Categories
Aging Gaya Hidup

Menjadi Lansia Sehat dan Bahagia? Ini Rahasianya!

Semakin bertambahnya usia Anda, semakin mudah tubuh Anda terserang berbagai penyakit. Anda pun mulai menyadari bahwa menjadi lansia yang sehat dan bahagia adalah suatu anugerah yang tidak tergantikan.

Menjadi tua membuat Anda mengalami perubahan di semua aspek kehidupan, mulai dari fisik, mental, sosial, emosional, seksual, dan masih banyak lagi. Ada yang mungkin bersifat positif bagi Anda, ada pula yang tidak. Inilah tantangannya bagi Anda para lansia, yaitu memaksimalkan bagian “positif” dari bertambahnya usia sembari mengambil langkah proaktif untuk menjaga kesehatan Anda dan meminimalkan aspek “negatif”.

Berbagai perubahan yang dialami lansia

Berbagai perubahan yang mungkin dapat terjadi pada lansia di antaranya:

1. Tulang

Seiring bertambahnya usia, tulang Anda menjadi lebih tipis dan rapuh, karena kehilangan massa atau kepadatannya yang dapat menyebabkan osteoporosis [1]. Ini juga yang menyebabkan Anda menjadi bungkuk dan tinggi badan berkurang.

Umumnya, tanda pertama dari osteoporosis adalah patah tulang. Jadi, sangat penting untuk berbicara dengan dokter tindakan apa yang dapat mencegah kondisi ini.

2. Jantung

Jantung adalah salah satu organ vital tubuh yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Namun, seiring bertambahnya usia, jantung Anda dapat mengalami berbagai masalah, seperti pembuluh darah arteri menjadi lebih kaku (arteriosklerosis), penumpukan timbunan lemak di dinding arteri (aterosklerosis), atau penumpukan plak di arteri (penyakit arteri koroner). Semuanya adalah faktor risiko utama dari serangan jantung.

3. Otak

Hampir semua lansia menjadi sering pikun, menurunnya kemampuan untuk memproses informasi baru, atau lambat dalam melakukan banyak tugas. Kondisi ini bisa saja merupakan tahap awal demensia [2]. Oleh sebab itu, Anda harus memastikannya ke dokter dan melakukan pengobatan untuk melindungi kesehatan otak Anda.

4. Sistem pencernaan

Seiring bertambahnya usia, saluran pencernaan Anda akan melambat dan tidak berkontraksi sesering ketika Anda masih muda. Hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan sembelit, sakit perut, dan mual. Mayo Clinic merekomendasikan lansia untuk mengonsumsi makanan kaya serat, minum banyak cairan, sebisa mungkin tetap aktif, dan menghindari stres [3].

5. Indra

Orang lansia mungkin mendapati indra pendengaran, penglihatan, perasa, penciuman, dan sentuhannya tidak setajam dulu [4]. Perubahan pada struktur telinga dapat menyebabkan gangguan pendengaran dan juga memengaruhi keseimbangan.

Begitu pula dengan indra penciuman yang semakin melemah seiring bertambahnya usia, karena menurunnya produksi lendir dan hilangnya ujung saraf di hidung. Anda pun mungkin membutuhkan kacamata untuk dapat melihat dengan jelas.

6. Gigi dan gusi

Enamel dapat terkikis selama bertahun-tahun, sehingga membuat Anda rentan terhadap gigi berlubang. Menurut American Dental Association (ADA), saraf di gigi bisa mengecil seiring bertambahnya usia dan menyebabkan gigi kurang sensitif terhadap rasa sakit dan berpotensi “menunda” diagnosis gigi berlubang atau retak di permukaan luar gigi [5]. Inilah mengapa kesehatan gigi dan gusi lansia menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan.

