsinogenik. Meski dalam penelitian ini dilakukan pada tikus, tetapi Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) menganggapnya berpotensi karsinogenik bagi manusia [8, 9].

Ini karena senyawa akrilamida dapat merusak sel DNA dan menginduksi apoptosis atau kematian sel. Di sisi lain, tingginya konsumsi makanan yang digoreng dapat memicu diabetes tipe 2 dan obesitas [10]. Kondisi ini dapat meningkatkan stres oksidatif dan peradangan, yang pada akhirnya juga dapat meningkatkan risiko kanker.

3. Makanan yang terlalu matang

Makanan pemicu kanker selanjutnya adalah makanan yang overcooked, alias dimasak terlalu matang, karena dapat menghasilkan karsinogen. Satu studi tahun 2020 menemukan bahwa memasak daging dengan panas tinggi dapat meningkatkan risiko kanker dengan mengubah sel DNA Anda [11].

Food and Drug Administration (FDA) juga menyatakan bahwa memasak makanan bertepung terlalu lama, seperti kentang, dapat meningkatkan pembentukan akrilamida – senyawa yang dapat memicu sel kanker [12].

4. Susu

Mungkin Anda terkejut dengan makanan pemicu kanker yang satu ini. Yaps, susu adalah minuman populer di kalangan masyarakat. Sayangnya, memang ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa susu dan produk olahannya, seperti keju dan yogurt, dapat meningkatkan risiko kanker prostat.

Misalnya, sebuah studi tahun 2014 menemukan bahwa minum susu dapat meningkatkan kadar faktor pertumbuhan seperti insulin-like growth factor I (IGF-1). Hal ini berkaitan dengan peningkatan risiko kanker prostat melalui peningkatan proliferasi atau produksi sel kanker prostat [13].

5. Gula dan karbohidrat olahan

6-makanan-pemicu-kanker-yang-perlu-diketahui-lingzhi-japan-roti-panggang
Gambar oleh Frank Oschatz dari Pixabay

Apakah Anda penikmat makanan manis dan karbohidrat olahan? Hati-hati loh, karena makanan ini dapat meningkatkan risiko kanker secara tidak langsung. Makan makanan bergula dan bertepung dalam jumlah yang banyak dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan obesitas.

Menurut studi, kedua kondisi tersebut dapat meningkatkan peradangan dan stres oksidatif di tubuh Anda. Hingga akhirnya, hal ini dapat memicu jenis kanker tertentu, seperti kanker ovarium, payudara, endometrium (rahim), dan kolorektal [14, 15, 16].

Beberapa contoh makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan:

  • Minuman manis
  • Makanan yang dipanggang
  • Pasta putih
  • Roti putih
  • Nasi putih
  • Sereal manis

Untuk menekan efek negatifnya, cobalah untuk mengganti makanan ini dengan alternatif yang lebih sehat, seperti:

  • Roti gandum utuh
  • Pasta gandum utuh
  • Beras merah
  • Gandum

6. Alkohol

Makanan pemicu kanker selanjutnya adalah alkohol. Kebiasaan minum minuman beralkohol memang telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker.

Saat Anda mengonsumsi alkohol, hati Anda memecah alkohol menjadi asetaldehida, dan ini termasuk kategori senyawa karsinogenik.

Sebuah ulasan tahun 2017 menjelaskan bahwa asetaldehida dapat meningkatkan kerusakan sel DNA dan stres oksidatif. Selain itu, juga dapat mengganggu sistem kekebalan, sehingga tubuh Anda sulit untuk menargetkan sel pra-kanker dan kanker [17].

Di sisi lain, alkohol dapat meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh wanita, yang mana ini berkaitan dengan peningkatan risiko kanker payudara [18].

Saran dari Lingzhi

Inilah 6 makanan pemicu kanker yang mungkin sering Anda konsumsi sehari-hari. Makanan tersebut diduga memicu sel kanker karena mungkin mengandung karsinogen atau senyawa yang memicu pertumbuhan sel kanker.

