Categories
Gaya Hidup Kanker

Jangan Sepelekan! Ini Bahaya Menghirup Asap Rokok bagi Kesehatan

Semua asap yang dihasilkan dari pembakaran produk nikotin mengandung bahan kimia berbahaya – meskipun Anda hanya menghirup asap rokok orang lain.

Bahkan, Cleveland Clinic menyatakan bahwa menghirup asap rokok orang lain yang tidak di-filter lebih berbahaya daripada asap yang dihasilkan oleh perokok itu sendiri [1].

Bahaya menghirup asap rokok terhadap kesehatan

Efek paparan asap rokok tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Berikut dijelaskan lebih rinci bahaya menghirup asap rokok pada orang dewasa, bayi, dan anak-anak [2, 3, 4].

Efek menghirup asap rokok pada orang dewasa

Banyak alasan Anda bisa terpapar oleh asap rokok setiap harinya. Anda mungkin bekerja dengan orang lain yang merupakan seorang perokok aktif, atau mungkin Anda terpapar selama melaksanakan kegiatan sosial atau rekreasi. Tinggal bersama anggota keluarga Anda yang merokok juga dapat meningkatkan paparan terhadap asap rokok.

Dampak menghirup asap rokok pada orang dewasa dapat menyebabkan:

1. Penyakit kardiovaskular

Seorang perokok pasif dapat berisiko 25-30 persen lebih tinggi terkena penyakit jantung dan stroke. Selain itu, paparan asap rokok juga dapat memperburuk masalah hipertensi atau tekanan darah tinggi yang sudah dimiliki sebelumnya.

Menurut American Cancer Society, memburuknya kondisi pembuluh dan tekanan darah dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Inilah mengapa menghirup asap rokok orang lain dapat meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung dan stroke [4].

2. Penyakit pernapasan

Orang dewasa dapat mengembangkan masalah pernapasan, terutama asma. Jika Anda sering terpapar dengan asap rokok sedangkan Anda menderita asma, hal ini dapat memperburuk gejala Anda [5].

3. Kanker paru-paru

Perokok pasif juga dapat mengakibatkan kanker paru-paru karena secara tidak langsung menghisap produk tembakau. Bahkan, risiko ini dapat terjadi pada orang yang tidak pernah merokok (aktif) sekalipun.

Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), tinggal atau bekerja dengan seorang perokok dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru Anda sekitar 20-30 persen [2].

Sebuah studi dalam jurnal Annual Review of Public Health menyatakan bahwa sebanyak 5000 orang bukan perokok diperkirakan meninggal setiap tahun akibat kanker paru-paru karena sering terpapar asap rokok [6].

4. Kanker lainnya

Selain kanker paru-paru, menghirup asap rokok orang juga dapat meningkatkan risiko kanker lainnya, seperti:

  • Kanker payudara
  • Laring (kotak suara)
  • Nasofaring (bagian tenggorokan di belakang hidung)
  • Sinus hidung
  • Leukemia
  • Limfoma
  • Tumor otak

Dampaknya pada bayi dan anak-anak

dampak-paparan-asap-rokok-bagi-anak-anak
Gambar oleh civilhetes dari Pixabay

Meski orang dewasa dapat mengalami efek buruk dari paparan asap rokok, anak-anak justru lebih rentan terhadapnya. Hal ini disebabkan tubuh dan organ mereka masih dalam tahap perkembangan.

Adapun konsekuensi kesehatan dari perokok pasif pada bayi dan anak-anak adalah:

  • Mengganggu perkembangan dan kesehatan paru-paru.
  • Infeksi saluran pernafasan, terutama pneumonia dan bronkitis.
  • Infeksi telinga, umumnya di telinga bagian tengah dan dalam.
  • Memburuknya gejala asma, seperti batuk dan mengi.
  • Mengalami gejala pilek atau asma secara konstan, termasuk batuk, mengi, sesak napas, serta bersin dan pilek.
  • Tumor otak yang mungkin juga berkembang di kemudian hari.
  • Bayi berisiko tinggi mengalami sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).
  • Ibu hamil yang sering terpapar asap rokok orang lain juga dapat melahirkan anak dengan berat badan lahir rendah (BBLR).

World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa sekitar 65.000 kematian telah dilaporkan pada anak-anak terkait dengan perokok pasif [7].

Jadi, sangat penting bagi setiap orang tua menjauhkan anak-anaknya dari paparan asap rokok. Upayakan juga untuk menghilangkan kebiasaan merokok bila Anda adalah seorang perokok aktif.

Anda juga sebaiknya menghindari kawasan merokok, menjaga jarak dengan orang yang merokok, atau menggunakan masker bila terpaksa berada di sekitar orang merokok untuk meminimalisir paparan dan mencegah bahaya dari menghirup asap rokok semaksimal mungkin.

Gambar cover oleh Free-Photos dari Pixabay