Categories
Gaya Hidup Imunitas Kanker Lemak Berlebih

Ini Bedanya Probiotik dan Prebioktik, Jangan Keliru!

Probiotik dan prebiotik tampaknya telah menjadi topik kesehatan yang ramai diperbincangkan saat ini. Sama halnya dengan zat gizi makro maupun mikro dalam makanan, kehadiran probiotik dan prebiotik juga sangat berarti untuk kesehatan Anda.

Probiotik adalah bakteri yang menguntungkan untuk kesehatan, sedangkan prebiotik adalah makanan untuk si bakteri tersebut. Untuk lebih jelasnya, yuk, simak terus artikel berikut!

Apa itu probiotik?

Probiotik adalah organisme hidup – biasanya jenis bakteri tertentu – yang ada di dalam makanan atau suplemen tertentu. Probiotik menawarkan banyak manfaat untuk kesehatan, karena secara langsung menambah populasi mikroba sehat di usus Anda.

Manfaat probiotik

Kehadiran bakteri baik di saluran pencernaan Anda dapat membantu melindungi Anda dari serangan bakteri dan jamur berbahaya.

Hal ini dibuktikan oleh sebuah studi tahun 2013 yang mengungkapkan bahwa berbagai jenis bakteri baik di usus dapat membantu fungsi sistem kekebalan tubuh, memperbaiki gejala depresi, membantu mengatasi obesitas, dan beragam manfaat lainnya [1].

Beberapa bakteri baik di usus Anda juga membentuk vitamin K dan asam lemak rantai pendek. Ini merupakan sumber zat gizi utama bagi sel-sel yang melapisi usus besar Anda [1].

Probiotik dapat membuat penghalang usus yang kuat, sehingga membantu Anda terhindar dari zat berbahaya, virus, dan bakteri. Probiotik juga membantu mengurangi peradangan dalam tubuh dan risiko kanker kolon [2].

Ini hanyalah beberapa cara utama bakteri baik di usus berinteraksi dengan sistem tubuh Anda. Masih banyak lagi cara tidak langsung bakteri di usus memengaruhi tubuh dan kesehatan Anda secara keseluruhan [3].

Ragam makanan yang mengandung probiotik

Yogurt adalah makanan yang terkenal dengan kandungan probiotiknya. Ada juga beberapa makanan fermentasi lainnya yang kaya dengan probiotik, seperti:

  • Teh kombucha.
  • Kefir (susu dan non-dairy).
  • Kimchi.
  • Sayuran acar yang tidak dipasteurisasi.

Perlu diingat bahwa jika Anda makan makanan fermentasi untuk mengambil manfaat probiotiknya, maka pastikan makanan tersebut tidak dipasteurisasi. Ini karena proses tersebut dapat membunuh bakteri.

Beberapa dari makanan tersebut juga dapat dianggap sebagai sinbiotik, karena mengandung bakteri menguntungkan sekaligus sumber serat prebiotik untuk dimakan oleh bakteri. Misalnya, keju, kefir, dan asinan kubis [4].

Apa itu prebiotik?

Tidak hanya probiotik saja yang bermanfaat untuk kesehatan, ada prebiotik juga yang tidak kalah hebat untuk mendukung kesehatan Anda secara optimal.

Prebiotik adalah zat yang berasal dari jenis karbohidrat (sebagian besar serat) yang tidak dapat dicerna oleh manusia. Alhasil, bakteri baik di usus Anda yang memakan serat ini.

Prebiotik bertindak seperti pupuk yang merangsang pertumbuhan bakteri baik di usus untuk mendukung pencernaan yang sehat dan kekebalan tubuh yang kuat.

Salah satu hal yang dilakukan oleh bakteri baik di usus Anda terhadap serat prebiotik adalah mengubahnya menjadi asam lemak rantai pendek, atau disebut sebagai butirat.

Sebuah studi menemukan bahwa produksi butirat di usus besar tidak dapat dipertahankan tanpa adanya asupan serat prebiotik yang memadai [5].

Ragam makanan yang mengandung prebiotik

Umumnya, prebiotik banyak ditemukan dalam buah dan sayuran, terutama yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti serat dan pati resisten.

Karbohidrat ini tidak dapat dicerna oleh tubuh, sehingga hanya melewati sistem pencernaan sebagai makanan bagi bakteri dan mikroba lainnya di usus Anda.

Berikut makanan yang kaya akan serat prebiotik:

  • Buncis.
  • Kacang polong.
  • Gandum.
  • Pisang.
  • Buah beri-berian.
  • Asparagus.
  • Bawang putih.
  • Daun bawang.
  • Bawang merah.
  • Jamur Reishi/Lingzhi.

Mengenal prebioktik dari jamur Lingzhi

Belum lama ini, jamur Lingzhi ditemukan dapat berperan sebagai agen prebiotik di usus Anda.

Hal ini merujuk pada hasil temuan Chang dan timnya pada tahun 2015 yang meneliti peranan jamur Lingzhi (Ganoderma lucidum) dalam mengurangi obesitas [6].

Dalam hasil penelitian tersebut, Chan dan tim menemukan bahwa jamur Lingzhi dapat mengurangi berat badan, peradangan, dan memperbaiki resistensi insulin dengan cara mengembalikan keseimbangan mikrobiota di usus, membuat penghalang usus yang kuat, dan mengurangi endotoksemia metabolik.

Meskipun hasil penelitian ini masih terbatas pada hewan dan masih perlu banyak penelitian lagi untuk memperkuat kesimpulannya, tetapi layak untuk dipertimbangkan.

Ini karena Chang dan timnya berhasil mendukung konsep prebiotik pada jamur Lingzhi, terutama dalam mengatasi obesitas dan gangguan metabolisme terkait.

Kesimpulan

Inilah perbedaan probiotik dan prebiotik yang harus Anda ketahui. Selain probiotik, penting juga mengonsumsi makanan kaya prebiotik, yang secara tidak langsung turut mendukung fungsi sistem tubuh Anda secara menyeluruh.

Sudahkah Anda mengonsumsi makanan kaya probiotik dan prebiotik hari ini?

Gambar cover oleh Alicia Harper dari Pixabay

Categories
Diabetes Hati Imunitas Kardiovaskuler Kelelahan

Dikenal Banyak Khasiatnya, Amankah Jamur Lingzhi Dikonsumsi?

Lingzhi atau Reishi adalah sejenis jamur obat tradisional yang telah dikenal karena khasiatnya yang besar untuk kesehatan. Bahkan, masyarakat Tiongkok menyebutnya sebagai “jamur keajaiban” atau “magical mushroom“. Namun, apakah jamur ini aman dikonsumsi? Let’s check it out!

Kandungan gizi jamur Lingzhi

Sebuah studi review tahun 1999 mengungkapkan bahwa sebagian besar kandungan jamur adalah air – hampir 90 persen – sisanya karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral [1].

Lalu, dalam jurnal Food Research International menyebutkan bahwa jumlah zat gizi makro dari jamur Lingzhi (Ganoderma lucidum) adalah karbohidrat (26-28 persen), lemak (3-5 persen), dan protein (7-8 persen) [2].

Menariknya, banyak manfaat dari jamur Lingzhi telah dikaitkan dengan kandungan senyawa bioaktifnya, di antaranya [3, 4]:

  • Polisakarida
  • Terpenoid
  • Steroid
  • Fenol
  • Nukleotida dan turunannya
  • Glikoprotein

Manfaat jamur Lingzhi untuk kesehatan

Dahulu, kemujaraban jamur Lingzhi dikenal melalui bukti anekdot, adat istiadat, dan penggunaannya secara tradisional [5]. Seiring waktu, penelitian ilmiah pun sudah banyak dilakukan – meski sebagian besar terbatas pada tabung reaksi atau uji coba hewan atau manusia dalam skala kecil.

Dengan komponen aktif yang ada di dalamnya, Ganoderma lucidum diyakini mampu mengatasi kelelahan, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, serta peradangan dengan memperkuat sistem kekebalan tubuh [6].

Tidak hanya itu, jamur ini juga dapat membantu mengontrol gula darah, masalah hati, masalah imun, kanker, dan sebagai antibiotik [7]. Baru-baru ini, studi menemukan manfaat Reishi sebagai agen prebiotik yang layak untuk dipertimbangkan [8].

Apakah ada efek sampingnya?

Konsumsi jamur Lingzhi umumnya dapat ditoleransi dengan baik dengan sedikit efek samping yang signifikan. Namun, Reishi juga mengandung zat yang dapat bertindak seperti pengencer darah, berpotensi memicu tinja berdarah, mimisan, dan mudah memar [9].

Oleh sebab itu, konsumsi jamur ini tidak disarankan jika Anda dalam kondisi [9, 10]:

  • Mengonsumsi antikoagulan seperti warfarin
  • Dijadwalkan akan menjalani operasi
  • Mengonsumsi obat antihipertensi
  • Hamil
  • Menyusui
  • Anak-anak

Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan Anda terlebih dahulu sebelum mengonsumsi suplemen Reishi dalam bentuk apapun. Hal ini untuk memastikan tidak ada efek samping berbahaya yang terjadi setelah mengonsumsinya.