7. Kulit

Kulit akan kehilangan keelastisitasannya seiring bertambahnya usia, yang ditunjukkan dengan kulit kendur dan keriput. Sayangnya, kondisi ini bisa terjadi bahkan sebelum Anda menjadi lansia, karena tidak merawat kesehatan kulit sedari dini.

Tabir surya dan pelembab adalah dua produk anti penuaan terpenting yang harus digunakan [6]. Selain itu, mengenakan topi dengan pinggiran lebar dan kacamata hitam juga membantu melindungi kulit kepala dan wajah Anda dari bahaya sinar UV matahari.

8. Seksual

Setelah menopause, perempuan akan mengalami banyak perubahan fisik, termasuk berkurangnya lubrikasi vagina. Perubahan ini juga dapat menurunkan gairah seks Anda [7].

Sementara pada pria, usia lanjut sering kali disertai dengan disfungsi ereksi, meskipun American Sexual Health Association menyatakan bahwa ini bukan bagian normal dari penuaan dan bisa saja menunjukkan masalah medis atau efek samping dari pengobatan tertentu [8].

Tips untuk para lansia sehat dan bahagia

Meskipun penuaan adalah proses alami bagi setiap manusia, perubahan-perubahan yang terjadi tidak harus memperlambat fungsi dan menurunkan kesehatan Anda. Terlebih lagi, ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bahagia di masa tua, yaitu [9]:

  1. Tetap aktif secara fisik, seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, yoga, dan lainnya.
  2. Konsumsi makanan sehat, seperti daging tanpa lemak, buah-buahan, serta sayuran yang kaya antioksidan untuk melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
  3. Batasi makan makanan tingi gula dan lemak, serta minuman beralkohol, karena memicu peradangan dan menurunkan sistem kekebalan tubuh.
  4. Sering-sering mencuci tangan dengan sabun dan air bersih setidaknya selama 20 detik.
  5. Kelola stres dengan baik, seperti dengan berolahraga, cukup tidur, menetapkan ekspektasi yang masuk akal untuk diri sendiri, dan melakukan aktivitas yang menenangkan dan menyenangkan.
  6. Istirahat yang cukup.
  7. Mendapatkan vaksinasi tahunan sesuai dengan saran dokter, seperti vaksin flu dosis tinggi.
  8. Melakukan medical check-up secara rutin.
  9. Bila perlu, konsumsi suplemen kesehatan sebagai nutrisi tambahan untuk membantu mendukung sistem kekebalan dan penuaan yang sehat, seperti kalsium, vitamin D, vitamin B6, vitamin B12, atau ekstrak jamur Reishi.

Reishi, si jamur ajaib bantu penuaan menjadi lebih sehat

suplemen-nutrisi-nissan-reishi

Konsumsi suplemen seperti yang diinstruksikan oleh ahli kesehatan Anda dapat mendukung proses penuaan yang lebih sehat. Suplemen Nissan Reishi salah satunya.

Nissan Reishi adalah suplemen kesehatan yang terbuat dari ekstrak jamur Reishi (Ganoderma lucidum). Ini adalah jamur busuk putih yang telah dikenal sebagai tonik tradisional Tiongkok untuk meningkatkan kesehatan dan umur panjang.

Berbagai ekstrak Ganoderma lucidum telah terbukti memiliki sifat anti-penuaan, terutama melalui anti-oksidasi, imunomodulasi, dan anti-neurodegenerasi [10].

Hasil temuan lainnya juga menunjukkan bahwa G. lucidum secara efektif mengurangi stres oksidatif dan berkontribusi pada umur panjang. Ini karena jamur Reishi mampu mengatur proses biofisiologis melalui beberapa jalur pensinyalan di dalam tubuh [11].

Nissan Reishi bisa menjadi solusi yang tepat bagi lansia yang ingin sehat dan bahagia. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen kesehatan dalam bentuk apapun.

Info lebih lanjut tentang Nissan Reishi bisa Anda aksesĀ di sini.

Cover photo by pressfoto – www.freepik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *