Categories
Gaya Hidup Lemak Berlebih

Susah Turun Berat Badan? Mungkin Asupan Serat Ini Belum Terpenuhi!

Serat adalah salah satu zat gizi penting yang menawarkan banyak manfaat untuk kesehatan Anda. Salah satu manfaat memenuhi asupan serat harian adalah membantu penurunan berat badan yang sehat.

Sayangnya, masih banyak orang yang belum tahu kalau ‘jenis serat’ ini juga penting untuk program diet. Nah, apa sih jenis serat itu? Seberapa efektifkah serat tersebut untuk menurunkan berat badan Anda mencapai ideal? Let’s check it out!

Apa itu serat?

Serat adalah jenis karbohidrat yang tidak dapat dicerna oleh manusia yang ditemukan secara alami dalam makanan nabati [1].

Contoh makanan nabati yang kaya serat, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan polong-polongan.

Selain serat, makanan tersebut juga mengandung vitamin, mineral, dan zat gizi penting lainnya yang diperlukan untuk kesehatan tubuh yang optimal.

Meskipun serat tidak dapat dicerna, tetapi mencukupi asupan serat harian sangat berdampak positif bagi kesehatan Anda.

Jenis serat

Ada dua jenis serat, yaitu serat larut dan tidak larut. Keduanya sama-sama penting untuk kesehatan Anda dengan cara kerjanya yang berbeda di dalam tubuh [2].

1. Serat larut

Serat larut adalah jenis serat yang dapat menarik air dan membentuk gel, seperti beta-glucan dan glukomanan. Gel tersebut menyebabkan proses pencernaan Anda menjadi lebih lambat, yang pada gilirannya bermanfaat untuk menurunkan berat badan.

Contoh makanan tinggi serat larut termasuk gandum, kacang-kacangan, dan kulit tumbuhan yang dapat dimakan.

2. Serat tidak larut

Serat tidak larut adalah jenis serat yang ‘menolak’ air, sehingga bermanfaat untuk menambah kepadatan feses dan membantu pergerakan makanan di saluran pencernaan.

Umumnya, serat ini sangat dibutuhkan oleh orang-orang yang mengalami sembelit.

Anda dapat menemukan jenis serat ini di dalam sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan dan biji-bijian, dedak gandum, serta makanan dari gandum utuh seperti pasta gandum dan beras merah.

Rekomendasi asupan serat harian

Sebagian besar ahli kesehatan merekomendasikan asupan serat dalam diet adalah kombinasi antara serat larut dan tidak larut, di mana 75% berasal dari serat tidak larut dan 25% berasal dari serat larut [3].

Sama halnya dengan University of California San Francisco yang merekomendasikan asupan serat total sebesar 25-30 gram per hari, di mana sekitar seperempat (6-8 gram per hari) berasal dari serat larut [4].

Peran serat dalam menurunkan berat badan

Prinsip utama dalam penurunan berat badan yang sehat adalah defisit kalori. Untuk bisa berhasil melewatinya, tentu Anda perlu mengontrol nafsu makan Anda.

Makan makanan yang dapat menekan nafsu makan dan membuat Anda kenyang lebih lama tentunya dapat mengurangi asupan kalori Anda. Alhasil, Anda bisa menurunkan berat badan tanpa merasa kelaparan.

Di sinilah peran serat sangat dibutuhkan, terutama serat larut seperti beta-glucan, psyllium, glukomanan, dan gum [5]. Serat ini dapat mengurangi nafsu makan dan meningkatkan rasa kenyang, sehingga makan Anda tidak kalap.

Serat larut membentuk gel yang kental. Semakin kental seratnya, semakin baik untuk mengurangi nafsu makan dan asupan makanan Anda.

Gel ini akan memperlambat pengosongan lambung, serta meningkatkan waktu pencernaan dan penyerapan makanan. Hasil akhirnya adalah memberikan Anda rasa kenyang yang lama dan nafsu makan Anda pun berkurang secara signifikan [6, 7].

Di sisi lain, makanan tinggi serat juga cenderung memiliki kepadatan energi yang lebih rendah. Artinya, ini dapat membuat Anda lebih kenyang tanpa harus makan secara berlebihan, sehingga defisit kalori Anda dapat berjalan dengan baik.

Beta-glucan, salah satu serat larut yang penting untuk menurunkan berat badan

Kini Anda tahu bahwa serat larut memainkan peranan yang besar dalam proses penurunan berat badan. Salah satu serat larut yang sudah banyak diteliti oleh para ilmuwan khasiatnya untuk mencegah dan mengatasi obesitas adalah beta-glucan.

Beta-glucan (𝛽-glucan) adalah serat larut yang menjadi populer belakangan ini, karena beberapa sifat fungsional dan bioaktifnya. Perannya bermanfaat dalam resistensi insulin, dislipidemia, hipertensi, dan obesitas.