Dosis aman konsumsi jamur Lingzhi

Pada dasarnya, tidak ada pedoman yang mengatur penggunaan Reishi secara tepat. Meski begitu, dalam jurnal Cochrane Database of Systematic Reviews, kebanyakan suplemen jamur Lingzhi/Reishi tersedia dalam bentuk kapsul dan dianggap aman bila dikonsumsi dalam rentang 1,5 – 9 g ekstrak kering per hari [11].

Perlu diketahui bahwa proses penanaman jamur Lingzhi membutuhkan lingkungan yang steril dan rentan terhadap kontaminasi udara. Terlebih lagi, obat herbal tidak harus menjalani pengujian ketat seperti halnya obat farmasi, sehingga tidak menutup kemungkinan beberapa produk “Reishi” mungkin tidak mengandung Ganoderma lucidum sama sekali atau dicampur dengan berbagai bahan tidak aktif [10].

Jadi, pastikan Anda selalu memilih produk jamur Lingzhi yang bersertifikat organik dan keamanannya diakui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), guna mengurangi risiko paparan pestisida dan racun lainnya,serta memastikan kualitas dan keamanan produk, terutama dalam menggunakan pengobatan herbal impor.

Nissan Reishi, suplemen kesehatan yang bersertifikasi

suplemen-nutrisi-nissan-reishi

Dari sekian banyak produk Reishi yang ada di pasaran, Nissan Reishi adalah satu-satunya yang dikembangkan langsung oleh perusahaan Nissan Chemical, salah satu perusahaan tertua di Jepang yang sudah berusia 138 tahun.

Produsen memberikan upaya terbaiknya dalam memformulasikan Lingzhi ke dalam sajian tablet. Hingga diperoleh dalam 1 tablet Nissan Reishi setara dengan 12 kapsul bubuk jamur Lingzhi biasa. Ini menunjukkan potensi manfaatnya 12 kali lipat lebih besar dari produk Lingzhi biasa.

Hal yang lebih menakjubkan lagi, Nissan Reishi dijamin kualitas dan keamanan bahan bakunya oleh Nippon Reishi Association (asosiasi Reishi terbesar di Jepang) dan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Jadi, Anda tidak perlu ragu lagi dengan khasiat, kualitas, dan keamanan dari Nissan Reishi.

Yuk, langsung klik di sini untuk mendapatkan informasi Nissan Reishi lebih lanjut!

Categories
Aging Gaya Hidup

Menjadi Lansia Sehat dan Bahagia? Ini Rahasianya!

Menjadi tua membuat Anda mengalami perubahan di semua aspek kehidupan, mulai dari fisik, mental, sosial, emosional, seksual, dan masih banyak lagi. Ada yang mungkin bersifat positif bagi Anda, ada pula yang tidak. Inilah tantangannya bagi Anda para lansia, yaitu memaksimalkan bagian “positif” dari bertambahnya usia sembari mengambil langkah proaktif untuk menjaga kesehatan Anda dan meminimalkan aspek “negatif”.

Berbagai perubahan yang dialami lansia

Berbagai perubahan yang mungkin dapat terjadi pada lansia di antaranya:

1. Tulang

Seiring bertambahnya usia, tulang Anda menjadi lebih tipis dan rapuh, karena kehilangan massa atau kepadatannya yang dapat menyebabkan osteoporosis [1]. Ini juga yang menyebabkan Anda menjadi bungkuk dan tinggi badan berkurang.

Umumnya, tanda pertama dari osteoporosis adalah patah tulang. Jadi, sangat penting untuk berbicara dengan dokter tindakan apa yang dapat mencegah kondisi ini.

2. Jantung

Jantung adalah salah satu organ vital tubuh yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Namun, seiring bertambahnya usia, jantung Anda dapat mengalami berbagai masalah, seperti pembuluh darah arteri menjadi lebih kaku (arteriosklerosis), penumpukan timbunan lemak di dinding arteri (aterosklerosis), atau penumpukan plak di arteri (penyakit arteri koroner). Semuanya adalah faktor risiko utama dari serangan jantung.

3. Otak

Hampir semua lansia menjadi sering pikun, menurunnya kemampuan untuk memproses informasi baru, atau lambat dalam melakukan banyak tugas. Kondisi ini bisa saja merupakan tahap awal demensia [2]. Oleh sebab itu, Anda harus memastikannya ke dokter dan melakukan pengobatan untuk melindungi kesehatan otak Anda.

4. Sistem pencernaan

Seiring bertambahnya usia, saluran pencernaan Anda akan melambat dan tidak berkontraksi sesering ketika Anda masih muda. Hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan sembelit, sakit perut, dan mual. Mayo Clinic merekomendasikan lansia untuk mengonsumsi makanan kaya serat, minum banyak cairan, sebisa mungkin tetap aktif, dan menghindari stres [3].

5. Indra

Orang lansia mungkin mendapati indra pendengaran, penglihatan, perasa, penciuman, dan sentuhannya tidak setajam dulu [4]. Perubahan pada struktur telinga dapat menyebabkan gangguan pendengaran dan juga memengaruhi keseimbangan.

Begitu pula dengan indra penciuman yang semakin melemah seiring bertambahnya usia, karena menurunnya produksi lendir dan hilangnya ujung saraf di hidung. Anda pun mungkin membutuhkan kacamata untuk dapat melihat dengan jelas.

6. Gigi dan gusi

Enamel dapat terkikis selama bertahun-tahun, sehingga membuat Anda rentan terhadap gigi berlubang. Menurut American Dental Association (ADA), saraf di gigi bisa mengecil seiring bertambahnya usia dan menyebabkan gigi kurang sensitif terhadap rasa sakit dan berpotensi “menunda” diagnosis gigi berlubang atau retak di permukaan luar gigi [5]. Inilah mengapa kesehatan gigi dan gusi lansia menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan.

7. Kulit

Kulit akan kehilangan keelastisitasannya seiring bertambahnya usia, yang ditunjukkan dengan kulit kendur dan keriput. Sayangnya, kondisi ini bisa terjadi bahkan sebelum Anda menjadi lansia, karena tidak merawat kesehatan kulit sedari dini.

Tabir surya dan pelembab adalah dua produk anti penuaan terpenting yang harus digunakan [6]. Selain itu, mengenakan topi dengan pinggiran lebar dan kacamata hitam juga membantu melindungi kulit kepala dan wajah Anda dari bahaya sinar UV matahari.

8. Seksual

Setelah menopause, perempuan akan mengalami banyak perubahan fisik, termasuk berkurangnya lubrikasi vagina. Perubahan ini juga dapat menurunkan gairah seks Anda [7].

Sementara pada pria, usia lanjut sering kali disertai dengan disfungsi ereksi, meskipun American Sexual Health Association menyatakan bahwa ini bukan bagian normal dari penuaan dan bisa saja menunjukkan masalah medis atau efek samping dari pengobatan tertentu [8].

Tips untuk para lansia sehat dan bahagia

Meskipun penuaan adalah proses alami bagi setiap manusia, perubahan-perubahan yang terjadi tidak harus memperlambat fungsi dan menurunkan kesehatan Anda. Terlebih lagi, ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bahagia di masa tua, yaitu [9]:

  1. Tetap aktif secara fisik, seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, yoga, dan lainnya.
  2. Konsumsi makanan sehat, seperti daging tanpa lemak, buah-buahan, serta sayuran yang kaya antioksidan untuk melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
  3. Batasi makan makanan tingi gula dan lemak, serta minuman beralkohol, karena memicu peradangan dan menurunkan sistem kekebalan tubuh.
  4. Sering-sering mencuci tangan dengan sabun dan air bersih setidaknya selama 20 detik.
  5. Kelola stres dengan baik, seperti dengan berolahraga, cukup tidur, menetapkan ekspektasi yang masuk akal untuk diri sendiri, dan melakukan aktivitas yang menenangkan dan menyenangkan.
  6. Istirahat yang cukup.
  7. Mendapatkan vaksinasi tahunan sesuai dengan saran dokter, seperti vaksin flu dosis tinggi.
  8. Melakukan medical check-up secara rutin.
  9. Bila perlu, konsumsi suplemen kesehatan sebagai nutrisi tambahan untuk membantu mendukung sistem kekebalan dan penuaan yang sehat, seperti kalsium, vitamin D, vitamin B6, vitamin B12, atau ekstrak jamur Reishi.

Reishi, si jamur ajaib bantu penuaan menjadi lebih sehat

suplemen-nutrisi-nissan-reishi

Konsumsi suplemen seperti yang diinstruksikan oleh ahli kesehatan Anda dapat mendukung proses penuaan yang lebih sehat. Suplemen Nissan Reishi salah satunya.

Nissan Reishi adalah suplemen kesehatan yang terbuat dari ekstrak jamur Reishi (Ganoderma lucidum). Ini adalah jamur busuk putih yang telah dikenal sebagai tonik tradisional Tiongkok untuk meningkatkan kesehatan dan umur panjang.

Berbagai ekstrak Ganoderma lucidum telah terbukti memiliki sifat anti-penuaan, terutama melalui anti-oksidasi, imunomodulasi, dan anti-neurodegenerasi [10].

Hasil temuan lainnya juga menunjukkan bahwa G. lucidum secara efektif mengurangi stres oksidatif dan berkontribusi pada umur panjang. Ini karena jamur Reishi mampu mengatur proses biofisiologis melalui beberapa jalur pensinyalan di dalam tubuh [11].

Nissan Reishi bisa menjadi solusi yang tepat bagi lansia yang ingin sehat dan bahagia. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen kesehatan dalam bentuk apapun.

Info lebih lanjut tentang Nissan Reishi bisa Anda akses di sini.

Cover photo by pressfoto – www.freepik.com

Categories
Diabetes Gaya Hidup

Apa Saja Sih Makanan Penurun Gula Darah yang Cocok untuk Diabetesi?

Menderita diabetes membuat tubuh Anda tidak menghasilkan hormon insulin yang cukup (diabetes melitus tipe 1) atau tidak mampu menggunakan insulin dengan benar (diabetes melitus tipe 2). Akibatnya, terjadi peningkatan glukosa di dalam darah. Nah, kadar gula darah yang tinggi dapat menimbulkan berbagai gejala, mulai dari kelelahan hingga penyakit jantung. Salah satu cara untuk mengontrol gula darah adalah dengan mengonsumsi makanan yang sehat. Apa saja sih makanan penurun gula darah yang cocok untuk diabetesi?

10 Makanan penurun gula darah yang aman bagi diabetesi

Meskipun ada berbagai faktor seperti berat badan, aktivitas, tingkat stres, dan genetika yang berperan dalam mengontrol gula darah, menerapkan diet sehat jugalah penting. Berikut ini beberapa makanan penurun gula darah sekaligus menjaga gula darah Anda tetap stabil:

1. Brokoli

Makanan penurun gula darah pertama yang mungkin sudah sering Anda temukan adalah brokoli. Sayuran berwarna hijau tua segar ini menghasilkan senyawa yang memiliki sifat penurun gula darah, yaitu sulforaphane [1, 2]. Bahan kimia tumbuhan ini diproduksi ketika brokoli dicincang atau dikunyah, karena terjadi reaksi antara glukoraphanin dan enzim myrosinase – yang keduanya terkonsentrasi di dalam brokoli [3].

Perlu diingat, untuk meningkatkan kandungan sulforaphane dalam brokoli, masaklah dengan cara dikukus ringan atau menambahkan sumber aktif myrosinase seperti bubuk biji mustard ke brokoli matang [4].

2. Okra

Okra adalah buah yang biasa diolah seperti sayuran. Buah ini kaya dengan senyawa penurun gula darah seperti polisakarida dan flavonoid. Senyawa polisakarida utama dalam okra – rhamnogalacturonan – telah diidentifikasi sebagai senyawa antidiabetes yang kuat [5, 6]. Terlebih lagi, aktivitas antioksidan dari senyawa flavonoidnya, isoquercitrin dan quercetin 3-O-gentiobioside, yang dapat membantu menurunkan gula darah dengan cara menghambat kerja enzim tertentu [7].

3. Labu

Khas dengan warnanya yang cerah, serta dikemas dengan serat dan antioksidan, labu adalah salah satu makanan penurun gula darah yang tepat untuk penderita diabetes. Faktanya, labu kuning sudah sejak lama digunakan sebagai obat diabetes tradisional di berbagai negara, termasuk Meksiko dan Iran [8]. Meski begitu, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menentukan bagaimana proses pengolahan labu, seperti dipanggang atau dikukus, dapat bermanfaat bagi gula darah.

4. Seafood

Makanan laut, termasuk ikan dan kerang, menawarkan Anda sumber protein, lemak sehat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang sangat membantu mengatur kadar gula darah. Kandungan tinggi protein dalam seafood membantu memperlambat proses pencernaan, mencegah lonjakan gula darah setelah makan, dan meningkatkan kehilangan lemak tubuh yang berlebih [9]. Hal ini sangat bermanfaat untuk mengendalikan gejala diabetes.

5. Biji chia

Biji chia dapat membantu mengontrol gula darah dengan cara meningkatkan sensitivitas insulin dan berpotensi mengurangi risiko penyakit, termasuk diabetes [10]. Sebuah penelitian yang dilakukan pada 15 orang dewasa sehat menunjukkan bahwa orang yang menerima 1 ons (25 gram) biji chia bubuk bersama 2 ons (50 gram) larutan gula mengalami penurunan kadar gula darah sebesar 39% daripada orang yang hanya mengonsumsi larutan gula [11].

6. Kangkung

Kangkung adalah salah satu sayuran yang sangat populer di dunia. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi kangkung segar efektif menurunkan kadar gula darah. Sayuran berdaun hijau ini mengandung senyawa bioaktif berupa triterpen, steroid, glikosida, fenolik, flavonoid, alkaloid, dan saponin yang mungkin berkontribusi sebagai efek antidiabetik dan hipoglikemik [12, 13, 14].

7. Beri-berian

Sejumlah penelitian telah mengaitkan beri-berian dengan efek kontrol gula darah. Ini karena kandungan serat, vitamin, mineral, dan antioksidannya tinggi, sehingga menjadi bagian dari makanan penurun gula darah yang baik bagi diabetesi. Beberapa contoh buah beri-berian adalah raspberry, stroberi, blueberry, dan blackberry [15, 16, 17, 18].

8. Alpukat

Siapa yang tidak kenal dengan buah satu ini? Selain lembut dan lezat, alpukat juga menawarkan banyak manfaat kesehatan, terutama dalam pengaturan gula darah. Alpukat kaya akan lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral. Sejumlah penelitian menemukan bahwa alpukat dapat membantu menurunkan glukosa dan melindungi Anda dari sindrom metabolik [19, 20].

9. Apel

Apel mengandung serat larut dan senyawa kimia tumbuhan, termasuk quercetin, asam klorogenat, dan asam galat, yang dapat membantu menurunkan gula darah dan melindungi Anda dari diabetes [21]. Penelitian yang dilakukan pada 18 wanita menemukan bahwa makan apel 30 menit sebelum makan nasi secara signifikan mengurangi gula darah setelah makan daripada kelompok yang hanya makan nasi [22].

10. Reishi mushroom

jamur-reishi-memiliki-efek-hipoglikemik

Makanan penurun gula darah yang terakhir adalah jamur Reishi atau sering disebut sebagai Lingzhi. Jamur obat tradisional ini sudah dikenal khasiatnya sejak beribu-ribu tahun lalu. Reishi (Ganoderma lucidum) mengandung polisakarida, triterpenoid, proteoglikan, protein Ling Zhi-8 (LZ-8), serta ganoderan B dan C. Komponen aktif ini memiliki sifat hipoglikemik bagi tubuh, sehingga dapat menstabilkan kadar gula darah Anda dengan baik [23242526].

Jika Anda tertarik untuk mengonsumsi suplemen ekstrak jamur Reishi “Nissan Reishi”, silahkan klik di sini, ya!

Cover photo by freepik – www.freepik.com

Categories
Gaya Hidup Kelelahan

Ketahui 10 Cara Mengatasi Kelelahan Fisik Saat Puasa

Berbeda dengan hari-hari biasa, rasa lelah ketika berpuasa adalah hal yang wajar dirasakan. Mengingat tidak ada asupan makanan atau minuman yang masuk ke dalam tubuh dari pagi hingga petang – sementara aktivitas tetap dilakukan seperti biasanya. Kabar baiknya, hal ini bisa dicegah dan diatasi selama Anda memenuhi kebutuhan nutrisi, hidrasi, olahraga dan aktivitas fisik, serta istirahat dengan cukup. Nah, bagaimana sih cara mengatasi kelelahan fisik saat puasa? Yuk, cari tahu jawabannya di sini!

10 Cara mengatasi kelelahan fisik ketika berpuasa

Berikut beberapa cara mengatasi kelelahan fisik selama Anda menjalani ibadah puasa [1]:

1. Berdiri dan mulai bergerak

Sering kali orang hanya menganggap bahwa tidak makan dan minum adalah penyebab tubuh cepat lelah saat berpuasa. Faktanya, ini juga disebabkan oleh kurangnya pergerakan tubuh. Orang yang tidak banyak bergerak – misalnya duduk lama di depan layar komputer atau di sofa – lebih cepat lelah karena tidak terjadi pembakaran kalori untuk digunakan tubuh sebagai energi. Jadi, agar Anda mulai merasa berenergi lagi, cobalah berdiri dan mulai bergerak, seperti dengan jalan-jalan atau sekadar melakukan peregangan di tempat.