Jadi, penting untuk membatasi konsumsi makanan tersebut dan fokus menjalani pola hidup sehat, termasuk perbanyak konsumsi makanan yang dapat menurunkan risiko kanker, berolahraga secara teratur, dan mengelola stres dengan baik.

Cover photo by kroshka__nastya – www.freepik.com

Categories
Gaya Hidup Kanker

Jangan Sepelekan! Ini Bahaya Menghirup Asap Rokok bagi Kesehatan

Semua asap yang dihasilkan dari pembakaran produk nikotin mengandung bahan kimia berbahaya – meskipun Anda hanya menghirup asap rokok orang lain.

Bahkan, Cleveland Clinic menyatakan bahwa menghirup asap rokok orang lain yang tidak di-filter lebih berbahaya daripada asap yang dihasilkan oleh perokok itu sendiri [1].

Bahaya menghirup asap rokok terhadap kesehatan

Efek paparan asap rokok tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Berikut dijelaskan lebih rinci bahaya menghirup asap rokok pada orang dewasa, bayi, dan anak-anak [2, 3, 4].

Efek menghirup asap rokok pada orang dewasa

Banyak alasan Anda bisa terpapar oleh asap rokok setiap harinya. Anda mungkin bekerja dengan orang lain yang merupakan seorang perokok aktif, atau mungkin Anda terpapar selama melaksanakan kegiatan sosial atau rekreasi. Tinggal bersama anggota keluarga Anda yang merokok juga dapat meningkatkan paparan terhadap asap rokok.

Dampak menghirup asap rokok pada orang dewasa dapat menyebabkan:

1. Penyakit kardiovaskular

Seorang perokok pasif dapat berisiko 25-30 persen lebih tinggi terkena penyakit jantung dan stroke. Selain itu, paparan asap rokok juga dapat memperburuk masalah hipertensi atau tekanan darah tinggi yang sudah dimiliki sebelumnya.

Menurut American Cancer Society, memburuknya kondisi pembuluh dan tekanan darah dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Inilah mengapa menghirup asap rokok orang lain dapat meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung dan stroke [4].

2. Penyakit pernapasan

Orang dewasa dapat mengembangkan masalah pernapasan, terutama asma. Jika Anda sering terpapar dengan asap rokok sedangkan Anda menderita asma, hal ini dapat memperburuk gejala Anda [5].

3. Kanker paru-paru

Perokok pasif juga dapat mengakibatkan kanker paru-paru karena secara tidak langsung menghisap produk tembakau. Bahkan, risiko ini dapat terjadi pada orang yang tidak pernah merokok (aktif) sekalipun.

Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), tinggal atau bekerja dengan seorang perokok dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru Anda sekitar 20-30 persen [2].

Sebuah studi dalam jurnal Annual Review of Public Health menyatakan bahwa sebanyak 5000 orang bukan perokok diperkirakan meninggal setiap tahun akibat kanker paru-paru karena sering terpapar asap rokok [6].

4. Kanker lainnya

Selain kanker paru-paru, menghirup asap rokok orang juga dapat meningkatkan risiko kanker lainnya, seperti:

  • Kanker payudara
  • Laring (kotak suara)
  • Nasofaring (bagian tenggorokan di belakang hidung)
  • Sinus hidung
  • Leukemia
  • Limfoma
  • Tumor otak

Dampaknya pada bayi dan anak-anak

dampak-paparan-asap-rokok-bagi-anak-anak
Gambar oleh civilhetes dari Pixabay

Meski orang dewasa dapat mengalami efek buruk dari paparan asap rokok, anak-anak justru lebih rentan terhadapnya. Hal ini disebabkan tubuh dan organ mereka masih dalam tahap perkembangan.

Adapun konsekuensi kesehatan dari perokok pasif pada bayi dan anak-anak adalah:

  • Mengganggu perkembangan dan kesehatan paru-paru.
  • Infeksi saluran pernafasan, terutama pneumonia dan bronkitis.
  • Infeksi telinga, umumnya di telinga bagian tengah dan dalam.
  • Memburuknya gejala asma, seperti batuk dan mengi.
  • Mengalami gejala pilek atau asma secara konstan, termasuk batuk, mengi, sesak napas, serta bersin dan pilek.
  • Tumor otak yang mungkin juga berkembang di kemudian hari.
  • Bayi berisiko tinggi mengalami sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).
  • Ibu hamil yang sering terpapar asap rokok orang lain juga dapat melahirkan anak dengan berat badan lahir rendah (BBLR).

World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa sekitar 65.000 kematian telah dilaporkan pada anak-anak terkait dengan perokok pasif [7].

Jadi, sangat penting bagi setiap orang tua menjauhkan anak-anaknya dari paparan asap rokok. Upayakan juga untuk menghilangkan kebiasaan merokok bila Anda adalah seorang perokok aktif.

Anda juga sebaiknya menghindari kawasan merokok, menjaga jarak dengan orang yang merokok, atau menggunakan masker bila terpaksa berada di sekitar orang merokok untuk meminimalisir paparan dan mencegah bahaya dari menghirup asap rokok semaksimal mungkin.

Gambar cover oleh Free-Photos dari Pixabay

Categories
Imunitas Kanker

7 Upaya Pencegahan Kanker Melalui Pola Hidup Sehat, Sudahkah Anda Terapkan?

Cegah kanker sedari dini adalah salah satu hal penting yang harus Anda lakukan. Anda mungkin sudah banyak mendengar atau membaca berita tentang upaya pencegahan kanker. Terkadang, tips pencegahan kanker tertentu yang direkomendasikan dalam satu penelitian bisa tidak disarankan dalam penelitian lain. Namun, satu hal yang sudah diterima dengan baik adalah peluang Anda terkena kanker sangat dipengaruhi oleh pola hidup yang Anda buat. Apa saja pola hidup sehat untuk bisa mengurangi risiko dan mencegah kanker?

7 Upaya pencegahan kanker melalui pola hidup sehat

Kanker tidak memandang usia dan jenis kelamin. Kanker bisa terjadi kepada siapa saja, baik itu anak-anak, remaja, dewasa, maupun lansia. Jika Anda memang bersungguh-sungguh ingin mencegah kanker sejak dini, maka Anda harus melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat [1]. Jika Anda memiliki riwayat keluarga yang kanker, maka hal ini dapat menekan risiko atau peluang Anda untuk terkena kanker juga.

1. Stop merokok

Photo by rawpixel.com – www.freepik.com

Again, Anda mendengar hal ini lagi di sini. Benar adanya bahwa semua jenis tembakau, termasuk rokok, dapat meningkatkan risiko Anda terserang kanker, termasuk kanker paru-paru, laring, tenggorokan, mulut, pankreas, ginjal, kandung kemih, dan serviks (leher rahim). Ini karena banyak sekali bahan kimia dalam tembakau yang dapat memicu kanker dengan merusak sel DNA, misalnya Benzo[a]pyrene dan N-Nitrosodimethylamin [2].

Hal yang perlu diingat juga adalah meskipun Anda bukan perokok aktif, “menghirup” asap rokok dari orang lain juga dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru. Jadi, upayakanlah sebisa mungkin untuk berhenti menggunakannya. Anda juga bisa meminta bantuan dokter untuk membantu Anda berjuang berhenti merokok.

2. Konsumsi makanan yang sehat

Mulailah dari sekarang untuk mempertimbangkan pedoman makan sehat seperti berikut ini:

  • Makan banyak buah, sayur, dan makanan sumber nabati, seperti biji-bijian dan kacang-kacangan. Contohnya diet Mediterania yang sangat concern dengan pola makan seperti ini. Orang yang mengikuti diet ini juga lebih memilih lemak sehat, seperti mentega, minyak zaitun, dan ikan, daripada daging merah. Alhasil, penganutnya cenderung berisiko rendah terkena penyakit, termasuk kanker.
  • Pertahankan berat badan yang sehat dengan makan secukupnya, tidak berlebihan dan tidak kekurangan.
  • Jika Anda memang harus minum alkohol, tetap kontrol porsinya. Minumlah hanya dalam jumlah sedang, sebab risiko kanker akan meningkat seiring dengan jumlah dan lamanya Anda minum alkohol.
  • Batasi makan daging olahan,seperti salami, pepperoni, sosis, bacon, daging yang diawetkan seperti ikan asin, dan lainnya. Sudah banyak penelitian yang menyebutkan bahwa makan daging olahan dalam jumlah besar sedikit demi sedikit dapat meningkatkan risiko kanker. Hal ini karena daging olahan mengandung salah satu senyawa karsinogen (pemicu kanker) potensial yang telah diidentifikasi, yaitu N-nitrosodimethylamine [2].

3. Pertahankan berat badan sehat dan aktif secara fisik

upaya-pencegahan-kanker-dengan-mempertahankan-berat-badan-sehat
Photo by Racool_studio – www.freepik.com

Upaya pencegahan kanker selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah menjaga berat badan yang sehat. Tentunya, dengan menjaga pola makan yang sehat dan juga rajin berolahraga. Menurut Mayo Clinic, orang dewasa yang rajin melakukan aktivitas fisik dalam jumlah berapa pun dapat memperoleh banyak manfaat kesehatan.

Cobalah lakukan aktivitas fisik dalam rutinitas harian Anda setidaknya 30 menit, lebih banyak akan lebih baik. Agar manfaat yang Anda peroleh lebih optimal, disarankan melakukan olahraga dengan intensitas sedang setidaknya 150 menit dalam seminggu atau olahraga dengan intensitas tinggi sekitar 75 menit seminggu. Jika dikombinasikan keduanya juga tidak masalah, sama-sama menyehatkan.

4. Lindungi diri dari paparan sinar ultraviolet (UV)

Sinar UV, baik itu dari matahari atau tanning bed, telah dianggap sebagai karsinogen yang dapat memicu kanker, salah satu yang paling umum adalah kanker kulit. Hal ini karena sinar tersebut dapat terserap oleh kulit, sehingga merusak sel-sel kulit. Terjadinya polusi dan perubahan iklim dapat membuat paparan sinar UV menjadi lebih kuat [3].

Untuk mencegah bahaya dari paparan sinar UV, cobalah melakukan beberapa tips berikut:

  • Jauhi sinar matahari di siang bolong, yaitu di antara jam 10 pagi dan 4 sore, karena sinar matahari sedang terik dan kuat.
  • Upayakan sebisa mungkin berada di tempat yang teduh, terutama ketika Anda sedang beraktivitas di luar ruangan. Anda bisa juga memakai kacamata hitam atau topi bertepi lebar untuk membantu mengurangi paparan sinar matahari.
  • Sebisa mungkin, kenakan pakaian longgar yang dapat menutupi bagian tubuh Anda yang terbuka.
  • Pastikan Anda selalu memakai tabir surya dengan SPF minimal 30, bahkan saat Anda tidak keluar rumah atau hari sedang mendung. Jangan ragu mengoleskannya dengan banyak dan aplikasikan kembali setiap dua jam atau lebih sering sesuai dengan tingkat aktivitas Anda di luar ruangan.
  • Hindari tanning bed dan sunlamps, karena sinar UV yang dihasilkannya sama merusaknya dengan sinar UV dari matahari.

5. Dapatkan vaksinasi

Pencegahan kanker juga termasuk dengan melindungi diri Anda dari infeksi virus. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter terkait hal ini, terutama dari penyakit:

  • Hepatitis B, karena bisa meningkatkan risiko kanker hati. Vaksin hepatitis B direkomendasikan untuk orang dewasa tertentu dengan risiko tinggi, seperti aktif secara seksual dan bukan monogami, menderita infeksi menular seksual, menggunakan obat-obatan intravena, guy, dan petugas keamanan publik yang mungkin terpajan darah atau cairan tubuh orang yang terinfeksi.
  • Human papillomavirus (HPV), yaitu virus penyebab kanker serviks dan genital lainnya, serta kanker sel skuamosa di kepala dan leher. Vaksin HPV direkomendasikan untuk anak perempuan dan anak laki-laki usia 11 dan 12 tahun.

6. Hindari perilaku “berisiko”

Photo by freepik – www.freepik.com

Cara mencegah kanker lainnya yang juga efektif adalah menghindari perilaku berisiko, yang dapat menyebabkan infeksi hingga akhirnya meningkatkan risiko kanker. Contohnya, melakukan seks secara aman. Bagaimana caranya? Dengan membatasi jumlah pasangan seksual Anda dan menggunakan kondom saat berhubungan seks.

Semakin banyak pasangan seksual Anda, semakin besar kemungkinan Anda tertular penyakit infeksi menular seksual, seperti HIV atau HPV. Jika Anda mengidap HIV atau AIDS, maka Anda berisiko lebih tinggi untuk terkena kanker tenggorokan, paru-paru, hati, serviks, vulva, penis, atau anus.

Selain itu, berbagi jarum suntik dengan orang yang menggunakan obat intravena juga dapat menyebabkan HIV, hepatitis B, dan hepatitis C. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kanker hati. Oleh sebab itu, Anda harus menghindari perilaku berisiko yang seperti ini.

7. Menjalani perawatan medis secara teratur

Deteksi dini kanker dengan melakukan pemeriksaan mandiri maupun ke dokter dapat meningkatkan peluang Anda untuk menemukan kanker lebih awal. Alhasil, pengobatan kanker dari awal dapat dilakukan dan peluang untuk memperbaikinya juga lebih besar. Diskusikan dengan dokter Anda tentang jadwal skrining kanker terbaik dan bila terdeteksi, lakukan perawatan secara rutin sesuai dengan instruksi dari dokter Anda.

Nissan Reishi, satu langkah lebih maju untuk cegah kanker sejak dini

nissan-reishi-untuk-cegah-kanker

Selain 7 pola hidup sehat di atas, Anda juga dapat meningkatkan kualitas kesehatan dengan mengonsumsi Nissan Reishi sebagai suplemen nutrisi penunjang kesehatan Anda setiap hari. Menambahkan asupan ini ke dalam diet sehat Anda tampaknya sudah menempatkan Anda satu langkah lebih maju dibandingkan yang lain dalam menerapkan upaya pencegahan kanker.

Hal ini karena jamur Reishi berpotensi sebagai:

  • Anti-tumor dan anti-kanker [4, 5].
  • Meningkatkan kekebalan tubuh, sehingga tubuh kuat melawan sel-sel tumor [6].

Tak hanya itu, ekstrak jamur Reishi juga telah diteliti oleh para ahli sebagai terapi pendamping dalam pengobatan kanker, karena:

  • Memiliki efek sitotoksik dan karsinostatik yang dapat menghambat atau menekan pertumbuhan sel tumor dan kanker [7].
  • Memiliki efek chemopreventive (mencegah dan menghambat pertumbuhan sel kanker) dan tumoridical (membunuh sel-sel tumor) [8].

Luar biasa manfaat jamur Reishi (Lingzhi) ini dalam upaya pencegahan kanker maupun menunjang pengobatannya. Jika Anda tertarik untuk meningkatkan kualitas kesehatan hidup Anda dengan Nissan Reishi, silahkan hubungi contact person yang ada di sini, ya!

Photo by jcomp – www.freepik.com