Categories
Gaya Hidup Imunitas Kanker Lemak Berlebih

Ini Bedanya Probiotik dan Prebioktik, Jangan Keliru!

Probiotik dan prebiotik tampaknya telah menjadi topik kesehatan yang ramai diperbincangkan saat ini. Sama halnya dengan zat gizi makro maupun mikro dalam makanan, kehadiran probiotik dan prebiotik juga sangat berarti untuk kesehatan Anda.

Probiotik adalah bakteri yang menguntungkan untuk kesehatan, sedangkan prebiotik adalah makanan untuk si bakteri tersebut. Untuk lebih jelasnya, yuk, simak terus artikel berikut!

Apa itu probiotik?

Probiotik adalah organisme hidup – biasanya jenis bakteri tertentu – yang ada di dalam makanan atau suplemen tertentu. Probiotik menawarkan banyak manfaat untuk kesehatan, karena secara langsung menambah populasi mikroba sehat di usus Anda.

Manfaat probiotik

Kehadiran bakteri baik di saluran pencernaan Anda dapat membantu melindungi Anda dari serangan bakteri dan jamur berbahaya.

Hal ini dibuktikan oleh sebuah studi tahun 2013 yang mengungkapkan bahwa berbagai jenis bakteri baik di usus dapat membantu fungsi sistem kekebalan tubuh, memperbaiki gejala depresi, membantu mengatasi obesitas, dan beragam manfaat lainnya [1].

Beberapa bakteri baik di usus Anda juga membentuk vitamin K dan asam lemak rantai pendek. Ini merupakan sumber zat gizi utama bagi sel-sel yang melapisi usus besar Anda [1].

Probiotik dapat membuat penghalang usus yang kuat, sehingga membantu Anda terhindar dari zat berbahaya, virus, dan bakteri. Probiotik juga membantu mengurangi peradangan dalam tubuh dan risiko kanker kolon [2].

Ini hanyalah beberapa cara utama bakteri baik di usus berinteraksi dengan sistem tubuh Anda. Masih banyak lagi cara tidak langsung bakteri di usus memengaruhi tubuh dan kesehatan Anda secara keseluruhan [3].

Ragam makanan yang mengandung probiotik

Yogurt adalah makanan yang terkenal dengan kandungan probiotiknya. Ada juga beberapa makanan fermentasi lainnya yang kaya dengan probiotik, seperti:

  • Teh kombucha.
  • Kefir (susu dan non-dairy).
  • Kimchi.
  • Sayuran acar yang tidak dipasteurisasi.

Perlu diingat bahwa jika Anda makan makanan fermentasi untuk mengambil manfaat probiotiknya, maka pastikan makanan tersebut tidak dipasteurisasi. Ini karena proses tersebut dapat membunuh bakteri.

Beberapa dari makanan tersebut juga dapat dianggap sebagai sinbiotik, karena mengandung bakteri menguntungkan sekaligus sumber serat prebiotik untuk dimakan oleh bakteri. Misalnya, keju, kefir, dan asinan kubis [4].

Apa itu prebiotik?

Tidak hanya probiotik saja yang bermanfaat untuk kesehatan, ada prebiotik juga yang tidak kalah hebat untuk mendukung kesehatan Anda secara optimal.

Prebiotik adalah zat yang berasal dari jenis karbohidrat (sebagian besar serat) yang tidak dapat dicerna oleh manusia. Alhasil, bakteri baik di usus Anda yang memakan serat ini.

Prebiotik bertindak seperti pupuk yang merangsang pertumbuhan bakteri baik di usus untuk mendukung pencernaan yang sehat dan kekebalan tubuh yang kuat.

Salah satu hal yang dilakukan oleh bakteri baik di usus Anda terhadap serat prebiotik adalah mengubahnya menjadi asam lemak rantai pendek, atau disebut sebagai butirat.

Sebuah studi menemukan bahwa produksi butirat di usus besar tidak dapat dipertahankan tanpa adanya asupan serat prebiotik yang memadai [5].

Ragam makanan yang mengandung prebiotik

Umumnya, prebiotik banyak ditemukan dalam buah dan sayuran, terutama yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti serat dan pati resisten.

Karbohidrat ini tidak dapat dicerna oleh tubuh, sehingga hanya melewati sistem pencernaan sebagai makanan bagi bakteri dan mikroba lainnya di usus Anda.

Berikut makanan yang kaya akan serat prebiotik:

  • Buncis.
  • Kacang polong.
  • Gandum.
  • Pisang.
  • Buah beri-berian.
  • Asparagus.
  • Bawang putih.
  • Daun bawang.
  • Bawang merah.
  • Jamur Reishi/Lingzhi.

Mengenal prebioktik dari jamur Lingzhi

Belum lama ini, jamur Lingzhi ditemukan dapat berperan sebagai agen prebiotik di usus Anda.

Hal ini merujuk pada hasil temuan Chang dan timnya pada tahun 2015 yang meneliti peranan jamur Lingzhi (Ganoderma lucidum) dalam mengurangi obesitas [6].

Dalam hasil penelitian tersebut, Chan dan tim menemukan bahwa jamur Lingzhi dapat mengurangi berat badan, peradangan, dan memperbaiki resistensi insulin dengan cara mengembalikan keseimbangan mikrobiota di usus, membuat penghalang usus yang kuat, dan mengurangi endotoksemia metabolik.

Meskipun hasil penelitian ini masih terbatas pada hewan dan masih perlu banyak penelitian lagi untuk memperkuat kesimpulannya, tetapi layak untuk dipertimbangkan.

Ini karena Chang dan timnya berhasil mendukung konsep prebiotik pada jamur Lingzhi, terutama dalam mengatasi obesitas dan gangguan metabolisme terkait.

Kesimpulan

Inilah perbedaan probiotik dan prebiotik yang harus Anda ketahui. Selain probiotik, penting juga mengonsumsi makanan kaya prebiotik, yang secara tidak langsung turut mendukung fungsi sistem tubuh Anda secara menyeluruh.

Sudahkah Anda mengonsumsi makanan kaya probiotik dan prebiotik hari ini?

Gambar cover oleh Alicia Harper dari Pixabay

Categories
Diabetes Gaya Hidup Kardiovaskuler Lemak Berlebih

Yuk, Terapkan 10 Langkah Berikut untuk Cegah Penyakit Jantung!

Ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Faktor risiko ini ada yang bisa dikendalikan seperti gaya hidup, dan ada pula yang tidak seperti genetika, usia, dan jenis kelamin [1, 2]. Center for Disease Control and Prevention (CDC) menerangkan bahwa dengan menjalani gaya hidup sehat, Anda dapat mengontrol tekanan darah, kolesterol, dan gula darah tetap normal [3].

Jika semua ini terkendali dengan baik, maka Anda satu langkah lebih maju dalam mencegah penyakit jantung.

10 Langkah sehat bantu cegah penyakit jantung

Kabar baiknya, ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk memelihara kesehatan jantung. Berikut 10 langkah penting yang dapat membantu mencegah berbagai masalah jantung [1, 2, 3, 4, 5]:

1. Kontrol tekanan darah

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tekanan darah tinggi adalah salah satu faktor risiko utama penyakit jantung. Anda perlu memeriksakan tekanan darah Anda secara teratur, terutama jika Anda punya riwayat hipertensi.

Jika dokter meresepkan Anda obat, minumlah sesuai dengan petunjuk dokter. Menerapkan gaya hidup sehat seperti diet, olahraga, kelola stres, dan istirahat yang cukup juga dapat mencegah atau mengontrol tekanan darah tinggi Anda.

2. Jaga kadar kolesterol tetap normal

Kadar kolesterol yang tinggi dapat menyumbat pembuh darah arteri di jantung. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit arteri koroner dan serangan jantung. Oleh sebab itu, penting sekali melakukan perubahan gaya hidup dan mengonsumsi obat-obatan jika diperlukan untuk menurunkan kadar kolesterol Anda.