2. Bersosialisasi

Cara mengatasi kelelahan fisik saat puasa bisa dilakukan dengan bersosialisasi. Ini dapat mengalihkan pikiran Anda dari efek melelahkan yang disebabkan oleh stres secara fisik maupun mental. Cobalah ambil waktu sebentar untuk ngobrol santai dengan teman, sahabat, atau keluarga dan rasakan perubahannya pada tubuh Anda. Selain mengurangi stres, cara ini juga meningkatkan kekuatan otak dan mencegah kelelahan. Dengan catatan, Anda tidak bersosialisasi dengan orang yang justru menyebabkan Anda stres.

3. Minum banyak air

Dehidrasi – sekalipun itu ringan – dapat menyebabkan kelelahan, serta memengaruhi tingkat konsentrasi dan kognisi. Tubuh Anda pun akan berjuang untuk melakukan fungsi normalnya, seperti berkeringat, mengalirkan nutrisi, dan membuat tubuh merasa lebih baik. Jadi, pastikan Anda memenuhi kebutuhan cairan di malam hari dengan baik selama Ramadan. Terlebih lagi, saat sahur dan berbuka puasa untuk mengembalikan keseimbangan cairan dan elektrolit yang hilang di siang hari.

4. Batasi kafein

Jika Anda penggemar minuman berkafein, seperti teh dan kopi, maka cobalah untuk membatasinya selama Ramadan. Minum terlalu banyak kafein justru menyebabkan kontraproduktif, terutama jika hal ini sudah mengganggu rutinitas tidur Anda di malam hari. Selain itu, kafein bersifat diuretik yang menyebabkan Anda jadi lebih sering buang air kecil. Jadi, membatasi asupan kafein selama Ramadan adalah salah satu cara mengatasi kelelahan fisik yang efektif saat puasa.

5. Menghirup aromaterapi

Menghirup aromaterapi dapat memengaruhi produktivitas, aktivitas otak, dan tingkat energi secara positif. Anda dapat menghirup wewangian seperti lavender, citrus, rosemary, dan peppermint. Menambahkan beberapa tetes aromaterapi ini ke diffuser dapat mengaktifkan kelenjar hipotalamus, sehingga menyegarkan tubuh dan pikiran Anda sepanjang hari.

6. Bermain games

Bermain games dapat meminimalisir stres dan meningkatkan energi Anda. Ini dapat menjadi cara mengatasi kelelahan fisik yang mujarab saat Anda sedang puasa. Dengan bermain games, pikiran Anda tidak berhenti bekerja dan tetap aktif, tetapi masih dalam tingkat yang menyenangkan dan tidak membuat stres layaknya ketika Anda melakukan pekerjaan yang menantang atau justru sedentary lifestyle, seperti menonton televisi. Namun ingat, tetapkan berapa lama Anda akan menghabiskan waktu untuk bermain games sebelum kembali ke rutinitas Anda, ya!

7. Mendengarkan musik

Musik juga dapat meredakan stres dan rasa lelah Anda. Musik klasik misalnya, dapat memberi Anda dorongan energi tanpa terlalu mengganggu pekerjaan yang sedang Anda lakukan.

8. Lebih banyak tertawa dan tersenyum

Tahukah Anda? Rata-rata, anak tertawa lebih dari 300 kali dalam sehari. Bagaimana dengan orang dewasa? Ternyata hanya lima kali! Padahal, tertawa dapat membuat Anda merasa lebih baik dengan cara merangsang energi. Anda bisa mendengar atau membaca cerita lucu atau berinteraksi dengan pasangan untuk membuat Anda tertawa dan tersenyum bahagia. Penelitian juga menunjukkan bahwa dengan tertawa dapat meningkatkan mood, hormon endorfin, dan kekebalan tubuh.

9. Cukup tidur di malam hari

Tidur cukup dan nyenyak di malam hari dapat meningkatkan energi dan mencegah tubuh mudah lelah keesokan harinya. Cobalah buat rutinitas tidur yang teratur setiap malam, hindari kafein dan alkohol sebelum tidur, matikan gadget, matikan lampu, dan pastikan suhu kamar tidur Anda sejuk dan nyaman. Ini akan membantu Anda cepat tidur dengan nyenyak di malam hari.

10. Jangan lupa, konsumsi Nissan Reishi selama Ramadan, ya!

suplemen-nutrisi-nissan-reishi

Cara mengatasi kelelahan fisik yang juga tidak kalah penting adalah mengonsumsi Nissan Reishi saat sahur dan iftar. Ini efektif mengatasi dan mencegah tubuh Anda cepat lelah selama menjalani ibadah puasa. Komponen aktif di dalamnya – polisakarida – dapat mengurangi rasa lelah dan membuat tubuh Anda lebih fit [2, 3, 4]. Terlebih lagi, jamur Reishi dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap normal, sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Yuk, cari tahu lebih banyak tentang Nissan Reishi di sini!

Cover photo by senivpetro – www.freepik.com

Categories
Aging Gaya Hidup

10 Cara Memiliki Umur Panjang dan Bahagia

Ketika Anda merasa lesu saat bangun di pagi hari atau harus minum minuman berkafein untuk bisa beraktivitas setiap hari, mungkin sudah saatnya Anda untuk segera melakukan perbaikan pola hidup menjadi lebih sehat. Ya, karena inilah dasar Anda untuk meningkatkan peluang berumur panjang dan bahagia. Semakin cepat Anda berubah, semakin banyak Anda menuai manfaat dari gaya hidup yang lebih bahagia, lebih sehat, dan lebih produktif.

10 Tips berumur panjang dan bahagia

Berikut 10 cara sehat yang dapat membantu Anda memiliki umur panjang dan bahagia selalu, yaitu:

1. Makan makanan sehat

Jika Anda teliti lagi, banyak orang yang hidupnya lebih lama, alias berumur panjang, cenderung makan lebih sehat, dan ini adalah cara termudah untuk memiliki umur panjang dan bahagia. Mulailah dengan menerapkan dua tips praktis berikut ini:

  • Pastikan 80 persen atau lebih dari makanan yang Anda makan berasal langsung dari alam, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, daging, susu, produk susu tanpa lemak, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
  • Batasi bahkan hindari mengonsumsi makanan olahan atau makanan cepat saji, karena ini awal dari banyak penyakit yang memperpendek harapan hidup Anda.

2. Tidur cukup

Tidur sangat amat berperan penting dalam menyehatkan tubuh Anda. Jika Anda ingin sukses dalam hidup, janganlah remehkan pentingnya tidur nyenyak di malam hari. Tidur selama 5 jam atau kurang setiap malamnya dapat menurunkan harapan hidup Anda sebanyak 15 persen [1]. Jadi, cobalah usahakan untuk tidur 7 – 8 jam setiap malam.

3. Berhenti merokok mulai sekarang

Meski merokok mendatangkan banyak bahaya kesehatan, masih banyak orang yang tidak mau berhenti merokok. Faktanya, jika Anda seorang perokok, harapan hidup Anda dapat berkurang 7 tahun lebih cepat dari orang pada umumnya yang tidak merokok [2]. Jadi, semakin cepat Anda berhenti merokok, semakin tinggi peluang Anda untuk memiliki umur panjang dan bahagia.

4. Tetap aktif secara fisik

Jangan berharap bisa memiliki umur panjang dan bahagia jika Anda meninggalkan pola hidup sehat satu ini. Faktanya, olahraga bisa membantu Anda untuk hidup lebih lama dan tetap lebih bahagia. Bahkan, hanya dengan menyisihkan waktu 15 – 20 menit setiap hari untuk berolahraga sudah cukup untuk kesehatan Anda yang optimal.

5. Bersosialisasi

Menjaga hubungan baik dengan orang-orang di sekitar Anda adalah bagian penting dari hidup panjang, sehat, dan bahagia – sekalipun Anda adalah seorang introvert. Jadi, upayakan untuk tetap bersosialisasi meskipun kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk bertatapan secara langsung. Anda bisa bercengkerama melalui voice atau video call. Jaga selalu hubungan Anda agar tidak kehilangan kontak dengan orang-orang tersayang.

6. Batasi asupan alkohol, bila perlu hindari

Orang yang dalam hidupnya tidak merokok, rajin berolahraga, makan 5 porsi buah dan sayuran setiap hari, dan membatasi asupan alkohol dalam jumlah sedang, memiliki harapan hidup rata-rata 14 tahun lebih lama daripada mereka yang tidak melakukannya. Jadi, penting juga untuk aware dengan kebiasaan mengonsumsi alkohol.

Menurut sebagian besar para ahli kesehatan, maksimal mengonsumsi 2 minuman beralkohol saja setiap hari. Minum alkohol secukupnya sudah dapat melindungi Anda dari penyakit kardiovaskular [3], apalagi jika Anda tidak meminumnya sama sekali.

7. Dream big

Pernahkah Anda mendengar motivasi orang yang sukses setidaknya pernah bermimpi besar dalam hidupnya? Ya, seorang pemimpi akan mengarahkan pandangannya tinggi dan tidak takut gagal. Anda akan lebih mampu menerima kegagalan, karena Anda tahu ini adalah bagian penting dari proses pertumbuhan dan peningkatan hidup Anda. Jadi, jangan takut bermimpi besar, ya!

8. Tetap haus pengetahuan

Orang yang memiliki umur panjang dan bahagia selalu memenuhi kehidupannya dengan belajar sebanyak mungkin yang ia bisa. Pendidikan Anda tidak berakhir di sekolah saja. Banyak hal di luar sana yang bisa Anda jadikan sebagai pembelajaran hidup baru setiap hari. Misalnya, membaca berbagai jenis buku baru, meneliti berbagai topik yang menarik minat Anda, serta berdiskusi dengan teman yang tahu banyak tentang sesuatu yang tidak Anda ketahui.

9. Luangkan waktu untuk keluarga dan teman

Sebagian besar dari Anda tentu setuju bahwa hal terpenting dalam hidup adalah keluarga dan teman. Masalahnya adalah, manusia mudah terjebak dalam momen-momen sepele di kehidupan sehari-hari dan kehilangan jejak atas apa yang penting bagi hidupnya. Jadi, meskipun Anda sangat sibuk, luangkanlah waktu untuk dihabiskan bersama keluarga dan teman. Ini adalah hal yang membuat hidup Anda layak dijalani lebih lama dan lebih bahagia.

10. Bersyukur, bersyukur, dan bersyukur

Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia adalah makhluk dengan jutaan keinginan. Sampai-sampai, terlalu banyak dari Anda yang fokus pada apa yang tidak Anda miliki, alih-alih melihat semua hal hebat yang ada pada diri sendiri. Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang secara sadar berfokus pada rasa syukur, jauh hidupnya lebih bahagia, lebih optimis, bahkan tidur lebih nyenyak daripada orang yang tidak bersyukur [4]. Jadi, mari bersyukur atas apa yang telah Anda miliki hingga saat ini.

Inilah 10 tips untuk Anda yang ingin memiliki umur panjang dan bahagia. Selalu praktikkan pola hidup sehat, kebaikan, serta ucapkan “terima kasih” kepada orang-orang yang telah memberikan pengaruh positif pada Anda. Itulah rahasia nyata untuk menjalani hidup yang lebih panjang, bahagia, dan memuaskan.

Cover photo by jcomp – www.freepik.com

Categories
Diabetes Gaya Hidup

Inilah 4 Kelompok Makanan Penyebab Diabetes yang Harus Dibatasi!

Anda tentu tidak ingin terkena diabetes, bukan? Diabetes melitus adalah kondisi di mana kadar gula darah tinggi yang dapat menyebabkan komplikasi serius. Penderita diabetes kebanyakan sudah menganggap penyakit ini sebagai “teman hidup” yang harus dikelola sebaik mungkin. Nah, jika Anda tidak ingin mengalami diabetes, sebaiknya berhati-hati dengan 4 jenis makanan penyebab diabetes ini. Kira-kira, apa sajakah itu?

4 Kelompok makanan penyebab diabetes

“Diet adalah hal yang terpenting jika Anda ingin mengurangi risiko diabetes tipe 2, bersama dengan olahraga dan manajemen stres,” kata Dr. Isaac Eliaz, direktur medis dari Amitabha Medical Clinic di California, yang dilansir dari laman Healthline.

Untuk mencegah diabetes, Anda bisa memulainya dengan mengonsumsi makanan sehat. Berhati-hatilah dengan empat kelompok makanan berikut, karena dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2! [1]

1. Makanan tinggi karbohidrat olahan

Karbohidrat yang diproses secara berat, seperti olahan tepung putih, gula putih, dan nasi putih, pada dasarnya bahan tersebut adalah makanan utuh yang tidak mengandung dedak, serat, vitamin, dan mineral yang menyehatkan. Ini adalah definisi makanan kalori tanpa nutrisi, di mana kandungan gulanya tinggi, sehingga termasuk dalam bagian makanan penyebab diabetes yang harus dibatasi.

Mengapa? Karena makanan ini sangat mudah dicerna, sehingga menyebabkan lonjakan gula darah dan kadar insulin. Lama-kelamaan, hal ini dapat menyebabkan diabetes tipe 2.

Sebuah studi tahun 2007 dalam Archives of Internal Medicine, diet tinggi karbohidrat yang diproses secara berlebihan dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 21% pada wanita China daripada kelompok yang mengonsumsi makanan utuh [2].

Tips:
Untuk mengurangi risiko diabetes tipe 2, batasi asupan makanan yang dibuat dengan karbohidrat olahan, seperti roti, muffin, kue, kerupuk, pasta, dan sejenisnya.

2. Minuman dengan pemanis “gula”

Menurut Jill Weisenberger, penulis buku Diabetes Weight Loss: Week by Week yang dilansir dari laman Healthline, minuman manis seperti soda, teh manis, dan sejenisnya, telah dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2. Hal ini diduga karena kelebihan kalori yang menyebabkan penambahan berat badan, sehingga meningkatkan risiko diabetes. Selain itu, beban gula dalam minuman manis dapat meningkatkan kejadian resistensi insulin yang mengakibatkan lonjakan kadar gula darah (glukosa).

Studi dalam Diabetes Care mengungkapkan bahwa minum 1 – 2 minuman manis dalam sehari dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 26% daripada kelompok yang minum minuman manis kurang dari satu porsi dalam sebulan [3].

Tips:
Salah satu cara terbaik untuk mengurangi asupan gula harian adalah dengan membatasi minuman yang dimaniskan dengan gula, termasuk kopi, teh, atau jus buah dengan gula dan krim. Perbanyak minum air agar tubuh terhidrasi dengan baik setiap hari.

3. Makanan tinggi lemak jenuh dan trans

Lemak dalam makanan ada 2 jenis, yaitu lemak sehat dan tidak sehat. Lemak jenuh dan lemak trans masuk dalam kelompok lemak tidak sehat, sedangkan lemak sehat adalah lemak tidak jenuh, seperti omega 3 dan omega 6. Dikatakan tidak sehat karena lemak jenuh dan trans dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Kadar kolesterol tinggi adalah salah satu faktor risiko diabetes tipe 2.

Beberapa contoh makanan yang mengandung lemak trans adalah makanan yang dipanggang dalam kemasan dan makanan yang digoreng di restoran. Sementara itu, lemak jenuh banyak ditemukan dalam daging berlemak, mentega, keju, dan susu full cream.

Tips:
Cobalah beralih memasak dengan menggunakan minyak zaitun atau minyak kanola daripada minyak kelapa atau kelapa sawit. Selain itu, pilih camilan kacang-kacangan, serta daging tanpa lemak dan unggas tanpa kulit, karena rendah lemak jenuh dan tinggi lemak tak jenuh.

4. Daging merah dan olahannya

Makanan penyebab diabetes selanjutnya ada daging merah dan olahannya, seperti bacon, hot dog, dan daging deli. Mengonsumsi daging merah olahan secara berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan, karena tinggi kadar natrium dan nitritnya.

Sebuah studi tahun 2011 dalam The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa mengonsumsi satu porsi (3 ons) daging merah dalam sehari dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 19%. Sementara itu, konsumsi daging merah olahan dalam jumlah yang lebih kecil dapat meningkatkan risiko diabetes sebesar 51% [4].

Tips:
Cobalah kombinasikan menu harian Anda dengan sumber protein lain, seperti ikan salmon, tuna, sarden, telur, dan sesekali cobalah daging sapi yang diberi makan rumput (organik). Jangan lupa, tambahkan menu makan harian dengan sayuran dan buah-buahan.

Cegah dan lawan diabetes tipe 2 bersama dengan jamur Reishi

komponen-aktif-jamur-reishi-atau-lingzhi

Menambahkan asupan jamur Reishi ke dalam diet tampaknya telah menjadi langkah pencegahan diabetes yang tepat. Pasalnya, khasiat jamur Reishi telah dikenal sejak ribuan tahun lalu secara tradisional, terutama oleh masyarakat Jepang dan Tionghoa. Berbagai studi ilmiah terkait manfaat kesehatan jamur Reishi pun telah banyak dipublikasikan, salah satunya mencegah dan mengelola diabetes.

Jamur Reishi memiliki efek hipoglikemik, yaitu menurunkan kadar gula darah berlebih di dalam tubuh. Beberapa studi menemukan kandungan dalam jamur Reishi/Lingzhi (Ganoderma lucidum) yang bertindak sebagai hipoglikemik, di antaranya polisakarida, proteoglikan, triterpenoid, protein Ling Zhi-8 (LZ-8), serta ganoderan B dan C [5, 6, 7, 8].

Sementara itu, Food Chemistry menerbitkan sebuah penelitian secara in vivo yang menemukan kandungan Ganoderma lucidum polisakarida (GLPS) pada jamur Reishi dapat meningkatkan aktivitas antioksidan, kadar insulin serum, serta menurunkan peroksidasi lipid dan kadar gula darah pada tikus diabetes [9]. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jamur Reishi berpotensi sebagai antioksidan yang dapat membantu mencegah maupun mengelola diabetes.

Inilah 4 kelompok makanan penyebab diabetes yang harus dibatasi konsumsinya. Anda juga dapat mencegah atau mengelola diabetes dengan meningkatkan asupan nutrisi dari suplemen makanan jamur Reishi yang telah terbukti secara ilmiah efek hipoglikemiknya.

Info tentang Nissan Reishi lebih lanjut bisa Anda akses di sini.

Photo by wayhomestudio – www.freepik.com

Categories
Aging Gaya Hidup

10 Cara Alami Mengatasi Wajah Keriput Sebelum Waktunya

Wajah keriput sebelum waktunya? Hati-hati loh, bisa jadi Anda mengalami penuaan dini. Kulit wajah keriput (rhytides) adalah lipatan-lipatan halus di kulit yang terjadi karena kulit menghasilkan lebih sedikit kolagen dan elastin seiring bertambahnya usia. Akibatnya, kulit jadi lebih tipis, kurang tahan terhadap kerusakan (seperti paparan lingkungan, dehidrasi, dan racun), dan jadi keriput. Lantas, bagaimana cara mengatasi wajah keriput sebelum waktunya?

10 Cara mengatasi wajah keriput sebelum waktunya

Anda jangan khawatir, ada beberapa cara mengatasi wajah keriput sebelum waktunya secara alami dan dijamin efektif, yaitu:

1. Selalu pakai tabir surya

Tampaknya, penggunaan sunscreen sudah menjadi populer belakangan ini dalam dunia kecantikan. Studi tahun 2013 mengungkapkan bahwa orang yang memakai sunscreen dengan sun protection factor (SPF) lebih dari 30 dapat membantu mencegah penuaan dini. Dalam studi lain juga membuktikan kemanjuran tabir surya dalam mencegah kanker kulit akibat paparan sinar UV matahari yang merusak sel-sel kulit. Inilah mengapa mengoleskan tabir surya ke kulit secara rutin setiap hari dapat meminimalisir munculnya kerutan atau keriput di kulit wajah, bahkan melindungi Anda dari penyakit kanker kulit [1, 2].

2. Batasi asupan gula

Hubungan antara asupan gula yang tinggi dengan tanda-tanda premature aging masih terus diteliti oleh para ahli kesehatan. Sejauh ini, ada dugaan bahwa gula di dalam tubuh memicu glikasi, yang menghasilkan advanced glycation end products (AGEs). Dalam sebuah studi, ditemukan bahwa AGEs dapat memecah kolagen di tubuh dan seiring waktu, dapat membuat seseorang terlihat lebih tua dengan cepat. AGEs juga dihasilkan lebih banyak pada makanan yang dipanggang atau digoreng daripada makanan yang dikukus atau direbus. Jadi, membatasi asupan gula dan perbanyak konsumsi makanan yang diolah dengan cara direbus atau dikukus dapat membantu Anda mempertahankan awet muda [3].

3. Berhenti merokok

Merokok telah dibuktikan oleh banyak penelitian berdampak buruk bagi kesehatan, tetapi banyak orang masih melakukannya. Padahal, merokok juga telah menjadi sumber penyebab penuaan dini pada wajah. Sebuah studi menarik membandingkan wajah dari 79 pasangan kembar identik, yang satu memiliki kebiasaan merokok dan yang lainnya tidak. Hasilnya, terlihat perbedaan usia subjek yang mencolok. Hal ini semakin memperjelas bahwa merokok memang memengaruhi kondisi kulit wajah seseorang. Bahkan, perokok pasif sekalipun dapat meningkatkan risiko dari bahaya merokok [4].

4. Gunakan minyak kelapa

Melansir dari Healthline, cara mengatasi wajah keriput bisa dengan minyak kelapa, karena minyak ini adalah pelembab alami. Ketika Anda mengoleskannya ke kulit, minyak kelapa akan mengisi celah di bagian epidermis kulit dan membuat kulit terasa halus. Tak hanya itu, minyak kelapa juga terbukti dapat membantu mempertahankan kelembapan kulit, sehingga tidak kering dan tampak lebih berisi [5].

5. Tingkatkan beta-karoten

Beta-karoten dan retinol (vitamin A) sudah banyak dijadikan sebagai bahan dalam pembuatan krim anti-aging yang tersedia di pasaran. Sebenarnya, Anda tidak perlu membeli produk tersebut untuk mendapatkan beta-karoten. Anda cukup mengonsumsi suplemen beta-karoten setidaknya 30 miligram per hari secara oral. Sebuah studi tahun 2010 juga telah membuktikan pemberian beta-karoten dengan dosis tersebut dapat mencegah dan memperbaiki masalah photoaging atau wajah keriput [6].

6. Teh daun lemon balm

Salah satu strategi holistik yang muncul baru-baru ini untuk mengatasi wajah keriput adalah teh daun lemon balm. Sebuah studi membandingkan sampel kecil orang yang minum teh daun lemon balm dengan kelompok yang minum plasebo teh daun barley. Hasilnya sunggu di luar dugaan! Teh daun lemon balm membuat kulit lebih elastis dan efektif memperbaiki kerusakan jaringan kulit. Ini karena daun lemon balm mengandung asam rosmarinic (RA), senyawa polifenol dengan aktivitas penghambatan pembentukan pentosidin (produk akhir glikasi lanjutan yang memicu penuaan dini) lebih kuat daripada agen anti-glikasi, aminoguanidine [7].

7. Ubah posisi tidur

Cara mengatasi wajah keriput selanjutnya adalah dengan mengubah posisi tidur. Dalam beberapa kasus, kerutan di wajah sebenarnya juga bisa disebabkan oleh posisi Anda saat tidur, yang disebut dengan ‘kompresi’. Hal ini disebabkan oleh wajah Anda yang menekan bantal dengan cara yang sama setiap malam. Lama-kelamaan, kompresi ini membuat kulit di bagian tertentu lebih lemah daripada bagian lain dan terbentuklah kerutan. Oleh sebab itu, untuk mencegah atau memperlambat kerutan akibat kompresi, ubah posisi tidur Anda dengan tidur telentang [8].

8. Cuci muka secara teratur

Photo created by jcomp – www.freepik.com

Jangan malas cuci muka kalau Anda ingin awet muda! Yaps, ini betul sekali, karena setiap hari Anda akan terpapar dengan berbagai polusi, kuman, bakteri, dan toksin lainnya yang dapat menyebabkan berbagai masalah kulit. Belum lagi, Anda menggunakan riasan make-up yang sebagian besar mengandung bahan kimia keras dan dapat menyerap ke dalam kulit jika tidak dibersihkan. Pada akhirnya, ini berkontribusi pada penuaan dini dan menyebabkan wajah keriput sebelum waktunya. Inilah mengapa Anda harus rajin mencuci muka setiap hari, minimal pagi dan malam hari.

9. Hindari sinar UV matahari

Seperti yang telah Anda ketahui, sinar ultraviolet adalah penyebab utama sebagian besar wajah keriput. Meskipun sinar ultraviolet dari matahari tidak dapat sepenuhnya dihindari, setidaknya Anda bisa mengurangi tingkat keterpaparannya dengan menggunakan tabir surya, serta memakai topi lebar, celana, dan kemeja lengan panjang untuk melindungi wajah dari sinar matahari selama berada di luar ruangan. Langkah-langkah ini mungkin masih akan menyerap sedikit sinar matahari, tetapi tidak cukup berkontribusi pada terjadinya kerutan di kulit wajah Anda.

10. Tingkatkan asupan antioksidan

Kulit adalah bagian tubuh yang terkena lebih banyak stres oksidatif daripada organ tubuh lainnya. Artinya, kulit Anda bisa rusak hanya dengan menjalani rutinitas harian. Oleh sebab itu, Anda perlu meningkatkan suplai antioksidan untuk membantu melawan kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas pada sel-sel Anda. Meskipun mungkin Anda sudah menggunakan tabir surya atau krim anti-aging yang diperkaya dengan antioksidan, Anda tetap perlu mengonsumsi makanan yang kaya antioksidan, seperti blueberry, anggur, kacang merah, kangkung, bayam, dan jamur Reishi. Ini akan membantu Anda mendapatkan kulit yang sehat, baik dari dalam pun dari luar, dan bisa meminimalkan tanda-tanda penuaan dini [9].

Jamur Reishi, dapat membantu mengatasi wajah keriput sebelum waktunya

jamur-reishi-membantu-mengatasi-wajah-keriput-karena-tinggi-antioksidan
Picture by John Naphat from Pixabay

Seperti penjelasan sebelumnya, salah satu cara mengatasi wajah keriput adalah meningkatkan asupan antioksidan. Nah, salah makanan yang kaya antioksidan adalah jamur Reishi. Antioksidannya ini mampu menetralisir radikal bebas (produk sampingan dari beberapa proses metabolisme) yang bisa sangat merusak sel melalui proses oksidasi. Akibatnya, radikal bebas dalam jangka panjang dapat mempercepat penuaan dan berbagai penyakit terkait usia.

Penelitian secara in vitro tahun 2019 menunjukkan nilai effective concentration (EC50) dari jamur Reishi rendah. Menurut para ahli, semakin rendah nilai EC50, semakin tinggi aktivitas antiradikal, alias antioksidan. Inilah alasan jamur Reishi (G. lucidum) merupakan salah satu makanan tinggi antioksidan yang dapat mengatasi wajah keriput dan penuaan dini [10]. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan ekstrak G. lucidum mampu meningkatkan aktivitas enzim superoksida dismutase dan katalase yang terlibat dalam menghilangkan radikal bebas di dalam tubuh [11].

Studi tahun 2017 dalam Aging and Disease menjelaskan bahwa Ganoderma lucidum (jamur Reishi/Lingzhi) memiliki sifat anti-penuaan dengan cara menghambat proses oksidasi dan neurodegenerasi, serta merangsang imunomodulasi. Sifat anti-aging ini berasal dari komponen senyawa aktif di dalam jamur Reishi, berupa polisakarida, triterpene, dan asam ganoderic. Oleh sebab itu, mengonsumsi jamur Reishi sebagai bagian dari diet sehat Anda bisa membantu mengatasi wajah keriput sebelum waktunya [12].

Jika Anda tertarik ingin menua dengan cara yang sehat bersama Nissan Reishi (suplemen makanan dari esktrak jamur Reishi), Anda bisa mendapatkan informasi lebih lanjutnya di sini.

Cover photo by user18526052 – www.freepik.com

Categories
Imunitas Kelelahan

Ketahui Penyebab dan Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh yang Lemah

Apabila daya tahan tubuh Anda menurun, maka Anda berisiko terkena penyakit infeksi lebih sering daripada orang yang daya tahan tubuhnya kuat. Bahkan, penyakit infeksi yang Anda alami bisa jadi lebih parah atau sulit untuk diobati. Anda juga lebih rentan terhadap pneumonia, COVID-19, dan lainnya yang dapat berdampak buruk pada kesehatan Anda. Eits, jangan khawatir, karena ada beberapa cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh yang bisa menjadi solusi efektif Anda. Let’s check!

Tanda dan gejala daya tahan tubuh melemah

Anda mungkin tidak menyadari kekebalan tubuh Anda sedang melemah sampai Anda merasa sering sakit yang tidak dialami oleh orang yang (sistem kekebalannya) lebih kuat. Umumnya, penyakit infeksi yang sering dialami saat daya tahan tubuh melemah adalah [1]:

  • Radang paru-paru.
  • Meningitis.
  • Bronkitis.
  • Infeksi kulit.

Kekambuhan penyakit infeksi ini juga bisa meningkat apabila Anda mengidap [2]:

  • Gangguan autoimun.
  • Peradangan pada bagian organ dalam.
  • Gangguan atau kelainan darah, seperti anemia.
  • Masalah pencernaan, termasuk tidak ada nafsu makan, diare, dan kram perut.
  • Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan, terutama pada bayi dan anak-anak.

Biasanya, dokter akan melakukan tes darah untuk mengidentifikasi apakah Anda memiliki gangguan pada sistem imun. Tes ini juga akan menunjukkan apakah antibodi Anda berada dalam kisaran normal atau tidak.

Penyebab dan cara meningkatkan daya tahan tubuh yang lemah

Melansir dari Healthcare Associates of Texas, ada 6 hal yang tidak diduga dapat menyebabkan daya tahan tubuh melemah, yaitu [2]:

1. Kebanyakan duduk

terlalu-banyak-duduk-dapat-melemahkan-daya-tahan-tubuh
Sumber: freepik.com

Terlalu sering duduk dapat membuat Anda sedikit beraktivitas fisik atau berolahraga. Jika Anda duduk dalam waktu yang lama, setiap 30 menit selingi dengan berdiri, peregangan, dan/atau berjalan santai untuk meningkatkan aktivitas fisik Anda. Alhasil, kekebalan tubuh Anda bisa tetap optimal.

2. Olahraga berlebihan

piknik-untuk-recovery-sekaligus-refreshing
Sumber: freepik.com

Berolahraga terlalu banyak tanpa pemulihan yang cukup juga dapat membuat daya tahan tubuh Anda melemah. Hal ini pun dikaitkan dengan kurang tidur, depresi, penurunan kinerja atletik, dan menstruasi tidak teratur pada wanita. Jadi, cobalah untuk mengurangi intensitas olahraga Anda atau ambil satu hari libur ekstra untuk pemulihan tubuh, misalnya dengan piknik. Hitung-hitung refreshing juga, kan?

3. Stres

meditasi-cara-efektif-mengelola-stres
Sumber: freepik.com

Tidak mengelola stres dengan baik dapat melemahkan sistem imunitas tubuh dan membuat Anda rentan terhadap penyakit. Ini karena stres meningkatkan produksi hormon stres di tubuh Anda, yaitu kortisol. Tingginya kadar hormon ini dapat merusak fungsi sel yang melawan infeksi. Jadi, penting bagi Anda mengelola stres dengan baik, sehingga kadar kortisol tidak melonjak dan daya tahan tubuh tetap kuat. Anda bisa menghilangkan stres dengan cara meditasi, pernapasan dalam, atau olahraga dengan intensitas sedang secara teratur.

4. Minum alkohol

minum-alkohol-terlalu-banyak-dapat-melemahkan-imun
Sumber: freepik.com

Minum minuman beralkohol secara berlebihan juga dapat memengaruhi kerja organ yang mengatur kekebalan tubuh, seperti hati. Salah satu fungsi hati adalah membuat protein antibakteri untuk menangkal penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Jadi, batasilah asupan alkohol Anda, tidak lebih dari 14 minuman dalam seminggu jika Anda seorang pria dan 7 minuman jika Anda seorang wanita. Lebih baik lagi jika Anda berhenti mengonsumsinya.

5. Merasa kesepian

berinteraksi-dengan-orang-lain-dapat-meningkatkan-kekebalan-tubuh
Sumber: freepik.com

Feeling alone alias kesepian ternyata juga berdampak pada daya tahan tubuh, loh! Kenapa? Karena kondisi ini bisa mengubah kerja sel imun Anda dengan cara memicu peradangan yang dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi – jika tidak ditangani segera. Jika Anda merasa kesepian, cobalah berinteraksi dengan seseorang terdekat atau terlibat dalam suatu komunitas. Memelihara hewan peliharaan, seperti anjing atau kucing, juga dapat mengusir rasa sepi Anda. Ini akan membuat Anda merasa jauh lebih bahagia yang akhirnya, berpengaruh pada daya tahan tubuh Anda.

6. Tidak cukup tidur dan beristirahat

kurang-tidur-menyebabkan-daya-tahan-tubuh-menurun
Sumber: freepik.com

Kurang tidur dan beristirahat dapat merusak fungsi dari sel dan protein yang bertugas melawan infeksi dan penyakit. Kondisi ini juga dapat meningkatkan produksi penanda inflamasi yang berkontribusi pada penyakit flu. Jadi, upayakanlah agar Anda cukup tidur (sekitar 7 – 8 jam setiap hari), sehingga sistem imun bisa bekerja secara optimal.

Jamur Reishi/Lingzhi juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh, loh!

makan-sehat-cara-efektif-meningkatkan-daya-tahan-tubuh
Sumber: freepik.com

Ada satu cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh yang tidak boleh Anda lewatkan, yaitu mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang. Baik itu zat gizi makro dan mikro dari makanan, keduanya sangat berperan penting dalam menjaga dan meningkatkan kekebalan tubuh. Khususnya, zat gizi protein, vitamin, mineral, dan berbagai senyawa antioksidan. Salah satu asupan makanan yang sehat dan bisa menjadi solusi efektif Anda untuk meningkatkan daya tahan tubuh adalah jamur Reishi/Lingzhi.

Fakta jamur Reishi/Lingzhi

jamur-reishi-lingzhi-untuk-meningkatkan-daya-tahan-tubuh

Studi tahun 2014 menyatakan bahwa jamur Reishi (Ganoderma lucidum) adalah salah satu dari lima jamur (Agaricus blazei, Cordyceps sinensis, Grifola frondosa, dan Trametes versicolor) yang memiliki efek imunomodulator, karena mengandung senyawa bioaktif golongan terpenoid triterpenoid (ganoderic acid, danoderiol, danderenic acid, lucidenic acid) dan polisakarida (GLPS atau Ganoderma lucidum polysaccharide) [3].

Lebih lanjut, kandungan dalam ekstrak jamur Reishi ini mampu meningkatkan sistem imun bawaan tubuh Anda. Ini dapat dilihat dengan adanya peningkatan kadar IL-1, IL-1β, IL-2, IL-4, IL-6, IL-8, IFN-γ, TNF-α, dan NF-κB (indikator sistem imun bawaan) tubuh setelah Anda mengonsumsinya sesuai dengan anjuran [4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12].