Kemampuannya berfermentasi dan membentuk larutan yang sangat kental di dalam usus Anda telah menjadi dasar manfaat kesehatannya, terutama menurunkan berat badan [8].

Studi yang diterbitkan di Nutrition tahun 2017 membuktikan bahwa beta-glucan dapat berkontribusi untuk mencegah obesitas lemak visceral. Ini dapat dilihat dari indikator visceral fat, berat badan, IMT, dan lingkar pinggang individu mengalami penurunan secara signifikan dan aman [9].

Ragam makanan kaya beta-glucan

Makanan yang kaya akan beta-glucan termasuk sereal (seperti oat dan barley), beberapa jenis jamur (seperti Reishi, Shiitake, atau Maitake), ragi, rumput laut, dan alga. Gandum dan sorgum juga mengandung beta-glucan dalam jumlah yang lebih sedikit [10].

Sebuah studi yang terbit di Nature Communications tahun 2015 menunjukkan bahwa ekstrak jamur Reishi efektif mengurangi berat badan, peradangan, dan resistensi insulin pada tikus yang diberi diet tinggi lemak.

Ini karena jamur Reishi mengandung senyawa polisakarida (beta-glucan) yang menghasilkan efek anti-obesitas dan memodulasi mikrobiota di usus [11].

Jika Anda tertarik ingin menurunkan berat badan mencapai ideal dengan cara yang sehat, Nissan Reishi bisa menjadi solusi terbaik untuk Anda.

Namun ingat, tingkatkan asupan serat Anda secara bertahap untuk mencegah efek samping dari kelebihan serat, seperti ketidaknyamanan perut, kram, bahkan diare.

Original featured image by rawpixel.com – www.freepik.com

Categories
Diabetes Hati Imunitas Kardiovaskuler Kelelahan

Dikenal Banyak Khasiatnya, Amankah Jamur Lingzhi Dikonsumsi?

Lingzhi atau Reishi adalah sejenis jamur obat tradisional yang telah dikenal karena khasiatnya yang besar untuk kesehatan. Bahkan, masyarakat Tiongkok menyebutnya sebagai “jamur keajaiban” atau “magical mushroom“. Namun, apakah jamur ini aman dikonsumsi? Let’s check it out!

Kandungan gizi jamur Lingzhi

Sebuah studi review tahun 1999 mengungkapkan bahwa sebagian besar kandungan jamur adalah air – hampir 90 persen – sisanya karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral [1].

Lalu, dalam jurnal Food Research International menyebutkan bahwa jumlah zat gizi makro dari jamur Lingzhi (Ganoderma lucidum) adalah karbohidrat (26-28 persen), lemak (3-5 persen), dan protein (7-8 persen) [2].

Menariknya, banyak manfaat dari jamur Lingzhi telah dikaitkan dengan kandungan senyawa bioaktifnya, di antaranya [3, 4]:

  • Polisakarida
  • Terpenoid
  • Steroid
  • Fenol
  • Nukleotida dan turunannya
  • Glikoprotein

Manfaat jamur Lingzhi untuk kesehatan

Dahulu, kemujaraban jamur Lingzhi dikenal melalui bukti anekdot, adat istiadat, dan penggunaannya secara tradisional [5]. Seiring waktu, penelitian ilmiah pun sudah banyak dilakukan – meski sebagian besar terbatas pada tabung reaksi atau uji coba hewan atau manusia dalam skala kecil.

Dengan komponen aktif yang ada di dalamnya, Ganoderma lucidum diyakini mampu mengatasi kelelahan, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, serta peradangan dengan memperkuat sistem kekebalan tubuh [6].

Tidak hanya itu, jamur ini juga dapat membantu mengontrol gula darah, masalah hati, masalah imun, kanker, dan sebagai antibiotik [7]. Baru-baru ini, studi menemukan manfaat Reishi sebagai agen prebiotik yang layak untuk dipertimbangkan [8].

Apakah ada efek sampingnya?

Konsumsi jamur Lingzhi umumnya dapat ditoleransi dengan baik dengan sedikit efek samping yang signifikan. Namun, Reishi juga mengandung zat yang dapat bertindak seperti pengencer darah, berpotensi memicu tinja berdarah, mimisan, dan mudah memar [9].

Oleh sebab itu, konsumsi jamur ini tidak disarankan jika Anda dalam kondisi [9, 10]:

  • Mengonsumsi antikoagulan seperti warfarin
  • Dijadwalkan akan menjalani operasi
  • Mengonsumsi obat antihipertensi
  • Hamil
  • Menyusui
  • Anak-anak

Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan Anda terlebih dahulu sebelum mengonsumsi suplemen Reishi dalam bentuk apapun. Hal ini untuk memastikan tidak ada efek samping berbahaya yang terjadi setelah mengonsumsinya.

Dosis aman konsumsi jamur Lingzhi

Pada dasarnya, tidak ada pedoman yang mengatur penggunaan Reishi secara tepat. Meski begitu, dalam jurnal Cochrane Database of Systematic Reviews, kebanyakan suplemen jamur Lingzhi/Reishi tersedia dalam bentuk kapsul dan dianggap aman bila dikonsumsi dalam rentang 1,5 – 9 g ekstrak kering per hari [11].

Perlu diketahui bahwa proses penanaman jamur Lingzhi membutuhkan lingkungan yang steril dan rentan terhadap kontaminasi udara. Terlebih lagi, obat herbal tidak harus menjalani pengujian ketat seperti halnya obat farmasi, sehingga tidak menutup kemungkinan beberapa produk “Reishi” mungkin tidak mengandung Ganoderma lucidum sama sekali atau dicampur dengan berbagai bahan tidak aktif [10].

Jadi, pastikan Anda selalu memilih produk jamur Lingzhi yang bersertifikat organik dan keamanannya diakui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), guna mengurangi risiko paparan pestisida dan racun lainnya,serta memastikan kualitas dan keamanan produk, terutama dalam menggunakan pengobatan herbal impor.

Nissan Reishi, suplemen kesehatan yang bersertifikasi

suplemen-nutrisi-nissan-reishi

Dari sekian banyak produk Reishi yang ada di pasaran, Nissan Reishi adalah satu-satunya yang dikembangkan langsung oleh perusahaan Nissan Chemical, salah satu perusahaan tertua di Jepang yang sudah berusia 138 tahun.

Produsen memberikan upaya terbaiknya dalam memformulasikan Lingzhi ke dalam sajian tablet. Hingga diperoleh dalam 1 tablet Nissan Reishi setara dengan 12 kapsul bubuk jamur Lingzhi biasa. Ini menunjukkan potensi manfaatnya 12 kali lipat lebih besar dari produk Lingzhi biasa.

Hal yang lebih menakjubkan lagi, Nissan Reishi dijamin kualitas dan keamanan bahan bakunya oleh Nippon Reishi Association (asosiasi Reishi terbesar di Jepang) dan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Jadi, Anda tidak perlu ragu lagi dengan khasiat, kualitas, dan keamanan dari Nissan Reishi.

Yuk, langsung klik di sini untuk mendapatkan informasi Nissan Reishi lebih lanjut!

Categories
Aging Gaya Hidup

6 Tips Ampuh Menghilangkan Bekas Jerawat

Habis jerawat terbitlah bekas jerawat! Hayoo, siapa yang sering mengalami kejadian ini? Apakah kamu salah satunya? Memang bikin kesal sih kalau ada bekas jerawat di kulit wajah, karena mengganggu penampilan dan mengurangi kepercayaan diri saat tampil di muka umum.

Sekarang, kamu tidak perlu khawatir lagi, karena ada beberapa tips ampuh yang dapat membantu menghilangkan bekas jerawat secara tuntas. Apa saja itu? Yuk, simak terus artikel ini, ya!

6 Tips bantu hilangkan bekas jerawat secara tuntas

Kabar baiknya, bekas jerawat tidak selalu permanen dan ini bisa dihilangkan dengan perawatan yang tepat. Kamu mungkin sudah memiliki skin care rutin yang sesuai dan cocok dengan kulit wajah kamu.

Nah, beberapa pengobatan alami ini dapat membantu memudarkan bekas jerawat di kulit secara cepat dan tuntas:

1. Madu mentah

Madu adalah pengobatan alami yang tidak perlu diragukan lagi manfaatnya untuk kesehatan, termasuk membantu penyembuhan luka bakar dan herpes. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa madu dapat mempercepat penyembuhan luka dan mengurangi potensi terbentuknya jaringan parut.

Peneliti juga menemukan bahwa mengoleskan madu secara langsung ke kulit dapat membantu membersihkan luka karena sifat antibakterinya. Selain itu, madu juga mampu melawan infeksi yang menyebabkan banyak jerawat muncul [1].

2. Lidah buaya

gel-lidah-buaya-untuk-menyamarkan-bekas-jerawat
Gambar oleh Marce Garal dari Pixabay

Seperti madu, lidah buaya juga merupakan obat rumahan yang sangat umum digunakan. Cara kerjanya pun sama dalam membantu proses penyembuhan.

Menurut sebuah penelitian dalam Annals of Plastic Surgery, mengoleskan lidah buaya langsung ke luka dapat mengurangi peradangan dan ukuran jaringan parut yang terbentuk [2].

Untungnya lagi, gel lidah buaya tidak sulit didapatkan, karena kamu bisa menanamnya sendiri di rumah. Potong daunnya dan oleskan gel lidah buaya ke wajah untuk membantu menghilangkan bekas jerawat.

3. Jus lemon

Sebenarnya, tidak ada penelitian signifikan yang membuktikan bahwa jus lemon efektif menghilangkan bekas jerawat. Namun, bukti anekdotnya cukup banyak yang sebagian besar memperlihatkan kesuksesan orang dalam menghilangkan bekas jerawatnya menggunakan jus lemon [3].

Para pendukung ini menyatakan bahwa jus lemon dapat membantu mengurangi perubahan warna dan meratakan warna kulit. Namun, karena jus lemon bersifat sangat asam, cukup oleskan beberapa tetes saja langsung ke bekas jerawat.

4. Minyak rosehip

tanaman-rosehip-bantu-hilangkan-bekas-jerawat
Gambar oleh Mabel Amber dari Pixabay

Minyak rosehip – terkenal dengan manfaatnya sebagai anti aging – sudah banyak tersedia secara luas dan aman diaplikasikan langsung ke kulit. Satu studi menemukan bahwa minyak rosehip dapat digunakan untuk mengobati bekas luka.

Meskipun dalam penelitian tersebut khusus untuk bekas luka operasi, tetapi minyak ini juga bisa membantu menghilangkan bekas jerawat. Menurut peneliti, mengaplikasikannya dua kali sehari mampu mengurangi munculnya bekas luka dan perubahan warna di kulit [4].

5. Minyak habbatussauda

Habbatussauda (Nigella sativa) atau dikenal juga dengan minyak jintan hitam adalah salah satu tanaman obat yang relatif umum digunakan. Selain bersifat antibakteri dan anti-virus, minyak ini juga bersifat antiradang.

Namun, mengurangi peradangan bukanlah satu-satunya poin penting saat memperbaiki bekas luka.

Sebuah penelitian berhasil menunjukkan bahwa habbatussauda mampu mempercepat dan meningkatkan penyembuhan luka. Selain itu, tanaman ini juga dapat meratakan pigmentasi kulit bahkan mencegah jerawat muncul kembali [5].

6. Ekstrak jamur Reishi

Terakhir ada pengobatan bekas jerawat alami dari kelompok jamur, yaitu jamur Reishi (Lingzhi). Ini adalah jamur obat tradisional yang banyak bermanfaat untuk tubuh, termasuk sebagai anti aging.

Menurut Barbara Close, seorang ahli kecantikan dan terapi herbalisme yang dilansir dari Dermstore, jamur Reishi dapat membantu memperkuat sistem kekebalan alami tubuh, mengurangi sensitivitas kulit, dan meningkatkan ketahanan kulit terhadap iritasi lingkungan [6].

Satu studi dalam Mycopathologia menunjukkan bahwa jamur Reishi dapat membantu memudarkan bekas jerawat dengan cara menghambat enzim tirosinase. Ini adalah enzim yang memproduksi pigmen melanin, sehingga dapat mengurangi pigmentasi dan perubahan warna kulit [7].

Selain itu, sifat adaptogeniknya juga dapat membantu meredakan kemerahan akibat jerawat dan menenangkan kulit kamu. Hal ini diduga berkaitan dengan tingginya aktivitas antioksidan dan sifat imunomodulator dalam jamur Reishi [8, 9].

Berikan perawatan terbaik untuk kulit sehat dan cantikmu!

suplemen-nutrisi-nissan-reishi

Jika kamu ingin memberikan perawatan terbaik untuk kulit sehat dan cantikmu, ekstrak jamur Reishi bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat. Kamu tidak perlu bingung, karena kini ekstrak jamur Reishi telah hadir dalam bentuk suplemen kesehatan Nissan Reishi.

Klik di sini untuk tahu informasi lebih banyak tentang Nissan Reishi, ya!

Categories
Gaya Hidup Kelelahan

5 Buah Kaya Air Cocok untuk Menu Berbuka Puasa

Banyak pilihan makanan dan minuman yang dapat dijadikan sebagai menu berbuka puasa, tetapi asal pilih menu bisa berisiko untuk kesehatan Anda. Misalnya, sering berbuka dengan aneka gorengan kaki lima, minuman kemasan, atau soft drinks dapat memicu kenaikan kadar kolesterol dan gula darah Anda.

Daripada minum minuman seperti ini, alangkah lebih baik jika Anda merehidrasi tubuh Anda dengan buah-buahan yang kaya kandungan airnya.

5 Buah kaya air untuk berbuka puasa

Selain kaya air, buah-buahan ini juga kaya akan vitamin, mineral, dan serat yang sangat menyehatkan untuk pencernaan Anda. Apa saja sih buah-buahan kaya air yang cocok dijadikan sebagai bagian dari menu berbuka puasa?

1. Semangka

Semangka adalah buah favorit bagi hampir setiap orang. Tampaknya, buah ini juga telah menjadi menu andalan saat berbuka puasa. Selain dapat dimakan langsung, semangka dapat disajikan dalam bentuk minuman, salad buah, ataupun puding.

Semangka mengandung hampir 92% air [1], sehingga cocok untuk mengembalikan hidrasi tubuh setelah seharian berpuasa. Selain itu, buah berwarna merah ini juga bisa memuaskan rasa manis di mulut Anda dengan gula alami. Kandungan antioksidan dalam buah semangka juga dapat membantu menghilangkan molekul radikal bebas – senyawa reaktif yang dapat merusak sel-sel sehat tubuh Anda [2].

2. Ketimun

Mungkin sebagian besar orang mengira ketimun adalah sayur, padahal ini adalah buah. Ketimun adalah buah yang kaya nutrisi, tetapi rendah kalori, lemak, kolesterol, dan natrium [3]. Sama seperti semangka, ketimun dapat Anda konsumsi langsung atau diolah menjadi minuman, salad, dan acar. Bahkan, ada pula yang mengolahnya menjadi tumis sayur dengan rasa yang gurih.

Selain rasanya yang ringan dan menyegarkan, banyak orang mengonsumsi ketimun karena mengandung banyak air, bahkan mencapai 96% kandungan airnya [4]. Oleh karena itu, mengonsumsi buah ini dapat membantu meredakan dehidrasi Anda, sehingga pilihan yang tepat sebagai menu berbuka puasa.

3. Melon

Melon adalah buah yang termasuk dalam spesies cucumis melo (muskmelon). Di Indonesia, buah ini juga banyak dijual di pasaran. Daging buahnya berwarna hijau muda hingga kuning dan memiliki rasa yang manis, sedangkan kulitnya berwarna putih hingga kuning.

Melon juga termasuk ke dalam buah yang kaya air dan elektrolit. Melansir dari Nutrition Data, melon mengandung sekitar 90% air dan kaya akan mineral elektrolit, seperti kalium, magnesium, natrium, dan kalsium [5]. Jangan heran, kalau banyak orang yang berbuka puasa dengan salah satu buah yang manis dan menyegarkan ini. Anda dapat memakannya langsung atau diolah menjadi dessert, salad, makanan ringan, dan sup buah.

4. Anggur

Anggur juga termasuk ke dalam buah-buahan yang tinggi kadar airnya. Medical News Today menjelaskan dalam satu cangkir anggur dapat menyediakan air lebih dari 121 gram untuk Anda. Buah berukuran kecil ini memiliki warna dan bentuk yang bervariasi. Ada anggur merah, hijau, dan ungu, ada pula anggur tanpa biji, selai anggur, jus anggur, dan kismis.

Selain kaya kandungan airnya, anggur juga mengandung banyak nutrisi yang menawarkan sejumlah manfaat untuk kesehatan Anda, seperti melindungi kesehatan mata, serta mencegah kanker, penyakit jantung, hipertensi, dan sembelit [6].

5. Air kelapa

Air kelapa bukanlah air yang ditambah dengan perasa kelapa, melainkan cairan bening di dalam buah kelapa. Eits, juga jangan tertukar dengan santan, ya! Karena santan adalah emulsi dari air dan kelapa parut segar. Air kelapa masih menjadi salah satu minuman favorit sepanjang masa, karena rasa manisnya alami, menyegarkan, dan kaya nutrisi.

Menambahkan air kelapa dalam menu berbuka puasa adalah pilihan yang sangat tepat, karena kandungan airnya sekitar 94%. Apalagi minuman ini rendah kalori, lemak, dan kolesterol jika Anda tidak menambahkan gula lagi ke dalamnya. Selain itu, minum air kelapa dapat mengembalikan keseimbangan elektrolit tubuh Anda, karena merupakan sumber magnesium, potasium, dan juga mangan [7].

Pulihkan stamina setelah berpuasa dengan Nissan Reishi

suplemen-nutrisi-nissan-reishi

Selain buah-buahan kaya air untuk mengembalikan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh Anda, menambahkan asupan nutrisi dari jamur Reishi juga dapat memulihkan stamina Anda setelah seharian berpuasa. Ini akan membuat Anda tetap fit dan siap untuk menjalani puasa esok harinya.

Jamur Reishi terkenal dengan efek anti-fatigue yang berasal dari komponen aktif di dalamnya (polisakarida, peptida, nukleosida, senyawa fenolik, dan triterpenoid), sehingga mampu meningkatkan stamina dan mencegah tubuh Anda dari cepat lelah [8, 9].

Nissan Reishi – suplemen kesehatan dari ekstrak jamur Reishi – dapat menjadi solusi tepat bagi Anda yang sering merasa lelah dan pegal-pegal hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Bila perlu, konsumsi Nissan Reishi secara teratur pada saat berbuka dan sahur untuk melancarkan ibadah puasa Anda di bulan suci Ramadan.

Info lebih lanjut terkait Nissan Reishi dapat Anda akses di sini.

Cover photo by aleksandarlittlewolf – www.freepik.com

Categories
Diabetes Gaya Hidup

6 Tips Puasa Sehat bagi Penderita Diabetes

Banyak penderita diabetes memilih untuk berpuasa. Namun, karena mereka memiliki kelainan metabolik, sehingga berisiko menimbulkan komplikasi tertentu ketika melakukan perubahan nyata dalam asupan makan dan minumnya [1]. Lalu, apa tips puasa sehat bagi penderita diabetes? Ini dia jawabannya!

Risiko puasa dengan diabetes

Penderita diabetes mungkin berisiko tinggi mengalami komplikasi ketika berpuasa selama bulan Ramadan, seperti [2, 3, 4]:

  • Jika Anda memiliki komplikasi diabetes, seperti penglihatan buruk, penyakit jantung, atau ginjal, kondisi kesehatan Anda bisa semakin menurun dan Anda harus mempertimbangkan untuk tidak berpuasa secara serius.
  • Hipoglikemia, karena asupan makanan berkurang. Jika Anda merasakan gejala hipoglikemia, Anda harus segera berbuka puasa dengan minum cairan manis serta makan makanan bertepung. Jika tidak, dapat membahayakan tubuh Anda, bahkan mungkin perlu bantuan medis.
  • Hiperglikemia, yang dapat menyebabkan ketoasidosis diabetik (DKA), serta diuresis osmotik, yang dapat mengurangi volume cairan dan elektrolit dalam tubuh Anda.
  • Hipotensi ortostatik (terutama jika Anda memiliki riwayat penyakit neuropati otonom) akibat dehidrasi. Selain itu, Anda juga bisa mengalami pingsan, jatuh, cedera, dan patah tulang.
  • Trombosis dan stroke, karena viskositas darah meningkat akibat dehidrasi.

6 Tips aman berpuasa bagi penderita diabetes

Sebelum Anda memilih untuk berpuasa selama Ramadan, maka lakukanlah beberapa hal berikut ini [3, 4, 5]:

  1. Mendapatkan edukasi dari dokter tentang penyebab, pengenalan dini, serta manajemen darurat dari hipoglikemia, hiperglikemia, dehidrasi, kolik ginjal, dan ketoasidosis diabetik yang dapat terjadi. Ini juga meliputi:
    • Swa-monitor glukosa darah di rumah, terutama bagi penderita diabetes yang memakai insulin.
    • Tes urine untuk mendeteksi keton.
    • Penghitungan denyut nadi, suhu, dan laju pernapasan.
    • Perencanaan menu makan sehat, seperti diet seimbang dengan makanan indeks glikemik rendah, rendah lemak, dan tinggi serat.
    • Pemberdayaan penderita diabetes untuk meningkatkan partisipasi dan motivasi, sehingga tidak hanya patuh selama bulan puasa, tetapi juga sepanjang tahun.
  2. Menjalani asesmen medis, biasanya dilakukan 1 – 2 bulan sebelum Ramadan.
    • Status fisik, berat badan, tekanan darah, glukosa dan lipid, kondisi mata, jantung, ginjal, dan sistem saraf.
    • Stratifikasi risiko untuk mengidentifikasi apakah Anda aman atau tidak berpuasa.
  3. Selalu ikuti saran dari dokter dan ahli diet Anda tentang makanan, minuman, dan olahraga yang dapat Anda lakukan selama berpuasa.
    • Disarankan mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks (dicerna lebih lambat) pada saat sahur.
    • Meningkatkan asupan cairan di waktu Anda tidak puasa, yaitu malam hari.
    • Menjaga tingkat aktivitas fisik yang normal, termasuk solat malam (seperti tarawih dan witir), yang melibatkan siklus berulang kali bangkit, berlutut, dan membungkuk.
  4. Sesuaikan dosis obat Anda selama bulan Ramadan sesuai dengan anjuran dari dokter.
  5. Rutin memantau gula darah dengan cermat. Segera hentikan puasa jika Anda mengalami tanda-tanda gula darah rendah atau tinggi.
  6. Melakukan kontrol dan pengobatan penyakit periodontal kronis, karena sangat penting untuk mencapai kontrol glikemik jangka panjang.

Penderita diabetes dikatakan aman berpuasa apabila

Mayo Clinic megungkapkan bahwa mungkin Anda yang mengalami diabetes akan aman berpuasa apabila [4]:

  • Mengidap diabetes tipe 2 yang dikelola dengan baik.
  • Mengelola diabetes dengan konsumsi obat-obatan atau terapi pola hidup sehat.
  • Anda memahami risiko berpuasa dengan kondisi diabetes, mengelola diabetes, dan cermat mengikuti saran dari dokter Anda.

Nissan Reishi, bantu penderita diabetes kendalikan gula darah saat puasa

Menjaga dan meningkatkan kesehatan Anda selama berpuasa di bulan suci Ramadan adalah hal terpenting yang harus dilakukan. Terlebih lagi, jika Anda memiliki riwayat kesehatan tertentu, seperti diabetes mellitus. Nissan Reishi baik dikonsumsi untuk menunjang kelancaran ibadah puasa Anda, karena khasiatnya yang tidak perlu diragukan lagi. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan Anda sebelum mengonsumsi tambahan nutrisi dalam bentuk apapun.

Adapun manfaat Nissan Reishi bagi penderita diabetes yang menjalani ibadah puasa adalah [5, 6]:

  • Mencegah tubuh cepat lelah akibat dehidrasi dan hipoglikemia.
  • Membantu menjaga kadar gula darah normal.
  • Mengurangi peradangan yang berlebihan.
  • Membuat tubuh lebih tahan terhadap stres.
  • Mendukung penurunan berat badan yang sehat selama berpuasa.

Info lebih lanjut tentang Nissan Reishi bisa Anda akses di sini.

Cover photo by master1305 – www.freepik.com

Categories
Alergi Gaya Hidup

Inilah 5 Cara Mengatasi Biduran (Urtikaria) Secara Alami dan Efektif

Apakah Anda pernah atau sedang mengalami biduran? Ini menyebabkan ruam dan gatal-gatal di bagian tubuh yang terkena. Meskipun sering dikaitkan dengan alergi, biduran juga dapat dipicu oleh stres, obat-obatan tertentu, sengatan atau gigitan serangga, sinar matahari, suhu dingin, infeksi, atau kondisi lainnya. Penting bagi Anda untuk mengidentifikasi apa yang memicu ruam dan gatal yang terjadi, sehingga Anda bisa lebih berhati-hati terhadap faktor pemicu biduran Anda. Nah, berikut ini ada beberapa cara mengatasi biduran atau urtikaria yang muncul secara alami dan juga efektif. Apa saja itu?

5 Cara mengatasi biduran secara alami dan efektif

Umumnya, biduran akan hilang dalam waktu 24 jam dan tidak perlu pengobatan khusus. Akan tetapi, Anda harus segera mendapatkan pengobatan jika mengalami salah satu dari gejala berikut:

  • Kepala pusing.
  • Bengkak di tenggorokan atau wajah.
  • Sulit bernapas.

Anda jangan khawatir, ada beberapa cara mengatasi biduran yang sifatnya lebih ringan dan bisa diredakan dengan perawatan rumahan, yaitu [1, 2]:

1. Kompres dingin

Cara mengatasi biduran yang pertama adalah mengompres area yang terkena dengan kantong es. Menerapkan sesuatu yang dingin ke kulit Anda bisa membantu meredakan iritasi. Bila tidak ada es, Anda bisa menggunakan sesuatu yang dingin, seperti sekantong sayuran beku yang dibungkus dengan handuk. Kemudian, kompres ke area kulit yang terkena biduran selama 10 menit. Anda bisa mengulanginya lagi sesuai kebutuhan sepanjang hari.

2. Mandi dengan larutan antigatal

Mandi dengan menggunakan larutan antigatal juga bisa menjadi solusi efektif untuk meredakan rasa gatal akibat biduran. Contoh beberapa produk yang bisa Anda tambahkan ke dalam bak mandi untuk menghilangkan rasa gatal, seperti oatmeal koloid dan soda kue. Jika Anda memutuskan menggunakan oatmeal koloid, maka cobalah dulu dengan 1/2 cangkir (4 ons) oatmeal koloid, lalu tambahkan hingga 1 1/2 cangkir (12 ons).

Oh iya, mandi oatmeal mungkin akan membuat tubuh Anda terasa berlendir. Nah, untuk mengatasi efeknya ini, tambahkan minyak esensial lavender yang beraroma manis satu atau dua tetes ke bak mandi [3]. Ingat ya, jangan mengoleskan langsung minyak esensial ke kulit, karena dapat menimbulkan iritasi. Penambahan minyak esensial ini dapat menenangkan kondisi kulit, mengurangi tekanan darah dan detak jantung, serta meredakan stres – salah satu pemicu biduran [4].

3. Hindari produk yang dapat mengiritasi kulit

Agar biduran Anda tidak semakin parah dan sering kambuh, menghindari penggunaan produk yang dapat mengiritasi kulit bisa menjadi solusi yang efektif. Contohnya, sabun tertentu yang dapat membuat kulit kering dan menyebabkan gatal bertambah parah. Pastikan Anda menggunakan sabun untuk kulit sensitif. Selain sabun, pelembab atau losion tertentu juga ada yang bisa mengiritasi kulit. Pilihlah pelembab atau losion yang diformulasikan untuk kulit sensitif. Mengaplikasikan pelembab segera setelah mandi juga dapat membantu meredakan gatal.

4. Jaga suhu ruang tetap sejuk dan nyaman

Suhu yang terlalu dingin atau panas bisa memperparah rasa gatal Anda. Upayakan untuk mengenakan pakaian yang tipis dan ringan pada saat cuaca panas dan jaga suhu di rumah Anda tetap sejuk dan nyaman. Oh iya, pastikan juga Anda tidak duduk di bawah sinar matahari terik, ya.

5. Menggunakan pengobatan alami

Jika cara mengatasi biduran dengan pengobatan rumahan masih belum mempan untuk meredakan ruam dan rasa gatal Anda, mungkin beberapa solusi alami ini bisa menjadi pilihan alternatif. Perlu diingat bahwa pengobatan alami tidak diatur oleh Food and Drug Administration AS, jadi gunakan secara bijak dan hati-hati, ya.

Witch hazel

witch-hazel-membantu-meredakan-reaksi-biduran
Gambar oleh Manfred Richter dari Pixabay

Tanin alami yang terkandung di dalamnya bisa membantu meredakan iritasi kulit. Untuk membuat ramuan dari tanaman ini caranya adalah [5]:

  • Tambahkan 5 – 10 gram kulit kayu witch hazel ke dalam 1 cangkir air.
  • Hancurkan kulit kayu tersebut, lalu tuang adonan ke dalam panci.
  • Didihkan adonan, angkat, dan saring campurannya.
  • Biarkan campuran mendingin sebelum digunakan.
  • Anda bisa mengaplikasikan adonan witch hazel ke kulit Anda sebagai masker beberapa kali dalam sehari.
  • Oleskan dan diamkan di area kulit yang terkena sekitar 20 menit, lalu bilas dengan air bersih.

Aloe vera (lidah buaya)

cara-mengatasi-biduran-secara-alami-dengan-gel-lidah-buaya
Photo by @Racool_studio – www.freepik.com

Siapa yang tidak kenal dengan lidah buaya? Gel lidah buaya sudah dikenal sejak lama karena khasiat penyembuhannya, termasuk meredakan gatal dan peradangan [6]. Meski begitu, para ahli tetap menyarankan Anda untuk melakukan uji tempel (patch test) ke area kulit sedikit sebelum Anda mengaplikasikannya secara menyeluruh. Jika Anda tidak mengalami iritasi apa pun dalam waktu 24 jam, maka Anda bisa menggunakannya untuk mengatasi biduran apa pun.

Reishi mushroom

Gambar sampul oleh phạm Lộc dari Pixabay

Reishi mengandung senyawa antiinflamasi, seperti triterpenoid dan steroid, yang dapat menghambat peradangan dan aktivitas histamin yang bertanggung jawab terhadap gejala alergi seperti pilek, gatal-gatal, mata berair, dan penyempitan bronkial. Jamur obat tradisional ini merupakan salah satu dari tiga tumbuhan di ASHMI (Antiasthma Simplified Herbal Medicine Intervention) yang memiliki efek penghambatan produksi TNF-α (sitokin pro-inflamasi yang terlibat dalam kejadian asma) [7].

Bahkan, para peneliti menemukan bahwa ekstrak jamur Reishi lebih aman dan efektif daripada Prednisone®. Ini adalah obat antiinflamasi nonsteroid dengan potensi efek samping yang cukup serius dibandingkan Reishi yang sedikit – jika memang ada – efek samping [8]. Jamur Reishi juga memiliki efek antipruritik yang efektif melawan pruritus, alias gatal-gatal yang disertai ruam [9]. Tentunya, hal tersebut menunjukkan bahwa jamur Reishi efektif meredakan reaksi ruam dan gatal-gatal akibat biduran.

Inilah 5 cara mengatasi biduran secara alami dan efektif yang bisa menjadi pilihan terbaik Anda. Jika gejala biduran tak kunjung membaik atau justru semakin parah, segera temui dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Mungkin saja, biduran yang Anda alami sifatnya tidak ringan dan hanya bisa ditolong dengan pengobatan medis dari dokter.

Jika Anda ingin meminimalisir kekambuhan biduran atau pun mengatasi biduran ringan Anda dengan Nissan Reishi – suplemen makanan dari esktrak jamur Reishi – silahkan klik link berikut ini.