3. Pertahankan berat badan sehat

Kelebihan berat badan (overweight) atau obesitas juga dapat membahayakan kesehatan jantung Anda. Ini berkaitan dengan faktor risiko penyakit jantung lainnya, seperti kadar kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan diabetes. Maka dari itu, mempertahankan berat badan normal dan sehat dapat membantu Anda mencegah penyakit jantung.

4. Makan makanan sehat

Makanan sehat yang seperti apa? Cobalah mulai sekarang batasi makanan yang tinggi lemak jenuh, natrium, dan gula tambahan. Perbanyak asupan buah segar, sayuran, dan biji-bijian. Diet DASH adalah contoh pola makan yang dapat membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol, sehingga Anda bisa terhindar dari masalah jantung.

5. Olahraga teratur

Olahraga secara teratur memberikan banyak manfaat untuk tubuh, termasuk memperkuat otot jantung dan meningkatkan sirkulasi darah. Selain itu, olahraga juga dapat membantu mempertahankan berat badan sehat, serta menurunkan kolesterol dan tekanan darah. Semua ini tentunya dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

6. Batasi alkohol

Terlalu banyak konsumsi minuman beralkohol dapat meningkatkan tekanan darah dan berat badan. Sementara ini adalah dua hal yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Jadi, sebaiknya batasi bahkan hindari saja minuman yang mengandung alkohol.

7. Jangan merokok

Tidak hanya alkohol, Anda pun juga sangat disarankan untuk tidak merokok, karena dapat meningkatkan tekanan darah dan membuat Anda berisiko lebih tinggi terkena serangan jantung dan stroke.

Beruntunglah jika Anda memang tidak merokok dan jangan pernah memulainya. Namun, jika Anda merokok, mulailah berhenti merokok sekarang juga untuk menurunkan risiko penyakit jantung.

8. Kelola stres

Stres juga telah dikaitkan dengan penyakit jantung. Bahkan, stres yang ekstrim bisa menjadi “pemicu” serangan jantung. Inilah alasan Anda tidak boleh stres berkepanjangan.

Selain itu, banyak orang yang berusaha mengatasi stresnya dengan makan berlebihan, minum-minum, dan merokok. Hal ini justru berdampak buruk bagi jantung Anda.

Cobalah kurangi stres dengan melakukan olahraga, mendengarkan musik, menjalani hobi, pergi berlibur, dan bermeditasi. Langkah ini jauh lebih baik untuk kesehatan jantung Anda.

9. Kelola diabetes

Orang dengan penyakit diabetes berisiko lebih tinggi mengalami masalah jantung. Hal ini karena gula darah yang tinggi akibat diabetes dapat merusak pembuluh darah dan saraf yang mengontrol sistem kardiovaskuler seiring berjalannya waktu. Jadi, penting sekali bagi Anda melakukan pemeriksaan diabetes dan mengelola penyakit ini sebaik mungkin jika Anda mengidapnya.

10. Cukup tidur

Kurang tidur dapat meningkatkan risiko hipertensi, obesitas, dan diabetes – ketiganya adalah faktor risiko utama penyakit jantung. Inilah pentingnya Anda memiliki kebiasaan tidur yang sehat setiap hari.

Nah, berapa lama tidur dikatakan cukup? Kebanyakan orang dewasa perlu tidur selama 7-9 jam setiap malam. Jika Anda memiliki masalah tidur seperti insomnia atau apnea tidur, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk membantu mengatasi gangguan tidur yang Anda alami.

Ingatlah bahwa dengan menerapkan pola hidup sehat adalah cara terbaik untuk menunda atau menghindari berbagai penyakit jantung. Anda juga dapat melindungi kesehatan jantung dengan mengonsumsi suplemen kesehatan Nissan Reishi.

Suplemen kesehatan dari ekstrak jamur Reishi ini mampu mengontrol kadar kolesterol, tekanan darah, dan gula darah Anda tetap stabil. Hal ini akan membantu Anda mencegah ataupun mengelola kelebihan berat badan, hipertensi, dan diabetes dengan baik.

Yuk, langsung klik di sini untuk mendapatkan informasi Nissan Reishi lebih lanjut!

Cover photo by drobotdean – www.freepik.com

Categories
Diabetes Hati Imunitas Kardiovaskuler Kelelahan

Dikenal Banyak Khasiatnya, Amankah Jamur Lingzhi Dikonsumsi?

Lingzhi atau Reishi adalah sejenis jamur obat tradisional yang telah dikenal karena khasiatnya yang besar untuk kesehatan. Bahkan, masyarakat Tiongkok menyebutnya sebagai “jamur keajaiban” atau “magical mushroom“. Namun, apakah jamur ini aman dikonsumsi? Let’s check it out!

Kandungan gizi jamur Lingzhi

Sebuah studi review tahun 1999 mengungkapkan bahwa sebagian besar kandungan jamur adalah air – hampir 90 persen – sisanya karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral [1].

Lalu, dalam jurnal Food Research International menyebutkan bahwa jumlah zat gizi makro dari jamur Lingzhi (Ganoderma lucidum) adalah karbohidrat (26-28 persen), lemak (3-5 persen), dan protein (7-8 persen) [2].

Menariknya, banyak manfaat dari jamur Lingzhi telah dikaitkan dengan kandungan senyawa bioaktifnya, di antaranya [3, 4]:

  • Polisakarida
  • Terpenoid
  • Steroid
  • Fenol
  • Nukleotida dan turunannya
  • Glikoprotein

Manfaat jamur Lingzhi untuk kesehatan

Dahulu, kemujaraban jamur Lingzhi dikenal melalui bukti anekdot, adat istiadat, dan penggunaannya secara tradisional [5]. Seiring waktu, penelitian ilmiah pun sudah banyak dilakukan – meski sebagian besar terbatas pada tabung reaksi atau uji coba hewan atau manusia dalam skala kecil.

Dengan komponen aktif yang ada di dalamnya, Ganoderma lucidum diyakini mampu mengatasi kelelahan, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, serta peradangan dengan memperkuat sistem kekebalan tubuh [6].

Tidak hanya itu, jamur ini juga dapat membantu mengontrol gula darah, masalah hati, masalah imun, kanker, dan sebagai antibiotik [7]. Baru-baru ini, studi menemukan manfaat Reishi sebagai agen prebiotik yang layak untuk dipertimbangkan [8].

Apakah ada efek sampingnya?

Konsumsi jamur Lingzhi umumnya dapat ditoleransi dengan baik dengan sedikit efek samping yang signifikan. Namun, Reishi juga mengandung zat yang dapat bertindak seperti pengencer darah, berpotensi memicu tinja berdarah, mimisan, dan mudah memar [9].

Oleh sebab itu, konsumsi jamur ini tidak disarankan jika Anda dalam kondisi [9, 10]:

  • Mengonsumsi antikoagulan seperti warfarin
  • Dijadwalkan akan menjalani operasi
  • Mengonsumsi obat antihipertensi
  • Hamil
  • Menyusui
  • Anak-anak

Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan Anda terlebih dahulu sebelum mengonsumsi suplemen Reishi dalam bentuk apapun. Hal ini untuk memastikan tidak ada efek samping berbahaya yang terjadi setelah mengonsumsinya.

Dosis aman konsumsi jamur Lingzhi

Pada dasarnya, tidak ada pedoman yang mengatur penggunaan Reishi secara tepat. Meski begitu, dalam jurnal Cochrane Database of Systematic Reviews, kebanyakan suplemen jamur Lingzhi/Reishi tersedia dalam bentuk kapsul dan dianggap aman bila dikonsumsi dalam rentang 1,5 – 9 g ekstrak kering per hari [11].

Perlu diketahui bahwa proses penanaman jamur Lingzhi membutuhkan lingkungan yang steril dan rentan terhadap kontaminasi udara. Terlebih lagi, obat herbal tidak harus menjalani pengujian ketat seperti halnya obat farmasi, sehingga tidak menutup kemungkinan beberapa produk “Reishi” mungkin tidak mengandung Ganoderma lucidum sama sekali atau dicampur dengan berbagai bahan tidak aktif [10].

Jadi, pastikan Anda selalu memilih produk jamur Lingzhi yang bersertifikat organik dan keamanannya diakui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), guna mengurangi risiko paparan pestisida dan racun lainnya,serta memastikan kualitas dan keamanan produk, terutama dalam menggunakan pengobatan herbal impor.

Nissan Reishi, suplemen kesehatan yang bersertifikasi

suplemen-nutrisi-nissan-reishi

Dari sekian banyak produk Reishi yang ada di pasaran, Nissan Reishi adalah satu-satunya yang dikembangkan langsung oleh perusahaan Nissan Chemical, salah satu perusahaan tertua di Jepang yang sudah berusia 138 tahun.

Produsen memberikan upaya terbaiknya dalam memformulasikan Lingzhi ke dalam sajian tablet. Hingga diperoleh dalam 1 tablet Nissan Reishi setara dengan 12 kapsul bubuk jamur Lingzhi biasa. Ini menunjukkan potensi manfaatnya 12 kali lipat lebih besar dari produk Lingzhi biasa.

Hal yang lebih menakjubkan lagi, Nissan Reishi dijamin kualitas dan keamanan bahan bakunya oleh Nippon Reishi Association (asosiasi Reishi terbesar di Jepang) dan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Jadi, Anda tidak perlu ragu lagi dengan khasiat, kualitas, dan keamanan dari Nissan Reishi.

Yuk, langsung klik di sini untuk mendapatkan informasi Nissan Reishi lebih lanjut!

Categories
Aging Gaya Hidup

6 Tips Ampuh Menghilangkan Bekas Jerawat

Habis jerawat terbitlah bekas jerawat! Hayoo, siapa yang sering mengalami kejadian ini? Apakah kamu salah satunya? Memang bikin kesal sih kalau ada bekas jerawat di kulit wajah, karena mengganggu penampilan dan mengurangi kepercayaan diri saat tampil di muka umum.

Sekarang, kamu tidak perlu khawatir lagi, karena ada beberapa tips ampuh yang dapat membantu menghilangkan bekas jerawat secara tuntas. Apa saja itu? Yuk, simak terus artikel ini, ya!

6 Tips bantu hilangkan bekas jerawat secara tuntas

Kabar baiknya, bekas jerawat tidak selalu permanen dan ini bisa dihilangkan dengan perawatan yang tepat. Kamu mungkin sudah memiliki skin care rutin yang sesuai dan cocok dengan kulit wajah kamu.

Nah, beberapa pengobatan alami ini dapat membantu memudarkan bekas jerawat di kulit secara cepat dan tuntas:

1. Madu mentah

Madu adalah pengobatan alami yang tidak perlu diragukan lagi manfaatnya untuk kesehatan, termasuk membantu penyembuhan luka bakar dan herpes. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa madu dapat mempercepat penyembuhan luka dan mengurangi potensi terbentuknya jaringan parut.

Peneliti juga menemukan bahwa mengoleskan madu secara langsung ke kulit dapat membantu membersihkan luka karena sifat antibakterinya. Selain itu, madu juga mampu melawan infeksi yang menyebabkan banyak jerawat muncul [1].

2. Lidah buaya

gel-lidah-buaya-untuk-menyamarkan-bekas-jerawat
Gambar oleh Marce Garal dari Pixabay

Seperti madu, lidah buaya juga merupakan obat rumahan yang sangat umum digunakan. Cara kerjanya pun sama dalam membantu proses penyembuhan.

Menurut sebuah penelitian dalam Annals of Plastic Surgery, mengoleskan lidah buaya langsung ke luka dapat mengurangi peradangan dan ukuran jaringan parut yang terbentuk [2].

Untungnya lagi, gel lidah buaya tidak sulit didapatkan, karena kamu bisa menanamnya sendiri di rumah. Potong daunnya dan oleskan gel lidah buaya ke wajah untuk membantu menghilangkan bekas jerawat.

3. Jus lemon

Sebenarnya, tidak ada penelitian signifikan yang membuktikan bahwa jus lemon efektif menghilangkan bekas jerawat. Namun, bukti anekdotnya cukup banyak yang sebagian besar memperlihatkan kesuksesan orang dalam menghilangkan bekas jerawatnya menggunakan jus lemon [3].

Para pendukung ini menyatakan bahwa jus lemon dapat membantu mengurangi perubahan warna dan meratakan warna kulit. Namun, karena jus lemon bersifat sangat asam, cukup oleskan beberapa tetes saja langsung ke bekas jerawat.

4. Minyak rosehip

tanaman-rosehip-bantu-hilangkan-bekas-jerawat
Gambar oleh Mabel Amber dari Pixabay

Minyak rosehip – terkenal dengan manfaatnya sebagai anti aging – sudah banyak tersedia secara luas dan aman diaplikasikan langsung ke kulit. Satu studi menemukan bahwa minyak rosehip dapat digunakan untuk mengobati bekas luka.

Meskipun dalam penelitian tersebut khusus untuk bekas luka operasi, tetapi minyak ini juga bisa membantu menghilangkan bekas jerawat. Menurut peneliti, mengaplikasikannya dua kali sehari mampu mengurangi munculnya bekas luka dan perubahan warna di kulit [4].

5. Minyak habbatussauda

Habbatussauda (Nigella sativa) atau dikenal juga dengan minyak jintan hitam adalah salah satu tanaman obat yang relatif umum digunakan. Selain bersifat antibakteri dan anti-virus, minyak ini juga bersifat antiradang.

Namun, mengurangi peradangan bukanlah satu-satunya poin penting saat memperbaiki bekas luka.

Sebuah penelitian berhasil menunjukkan bahwa habbatussauda mampu mempercepat dan meningkatkan penyembuhan luka. Selain itu, tanaman ini juga dapat meratakan pigmentasi kulit bahkan mencegah jerawat muncul kembali [5].

6. Ekstrak jamur Reishi

Terakhir ada pengobatan bekas jerawat alami dari kelompok jamur, yaitu jamur Reishi (Lingzhi). Ini adalah jamur obat tradisional yang banyak bermanfaat untuk tubuh, termasuk sebagai anti aging.

Menurut Barbara Close, seorang ahli kecantikan dan terapi herbalisme yang dilansir dari Dermstore, jamur Reishi dapat membantu memperkuat sistem kekebalan alami tubuh, mengurangi sensitivitas kulit, dan meningkatkan ketahanan kulit terhadap iritasi lingkungan [6].

Satu studi dalam Mycopathologia menunjukkan bahwa jamur Reishi dapat membantu memudarkan bekas jerawat dengan cara menghambat enzim tirosinase. Ini adalah enzim yang memproduksi pigmen melanin, sehingga dapat mengurangi pigmentasi dan perubahan warna kulit [7].

Selain itu, sifat adaptogeniknya juga dapat membantu meredakan kemerahan akibat jerawat dan menenangkan kulit kamu. Hal ini diduga berkaitan dengan tingginya aktivitas antioksidan dan sifat imunomodulator dalam jamur Reishi [8, 9].

Berikan perawatan terbaik untuk kulit sehat dan cantikmu!

suplemen-nutrisi-nissan-reishi

Jika kamu ingin memberikan perawatan terbaik untuk kulit sehat dan cantikmu, ekstrak jamur Reishi bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat. Kamu tidak perlu bingung, karena kini ekstrak jamur Reishi telah hadir dalam bentuk suplemen kesehatan Nissan Reishi.

Klik di sini untuk tahu informasi lebih banyak tentang Nissan Reishi, ya!