Oleh karena jamur Reishi terbukti mampu meningkatkan sistem imun bawaan tubuh (efek imunomodulator), menambahkan asupan suplemen kesehatan Nissan Reishi ke dalam diet harian adalah salah satu solusi yang sehat dan efektif untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh Anda setiap hari.

Info pemesanan Nissan Reishi (suplemen nutrisi dari ekstrak jamur Lingzhi) lebih lanjut bisa Anda dapatkan di sini.

Cover photo by jcomp – www.freepik.com

Categories
Diabetes Gaya Hidup

10 Kebiasaan yang Bisa Memicu Gejala Diabetes, Tak Hanya Makan yang Manis-Manis!

Tanda atau gejala diabetes yang paling utama adalah kadar gula darah berada di atas normal (lebih dari 200 mg/dL setelah makan). Jangan heran, jika selama ini orang-orang beranggapan penyebab diabetes adalah sering makan yang manis-manis, alias tinggi kandungan gulanya. Faktanya, penyakit diabetes tak hanya disebabkan oleh ini saja, melainkan kebiasaan buruk lainnya yang membuat Anda semakin berisiko dan memperparah gejala diabetes Anda.

Kebiasaan buruk yang memicu dan memperparah gejala diabetes

Created by brgfx – www.freepik.com

Diabetes melitus adalah penyakit gula darah atau dikenal sebagai kencing manis yang disebabkan oleh terganggungnya sekresi hormon insulin, resistensi insulin, atau kombinasi keduanya. Beberapa kebiasaan buruk di bawah ini dapat memicu bahkan memperparah gejala diabetes Anda, yaitu [1, 2, 3]:

1. Sering minum minuman manis

Rasanya yang manis dan menyegarkan kerap kali memicu Anda untuk meminum minuman manis seperti es teh manis, soda, minuman berenergi, dan minuman kemasan lainnya. Jenis minuman seperti ini hanyalah “gula” tanpa nilai gizi dan tidak memberikan Anda rasa kenyang. Alih-alih Anda memilih minuman manis ini, lebih baik minumlah air putih untuk melepas dahaga, seperti yang disarankan oleh Shannon Knapp, pendidik diabetes bersertifikat di Cleveland Clinic Diabetes Center. Selain itu, Anda juga bisa memilih susu rendah lemak atau jus buah 100% sebagai minuman yang lebih menyehatkan.

2. Melewati sarapan

Sesibuk atau seburu-buru apapun Anda akan bekerja, usahakan untuk tidak melewati sarapan pagi. Jika Anda skip sarapan, Anda cenderung mudah lapar di pagi hari sampai tiba waktunya makan siang. Saat Anda makan siang, Anda jadi lebih “mengamuk” saat makan karena kelaparan. Akibatnya, memicu reaksi berantai yang mengganggu kadar hormon insulin dan gula darah. Oleh sebab itu, penting sekali untuk sarapan, misalnya dengan telur, buah segar, yogurt, susu rendah lemak, dan roti gandum.

3. Jarang makan sayur dan buah

jarang-makan-sayur-dan-buah-dapat-memicu-diabetes
Photo by jcomp – www.freepik.com

Tidak sedikit orang yang jarang makan sayur dan buah, bahkan ada yang sama sekali tidak menyukai hasil bumi ini. Padahal, memperbanyak asupan buah dan sayuran dapat membantu mengontrol gula darah dan penurunan berat badan, karena unggul dalam kandungan serat dan antioksidannya. Apalagi jika Anda mengonsumsi sayuran yang tidak mengandung zat tepung, seperti bayam, brokoli, tomat, dan labu. Jadi, cobalah untuk mengonsumsi buah dan sayuran dalam setiap makan utama maupun sebagai camilan, seperti dijadikan salad.

4. Tidak mau makan ikan

Dari sekian banyaknya jenis ikan, yakin tidak ada satu pun ikan yang Anda sukai? Inilah saatnya Anda untuk mencoba sumber protein tanpa lemak lainnya, seperti ikan salmon, tuna, mackerel, dan sarden. Ikan-ikan ini kaya akan asam lemak omega-3 yang dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler, menjaga pembuluh darah arteri, dan mencegah diabetes. Jadi, tunggu apalagi? Cobalah makan ikan dua porsi setiap minggunya dan rasakan manfaatnya untuk kesehatan Anda.

5. Sering mengonsumsi karbohidrat bertepung

Terlalu banyak makan pasta, kentang, dan roti putih dapat menyebabkan gula darah Anda melonjak dan menambah berat badan. Kebiasaan ini justru akan meningkatkan risiko bahkan memperparah gejala diabetes tipe 2. American Diabetes Association menyarankan untuk membatasi asupan karbohidrat bertepung dalam makanan hingga seperempat dari piring Anda. Jadi, cobalah untuk beralih dari roti putih ke roti gandum, sehingga kadar gula darah Anda bisa terkontrol dengan baik.

6. Makan tengah malam

makan-tengah-malam-bisa-memperparah-gejala-diabetes
Photo by tirachardz – www.freepik.com

Hati-hati! Suka makan tengah malam dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan mengganggu sekresi insulin. Ini adalah pola makan yang buruk jika ingin mencegah diabetes tipe 2. Biasakanlah untuk makan secara teratur dan seimbang setiap hari – 3 kali makan utama dan 2 kali selingan. Ini dapat membantu Anda menahan keinginan untuk makan di malam hari dan mengontrol kadar gula darah dengan lebih baik.

7. Mentega

Mentega dan lemak jenuh lainnya telah dikaitkan dengan resistensi insulin, salah satu faktor risiko diabetes tipe 2. Lebih disarankan untuk menggunakan minyak nabati yang mengandung lemak tak jenuh tunggal atau tak jenuh ganda, karena memang lebih sehat untuk tubuh. Minyak zaitun, misalnya, dapat menyehatkan jantung dan mengelola diabetes.

8. Belanja tanpa membuat daftar belanjaan

Terlihat sepele, tetapi kebiasaan ini bisa menghancurkan pengelolaan diabetes Anda. Belanja tanpa daftar membuat Anda jadi tergiur untuk membeli makanan atau minuman yang dapat memperparah gejala diabetes. Tak hanya itu, ini juga bisa menggagalkan program penurunan berat badan yang Anda inginkan. Jadi, jangan lupa selalu buat list belanjaan sebelum ke supermarket, ya!

9. Tidak mengelola stres

mengelola-stres-penting-dalam-pencegahan-diabetes
Photo by jcomp – www.freepik.com

Stres memang sudah menjadi bagian dari hidup. Namun, jika Anda tidak tahu cara mengelola stres, maka bisa meningkatkan risiko terkena diabetes dan memperparah gejala diabetes Anda saat ini. Stres kerap kali memengaruhi emosi, seperti Anda mungkin jadi makan makanan yang tidak sehat, termasuk makanan penyebab diabetes. Selain itu, tubuh akan melepaskan banyak hormon stres yang dapat mengubah kadar gula darah Anda. Jadi, sangat penting untuk mengelola stres dengan baik, misalnya dengan mendengarkan musik, menjalani hobi, atau sekedar me-time seharian di kamar.

10. Kebanyakan duduk daripada bergerak aktif

Anda mungkin sudah berolahraga 20 menit dalam sehari. Namun, jika kemudian Anda lebih banyak menghabiskan waktu duduk di tempat kerja, masih berpotensi buruk bagi kesehatan Anda, terutama jika Anda mengidap diabetes. American Diabetes Association merekomendasikan untuk latihan harian setidaknya 60 – 75 menit untuk mengontrol gula darah pada penderita diabetes. Namun, jika Anda tidak mampu, setidaknya lakukan peregangan atau berjalan santai sebentar selama 3 menit dari tempat duduk Anda setiap 30 menit. Bagaimanapun juga, upayakan untuk melakukan aktivitas fisik sepanjang hari. Mengurangi duduk terlalu banyak mampu mencegah dan mengurangi gejala diabetes.

Inilah 10 kebiasaan buruk yang bisa memicu dan memperparah gejala diabetes Anda. Melakukan perbaikan gaya hidup adalah kunci untuk menstabilkan gula darah dan mengelola diabetes dengan baik.

suplemen-nutrisi-nissan-reishi

Bila perlu, Anda dapat menjaga kadar gula darah normal dengan mengonsumsi suplemen nutrisi Nissan Reishi. Ini terbuat dari ekstrak jamur Reishi pilihan terbaik, berkualitas, dan telah terbukti memiliki efek hipoglikemik, dengan meningkatkan produksi insulin dan menurunkan glukosa Anda [3, 4]. Alhasil, Nissan Reishi dapat menjadi teman yang dapat diandalkan untuk memerangi dan mengelola gejala diabetes Anda sebaik mungkin.

Info pemesanan Nissan Reishi lebih lanjut bisa Anda akses di sini.

Photo by wayhomestudio – www.freepik.com