Categories
Aging Gaya Hidup

Menjadi Lansia Sehat dan Bahagia? Ini Rahasianya!

Menjadi tua membuat Anda mengalami perubahan di semua aspek kehidupan, mulai dari fisik, mental, sosial, emosional, seksual, dan masih banyak lagi. Ada yang mungkin bersifat positif bagi Anda, ada pula yang tidak. Inilah tantangannya bagi Anda para lansia, yaitu memaksimalkan bagian “positif” dari bertambahnya usia sembari mengambil langkah proaktif untuk menjaga kesehatan Anda dan meminimalkan aspek “negatif”.

Berbagai perubahan yang dialami lansia

Berbagai perubahan yang mungkin dapat terjadi pada lansia di antaranya:

1. Tulang

Seiring bertambahnya usia, tulang Anda menjadi lebih tipis dan rapuh, karena kehilangan massa atau kepadatannya yang dapat menyebabkan osteoporosis [1]. Ini juga yang menyebabkan Anda menjadi bungkuk dan tinggi badan berkurang.

Umumnya, tanda pertama dari osteoporosis adalah patah tulang. Jadi, sangat penting untuk berbicara dengan dokter tindakan apa yang dapat mencegah kondisi ini.

2. Jantung

Jantung adalah salah satu organ vital tubuh yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Namun, seiring bertambahnya usia, jantung Anda dapat mengalami berbagai masalah, seperti pembuluh darah arteri menjadi lebih kaku (arteriosklerosis), penumpukan timbunan lemak di dinding arteri (aterosklerosis), atau penumpukan plak di arteri (penyakit arteri koroner). Semuanya adalah faktor risiko utama dari serangan jantung.

3. Otak

Hampir semua lansia menjadi sering pikun, menurunnya kemampuan untuk memproses informasi baru, atau lambat dalam melakukan banyak tugas. Kondisi ini bisa saja merupakan tahap awal demensia [2]. Oleh sebab itu, Anda harus memastikannya ke dokter dan melakukan pengobatan untuk melindungi kesehatan otak Anda.

4. Sistem pencernaan

Seiring bertambahnya usia, saluran pencernaan Anda akan melambat dan tidak berkontraksi sesering ketika Anda masih muda. Hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan sembelit, sakit perut, dan mual. Mayo Clinic merekomendasikan lansia untuk mengonsumsi makanan kaya serat, minum banyak cairan, sebisa mungkin tetap aktif, dan menghindari stres [3].

5. Indra

Orang lansia mungkin mendapati indra pendengaran, penglihatan, perasa, penciuman, dan sentuhannya tidak setajam dulu [4]. Perubahan pada struktur telinga dapat menyebabkan gangguan pendengaran dan juga memengaruhi keseimbangan.

Begitu pula dengan indra penciuman yang semakin melemah seiring bertambahnya usia, karena menurunnya produksi lendir dan hilangnya ujung saraf di hidung. Anda pun mungkin membutuhkan kacamata untuk dapat melihat dengan jelas.

6. Gigi dan gusi

Enamel dapat terkikis selama bertahun-tahun, sehingga membuat Anda rentan terhadap gigi berlubang. Menurut American Dental Association (ADA), saraf di gigi bisa mengecil seiring bertambahnya usia dan menyebabkan gigi kurang sensitif terhadap rasa sakit dan berpotensi “menunda” diagnosis gigi berlubang atau retak di permukaan luar gigi [5]. Inilah mengapa kesehatan gigi dan gusi lansia menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan.

7. Kulit

Kulit akan kehilangan keelastisitasannya seiring bertambahnya usia, yang ditunjukkan dengan kulit kendur dan keriput. Sayangnya, kondisi ini bisa terjadi bahkan sebelum Anda menjadi lansia, karena tidak merawat kesehatan kulit sedari dini.

Tabir surya dan pelembab adalah dua produk anti penuaan terpenting yang harus digunakan [6]. Selain itu, mengenakan topi dengan pinggiran lebar dan kacamata hitam juga membantu melindungi kulit kepala dan wajah Anda dari bahaya sinar UV matahari.

8. Seksual

Setelah menopause, perempuan akan mengalami banyak perubahan fisik, termasuk berkurangnya lubrikasi vagina. Perubahan ini juga dapat menurunkan gairah seks Anda [7].

Sementara pada pria, usia lanjut sering kali disertai dengan disfungsi ereksi, meskipun American Sexual Health Association menyatakan bahwa ini bukan bagian normal dari penuaan dan bisa saja menunjukkan masalah medis atau efek samping dari pengobatan tertentu [8].

Tips untuk para lansia sehat dan bahagia

Meskipun penuaan adalah proses alami bagi setiap manusia, perubahan-perubahan yang terjadi tidak harus memperlambat fungsi dan menurunkan kesehatan Anda. Terlebih lagi, ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bahagia di masa tua, yaitu [9]:

  1. Tetap aktif secara fisik, seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, yoga, dan lainnya.
  2. Konsumsi makanan sehat, seperti daging tanpa lemak, buah-buahan, serta sayuran yang kaya antioksidan untuk melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
  3. Batasi makan makanan tingi gula dan lemak, serta minuman beralkohol, karena memicu peradangan dan menurunkan sistem kekebalan tubuh.
  4. Sering-sering mencuci tangan dengan sabun dan air bersih setidaknya selama 20 detik.
  5. Kelola stres dengan baik, seperti dengan berolahraga, cukup tidur, menetapkan ekspektasi yang masuk akal untuk diri sendiri, dan melakukan aktivitas yang menenangkan dan menyenangkan.
  6. Istirahat yang cukup.
  7. Mendapatkan vaksinasi tahunan sesuai dengan saran dokter, seperti vaksin flu dosis tinggi.
  8. Melakukan medical check-up secara rutin.
  9. Bila perlu, konsumsi suplemen kesehatan sebagai nutrisi tambahan untuk membantu mendukung sistem kekebalan dan penuaan yang sehat, seperti kalsium, vitamin D, vitamin B6, vitamin B12, atau ekstrak jamur Reishi.

Reishi, si jamur ajaib bantu penuaan menjadi lebih sehat

suplemen-nutrisi-nissan-reishi

Konsumsi suplemen seperti yang diinstruksikan oleh ahli kesehatan Anda dapat mendukung proses penuaan yang lebih sehat. Suplemen Nissan Reishi salah satunya.

Nissan Reishi adalah suplemen kesehatan yang terbuat dari ekstrak jamur Reishi (Ganoderma lucidum). Ini adalah jamur busuk putih yang telah dikenal sebagai tonik tradisional Tiongkok untuk meningkatkan kesehatan dan umur panjang.

Berbagai ekstrak Ganoderma lucidum telah terbukti memiliki sifat anti-penuaan, terutama melalui anti-oksidasi, imunomodulasi, dan anti-neurodegenerasi [10].

Hasil temuan lainnya juga menunjukkan bahwa G. lucidum secara efektif mengurangi stres oksidatif dan berkontribusi pada umur panjang. Ini karena jamur Reishi mampu mengatur proses biofisiologis melalui beberapa jalur pensinyalan di dalam tubuh [11].

Nissan Reishi bisa menjadi solusi yang tepat bagi lansia yang ingin sehat dan bahagia. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen kesehatan dalam bentuk apapun.

Info lebih lanjut tentang Nissan Reishi bisa Anda akses di sini.

Cover photo by pressfoto – www.freepik.com

Categories
Diabetes Gaya Hidup

Apa Saja Sih Makanan Penurun Gula Darah yang Cocok untuk Diabetesi?

Menderita diabetes membuat tubuh Anda tidak menghasilkan hormon insulin yang cukup (diabetes melitus tipe 1) atau tidak mampu menggunakan insulin dengan benar (diabetes melitus tipe 2). Akibatnya, terjadi peningkatan glukosa di dalam darah. Nah, kadar gula darah yang tinggi dapat menimbulkan berbagai gejala, mulai dari kelelahan hingga penyakit jantung. Salah satu cara untuk mengontrol gula darah adalah dengan mengonsumsi makanan yang sehat. Apa saja sih makanan penurun gula darah yang cocok untuk diabetesi?

10 Makanan penurun gula darah yang aman bagi diabetesi

Meskipun ada berbagai faktor seperti berat badan, aktivitas, tingkat stres, dan genetika yang berperan dalam mengontrol gula darah, menerapkan diet sehat jugalah penting. Berikut ini beberapa makanan penurun gula darah sekaligus menjaga gula darah Anda tetap stabil:

1. Brokoli

Makanan penurun gula darah pertama yang mungkin sudah sering Anda temukan adalah brokoli. Sayuran berwarna hijau tua segar ini menghasilkan senyawa yang memiliki sifat penurun gula darah, yaitu sulforaphane [1, 2]. Bahan kimia tumbuhan ini diproduksi ketika brokoli dicincang atau dikunyah, karena terjadi reaksi antara glukoraphanin dan enzim myrosinase – yang keduanya terkonsentrasi di dalam brokoli [3].

Perlu diingat, untuk meningkatkan kandungan sulforaphane dalam brokoli, masaklah dengan cara dikukus ringan atau menambahkan sumber aktif myrosinase seperti bubuk biji mustard ke brokoli matang [4].

2. Okra

Okra adalah buah yang biasa diolah seperti sayuran. Buah ini kaya dengan senyawa penurun gula darah seperti polisakarida dan flavonoid. Senyawa polisakarida utama dalam okra – rhamnogalacturonan – telah diidentifikasi sebagai senyawa antidiabetes yang kuat [5, 6]. Terlebih lagi, aktivitas antioksidan dari senyawa flavonoidnya, isoquercitrin dan quercetin 3-O-gentiobioside, yang dapat membantu menurunkan gula darah dengan cara menghambat kerja enzim tertentu [7].

3. Labu

Khas dengan warnanya yang cerah, serta dikemas dengan serat dan antioksidan, labu adalah salah satu makanan penurun gula darah yang tepat untuk penderita diabetes. Faktanya, labu kuning sudah sejak lama digunakan sebagai obat diabetes tradisional di berbagai negara, termasuk Meksiko dan Iran [8]. Meski begitu, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menentukan bagaimana proses pengolahan labu, seperti dipanggang atau dikukus, dapat bermanfaat bagi gula darah.

4. Seafood

Makanan laut, termasuk ikan dan kerang, menawarkan Anda sumber protein, lemak sehat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang sangat membantu mengatur kadar gula darah. Kandungan tinggi protein dalam seafood membantu memperlambat proses pencernaan, mencegah lonjakan gula darah setelah makan, dan meningkatkan kehilangan lemak tubuh yang berlebih [9]. Hal ini sangat bermanfaat untuk mengendalikan gejala diabetes.

5. Biji chia

Biji chia dapat membantu mengontrol gula darah dengan cara meningkatkan sensitivitas insulin dan berpotensi mengurangi risiko penyakit, termasuk diabetes [10]. Sebuah penelitian yang dilakukan pada 15 orang dewasa sehat menunjukkan bahwa orang yang menerima 1 ons (25 gram) biji chia bubuk bersama 2 ons (50 gram) larutan gula mengalami penurunan kadar gula darah sebesar 39% daripada orang yang hanya mengonsumsi larutan gula [11].

6. Kangkung

Kangkung adalah salah satu sayuran yang sangat populer di dunia. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi kangkung segar efektif menurunkan kadar gula darah. Sayuran berdaun hijau ini mengandung senyawa bioaktif berupa triterpen, steroid, glikosida, fenolik, flavonoid, alkaloid, dan saponin yang mungkin berkontribusi sebagai efek antidiabetik dan hipoglikemik [12, 13, 14].

7. Beri-berian

Sejumlah penelitian telah mengaitkan beri-berian dengan efek kontrol gula darah. Ini karena kandungan serat, vitamin, mineral, dan antioksidannya tinggi, sehingga menjadi bagian dari makanan penurun gula darah yang baik bagi diabetesi. Beberapa contoh buah beri-berian adalah raspberry, stroberi, blueberry, dan blackberry [15, 16, 17, 18].

8. Alpukat

Siapa yang tidak kenal dengan buah satu ini? Selain lembut dan lezat, alpukat juga menawarkan banyak manfaat kesehatan, terutama dalam pengaturan gula darah. Alpukat kaya akan lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral. Sejumlah penelitian menemukan bahwa alpukat dapat membantu menurunkan glukosa dan melindungi Anda dari sindrom metabolik [19, 20].

9. Apel

Apel mengandung serat larut dan senyawa kimia tumbuhan, termasuk quercetin, asam klorogenat, dan asam galat, yang dapat membantu menurunkan gula darah dan melindungi Anda dari diabetes [21]. Penelitian yang dilakukan pada 18 wanita menemukan bahwa makan apel 30 menit sebelum makan nasi secara signifikan mengurangi gula darah setelah makan daripada kelompok yang hanya makan nasi [22].

10. Reishi mushroom

jamur-reishi-memiliki-efek-hipoglikemik

Makanan penurun gula darah yang terakhir adalah jamur Reishi atau sering disebut sebagai Lingzhi. Jamur obat tradisional ini sudah dikenal khasiatnya sejak beribu-ribu tahun lalu. Reishi (Ganoderma lucidum) mengandung polisakarida, triterpenoid, proteoglikan, protein Ling Zhi-8 (LZ-8), serta ganoderan B dan C. Komponen aktif ini memiliki sifat hipoglikemik bagi tubuh, sehingga dapat menstabilkan kadar gula darah Anda dengan baik [23242526].

Jika Anda tertarik untuk mengonsumsi suplemen ekstrak jamur Reishi “Nissan Reishi”, silahkan klik di sini, ya!

Cover photo by freepik – www.freepik.com

Categories
Gaya Hidup Kelelahan

Ketahui 10 Cara Mengatasi Kelelahan Fisik Saat Puasa

Berbeda dengan hari-hari biasa, rasa lelah ketika berpuasa adalah hal yang wajar dirasakan. Mengingat tidak ada asupan makanan atau minuman yang masuk ke dalam tubuh dari pagi hingga petang – sementara aktivitas tetap dilakukan seperti biasanya. Kabar baiknya, hal ini bisa dicegah dan diatasi selama Anda memenuhi kebutuhan nutrisi, hidrasi, olahraga dan aktivitas fisik, serta istirahat dengan cukup. Nah, bagaimana sih cara mengatasi kelelahan fisik saat puasa? Yuk, cari tahu jawabannya di sini!

10 Cara mengatasi kelelahan fisik ketika berpuasa

Berikut beberapa cara mengatasi kelelahan fisik selama Anda menjalani ibadah puasa [1]:

1. Berdiri dan mulai bergerak

Sering kali orang hanya menganggap bahwa tidak makan dan minum adalah penyebab tubuh cepat lelah saat berpuasa. Faktanya, ini juga disebabkan oleh kurangnya pergerakan tubuh. Orang yang tidak banyak bergerak – misalnya duduk lama di depan layar komputer atau di sofa – lebih cepat lelah karena tidak terjadi pembakaran kalori untuk digunakan tubuh sebagai energi. Jadi, agar Anda mulai merasa berenergi lagi, cobalah berdiri dan mulai bergerak, seperti dengan jalan-jalan atau sekadar melakukan peregangan di tempat.

2. Bersosialisasi

Cara mengatasi kelelahan fisik saat puasa bisa dilakukan dengan bersosialisasi. Ini dapat mengalihkan pikiran Anda dari efek melelahkan yang disebabkan oleh stres secara fisik maupun mental. Cobalah ambil waktu sebentar untuk ngobrol santai dengan teman, sahabat, atau keluarga dan rasakan perubahannya pada tubuh Anda. Selain mengurangi stres, cara ini juga meningkatkan kekuatan otak dan mencegah kelelahan. Dengan catatan, Anda tidak bersosialisasi dengan orang yang justru menyebabkan Anda stres.

3. Minum banyak air

Dehidrasi – sekalipun itu ringan – dapat menyebabkan kelelahan, serta memengaruhi tingkat konsentrasi dan kognisi. Tubuh Anda pun akan berjuang untuk melakukan fungsi normalnya, seperti berkeringat, mengalirkan nutrisi, dan membuat tubuh merasa lebih baik. Jadi, pastikan Anda memenuhi kebutuhan cairan di malam hari dengan baik selama Ramadan. Terlebih lagi, saat sahur dan berbuka puasa untuk mengembalikan keseimbangan cairan dan elektrolit yang hilang di siang hari.

4. Batasi kafein

Jika Anda penggemar minuman berkafein, seperti teh dan kopi, maka cobalah untuk membatasinya selama Ramadan. Minum terlalu banyak kafein justru menyebabkan kontraproduktif, terutama jika hal ini sudah mengganggu rutinitas tidur Anda di malam hari. Selain itu, kafein bersifat diuretik yang menyebabkan Anda jadi lebih sering buang air kecil. Jadi, membatasi asupan kafein selama Ramadan adalah salah satu cara mengatasi kelelahan fisik yang efektif saat puasa.

5. Menghirup aromaterapi

Menghirup aromaterapi dapat memengaruhi produktivitas, aktivitas otak, dan tingkat energi secara positif. Anda dapat menghirup wewangian seperti lavender, citrus, rosemary, dan peppermint. Menambahkan beberapa tetes aromaterapi ini ke diffuser dapat mengaktifkan kelenjar hipotalamus, sehingga menyegarkan tubuh dan pikiran Anda sepanjang hari.

6. Bermain games

Bermain games dapat meminimalisir stres dan meningkatkan energi Anda. Ini dapat menjadi cara mengatasi kelelahan fisik yang mujarab saat Anda sedang puasa. Dengan bermain games, pikiran Anda tidak berhenti bekerja dan tetap aktif, tetapi masih dalam tingkat yang menyenangkan dan tidak membuat stres layaknya ketika Anda melakukan pekerjaan yang menantang atau justru sedentary lifestyle, seperti menonton televisi. Namun ingat, tetapkan berapa lama Anda akan menghabiskan waktu untuk bermain games sebelum kembali ke rutinitas Anda, ya!

7. Mendengarkan musik

Musik juga dapat meredakan stres dan rasa lelah Anda. Musik klasik misalnya, dapat memberi Anda dorongan energi tanpa terlalu mengganggu pekerjaan yang sedang Anda lakukan.

8. Lebih banyak tertawa dan tersenyum

Tahukah Anda? Rata-rata, anak tertawa lebih dari 300 kali dalam sehari. Bagaimana dengan orang dewasa? Ternyata hanya lima kali! Padahal, tertawa dapat membuat Anda merasa lebih baik dengan cara merangsang energi. Anda bisa mendengar atau membaca cerita lucu atau berinteraksi dengan pasangan untuk membuat Anda tertawa dan tersenyum bahagia. Penelitian juga menunjukkan bahwa dengan tertawa dapat meningkatkan mood, hormon endorfin, dan kekebalan tubuh.

9. Cukup tidur di malam hari

Tidur cukup dan nyenyak di malam hari dapat meningkatkan energi dan mencegah tubuh mudah lelah keesokan harinya. Cobalah buat rutinitas tidur yang teratur setiap malam, hindari kafein dan alkohol sebelum tidur, matikan gadget, matikan lampu, dan pastikan suhu kamar tidur Anda sejuk dan nyaman. Ini akan membantu Anda cepat tidur dengan nyenyak di malam hari.

10. Jangan lupa, konsumsi Nissan Reishi selama Ramadan, ya!

suplemen-nutrisi-nissan-reishi

Cara mengatasi kelelahan fisik yang juga tidak kalah penting adalah mengonsumsi Nissan Reishi saat sahur dan iftar. Ini efektif mengatasi dan mencegah tubuh Anda cepat lelah selama menjalani ibadah puasa. Komponen aktif di dalamnya – polisakarida – dapat mengurangi rasa lelah dan membuat tubuh Anda lebih fit [2, 3, 4]. Terlebih lagi, jamur Reishi dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap normal, sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Yuk, cari tahu lebih banyak tentang Nissan Reishi di sini!

Cover photo by senivpetro – www.freepik.com

Categories
Gaya Hidup Kelelahan

5 Buah Kaya Air Cocok untuk Menu Berbuka Puasa

Banyak pilihan makanan dan minuman yang dapat dijadikan sebagai menu berbuka puasa, tetapi asal pilih menu bisa berisiko untuk kesehatan Anda. Misalnya, sering berbuka dengan aneka gorengan kaki lima, minuman kemasan, atau soft drinks dapat memicu kenaikan kadar kolesterol dan gula darah Anda.

Daripada minum minuman seperti ini, alangkah lebih baik jika Anda merehidrasi tubuh Anda dengan buah-buahan yang kaya kandungan airnya.

5 Buah kaya air untuk berbuka puasa

Selain kaya air, buah-buahan ini juga kaya akan vitamin, mineral, dan serat yang sangat menyehatkan untuk pencernaan Anda. Apa saja sih buah-buahan kaya air yang cocok dijadikan sebagai bagian dari menu berbuka puasa?

1. Semangka

Semangka adalah buah favorit bagi hampir setiap orang. Tampaknya, buah ini juga telah menjadi menu andalan saat berbuka puasa. Selain dapat dimakan langsung, semangka dapat disajikan dalam bentuk minuman, salad buah, ataupun puding.

Semangka mengandung hampir 92% air [1], sehingga cocok untuk mengembalikan hidrasi tubuh setelah seharian berpuasa. Selain itu, buah berwarna merah ini juga bisa memuaskan rasa manis di mulut Anda dengan gula alami. Kandungan antioksidan dalam buah semangka juga dapat membantu menghilangkan molekul radikal bebas – senyawa reaktif yang dapat merusak sel-sel sehat tubuh Anda [2].

2. Ketimun

Mungkin sebagian besar orang mengira ketimun adalah sayur, padahal ini adalah buah. Ketimun adalah buah yang kaya nutrisi, tetapi rendah kalori, lemak, kolesterol, dan natrium [3]. Sama seperti semangka, ketimun dapat Anda konsumsi langsung atau diolah menjadi minuman, salad, dan acar. Bahkan, ada pula yang mengolahnya menjadi tumis sayur dengan rasa yang gurih.

Selain rasanya yang ringan dan menyegarkan, banyak orang mengonsumsi ketimun karena mengandung banyak air, bahkan mencapai 96% kandungan airnya [4]. Oleh karena itu, mengonsumsi buah ini dapat membantu meredakan dehidrasi Anda, sehingga pilihan yang tepat sebagai menu berbuka puasa.

3. Melon

Melon adalah buah yang termasuk dalam spesies cucumis melo (muskmelon). Di Indonesia, buah ini juga banyak dijual di pasaran. Daging buahnya berwarna hijau muda hingga kuning dan memiliki rasa yang manis, sedangkan kulitnya berwarna putih hingga kuning.

Melon juga termasuk ke dalam buah yang kaya air dan elektrolit. Melansir dari Nutrition Data, melon mengandung sekitar 90% air dan kaya akan mineral elektrolit, seperti kalium, magnesium, natrium, dan kalsium [5]. Jangan heran, kalau banyak orang yang berbuka puasa dengan salah satu buah yang manis dan menyegarkan ini. Anda dapat memakannya langsung atau diolah menjadi dessert, salad, makanan ringan, dan sup buah.

4. Anggur

Anggur juga termasuk ke dalam buah-buahan yang tinggi kadar airnya. Medical News Today menjelaskan dalam satu cangkir anggur dapat menyediakan air lebih dari 121 gram untuk Anda. Buah berukuran kecil ini memiliki warna dan bentuk yang bervariasi. Ada anggur merah, hijau, dan ungu, ada pula anggur tanpa biji, selai anggur, jus anggur, dan kismis.

Selain kaya kandungan airnya, anggur juga mengandung banyak nutrisi yang menawarkan sejumlah manfaat untuk kesehatan Anda, seperti melindungi kesehatan mata, serta mencegah kanker, penyakit jantung, hipertensi, dan sembelit [6].

5. Air kelapa

Air kelapa bukanlah air yang ditambah dengan perasa kelapa, melainkan cairan bening di dalam buah kelapa. Eits, juga jangan tertukar dengan santan, ya! Karena santan adalah emulsi dari air dan kelapa parut segar. Air kelapa masih menjadi salah satu minuman favorit sepanjang masa, karena rasa manisnya alami, menyegarkan, dan kaya nutrisi.

Menambahkan air kelapa dalam menu berbuka puasa adalah pilihan yang sangat tepat, karena kandungan airnya sekitar 94%. Apalagi minuman ini rendah kalori, lemak, dan kolesterol jika Anda tidak menambahkan gula lagi ke dalamnya. Selain itu, minum air kelapa dapat mengembalikan keseimbangan elektrolit tubuh Anda, karena merupakan sumber magnesium, potasium, dan juga mangan [7].

Pulihkan stamina setelah berpuasa dengan Nissan Reishi

suplemen-nutrisi-nissan-reishi

Selain buah-buahan kaya air untuk mengembalikan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh Anda, menambahkan asupan nutrisi dari jamur Reishi juga dapat memulihkan stamina Anda setelah seharian berpuasa. Ini akan membuat Anda tetap fit dan siap untuk menjalani puasa esok harinya.

Jamur Reishi terkenal dengan efek anti-fatigue yang berasal dari komponen aktif di dalamnya (polisakarida, peptida, nukleosida, senyawa fenolik, dan triterpenoid), sehingga mampu meningkatkan stamina dan mencegah tubuh Anda dari cepat lelah [8, 9].

Nissan Reishi – suplemen kesehatan dari ekstrak jamur Reishi – dapat menjadi solusi tepat bagi Anda yang sering merasa lelah dan pegal-pegal hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Bila perlu, konsumsi Nissan Reishi secara teratur pada saat berbuka dan sahur untuk melancarkan ibadah puasa Anda di bulan suci Ramadan.

Info lebih lanjut terkait Nissan Reishi dapat Anda akses di sini.

Cover photo by aleksandarlittlewolf – www.freepik.com

Categories
Diabetes Gaya Hidup

6 Tips Puasa Sehat bagi Penderita Diabetes

Banyak penderita diabetes memilih untuk berpuasa. Namun, karena mereka memiliki kelainan metabolik, sehingga berisiko menimbulkan komplikasi tertentu ketika melakukan perubahan nyata dalam asupan makan dan minumnya [1]. Lalu, apa tips puasa sehat bagi penderita diabetes? Ini dia jawabannya!

Risiko puasa dengan diabetes

Penderita diabetes mungkin berisiko tinggi mengalami komplikasi ketika berpuasa selama bulan Ramadan, seperti [2, 3, 4]:

  • Jika Anda memiliki komplikasi diabetes, seperti penglihatan buruk, penyakit jantung, atau ginjal, kondisi kesehatan Anda bisa semakin menurun dan Anda harus mempertimbangkan untuk tidak berpuasa secara serius.
  • Hipoglikemia, karena asupan makanan berkurang. Jika Anda merasakan gejala hipoglikemia, Anda harus segera berbuka puasa dengan minum cairan manis serta makan makanan bertepung. Jika tidak, dapat membahayakan tubuh Anda, bahkan mungkin perlu bantuan medis.
  • Hiperglikemia, yang dapat menyebabkan ketoasidosis diabetik (DKA), serta diuresis osmotik, yang dapat mengurangi volume cairan dan elektrolit dalam tubuh Anda.
  • Hipotensi ortostatik (terutama jika Anda memiliki riwayat penyakit neuropati otonom) akibat dehidrasi. Selain itu, Anda juga bisa mengalami pingsan, jatuh, cedera, dan patah tulang.
  • Trombosis dan stroke, karena viskositas darah meningkat akibat dehidrasi.

6 Tips aman berpuasa bagi penderita diabetes

Sebelum Anda memilih untuk berpuasa selama Ramadan, maka lakukanlah beberapa hal berikut ini [3, 4, 5]:

  1. Mendapatkan edukasi dari dokter tentang penyebab, pengenalan dini, serta manajemen darurat dari hipoglikemia, hiperglikemia, dehidrasi, kolik ginjal, dan ketoasidosis diabetik yang dapat terjadi. Ini juga meliputi:
    • Swa-monitor glukosa darah di rumah, terutama bagi penderita diabetes yang memakai insulin.
    • Tes urine untuk mendeteksi keton.
    • Penghitungan denyut nadi, suhu, dan laju pernapasan.
    • Perencanaan menu makan sehat, seperti diet seimbang dengan makanan indeks glikemik rendah, rendah lemak, dan tinggi serat.
    • Pemberdayaan penderita diabetes untuk meningkatkan partisipasi dan motivasi, sehingga tidak hanya patuh selama bulan puasa, tetapi juga sepanjang tahun.
  2. Menjalani asesmen medis, biasanya dilakukan 1 – 2 bulan sebelum Ramadan.
    • Status fisik, berat badan, tekanan darah, glukosa dan lipid, kondisi mata, jantung, ginjal, dan sistem saraf.
    • Stratifikasi risiko untuk mengidentifikasi apakah Anda aman atau tidak berpuasa.
  3. Selalu ikuti saran dari dokter dan ahli diet Anda tentang makanan, minuman, dan olahraga yang dapat Anda lakukan selama berpuasa.
    • Disarankan mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks (dicerna lebih lambat) pada saat sahur.
    • Meningkatkan asupan cairan di waktu Anda tidak puasa, yaitu malam hari.
    • Menjaga tingkat aktivitas fisik yang normal, termasuk solat malam (seperti tarawih dan witir), yang melibatkan siklus berulang kali bangkit, berlutut, dan membungkuk.
  4. Sesuaikan dosis obat Anda selama bulan Ramadan sesuai dengan anjuran dari dokter.
  5. Rutin memantau gula darah dengan cermat. Segera hentikan puasa jika Anda mengalami tanda-tanda gula darah rendah atau tinggi.
  6. Melakukan kontrol dan pengobatan penyakit periodontal kronis, karena sangat penting untuk mencapai kontrol glikemik jangka panjang.

Penderita diabetes dikatakan aman berpuasa apabila

Mayo Clinic megungkapkan bahwa mungkin Anda yang mengalami diabetes akan aman berpuasa apabila [4]:

  • Mengidap diabetes tipe 2 yang dikelola dengan baik.
  • Mengelola diabetes dengan konsumsi obat-obatan atau terapi pola hidup sehat.
  • Anda memahami risiko berpuasa dengan kondisi diabetes, mengelola diabetes, dan cermat mengikuti saran dari dokter Anda.

Nissan Reishi, bantu penderita diabetes kendalikan gula darah saat puasa

Menjaga dan meningkatkan kesehatan Anda selama berpuasa di bulan suci Ramadan adalah hal terpenting yang harus dilakukan. Terlebih lagi, jika Anda memiliki riwayat kesehatan tertentu, seperti diabetes mellitus. Nissan Reishi baik dikonsumsi untuk menunjang kelancaran ibadah puasa Anda, karena khasiatnya yang tidak perlu diragukan lagi. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan Anda sebelum mengonsumsi tambahan nutrisi dalam bentuk apapun.

Adapun manfaat Nissan Reishi bagi penderita diabetes yang menjalani ibadah puasa adalah [5, 6]:

  • Mencegah tubuh cepat lelah akibat dehidrasi dan hipoglikemia.
  • Membantu menjaga kadar gula darah normal.
  • Mengurangi peradangan yang berlebihan.
  • Membuat tubuh lebih tahan terhadap stres.
  • Mendukung penurunan berat badan yang sehat selama berpuasa.

Info lebih lanjut tentang Nissan Reishi bisa Anda akses di sini.

Cover photo by master1305 – www.freepik.com

Categories
Diabetes Gaya Hidup

Inilah 4 Kelompok Makanan Penyebab Diabetes yang Harus Dibatasi!

Anda tentu tidak ingin terkena diabetes, bukan? Diabetes melitus adalah kondisi di mana kadar gula darah tinggi yang dapat menyebabkan komplikasi serius. Penderita diabetes kebanyakan sudah menganggap penyakit ini sebagai “teman hidup” yang harus dikelola sebaik mungkin. Nah, jika Anda tidak ingin mengalami diabetes, sebaiknya berhati-hati dengan 4 jenis makanan penyebab diabetes ini. Kira-kira, apa sajakah itu?

4 Kelompok makanan penyebab diabetes

“Diet adalah hal yang terpenting jika Anda ingin mengurangi risiko diabetes tipe 2, bersama dengan olahraga dan manajemen stres,” kata Dr. Isaac Eliaz, direktur medis dari Amitabha Medical Clinic di California, yang dilansir dari laman Healthline.

Untuk mencegah diabetes, Anda bisa memulainya dengan mengonsumsi makanan sehat. Berhati-hatilah dengan empat kelompok makanan berikut, karena dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2! [1]

1. Makanan tinggi karbohidrat olahan

Karbohidrat yang diproses secara berat, seperti olahan tepung putih, gula putih, dan nasi putih, pada dasarnya bahan tersebut adalah makanan utuh yang tidak mengandung dedak, serat, vitamin, dan mineral yang menyehatkan. Ini adalah definisi makanan kalori tanpa nutrisi, di mana kandungan gulanya tinggi, sehingga termasuk dalam bagian makanan penyebab diabetes yang harus dibatasi.

Mengapa? Karena makanan ini sangat mudah dicerna, sehingga menyebabkan lonjakan gula darah dan kadar insulin. Lama-kelamaan, hal ini dapat menyebabkan diabetes tipe 2.

Sebuah studi tahun 2007 dalam Archives of Internal Medicine, diet tinggi karbohidrat yang diproses secara berlebihan dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 21% pada wanita China daripada kelompok yang mengonsumsi makanan utuh [2].

Tips:
Untuk mengurangi risiko diabetes tipe 2, batasi asupan makanan yang dibuat dengan karbohidrat olahan, seperti roti, muffin, kue, kerupuk, pasta, dan sejenisnya.

2. Minuman dengan pemanis “gula”

Menurut Jill Weisenberger, penulis buku Diabetes Weight Loss: Week by Week yang dilansir dari laman Healthline, minuman manis seperti soda, teh manis, dan sejenisnya, telah dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2. Hal ini diduga karena kelebihan kalori yang menyebabkan penambahan berat badan, sehingga meningkatkan risiko diabetes. Selain itu, beban gula dalam minuman manis dapat meningkatkan kejadian resistensi insulin yang mengakibatkan lonjakan kadar gula darah (glukosa).

Studi dalam Diabetes Care mengungkapkan bahwa minum 1 – 2 minuman manis dalam sehari dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 26% daripada kelompok yang minum minuman manis kurang dari satu porsi dalam sebulan [3].

Tips:
Salah satu cara terbaik untuk mengurangi asupan gula harian adalah dengan membatasi minuman yang dimaniskan dengan gula, termasuk kopi, teh, atau jus buah dengan gula dan krim. Perbanyak minum air agar tubuh terhidrasi dengan baik setiap hari.

3. Makanan tinggi lemak jenuh dan trans

Lemak dalam makanan ada 2 jenis, yaitu lemak sehat dan tidak sehat. Lemak jenuh dan lemak trans masuk dalam kelompok lemak tidak sehat, sedangkan lemak sehat adalah lemak tidak jenuh, seperti omega 3 dan omega 6. Dikatakan tidak sehat karena lemak jenuh dan trans dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Kadar kolesterol tinggi adalah salah satu faktor risiko diabetes tipe 2.

Beberapa contoh makanan yang mengandung lemak trans adalah makanan yang dipanggang dalam kemasan dan makanan yang digoreng di restoran. Sementara itu, lemak jenuh banyak ditemukan dalam daging berlemak, mentega, keju, dan susu full cream.

Tips:
Cobalah beralih memasak dengan menggunakan minyak zaitun atau minyak kanola daripada minyak kelapa atau kelapa sawit. Selain itu, pilih camilan kacang-kacangan, serta daging tanpa lemak dan unggas tanpa kulit, karena rendah lemak jenuh dan tinggi lemak tak jenuh.

4. Daging merah dan olahannya

Makanan penyebab diabetes selanjutnya ada daging merah dan olahannya, seperti bacon, hot dog, dan daging deli. Mengonsumsi daging merah olahan secara berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan, karena tinggi kadar natrium dan nitritnya.

Sebuah studi tahun 2011 dalam The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa mengonsumsi satu porsi (3 ons) daging merah dalam sehari dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 19%. Sementara itu, konsumsi daging merah olahan dalam jumlah yang lebih kecil dapat meningkatkan risiko diabetes sebesar 51% [4].

Tips:
Cobalah kombinasikan menu harian Anda dengan sumber protein lain, seperti ikan salmon, tuna, sarden, telur, dan sesekali cobalah daging sapi yang diberi makan rumput (organik). Jangan lupa, tambahkan menu makan harian dengan sayuran dan buah-buahan.

Cegah dan lawan diabetes tipe 2 bersama dengan jamur Reishi

komponen-aktif-jamur-reishi-atau-lingzhi

Menambahkan asupan jamur Reishi ke dalam diet tampaknya telah menjadi langkah pencegahan diabetes yang tepat. Pasalnya, khasiat jamur Reishi telah dikenal sejak ribuan tahun lalu secara tradisional, terutama oleh masyarakat Jepang dan Tionghoa. Berbagai studi ilmiah terkait manfaat kesehatan jamur Reishi pun telah banyak dipublikasikan, salah satunya mencegah dan mengelola diabetes.

Jamur Reishi memiliki efek hipoglikemik, yaitu menurunkan kadar gula darah berlebih di dalam tubuh. Beberapa studi menemukan kandungan dalam jamur Reishi/Lingzhi (Ganoderma lucidum) yang bertindak sebagai hipoglikemik, di antaranya polisakarida, proteoglikan, triterpenoid, protein Ling Zhi-8 (LZ-8), serta ganoderan B dan C [5, 6, 7, 8].

Sementara itu, Food Chemistry menerbitkan sebuah penelitian secara in vivo yang menemukan kandungan Ganoderma lucidum polisakarida (GLPS) pada jamur Reishi dapat meningkatkan aktivitas antioksidan, kadar insulin serum, serta menurunkan peroksidasi lipid dan kadar gula darah pada tikus diabetes [9]. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jamur Reishi berpotensi sebagai antioksidan yang dapat membantu mencegah maupun mengelola diabetes.

Inilah 4 kelompok makanan penyebab diabetes yang harus dibatasi konsumsinya. Anda juga dapat mencegah atau mengelola diabetes dengan meningkatkan asupan nutrisi dari suplemen makanan jamur Reishi yang telah terbukti secara ilmiah efek hipoglikemiknya.

Info tentang Nissan Reishi lebih lanjut bisa Anda akses di sini.

Photo by wayhomestudio – www.freepik.com